Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 85. Guru cabul


__ADS_3

Revan dengan tegas menolak tantangan yang diberikan Alex untuk bertarung saat ini, karena Revan tidak ingin jika permusuhan diantara mereka terus terjadi dan sulit dihentikan. Revan tidak ingin memiliki musuh walau hanya satu, ia lebih baik memiliki banyak teman dibanding musuh yang hanya satu bisa merusak hidupnya nanti.


Ya tentu saja Alex tak terima dengan penolakan yang diucapkan Revan, ia terus memaksa Revan untuk bertarung dengannya saat ini dan membuktikan siapa diantara mereka yang lebih hebat. Bagi Alex, hal ini adalah satu-satunya cara untuk bisa mengusir Revan dari kehidupan Keisha. Alex tidak yakin jika Revan bisa dipercaya, pastinya Revan masih akan tetap mendekati istrinya nanti.


Alex pun tampak semakin emosi setelah penolakan yang dilontarkan Revan, ia benar-benar kesal dan jengkel seolah-olah rasanya hendak memukul Revan saat itu juga. Ini bukan kali pertama mereka ribut seperti ini, karena sebelumnya juga Alex selalu mencari keributan dengan Revan. Bahkan, terakhir kali mereka bertengkar adalah ketika Revan datang ke rumah Alex untuk menjelaskan semuanya.


"Kenapa lu gak mau terima tantangan gue? Takut lu, ha?" tanya Alex dengan nada mengejek.


Alex merasa di atas angin dan merasa jika Revan memang takut padanya, maka dari itu Revan memilih menolak apa yang diusulkan Alex tadi. Namun, entah mengapa Alex tak puas sampai disitu saja dan tetap ingin mengajak Revan bertarung satu lawan satu dengannya. Jika Revan terus menolak, maka Alex pun tak akan puas dan tetap meminta Revan mau menerima tawarannya.


"Terserah kamu mau bicara apa tentang saya, intinya saya tidak akan mau bertarung dengan kamu. Saya hanya ingin perselisihan diantara kita usai," ucap Revan serius.


Setelah mengatakan itu, Revan berniat pergi dari sana dan berbalik untuk masuk ke dalam mobilnya menghindari keributan. Tapi tentu Alex tak semudah itu membiarkan Revan pergi darinya, sampai kapanpun Alex tidak akan melepaskan Revan. Ya Alex ingin mereka bertarung saat ini, dan Revan tak mungkin bisa pergi sebelum melakukan apa yang diinginkan Alex itu.


Alex pun menahan kepergian Revan dengan cara mencekal lengannya, membuat Revan tidak bisa berbuat apa-apa selain menetap disana. Rasanya Revan sudah bingung harus melakukan apa untuk bisa lepas dari jeratan Alex, karena sepertinya Alex benar-benar terbawa emosi dan ingin menghabisi Revan disana dengan tangan kosongnya sendiri.


"Udah deh Lex, saya gak mau ribut sama kamu. Kita bisa berteman sekarang, karena saya gak akan pernah rebut Keisha dari kamu!" ucap Revan.


"Hahaha, itu gak akan terjadi. Sampai kapanpun, gue bakal anggap lu sebagai musuh gue!" sentak Alex.


Revan terdiam saat itu juga, matanya terbelalak dan wajahnya menggeleng pelan karena ucapan yang dilontarkan Alex tadi. Revan tak menyangka Alex akan sampai bertindak seperti itu, padahal awal mula perselisihan ini adalah sebuah salah paham. Namun, sekarang justru Alex benar-benar benci padanya dan menganggapnya sebagai musuh.

__ADS_1


Tak ada yang menyangka memang jika Alex bisa sampai sebenci itu pada Revan, apalagi Alex sampai ingin menghajar Revan dengan ganas dan membabi buta. Alex juga ingin membuktikan pada Revan bahwa ia layak memiliki Keisha menjadi istrinya, meski Revan sendiri tidak butuh pembuktian itu karena Revan memang tak menyukai Keisha lagi.


Kini Revan melepas paksa tangannya dari cengkraman Alex, ia menghentak kasar lalu menatap tajam ke arah pria di hadapannya itu. Alex menyeringai dibuatnya, Alex mengira jika Revan akan menerima tawaran darinya tadi. Namun, Revan tentu tetap pada pendiriannya yakni tidak ingin terjadi perkelahian diantara mereka yang hanya akan menyebabkan permusuhan abadi.




