Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 83. Nyaris


__ADS_3

Hari berganti, saat ini Lana baru tiba di sekolahnya diantar oleh supir pribadinya yang memang biasa mengantarnya seperti sekarang. Lana pun turun dari mobilnya, lalu berjalan dengan cepat masuk ke dalam area sekolah disertai senyuman tipisnya. Sapaan dari para lelaki yang berkumpul disana pun terdengar di telinganya, membuat Lana harus melempar senyum ke arah mereka sembari melambaikan tangannya.


Disaat yang sama, sosok Arfan tiba-tiba muncul di hadapannya dan tersenyum ke arahnya. Pria itu seperti sengaja menghalangi jalannya dengan cara berdiri di depan sana, sehingga mau tidak mau Lana terpaksa menghentikan langkahnya meski saat ini ia sedang malas meladeni pria itu. Kini Lana menatap tajam ke arah Arfan yang ada di depannya, gadis itu mendengus kesal seraya memutar bola matanya.


"Mau apa lagi sih kamu? Ini masih pagi loh, jangan bikin aku emosi deh sama kata-kata manis kamu yang sok iye itu!" cibir Lana.


"Ahaha, kamu lucu deh Lana. Aku belum juga bicara apa-apa eh udah dicibir aja, sebentar atuh tunggu aku ngomong dulu! Lagian kamu kok bisa secantik ini sih Lana?" ujar Arfan merayunya.


"Huweek, gombalan kamu basi tahu gak!" Lana menunjukkan ekspresi mualnya.


"Gapapa basi, yang penting tetap bisa bikin kamu merona. Terbukti kan, kamu itu emang mudah malu kalau sama aku Lana," goda Arfan.


"Ih apaan sih? Siapa yang malu coba?" elak Lana seraya membalikkan tubuhnya.


Lana menggigit bibirnya sendiri saat ini, entah mengapa ia sendiri juga bingung setiap kali berhadapan dengan Arfan pasti wajahnya selalu merona seperti itu. Padahal Lana tidak pernah memiliki rasa suka atau apalah itu kepada Arfan, tapi sepertinya Arfan memang pandai merayu dan membuat siapapun wanita tergoda dengannya.


"Cie cie, itu buktinya kamu sampai harus balik badan kayak gitu buat menghindar dari aku. Udah deh akuin aja Lana, kamu malu kan sama aku!" kekeh Arfan.


Lana benar-benar mual dengan apa yang dikatakan Arfan tadi, tapi apa daya gadis itu memang tidak bisa mengendalikan diri setiap kali Arfan menggodanya seperti tadi. Lana pun berusaha memejamkan mata, mengambil nafasnya dalam-dalam dan mencoba untuk menenangkan diri agar Arfan tidak terus menggodanya.


Perlahan Lana kembali berbalik menatap wajah Arfan yang masih tersenyum saat ini, Lana langsung saja menempelkan jarinya pada bibir Arfan dan membuat lelaki itu terkejut bukan main seraya membelalakkan matanya. Baru kali ini Lana menyentuh bagian tubuhnya, tentu saja itu adalah suatu hal yang amat membahagiakan baginya.


Baru saja Arfan hendak bergerak menyingkirkan jari Lana dari bibirnya dan berbicara, tiba-tiba Lana sudah kembali menekan jarinya itu serta meminta Arfan untuk diam. Arfan benar-benar tampak bingung dengan aksi Lana saat ini padanya, apalagi gadis itu sekarang malah tersenyum lebar setelah menjauhkan jarinya dari Arfan.


"Nah, sekarang giliran kamu yang malu-malu tuh. Baru juga ditempelin jari udah kayak gitu, gimana kalau aku cium pipi kamu!" cibir Lana.


"Hah??" Arfan tersentak dan spontan menutupi mulutnya karena kaget dengan ucapan gadis itu.


Sementara Lana tersenyum saja dan sesekali mengedipkan matanya ke arah Arfan, lalu gadis itu memilih pergi begitu saja setelah Arfan tidak bisa berbuat apa-apa untuk menahannya. Lana akhirnya dapat terbebas dari lelaki aneh itu, setelah cukup lama ia berkutat dengannya disana dan kesulitan untuk bisa melepaskan diri.


