
Revan mengantarkan Keisha tepat sampai ke depan halaman rumahnya, pria itu cukup kaget setelah mengetahui bahwa tempat tinggal Keisha begitu mewah dan besar bagaikan istana. Revan awalnya mengira Keisha adalah gadis biasa, tetapi ternyata semua pikirannya itu salah dan Keisha adalah seorang wanita yang kaya raya.
Keisha pun berniat turun dari mobil itu saat ini, sebab ia tidak bisa jika terlalu lama berada disana bersama seorang lelaki asing. Keisha sudah merasa tidak nyaman jika terus berduaan dengan Revan disana, pasalnya ia sekarang telah memiliki suami dan ia tidak boleh mengkhianati cinta suaminya walau kenyataan mengatakan bahwa Alex sang suami telah meninggal dalam kecelakaan pesawat.
Namun, Revan yang menyadari niat Keisha sontak bergerak cepat menahan lengan wanita itu dengan cara mencengkeramnya dari samping. Keisha tak menyangka akan hal itu, ia menoleh ke arah Revan dengan wajah terkejut dan masih bingung mengapa Revan berani melakukan itu pada wanita yang sudah bersuami seperti dirinya.
"Kamu mau kemana? Udah dianterin sampe rumah, masa langsung main pergi gitu aja sih? Gak ada basa-basi nya atau apa dulu gitu?" ujar Revan.
"Lepasin, jangan macam-macam deh Van! Aku ini udah punya suami, kamu gak bisa sentuh tangan aku kayak gini tanpa seizin dari suami aku itu! Lepasin aku!" sentak Keisha.
Revan menurut, ia melepaskan lengan Keisha sesuai permintaan wanita itu. Kemudian, dengan wajah kesal Keisha turun dari mobilnya dan berniat masuk ke dalam rumah besar mertuanya agar bisa segera meninggalkan Revan. Akan tetapi, Revan tak semudah itu menyerah. Ya Revan kini turut keluar dari mobilnya, bergerak cepat mengejar Keisha.
"Kei, tunggu dulu dong Keisha! Kamu itu kenapa kayak gini sih? Apa kamu gak pernah diajarkan cara untuk berterima kasih sama orang yang udah membantu kamu?" teriak Revan.
Keisha terdiam dan tidak melanjutkan langkahnya, wanita itu terkejut dengan ucapan yang dilontarkan Revan barusan seolah tak menyangka. Revan sendiri telah berhasil berdiri di dekat Keisha saat ini, ia tatap tajam wajah wanita itu seolah menunjukkan bahwa ia tidak terima dengan sikap Keisha yang tidak mau mengucap kata terimakasih padanya tadi.
"Gimana Kei, kamu bisa jawab gak pertanyaan aku tadi?" tanya Revan lagi.
Dengan cepat Keisha membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Revan, wanita itu juga tak kalah emosi karena kelakuan Revan yang benar-benar sulit untuk dimengerti. Pasalnya, sedari tadi Revan seolah tidak ingin berpisah darinya. Bahkan, lelaki itu terus saja mencoba untuk mendekatinya.
"Okay, aku paham kok sama kemauan kamu. Aku akan bilang terimakasih sekarang ke kamu, tapi kamu janji dulu kalau kamu mau pergi dari sini setelah itu!" ujar Keisha.
"Kamu bisa pegang kata-kata aku, lagian ngapain juga aku ada disini terus? Udah kamu gausah khawatir Keisha!" ucap Revan tersenyum lebar.
Perlahan wanita itu mengambil nafasnya dalam-dalam, ia berusaha menguatkan diri sebelum mengucapkan terimakasih kepada pria di hadapannya itu. Kini Keisha menatap tajam ke arah Revan, lalu mulai membuka mulutnya dan melakukan apa yang diminta pria itu.
"Makasih ya atas bantuannya, Van! Udah puas kan kamu sekarang?" ucap Keisha tampak gugup.