Shella baru keluar dari ruang tempat menyimpan barang-barang olahraga dalam kondisi yang begitu acak-acakan, rambutnya berantakan dan bahkan baju seragamnya juga terlihat kusut entah karena apa. Ia menyeka bibirnya dan berusaha merapihkan semula pakaiannya, tampak kekesalan di wajah gadis itu seolah amat membenci gurunya.


"Sialan banget pak Herman! Gue baru tahu, di sekolah ini ternyata masih ada gugur cabul kayak dia. Bisa-bisanya gue disuruh isep punya dia? Dasar kurang ajar!" Shella mengumpat kesal.


Akhirnya gadis itu memilih pergi dari sana dan berharap tidak ada yang melihatnya saat keluar dari dalam ruangan tersebut, Shella sangat menyesal karena sudah menuruti kemauan gurunya untuk ikut kesana dan akhirnya ia malah disuruh melakukan hal jorok yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Jika saja yang memintanya adalah Alex, maka pasti Shella dengan senang hati melakukannya.


Biar bagaimanapun, Shella cemas jika sampai Zayn mengetahui apa yang baru saja ia lakukan pada gurunya di ruang olahraga tadi. Ya Shella juga sadar kalau bisa saja ada bekas-bekas yang bisa diketahui atau dilihat oleh Zayn saat ini, meskipun sebelumnya ia sudah pastikan bahwa semuanya aman. Namun, Shella juga tidak ingin mengambil resiko.


"Shella, kamu darimana aja? Aku kira kamu udah di kelas loh, eh ternyata masih ada disini," ujar Zayn.


"Eee i-i-iya ini gue baru mau ke kelas, tapi gue pengen ke toilet dulu. Minggir dong, gue gak tahan nih kebelet banget!" ucap Shella.


Zayn menatap curiga ke arah Shella yang memang bertingkah agak aneh saat ini, apalagi gadis itu selalu menutupi mulutnya serta tidak berani memandang wajahnya secara langsung. Zayn pun perlahan mendekati gadis itu, ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Shella darinya dan ia ingin mengetahui apa itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa Shella? Kok kayak ketakutan gitu sih sama aku? Apa yang kamu sembunyiin dari aku, Shella?" tanya Zayn dengan curiga.


Shella terkejut saat Zayn mengajukan pertanyaan seperti itu, ia bingung harus bagaimana karena sepertinya Zayn benar-benar curiga padanya dan tahu bahwa ada yang sedang ia sembunyikan darinya. Shella pun berusaha sekuat mungkin untuk menjauh dari Zayn, karena ia tidak mau jika pria itu mengetahui perbuatan yang baru ia lakukan.


"Ayo jujur sama aku, kamu sebenarnya abis ngapain Shella! Kok bisa tampilan kamu acak-acakan kayak gini? Mau kamu tutupi sekeras apapun, aku tetap bakal tahu Shella. Lebih baik kamu jujur, apa yang abis kamu lakuin!" tegas Zayn.


"Zayn, gue gak—"


"Jangan bilang gak ngapa-ngapain! Kamu jujur sama aku sekarang, atau aku bakal paksa kamu nih!" Zayn menyela dan terlihat begitu emosi.


Deg


Shella sampai terbelalak mendengar kata-kata Zayn barusan, kini gadis itu pun kebingungan dan tak tahu harus bagaimana menjelaskannya pada Zayn mengenai kejadian tadi. Zayn sendiri sudah semakin mendekat, lalu mencengkram kuat kedua bahu Shella dan memaksa gadis itu menatap ke arahnya serta menceritakan semuanya.


"Jawab sekarang Shella, kasih tahu ke aku siapa yang udah tega berbuat begini ke kamu!" tegas Zayn.


"Umm, gue abis dari ruangan pak Herman. Gue diminta buat ketemu sama dia, terus disana dia malah nyuruh gue yang enggak-enggak," jelas Shella.


"Gimana maksud kamu? Pak Herman nyuruh apa ke kamu?" tanya Zayn bingung.


"Dia minta gue buat..."

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2