"Haaaahh lega juga rasanya bisa lepas dari si Arfan itu!" ucap Lana sambil tersenyum bahagia.




Baru beberapa langkah Lana berjalan, gadis itu sudah kembali dibuat syok saat melihat dengan mata kepalanya sendiri dimana Zikri tengah duduk bersama Cherry di depan sana. Tentu saja Lana terlihat sangat kecewa sekaligus sedih, ia yang awalnya tak percaya kini pun dibungkam oleh kenyataan bahwa Zikri memang menyukai Cherry.


Pupus sudah harapan Lana untuk bisa mendekati pria itu lagi, karena Zikri dan Cherry terlihat sangat akrab disana seperti orang berpacaran. Lana pun hanya bisa berdiam diri memandang mereka dari jauh seperti sekarang ini, air matanya menetes dan tak dapat ditahan lagi. Kesedihan yang ia rasakan begitu besar, sebab lelaki yang ia idolakan malah sekarang dekat dengan wanita lain.


Kriiinngg kriiinngg...


Bunyi bel masuk menyadarkan Lana dari lamunannya, ia sontak menyeka air matanya yang sempat keluar dan berusaha menenangkan diri agar tidak ada yang curiga padanya. Gadis itu memilih melalui jalan lain untuk menuju kelasnya, karena ia tidak mungkin lewat di depan Zikri serta Cherry yang tengah asyik berduaan disana.


Namun, tanpa diduga ternyata Arfan kembali berada di depan matanya saat ini. Ia tak menyangka kalau pria itu sedari tadi mengikutinya, dan mungkin saja Arfan melihat langsung saat ia menangis tadi akibat menatap Zikri dan juga Cherry. Arfan tampak tersenyum ke arahnya, membuat Lana tidak tahu harus bagaimana untuk bisa melepaskan diri.


Arfan pun melangkah mendekatinya, mata pria itu melirik ke arah Zikri yang terduduk bersama Cherry di depan sana. Sepertinya Arfan memang telah mengetahui semuanya, bahwa Lana menangis karena hal itu. Kini Lana terlihat sangat malu, gadis itu berusaha menghindari tatapan langsung dengan Arfan karena khawatir pria itu akan menggodanya.


"Lana, kamu yang sabar ya! Terkadang cinta itu memang membingungkan, kita mencintai seseorang yang belum tentu dia cinta juga sama kita. Padahal, kita sendiri tahu kalau ada orang lain yang mencintai kita. Tapi, kita malah tetap kekeuh jatuh cinta sama orang yang gak perduli dengan kita," ucap Arfan.


"Maksud kamu apa sih? Gausah kebanyakan berteori deh, mending kamu minggir karena aku mau lewat sana!" ucap Lana kesal.


"Kenapa harus lewat sini Lana? Jalan ke kelas kamu yang paling dekat ya lewat tangga pertama, kalau kesini kamu malah muter lagi loh. Apa karena kamu gak mau ngeliat Zikri sama Cherry?" ujar Arfan.


"Ish, jangan sok tahu jadi orang! Sana kamu pergi, itu udah bel tahu!" sentak Lana.


Arfan melebarkan senyumnya mendengar ucapan Lana barusan, ia semakin yakin kalau memang apa yang ia katakan tadi itu benar adanya. Meski Lana terus saja menyangkal, namun dari cara gadis itu berbicara dan juga ekspresinya membuat Arfan meyakini dugaannya. Lana sendiri memang tidak pandai menutupi apapun, sehingga apa yang sedang ia rasakan dapat diketahui oleh orang lain.


"Lebih baik dicintai, daripada mencintai Lana. Kamu gak akan sakit hati seperti ini, ikhlaskan saja Zikri dan mulailah membuka hati buat aku!" ucap Arfan.

__ADS_1


Lana sangat terkejut dengan ucapan Arfan itu, ia sama sekali tak menginginkan hal itu. Bagaimana mungkin ia bisa mengikhlaskan Zikri dan malah beralih pada Arfan, karena dirinya sama sekali tak menyukai pria itu. Lana dengan tegas menolak, namun meski begitu Arfan tetap berusaha untuk mencoba membujuk Lana kali ini.


