
Keesokan paginya, Alex dan Keisha tengah menikmati sarapan bersama di apartemen milik pria itu. Keisha sengaja memasak sendiri untuk sarapan mereka pagi ini, sebab ia berencana ingin mengambil hati suaminya dan membuat pria itu tak lagi benci padanya. Namun, tampak ekspresi Alex biasa-biasa saja dan tetap cuek serta dingin.
Keisha pun hanya bisa pasrah kali ini, sedari tadi Alex lebih banyak diam dan tak bicara apapun. Bahkan Keisha sudah bingung harus mengatakan apa lagi untuk membuka obrolan diantara mereka, sebab hampir semua topik sudah ia bicarakan dengan suaminya sejak tadi. Akhirnya Keisha memilih diam mengamati wajah Alex yang sedang makan dengan lahap, senyum tersimpul di bibirnya melihat Alex yang terlihat menikmati masakannya.
"Enak kan mas, masakan aku? Kamu suka gak?" tanya Keisha penuh harap.
Alex menganggukkan kepalanya, "Mmhhh ya, lumayan. Untuk ukuran wanita yang masih SMA, kamu cukup jago juga buat masak makanan kesukaan aku ini!" jawabnya memuji sang istri.
"Makasih mas, dihabisin ya!" ucap Keisha.
Alex mengangguk saja, dan setelah itu kembali fokus memakan makanannya. Tapi kemudian, bel berbunyi dari arah luar dan membuat sepasang suami-istri itu terkejut. Keisha pun meminta izin pada suaminya untuk mengecek siapa yang datang, ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu setelah mendapat izin dari Alex.
Ceklek
Keisha membuka pintu, tersenyum lebar begitu melihat kedua orang tua Alex alias mertuanya itu berada disana. Ya Harry dan Mayra sengaja datang ke apartemen itu untuk menemui putra mereka yang baru menikah, mereka ingin tahu seperti apa kondisi Alex yang saat ini telah menikah dengan Keisha. Mereka sangat rindu, meski baru beberapa hari berpisah dengan putra mereka itu.
"Mama, papa??" Keisha langsung mencium tangan kedua mertuanya itu secara bergantian, dan coba bersikap biasa saja di hadapan mereka.
"Halo sayang, selamat pagi! Apa kabar kamu, hm?" ucap Mayra dengan lembut.
"A-aku baik kok, ma. Mama sama papa kesini kenapa gak ngabarin aku atau Alex dulu? Kalau tahu gitu kan pasti aku bakal siapin masakan lebih biar mama sama papa bisa sekalian makan disini," ucap Keisha merasa heran.
"Ah gapapa cantik, lagian ini mama juga udah bawa makanan kok buat kalian. Omong-omong, Alex mana? Dia udah bangun belum?" ucap Mayra.
"Eee...."
"Kei, siapa yang datang?" tiba-tiba, Alex menyusul keluar karena penasaran dengan suara berisik dari depan apartemennya itu.
__ADS_1
Sontak Alex membelalakkan matanya, ketika ia melihat kedua orangtuanya ada di depan sana. Dengan cepat Alex langsung mencium tangan mereka secara bergantian, lalu berusaha bersikap romantis kepada Keisha dengan cara merangkul pundak gadis itu. Ya tentu di hadapan orangtuanya, Alex tidak ingin menunjukkan kalau dia masih belum bisa menerima pernikahan tersebut.
"Eh pa, ma. Ayo masuk masuk! Sayang, kenapa kamu gak suruh papa sama mama buat masuk ke dalam sih?" ucap Alex.
"Umm, iya tadi aku baru aja mau minta papa mama buat masuk. Tapi, keburu ada kamu," ucap Keisha.
"Iya Lex, udah kamu jangan salahin istri kamu! Lagian kita kan juga baru sampai, rencananya kita mau lihat-lihat ke dalam," ucap Harry.
"Yaudah, ayo papa sama mama masuk aja!" pinta Alex seraya melebarkan pintu.
Harry serta Mayra pun melangkah lebih dulu memasuki apartemen itu dan melewati sepasang suami-istri tersebut, sedangkan Alex menahan sejenak pergerakan Keisha untuk membisikkan sesuatu di telinganya. Keisha tampak sangat bingung, tapi dia hanya bisa diam mendengarkan apa yang hendak dikatakan pria itu padanya.
