
Braakk
"Kenapa kalian malah diam aja? Jawab pertanyaan saya! Kenapa tadi kalian berkelahi di area sekolah? Mau jadi jagoan, ha?" sentak kepala sekolah.
"Pak, kita berantem di sekolah karena memang ada masalahnya di sekolah. Kalau kita punya masalah di luar, pasti kita berantemnya juga di luar sekolah kok pak," ucap Alex gugup.
"Bukan itu maksud saya, ah susah bicara sama orang kayak kalian!" kesal kepala sekolah.
"Maaf pak, tadi itu saya hanya ingin membela pacar saya yang dikerjain sama dia pak. Jelas saya gak terima, apalagi dia mau melecehkan pacar saya!" ucap Alex sembari melirik wajah Tarra.
"Apa benar begitu Tarra?" tanya kepala sekolah.
"Bohong pak, saya sama sekali gak pernah melakukan itu. Mana berani saya lecehin wanita di sekolahan?" ucap Tarra menyangkal.
"Eh jangan bohong lu! Pengecut banget sih lu, sampe gak berani akui kesalahan lu!" geram Alex.
"Alex diam! Sudah sudah, apapun masalahnya intinya kalian berdua tetap salah dan kalian harus dihukum!" ujar kepala sekolah menengahi.
"Dihukum pak? Tapi, saya kan gak salah. Saya cuma menolong pacar saya pak," ucap Alex.
"Saya gak perduli, berkelahi di area sekolah itu salah hukumnya. Apapun alasan kamu, tetap kamu harus dihukum dan tidak boleh membantah!" ucap kepala sekolah penuh tekanan.
"Baik pak, saya akan jalankan hukuman saya!" ucap Alex pasrah.
Kepala sekolah tersenyum dibuatnya, "Yasudah, sekarang kalian berdua salaman lalu saling memaafkan dan jangan diulangi lagi!" ucapnya.
Akhirnya mau tidak mau Alex terpaksa mengulurkan tangannya ke arah Tarra, mereka bersalaman meski hanya sebentar karena masing-masing langsung menarik tangan. Kepala sekolah pun mengatakan apa hukuman untuk mereka, dan kedua pria itu diizinkan keluar dari ruangan karena jam pelajaran juga sudah berbunyi dan pelajaran akan dimulai.
Kini Alex serta Tarra sudah keluar dari ruangan tersebut, tampak Alex mencegah Tarra yang ingin melangkah dengan mencekal lengannya. Akhirnya kedua pria itu saling bertatapan dan masih terbawa emosi, terutama Alex yang memang belum terima dengan apa yang sudah dilakukan Tarra kepada Keisha tadi dan hampir saja melecehkannya.
"Eh Tar, lu jangan ngerasa ini semua selesai ya! Gue masih dendam sama lu, gue gak akan biarin lu tenang!" ucap Alex mengancam.
__ADS_1
"Gue tahu Lex, dan lu juga harus hati-hati karena gue gak akan tinggal diam!" ucap Tarra.
"Apa maksud lu? Emangnya lu mau ngelakuin apa? Disini lu itu yang salah, harusnya lu sadar dan taubat! Bukan malah berbalik ngancem gue kayak gitu," ucap Alex keheranan.
Tarra langsung mendorong Alex hingga terhuyung dan nyaris terjatuh, untungnya Alex masih bisa menahan diri sehingga tidak terluka. Setelah itu, Tarra pun pergi dari sana meninggalkan Alex begitu saja tanpa berkata sepatah katapun. Sungguh Alex benar-benar kesal, tetapi ia hanya bisa diam membiarkan Tarra pergi.
•
•
Begitu waktu pulang sekolah tiba, Alex dan teman-temannya sepakat pergi ke halaman belakang sekolah untuk mengambil peralatan bersih-bersih disana. Ya sebelumnya mereka semua memang dihukum untuk membersihkan area sekolah, setelah kejadian yang terjadi pagi tadi saat mereka berkelahi dengan kelompok Tarra.
Ya tentu saja tidak hanya Alex serta gengnya saja, melainkan ada Tarra dan juga teman-temannya yang ikut dihukum kali ini. Mereka semua harus membersihkan seluruh area sekolah tanpa kecuali, jika menolak maka kepala sekolah akan menjatuhkan hukuman yang lebih parah kepada mereka, atau bahkan mengeluarkan mereka.