"Kamu jangan ngaco Arfan, aku gak mau!" ucap Lana dengan tegas.


"Ayolah Lana, ini semua demi kebaikan kamu juga loh! Daripada kamu sakit hati terus, mending kamu bahagia sama aku kan!" ucap Arfan.


"Hah??" Lana tersentak dan terperangah dibuatnya.




Disisi lain, Keisha juga baru tiba di sekolahnya sama seperti Lana sebelumnya. Keisha kini memasuki area sekolah dan menyusuri lorong setelah berpamitan dengan suaminya, ya kali ini Alex memilih langsung pulang dan tidak mengikuti Keisha sampai ke dalam lagi karena masih ada urusan yang harus dilakukan oleh pria itu.


Keisha terus melangkah dengan senyuman di wajahnya, wanita itu tampak bahagia dan bersikap seperti pada umumnya seolah tak terjadi apa-apa di dalam rumah tangganya kemarin. Ya padahal Keisha sempat sangat emosi pada Alex lantaran pria itu meminta tes DNA untuk calon anak mereka, namun sepertinya Keisha telah melupakan itu semua.


Disaat Keisha tengah berjalan santai di lorong sekolah, tiba-tiba saja dirinya dibuat terkejut dengan kemunculan Zayn yang berada di depannya. Sontak Keisha menghentikan langkahnya, ia heran saat melihat Zayn menatapnya begitu tajam. Keisha merasa tak pernah berbuat salah pada pria itu, tapi saat ini Zayn seperti amat marah padanya.


"Zayn, ada apa sih? Kenapa kamu halangi jalan aku dan tatap aku kayak gitu, emangnya aku ada salah apa sama kamu?" tanya Keisha penasaran.


Pria itu malah menyunggingkan senyum dan terus menatap ke arah Keisha, perlahan ia juga kembali melangkah mendekati Keisha dan membuat wanita itu makin kebingungan. Keisha tak mengerti apa yang terjadi pada Zayn dan mengapa pria itu bersikap seperti ini, padahal sebelumnya mereka tidak pernah berselisih paham atau apapun.


"Kamu masih aja tanya begitu Keisha, setelah kamu menyakiti hati aku. Kesalahan kamu itu begitu besar, karena kamu udah tolak aku. Andai aja kamu mau terima aku, pasti hidup aku gak akan hancur seperti ini!" ucap Zayn tampak emosi.


Keisha mengernyitkan dahinya, "Kamu marah karena aku gak terima cinta kamu? Ayolah Zayn, kamu kan tahu alasan aku tuh apa! Aku udah nikah sama Alex, gak mungkin aku terima kamu!" ucapnya tegas.


"Iya tahu kok, tapi tetap aja kamu udah nyakitin aku. Aku kecewa banget sama kamu!" ucap Zayn.


"Terus kamu mau apa? Nyakitin aku juga kayak apa yang Tarra dan Shella lakuin dulu, iya? Silahkan aja, aku terima kok!" ucap Keisha.


Zayn tersenyum dan terus melangkah mengelilingi tubuh Keisha, ia sangat mencintai wanita itu dan tak akan mungkin baginya untuk bisa menyakiti hati Keisha seperti apa yang dikatakannya tadi. Namun, rasa kecewa di dalam dirinya begitu besar dan bisa membuat Zayn hilang akal. Pria itu mungkin saja bisa melakukan apapun, tergantung dari bagaimana caranya untuk menahan diri.


"Aku tidak akan melakukan itu Keisha, kamu tenang aja!" ucap Zayn sembari mengusap wajah wanita itu.


"Kamu jangan kurang ajar ya Zayn! Aku selama ini udah coba bersikap baik sama kamu, tapi kalau kamu terus begitu aku gak akan segan-segan buat laporin kamu ke mas Alex!" ancam Keisha.


"Aku gak takut, memangnya Alex itu siapa? Dia juga manusia sama seperti kita kan? Buat apa aku takut sama dia?" tantang Zayn.