Revan melebarkan senyumnya, rasanya ia begitu gemas melihat ekspresi Keisha saat mengatakan kalimat itu tadi. Revan sangat senang karena Keisha mau menurutinya, meski tadi mereka sempat berdebat selama beberapa detik disana. Sedangkan Keisha sendiri langsung menunduk tersipu, berusaha menyembunyikan rasa malunya saat ini.
"Keisha!" suara teriakan seorang wanita itu mengejutkan keduanya, dan ketika mereka menoleh keduanya terkejut bukan main melihat Mayra alias mama mertua Keisha berdiri disana.
"Eh mama, maaf ya ma aku tadi baru mau ucap salam kok!" ucap Keisha gugup.
Mayra justru tersenyum dibuatnya, "Iya, gak masalah kok sayang. Mama cuma heran, kamu kenapa udah pulang jam segini?" ucapnya dengan bingung.
"Eee tadi ada rapat di sekolah, ma. Jadi aja aku pulang cepat deh," jawab Keisha berbohong.
Revan spontan menatap ke arah Keisha begitu mengetahui wanita itu tega membohongi mamanya sendiri, ia bahkan sampai menggeleng perlahan seolah tak percaya dengan kelakuan Keisha. Padahal, jelas-jelas tadi ia lihat sendiri kalau di sekolah tidak ada rapat dan semua murid pun masuk serta bersekolah seperti biasa.
Namun, Mayra percaya begitu saja pada perkataan Keisha tadi dan tidak menaruh curiga sama sekali. Ia kini malah beralih memandang sosok pria di samping menantunya itu, ia penasaran siapa pria tersebut dan mengapa dia bisa bersama Keisha saat ini.
"Kei, laki-laki ini siapa? Kamu kenal sama dia? Kok bisa kamu pulangnya sama dia?" tanya Mayra.
"Ah halo tante! Kenalkan, saya Revan temannya Keisha! Tadi saya emang gak sengaja ketemu Keisha di jalan, yaudah deh saya anterin dia aja karena kasihan kalau dia panas-panasan di jalan!" ucap Revan menjawab langsung.
"Oh gitu, saya kira kamu orang yang mau jahatin mantu saya ini. Yaudah, makasih ya udah anterin Keisha pulang ke rumah!" ucap Mayra tersenyum.
__ADS_1
Revan terdiam sesaat, ia baru tahu kalau ternyata Mayra adalah mertua Keisha dan bukan orang tua kandungnya. Namun, ia heran mengapa Mayra bisa begitu menyayangi Keisha seperti anak kandungnya sendiri. Revan pun tersenyum saja melihat Mayra merangkul Keisha, lalu mengajak Keisha masuk ke dalam rumahnya.
"Van, sekali lagi makasih ya atas tumpangannya tadi! Aku gak bisa kasih apa-apa ke kamu sebagai bayaran," ucap Keisha.
Revan tersenyum, ia tentu tidak masalah untuk mengantar Keisha pulang seperti tadi. Ia juga tidak mempermasalahkan apabila Keisha tak membayar padanya, bahkan ia pun tak ingin jika Keisha memberikan uang kepadanya. Revan ikhlas dan senang mengantar wanita itu, karena ia sangat nyaman bila ada di dekatnya.
"Kalo gitu aku juga mau pamit ya? Sekarang kan kamu udah aman disini, ada mama kamu juga yang bisa jagain kamu," ucap Revan.
"Iya Van, hati-hati!" lirih Keisha.
Baru diperhatikan seperti itu saja sudah membuat Revan merasa bahagia, entah mengapa ia tidak bisa melupakan apa yang diucapkan wanita itu tadi untuknya. Sepertinya Revan memang sudah terpesona dengan Keisha, apalagi senyum wanita itu yang sungguh luar biasa dan manis.
Setelahnya, Revan pun pergi kembali ke dalam mobilnya lalu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah itu. Sehingga kini Keisha hanya tinggal berdua dengan Mayra, tapi tampak Mayra masih begitu penasaran dengan sosok Revan yang tadi mengantar Keisha pulang ke rumahnya.
