
Shella datang ke tempat Joshua setelah selesai menemui Keisha dan mendengar semua curhatan wanita itu, ya kini Shella hendak beristirahat sekaligus menenangkan pikirannya karena tadi ia harus pusing memikirkan masalah Keisha. Setidaknya kini Shella bisa berbincang dengan Joshua yang merupakan pria idamannya, meski berulang kali juga Joshua selalu saja menolak pernyataan cinta dari gadis itu kepadanya.
Sesampainya disana, Joshua langsung keluar menyambut gadis cantik yang memang kerapkali datang ke tempatnya itu. Joshua pun terlihat biasa saja dan hanya tersenyum tipis ketika mengetahui ada Shella di depannya, namun pria itu tetap mengizinkan Shella masuk lalu duduk di kursinya. Tak lupa Joshua menawarkan minum, namun rupanya Shella telah membawa minuman sendiri dari cafe dan juga membelikan untuk pria itu.
Keduanya kini terduduk berdampingan, Shella tampak senang dan merasa Joshua telah mau menerima kehadirannya disana sebagai tamu. Meski begitu, sikap Joshua sebenarnya biasa saja dan tidak terlalu membahagiakan. Joshua memang selalu seperti itu tiap kali bersamanya, dingin serta ketus adalah bawaan dari lahir setiap pria itu didekati oleh seorang wanita yang tak dia cintai.
Shella pun tidak menyerah begitu saja, ia terus berusaha mencoba untuk membuat Joshua mau menerima dirinya saat ini. Jujur Shella akui kalau cintanya itu telah beralih ke pria di dekatnya, setelah sebelum ini ia selalu saja mengejar-ngejar Alex yang sudah menjadi milik orang. Namun, kini cintanya juga belum berjalan mulus karena Joshua yang sepertinya tak tertarik dengannya.
Berbagai upaya telah Shella lakukan demi bisa mengobrol dengan pria itu, namun respon Joshua hanya seadanya dan lebih banyak minum dibanding berbicara dengannya. Shella tampak kecewa sambil menghela nafasnya, gadis itu bingung harus mencari topik obrolan apa lagi yang bisa membuat Joshua mau banyak bicara atau setidaknya tertarik dengan apa yang dia bicarakan saat ini.
"Eh ya Jos, tadi gue ketemu sama Keisha loh. Dia curhat tentang masalah rumah tangganya sama Alex yang lagi mau hancur, lu mau dengar gak cerita Keisha kayak gimana?" ucap Shella.
Tiba-tiba saja, Joshua yang tadinya bersikap dingin dan lebih banyak mengangguk kini mau menoleh ke arah Shella lalu terlihat begitu penasaran. Rupanya Joshua memang masih tertarik dengan Keisha, sehingga segala apapun itu mengenai Keisha akan menarik perhatian dari Joshua. Tentu ini bisa Shella manfaatkan, karena setidaknya dengan begitu maka Joshua mau berbicara dengannya.
"Apa yang Keisha ceritain ke lu, Shella? Masalah apa yang dia alamin?" tanya Joshua penasaran.
"Ahaha, lu ternyata masih kepo soal Keisha ya? Bilangnya waktu itu udah bisa moveon, tapi ini apa buktinya hayo?" ledek Shella.
"Lo gausah merembet kemana-mana deh, jawab aja pertanyaan gue!" sentak Joshua.
Shella tersenyum dibuatnya, ia berpaling ke arah lain terlebih dulu sembari meminum minumnya agar membuat Joshua merasa jengkel. Shella ingin mempermainkan sejenak pria itu, sampai Joshua sendiri yang memaksanya untuk bercerita. Meski Shella harus menggunakan Keisha sebagai bahan obrolannya, tapi tak mengapa karena hanya dengan itu Joshua mau luluh saat ini.
"Heh, jangan diam aja dong Shella! Lo sebenarnya niat gak sih mau cerita tentang Keisha ke gue? Ini gue penasaran banget loh," tegur Joshua.