Deg




Alex datang ke markas tempatnya berkumpul bersama teman-temannya, ia turun dari mobilnya lalu bergegas masuk ke dalam sana dengan tampang emosi dan kedua tangan terkepal kuat. Alex tidak lagi bisa menahan dirinya saat ini, ia benar-benar emosi pada kedua sahabatnya yang telah membuatnya salah paham kepada Keisha.


Tampak Rizky serta yang lainnya sedang asyik berbincang ria di dalam sana sambil menikmati minuman milik mereka, tapi kemudian secara tiba-tiba Alex muncul dan langsung mengangkat tubuh Rizky begitu saja. Sontak hal itu membuat semua orang disana terkejut, terutama Rizky yang tak tahu mengapa Alex bersikap seperti itu.


"Heh! Lo harus tanggung jawab, gara-gara lu rumah tangga gue hampir berantakan tahu gak! Dasar sialan! Sahabat macam apa sih lu?" geram Alex.


"Lex, sabar dulu Lex! Kita bicarain secara baik-baik, gue gak ngerti apa yang lu maksud!" gugup Rizky.


"Halah diem lu! Waktu itu kan lu sendiri yang bilang ke gue, kalau Keisha ada jalan sama cowok lain dan bikin gue over thinking tentang kehamilan dia! Tapi, nyatanya itu semua gak benar. Lain kali, lu cari tahu dulu kebenarannya baru cerita sama gue!" ucap Alex.


"Eee gu-gue kan cuma cerita apa yang gue lihat Lex, gue gak ada maksud buat melebih-lebihkan atau apa. Maafin gue Lex, tolong lepasin gue!" ucap Rizky tampak sangat ketakutan.


"Iya Lex, tolong maafin kita semua juga!" sahut Tio yang ikut merasa bersalah.


Alex terdiam sejenak memandangi satu persatu wajah dari teman-temannya itu, rasanya ia begitu emosi dan rahangnya pun bergetar kuat. Bahkan, satu tangannya kini sudah bersiap memukul wajah Rizky yang tepat berada di hadapannya. Hanya saja, Alex mendadak ragu mengingat Rizky adalah sahabatnya yang selalu ada untuknya selama ini.

__ADS_1


"Aaarrrgghhh sial!" akhirnya Alex tidak jadi melakukan itu, ia melepaskan Rizky dan mendorong tubuh Rizky sampai terjatuh.


Justru Alex mengacak-acak rambutnya sendiri saat ini sembari menendang barang-barang yang ada disana untuk melampiaskan emosinya, pria itu merasa bodoh karena malah menyalahkan para sahabatnya atas apa yang terjadi di hidupnya. Padahal, Alex sendiri lah yang harusnya disalahkan karena lebih mempercayai ucapan Rizky.


"Lex, lu yang tenang ya! Emangnya lu sama Keisha sampe ribut gara-gara ucapan kita kemarin? Kalo gitu maaf banget ya, kita gak ada niatan loh buat bikin rumah tangga lu hancur!" ucap Tio.


Alex menggeleng perlahan, "Gapapa, ini bukan salah kalian. Gue aja yang bodoh karena gampang percaya tanpa menyelidiki semuanya dulu," ucapnya.


"Terus gimana Lex? Apa ada yang bisa kita bantu buat bikin rumah tangga lu sama Keisha baik-baik aja? Lu bilang ke kita Lex, pasti kita bakal bantuin lu kok!" ucap Tio.


"Iya Lex, gue juga merasa bersalah disini karena udah bikin lu salah paham," sahut Rizky.


Alex manggut-manggut saja saat ini, lalu ia terduduk di sofa dan bersandar sembari mengambil nafas serta memejamkan matanya. Ia berusaha untuk lebih tenang, setelah sebelumnya ia sempat terbawa emosi dan nyaris terjadi keributan disana. Untung saja Alex masih bisa menahan diri, jika tidak maka pasti tadi ia sudah memukuli sahabatnya sendiri.