"Kei, kamu harus bersikap biasa aja di depan papa sama mama! Kalau sampai mereka curiga sama hubungan kita, awas ya kamu!" bisik Alex.
Deg
Lalu, akhirnya mereka turut menyusul Harry dan Mayra ke dalam sana dengan saling merangkul satu sama lain. Alex tidak ingin jika orangtuanya curiga pada mereka, ia tak mau banyak berdebat kali ini karena sedang malas. Mereka pun terduduk bersama di ruang depan, bersiap menikmati sarapan bersama-sama dengan penuh senyuman.
•
•
Setelah Harry dan Mayra pergi, Keisha merasa tidak terima karena harus kembali menghadapi sikap cuek Alex itu. Padahal tadi ia hampir saja telah berhasil menemukan sosok Alex yang dulu ia cintai, tapi sekarang tampak Alex sudah kembali dan tidak mau lagi perduli padanya. Pria itu langsung pergi begitu saja ke dalam, mengambil jaket miliknya dan bersiap untuk pergi menemui teman-temannya.
Sontak Keisha langsung mencegat suaminya, ia tak terima jika Alex pergi meninggalkannya lagi. Ia ingin terus bersama pria itu, karena tadi di depan Harry serta Mayra, Alex sudah mengatakan bahwa dirinya akan menyayangi Keisha sepenuh hati dan membuat gadis itu bahagia. Maka dari itu, Keisha akan menagih semua ucapan Alex dan meminta pria itu tetap disana bersamanya.
"Lex, kamu mau kemana sih? Baru aja tadi kamu bilang di depan orang tua kamu, kalau kamu akan sayang sama aku. Kenapa sekarang kamu udah mau pergi lagi?" tanya Keisha.
__ADS_1
"Salahnya dimana? Aku cuma mau ketemu sama teman-teman aku loh," ucap Alex.
"Kamu masih nanya salahnya dimana? Lex, kamu itu sejak nikah sama aku udah sering banget loh pergi-pergi kayak gini!" tegas Keisha.
"Terus kenapa kalau aku pergi? Kamu gak terima?" tanya Alex.
Keisha terdiam memalingkan wajahnya, ia harus menahan amarahnya kali ini karena bagaimanapun sebagai istri ia tidak boleh bertindak kurang ajar pada suaminya. Ya meski sikap Alex belakangan ini memang selalu memancing emosinya, sehingga wajar saja jika Keisha amat sulit menahan diri untuk tidak memarahi suaminya itu.
"Udah ya, aku mau pergi dulu. Kamu di rumah aja dan jangan kemana-mana! Awas loh, aku udah awasi kamu dan aku bisa tahu kamu kemana aja selama aku pergi! Jadi, kamu gak bisa main-main sama aku Keisha!" ucap Alex.
Keisha tersentak mendengarnya, "Apa Lex? Kamu pantau aku selama ini? Oh ayolah, kamu itu kenapa sih Lex?!" ujarnya amat kesal.
"Aku gapapa, aku ngelakuin ini supaya kamu patuh dan nurut sama aku! Jujur aja aku gak suka kalau kamu keluyuran gak tahu kemana, kamu itu sekarang udah nikah Keisha!" ucap Alex.
"Loh kamu aneh deh Lex, aku gak boleh keluyuran tapi kamu sendiri enak-enakan pergi main sama teman-teman kamu. Kalau kamu boleh, kenapa aku enggak?" ucap Keisha.
Alex justru emosi dan mencengkram kuat rahang Keisha sembari mendorongnya ke dinding, pria itu tak suka jika Keisha membangkang padanya. Alex ingin Keisha selalu menurut dan menjadi istri yang baik, tapi tentu Keisha tak akan mudah melakukannya karena dia sadar bahwa sikap Alex salah dan ia harus menyadarkan pria itu.
"Kamu itu udah mulai kurang ajar ya sama aku, awas kamu Keisha!" geram Alex seraya mengangkat satu tangannya seolah hendak menampar istrinya.
"Aaaaa..."
Keisha sudah tampak pasrah jika memang Alex ingin menamparnya, ia bahkan memejamkan mata karena tak berani menyaksikan langsung kekejaman suaminya itu. Dan benar saja, sesaat kemudian pria itu melayangkan tamparan keras ke arahnya sampai membuat tubuh Keisha memanas. Setelah itu, Alex dengan santainya mendorong tubuh Keisha ke atas ranjang dan meninggalkannya begitu saja.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1