"Keisha, sebenarnya mama masih bingung deh. Kamu itu sama nak Revan ketemu dimana, terus kok kayaknya dia perhatian banget sama kamu ya? Apa dia suka sama kamu?" ujar Mayra.
"Hah??" Keisha sampai terkejut saat mendengar perkataan Mayra yang mengatakan bahwa Revan menyukainya.
•
•
Hari berganti, disaat Keisha dan Lana bersiap untuk pergi ke sekolah tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari arah luar yang jarang sekali terjadi. Sontak Keisha menghentikan langkahnya serta mengurungkan niatnya yang ingin pergi ke meja makan, ia begitu penasaran siapa yang datang ke rumah mereka pagi-pagi begitu.
Tanpa basa-basi lagi, Keisha bergegas menuju pintu untuk mencari tahu siapa yang datang kali ini. Perlahan Keisha pun membuka pintu, menemui sosok tamu yang ada di luar dan mencoba mencari tahu. Betapa syoknya Keisha saat ini, karena ia melihat sosok pria yang tengah berdiri tegak membelakanginya di depan sana.
"Permisi, kamu siapa ya? Cari siapa di rumah ini?" tanya Keisha pada si pria sambil terus berjalan perlahan.
"Aku sedang mencari istri aku,"
Begitu mendengar ucapan si lelaki, Keisha dibuat semakin syok dan terhenti langkahnya. Ia kenal betul dengan suara tersebut, apalagi saat pria itu menyebut bahwa dia tengah mencari istrinya. Harapan itu semakin nyata, Keisha yakin orang yang ada di depannya adalah Alex alias suaminya.
Kini si lelaki perlahan mulai memutar tubuhnya menghadap ke arah Keisha, sontak Keisha semakin antusias dan tidak sabar ingin segera melihat siapakah sosok pria tersebut. Dan ternyata dugaannya sedari tadi benar, pria yang berdiri di depannya itu adalah Alex alias sang suami.
"Mas Alex??" Keisha langsung berteriak keras, kemudian bergerak menghampiri Alex disana.
Tanpa berpikir panjang, Keisha pun memeluk erat tubuh lelaki itu dan membenamkan wajahnya pada bahu sang suami. Ia benar-benar bahagia saat ini, sosok suami yang selama ini ia rindukan akhirnya kembali muncul dan membuktikan pada dirinya bahwa lelaki itu memang masih hidup.
Alex terdiam saja memandangi istrinya dari posisi ia berdiri saat ini, tak ada pelukan balasan dari Alex yang membuat Keisha sedikit merasa heran. Keisha pun mendongakkan wajahnya, menatap Alex dengan bingung sembari menunjukkan kesedihan yang selama ini ia rasakan.
"Mas, kenapa kamu diam aja? Tadi katanya kamu lagi cari aku, sekarang aku udah disini loh. Aku lagi berdiri di depan mata kamu, mas!" rengek Keisha.
"Hm, aku tahu itu sayang. Aku juga sangat merindukan kamu kok!" lirih Alex.
"Tapi, kamu kok kelihatan kayak gak senang gitu pas aku peluk? Kamu juga gak merespon pelukan dari aku, apa itu yang namanya kangen? Kamu jahat deh mas!" kesal Keisha.
Ya Keisha melepaskan pelukannya, berbalik kesal dan melipat kedua tangannya di depan sembari mendengus dingin. Alex yang melihat itu sontak tersenyum, perlahan pria itu mendekati istrinya dan berganti memeluknya dari belakang. Alex kini menempelkan dagunya pada pundak sang istri, ia juga mengusap lembut kedua lengan Keisha sambil mengecupi lehernya.
__ADS_1
"Gausah ngambek sayang, kamu itu kalau ngambek malah makin lucu deh! Aku minta maaf ya, tadi itu aku cuma bingung aja," ujar Alex.
"Hah? Apa coba yang bikin kamu bingung begitu? Harusnya tuh aku yang bingung sayang, karena aku tahunya kamu udah meninggal! Kemana aja sih kamu selama ini, ha?" sentak Keisha.