Sementara itu, Keisha tengah berada di kantin bersama Tasya dan tampak menikmati makanan yang mereka pesan. Awalnya semua terlihat baik-baik saja dan Keisha juga tersenyum bahagia sembari berbincang dengan Tasya, tapi kemudian tanpa diduga rasanya perut Keisha mulai terasa mual dan tidak enak seperti hendak muntah.


Tasya yang melihat reaksi sahabatnya itu sontak panik, ia bingung sekaligus tak mengerti apa yang terjadi pada Keisha sampai mual-mual dan memegangi perutnya. Tasya pun bangkit lalu mendekati Keisha, perlahan ia coba menenangkan Keisha sekaligus menghilangkan rasa mual di dalam tubuh sahabatnya itu.


"Duh ya ampun! Keisha, lu kenapa sih? Lu pengen muntah gara-gara makanan ini, atau apa? Gue gak ngerti nih harus apa, gue belum pernah hamil soalnya," ucap Tasya cemas.


Keisha menggeleng-geleng pelan sambil meminta Tasya untuk tenang, ia mengatakan jika dirinya baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, sepertinya Tasya tak mudah percaya dengan perkataan Keisha dan malah semakin cemas pada kondisi sahabatnya itu yang terlihat pucat.


"Ini yang lu bilang gapapa? Aduh Keisha, kayaknya lu harus dibawa ke UKS deh! Yuk ah gue antar lu aja kesana ya!" ucap Tasya.


"Gak gak gak, jangan Tasya gue gak mau! Nanti kalau orang UKS pada tahu kalau gue hamil, gimana? Bisa-bisa satu sekolah ini juga tahu dan pasti bakal heboh banget," ucap Keisha menolak.


"Ya terus mau gimana lagi Keisha? Lu sakit loh ini, kasihan bayi lu nanti!" ucap Tasya.


"Udah udah, gue gapapa kok. Lu tenang aja ya Sya!" ucap Keisha.


Disaat mereka tengah panik, tiba-tiba Joshua muncul secara mendadak di meja tersebut dan menegur keduanya. Sontak baik Tasya maupun Keisha sama-sama terkejut dengan kehadiran Joshua disana, mereka khawatir Joshua akan mengetahui semua mengenai kehamilan Keisha yang disembunyikan itu.


"Ini ada apa? Aku lihat-lihat dari jauh, kalian kok kayak panik gitu? Kamu gak kenapa-napa kan Keisha?" tanya Joshua pada keduanya.


"Eee kita...."


Tasya dan Keisha pun tampak bingung saat ini, mereka tak tahu harus menjawab apa dan bagaimana cara menjelaskan pada Joshua agar pria itu tidak curiga. Sedangkan Keisha masih saja merasa mual, wanita itu bahkan tidak kuat lagi dan langsung bangkit dari tempat duduknya sembari menggenggam tangan Tasya.


"Eh eh, lu mau kemana Keisha? Kita kan belum selesai makan," heran Tasya.


"Anterin gue yuk, buruan!" pinta Keisha.


"Hah? I-i-iya iya..."


Keisha langsung menarik tangan sahabatnya itu dan bergegas pergi menuju toilet karena sudah tidak tahan lagi, tentu saja hal itu membuat Joshua semakin kebingungan. Ya Joshua pun tampak terus menatap ke arah Keisha yang sudah menjauh, pria itu berpikir apa kiranya yang tengah disembunyikan Keisha darinya.


"Ehem!" tiba-tiba saja, Joshua dikejutkan dengan suara deheman seorang wanita di belakangnya. Begitu menoleh, ia menemukan keberadaan Shella disana sambil tersenyum.


"Shella, kenapa?" tanya Joshua dengan ketus sembari memicingkan matanya.


Gadis itu terdiam saja tanpa menjawab pertanyaan Joshua, ia malah berjalan maju melewati Joshua dan ikut memandang ke arah Keisha disana. Shella sendiri juga sebenarnya masih merasa curiga pada Keisha, ia tahu kalau ada sesuatu yang disembunyikan wanita itu dari orang-orang yang ada di sekolah saat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...|||...


...Kehamilan Keisha bakal ketahuan gak ya?...


__ADS_2