
Kini Aldy dan Keisha tengah berjalan bersama menyusuri desa yang indah, mereka terlihat begitu menikmati pemandangan di sekitar yang masih asri dan tentunya tak terpapar polusi. Keisha pun sangat senang kali ini, bahkan ia terus tersenyum sambil menatap sekitar. Baru kali ini Keisha merasakan udara yang begitu segar, sungguh luar biasa dan rasanya Keisha tidak ingin semua ini berakhir.
Mereka pun tiba di sebuah kebun teh yang ada di tempat itu, Keisha begitu kagum dan sampai terperangah ketika melihat betapa luasnya kebun teh tersebut. Selama ini Keisha belum pernah melihat secara langsung perkebunan teh seperti itu, karena di kota tempatnya tinggal sudah hampir tidak ada lagi kebun teh. Bahkan, Keisha sampai terus tersenyum dan memejamkan mata kali ini.
"Wah sejuk banget disini Aldy, udaranya segar banget! Aku baru kali ini loh ke kebun teh kayak gini," ucap Keisha.
Aldy tersenyum dibuatnya, "Iya non, ini itu kebun teh punya tuan Bruce. Orang-orang yang bekerja disini adalah karyawan kakek kamu, nantinya semua daun teh disini akan dibawa ke pabrik," ucapnya.
"Apa? Berarti kebun teh ini semuanya punya kakek aku? Keren juga ya kakek?" ucap Keisha terkejut.
"Banget non, malahan beliau itu terkenal banget di desa ini. Hampir semua warga desa tau sama beliau, karena emang tuan Bruce ini sering bantu para warga disini. Jadi, ya wajar aja kalau mereka semua pada kagum sama beliau," jelas Aldy.
__ADS_1
"Wah aku jadi ikutan bangga nih, karena aku punya kakek sebaik itu. Andai aja aku juga bisa kayak kakek," ucap Keisha.
"Pasti bisa non, kan udah ada modalnya tuh," ucap Aldy disertai senyum tipisnya.
Keisha turut membalas dengan senyuman, lalu mereka pun melanjutkan perjalanan sambil terus mengelilingi kebun teh itu. Sangking luasnya, Keisha sampai tak tahu dimana ujung dari kebun teh tersebut. Keisha merasa bangga pada kakeknya kali ini, karena selain menjadi abdi negara ternyata kakeknya itu juga sering membantu para warga desa yang membutuhkan disana.
"Oh ya Aldy, kamu itu tinggal dimana? Maksud aku, rumah kamu jauh gak dari sini?" tanya Keisha.
"Ah enggak kok non, rumah saya dekat di sebrang sana. Memang kenapa ya non tanya begitu?" ucap Aldy terheran-heran.
"Hah? Ini serius non? Apa saya gak salah dengar? Masa iya cucu dari tuan Bruce yang kaya raya mau mampir ke rumah saya?" ujar Aldy amat syok.
__ADS_1
"Iya kok benar, emang salah ya?" heran Keisha.
"Gak salah sih non, tapi gimana ya? Rumah saya itu kecil, malah lebih mirip seperti gubuk. Udah gitu saya juga jarang beberes, takutnya nanti non malah gak betah lagi disana," ucap Aldy.
"Yah elah kamu suka merendah aja, gak masalah kali itu mah. Lagian kalau saya tau rumah kamu, kan jadi lebih gampang tuh buat saya kalau mau minta kamu temenin saya buat keliling desa ini," ucap Keisha sambil tersenyum.
"Gausah non, biar nanti saya aja yang datang ke rumah non ya?" usul Aldy.
Seketika wajah Keisha langsung berubah, ia tampak kesal dan menendang kerikil di bawahnya itu ke sembarang arah. Keisha tidak senang dengan ucapan Aldy, karena sejujurnya wanita itu sangat penasaran dimana rumah Aldy dan ingin sekali datang kesana.
Aldy yang melihat wajah cemberut dari Keisha, pun tampak bingung saat ini. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu berpikir keras untuk mencoba menghibur Keisha agar mau tersenyum kembali. Namun, ia malah terus terdiam dan bingung sendiri harus melakukan apa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...