"Eee aku....."
"Mas!" tiba-tiba saja, seorang wanita cantik muncul mendekati mereka dan menyapa pria itu dengan senyuman yang membuat Keisha terkejut.
"Hah? Si-siapa itu mas? Kamu bawa perempuan lain kesini?" tanya Keisha pada suaminya.
•
•
Sementara itu, Joshua tengah melamun dan duduk di taman sekolah seorang diri sembari memandangi foto Keisha di tangannya. Pria itu memang sudah mencetak foto wanita yang ia cintai tersebut, sehingga ia bisa terus melihatnya kapanpun dan dimanapun seperti sekarang.
Tampak bahwa pria itu begitu merindukan sosok Keisha, belakangan ia memang sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Keisha sejak terakhir kali ia mendatangi rumah wanita itu. Bahkan, kemarin saja Keisha tidak pergi ke sekolah dan membuat Joshua khawatir bukan main. Namun, pria itu tidak bisa menemuinya ke rumah Alex karena ia takut akan kembali diusir oleh Keisha atau yang lain.
Kini disaat ia tengah melamun sendirian disana, tanpa diduga Shella yang dulu sempat mencintai Alex pun muncul dan ikut duduk di sebelahnya. Gadis itu menegurnya, lalu memandang wajahnya sambil tersenyum lebar seolah menggoda. Joshua keheranan dibuatnya, pria itu tak mengerti apa yang dilakukan Shella saat ini.
"Lo ngapain senyum-senyum kayak gitu ke gue? Sorry ya, gue bukan cowok murah yang gampang kegoda sama senyuman lu itu!" ketus Joshua.
Shella tersenyum dibuatnya, "Hahaha, lu kok emosi gitu sih Jos? Yah elah, gue ini cuma pengen hibur lu doang tau. Gue tadi gak sengaja lihat lagi sendirian disini, makanya gue samperin biar gue tahu lu lagi ada masalah apa."
"Gue gapapa, udah sana lu pergi gausah ganggu gue!" usir Joshua.
"Hm, jangan begitu lah Jos! Gue ini niatnya kan baik, gue cuma pengen bantu lu. Gue tahu sekarang lu lagi mikirin Keisha kan?" ujar Shella.
"Hah? Kok lu bisa tahu?" tanya Joshua keheranan.
"Tuh, lu aja lagi pegang foto Keisha. Gimana gue gak bisa tahu coba?" jawab Shella santai seraya menunjuk foto di tangan Joshua.
Sontak Joshua spontan memasukkan foto di tangannya itu ke dalam saku celana, ia tampak malu karena ketahuan sedang memandangi foto istri orang saat ini. Joshua pun tak tahu harus berkata apa lagi di hadapan Shella, apalagi sekarang gadis itu semakin gencar menggodanya.
Shella bergeser mendekati lelaki itu, mencolek dagu Joshua sambil tersenyum seolah menggoda pria tersebut. Apa yang dilakukan Shella itu berhasil membuat Joshua merasa gugup, dia akui kalau Shella memang tak kalah cantik dari Keisha. Namun, tetap saja yang Joshua cintai hanyalah Keisha seorang dan ia tak mungkin bisa beralih.
"Sel, tolong lu jangan ganggu gue! Gue lagi pengen sendiri dulu sekarang, please lu ngertiin gue ya!" ucap Joshua memohon pada gadis di sebelahnya.
"It's okay, gue ngerti kok. Ya gue cuma pengen menawarkan bantuan aja sama lu, gue tahu kalau lu belum bisa melupakan Keisha. Benar begitu kan, Jos?" ucap Shella.
Joshua terdiam saat itu juga, ia pandangi wajah Shella yang sedang tersenyum itu tanpa berkedip sama sekali. Shella pun mesiu satu tangan Joshua, menggenggamnya erat lalu menaruhnya di atas pahanya. Joshua sangat heran, pasalnya ia belum pernah sedekat ini dengan seorang wanita.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...AYO DUKUNG JOSHUA & SHELLA...
__ADS_1