"Lex, masa kira harus bersih-bersih satu sekolah sih? Sekolah ini kan luas banget, yakali kita mau bersihin semuanya dalam waktu setengah hari," ujar Reno.
"Iya Lex, gak mungkin banget kita bisa bersihin ini secepat itu. Kecuali kita panggil jin dan minta bantuan mereka, baru dah tuh kita bisa gampang beresin semuanya," sahut Rizky.
"Hehe, abisnya pak Indro tuh aneh banget! Dia kasih hukuman yang gak wajar kayak gini, gimana kita bisa ngerjainnya coba?" ucap Rizky.
"Udah udah, kalo lu ngomong terus yang ada kita gak bakal kelar ini!" ucap Alex.
"Hooh, mending sekarang kita cepetan ambil alat-alatnya terus buruan dah tuh bersihin satu sekolah!" ucap Faisal.
"Nah Faisal bener tuh!" ucap Alex setuju.
Para lelaki itu mulai mengambil alat-alat kebersihan yang sudah disediakan disana, lalu mereka kembali melangkah menuju tempat yang harus mereka bersihkan saat ini. Namun, saat di jalan mereka justru berpapasan dengan kelompok Tarra yang juga memang dihukum oleh kepala sekolah.
"Hahaha, ketemu lagi nih kita disini. Gue jadi penasaran, gimana nanti yang katanya seorang jagoan di sekolah ini nyapu? Pasti bakalan seru banget deh," ledek Tarra.
"Eh lu mending diem deh, yang dihukum disini bukan cuma Alex, tapi kalian semua juga! Jadi, kalian gausah ngeledekin Alex!" sentak Rizky.
__ADS_1
"Ky, sabar Ky! Orang kayak dia mah gak perlu kita ladenin, yang ada cuma bikin emosi kita naik. Udah yuk mending kita cabut aja sekarang, terus kita beresin semuanya!" ucap Alex menenangkan.
"Oke Lex, sorry gue kepancing!" ucap Rizky.
"Gapapa, santai aja!" Alex menepuk-nepuk pundak Rizky sambil tersenyum, dan lalu beralih menatap Tarra dengan santai. "Eh Tarra, kita duluan ya? Sampai ketemu nanti!" ucapnya.
Alex dan yang lainnya kompak tertawa, kemudian mereka pergi bersama-sama dari sana melewati rombongan Tarra. Sedangkan Tarra bersama teman-temannya tampak menggeram kesal, mereka seolah tak terima karena menganggap Alex sudah menghina mereka tadi.
Kini Alex tiba di area sekolah yang akan ia bersihkan, pria itu telah membagi teman-temannya menjadi dua kelompok agar bisa lebih cepat membersihkan semua area tersebut. Alex bersama Rizky saat ini sudah mulai menyapu dan memungut sampah yang tergeletak disana, lalu membuangnya ke tempat sampah yang sudah disediakan.
"Alex!" tiba-tiba saja, Keisha datang menghampiri kekasihnya itu dan melambaikan tangan disertai senyuman manisnya.
"Eh sayang," sontak Alex merasa senang melihat kehadiran Keisha disana saat ini.
"Kamu ngapain kesini sayang? Harusnya kamu pulang aja, aku kan harus bersihin sekolah dulu karena dihukum," ucap Alex pada kekasihnya.
"Yaudah, aku bantu kamu ya sayang? Soalnya ini terjadi kan juga gara-gara aku," ucap Keisha.
"Hah? Duh gausah sayang, kamu gak perlu bantu aku! Mending kamu pulang aja deh, kasihan kakek kamu nanti nyariin loh!" ucap Alex.
"Udah gapapa, lagian kakek mah pasti bakal ngerti kok kalau aku lagi sama kamu," paksa Keisha.
"Hm, ya terserah kamu deh sayang. Tapi, nanti kalau kamu dimarahin sama pak kepsek gimana? Kamu kan gak dihukum sayang," ucap Alex.
"Biarin, aku yang bakal bilang ke pak kepsek kalau aku mau bantu kamu. Dia gak akan bisa halangi aku, karena kamu kan dihukum juga gara-gara tolongin aku tadi," ucap Keisha tersenyum.
"Ahaha, makasih ya sayang?" ucap Alex lembut.
Keisha mengangguk dan terus tersenyum, lalu ia mengambil sapu lidi yang tergeletak di dekatnya dan langsung menyapu di sekitar sana. Alex terus menatap gadis itu dengan bangga, pria itu sama sekali tak menyangka kalau ternyata Keisha begitu perhatian padanya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...