"Eh jadi lu nungguin cerita dari gue nih? Gue kira lu gak pengen tahu, lagian gak penting kok. Isi cerita Keisha itu dia cuma curhat kalau si Alex masih sering bohong sama dia dan dia ada niatan buat gugat cerai suaminya itu," ucap Shella mengarang.
"Apa??" Joshua terkejut mendengarnya, ada raut kesenangan dibalik ekspresi yang dia tunjukkan itu.
•
•
Alex yang tengah berbaring di sofa dibuat kaget saat tiba-tiba Keisha kembali dan menemuinya disana, Alex pun reflek bangkit lalu terduduk menatap ke arah istrinya yang berdiri tepat di dekatnya. Alex sangat senang dengan itu, ia mengira Keisha akan memaafkan kesalahan yang ia lakukan dan tidak menaruh emosi lagi kepadanya nanti.
Keisha hanya menatap dingin wajah suaminya yang masih terduduk itu, tak ada ucapan atau sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Entah Keisha masih kesal atau tidak dengan Alex saat ini, sebab sikap yang ditunjukkan wanita itu belum bisa dipastikan apakah ia sudah melupakan semua kejadian yang mereka alami atau belum.
"Sayang, syukurlah kamu masih mau pulang ke apartemen aku! Apa ini artinya kamu udah gak marah lagi sama aku? Kamu lebih percaya sama aku kan sayang?" ucap Alex terlihat bahagia.
"Kata siapa? Aku pulang kesini untuk menghargai kamu aja sebagai suami aku mas, sebenarnya aku mah malas banget datang kesini apalagi ketemu sama kamu. Ya tapi mau gimana lagi, kamu itu masih suami aku," ucap Keisha dengan ketus.
"Waduh, galak-galak gini ternyata kamu masih perduli sama aku ya! Masih anggap aku sebagai suami kamu, salut aku!" puji Alex.
"Ya kan emang begitu, walaupun aku lagi marah sama kamu, aku tetap gak boleh tinggalin tugas aku sebagai seorang istri. Nanti yang ada aku bisa kena dosa besar loh," ucap Keisha.
__ADS_1
"Bagus sayang, aku senang dengarnya kalau kamu lebih banyak mengerti tentang itu!" ucap Alex.
Keisha menggeleng saja kali ini, lalu ia berniat melanjutkan langkahnya meninggalkan sang suami yang masih terduduk di sofa. Namun, Alex tak membiarkan Keisha pergi begitu saja dan langsung bangkit mencekal lengan istrinya. Pria itu tak mau masalahnya semakin rumit, untuk itu ia berusaha meminta Keisha duduk dan berbicara dengannya.
"Kamu mau bahas soal apa, mas? Kalau kamu pengen jelasin tentang si Anya Anya itu, duh aku lagi malas mas pusing rasanya!" ucap Keisha.
"Enggak kok, aku cuma mau meluruskan masalah kita. Aku gak pengen kalau kita tuh terus kayak gini, aku maunya kita baikan loh sayang kayak dulu lagi!" pinta Alex tampak memelas.
"Iya mas, aku juga maunya begitu. Tapi, kan kamu sendiri yang bikin kita jadi bertengkar dan ribut terus begini," ucap Keisha.
"Ya aku tahu aku salah sayang, tapi aku mohon kamu mau ya maafin aku dan kita kembali seperti dulu lagi! Aku sayang sama kamu, aku gak mau kita terus bertengkar kayak gini!" ucap Alex memohon.
"Terserah kamu deh mas, aku capek banget pengen istirahat di kamar!" ucap Keisha.
"I-i-iya sayang, yuk aku antar kamu ke kamar ya sayang!" ucap Alex yang langsung mendekat dan merangkul istrinya itu.
Keisha diam saja membiarkan suaminya itu berbuat apa yang dia inginkan, mereka pun sama-sama melangkah ke dalam kamar agar Keisha bisa segera beristirahat disana. Memang Keisha terus merasa pusing sejak pertama kali mereka bertengkar, sepertinya bayi yang dia kandung tidak suka bila kedua orangtuanya terus saja bertengkar seperti itu.
"Sayang, kamu lagi kepengen apa? Bilang aja sama aku, siapa tahu aku bisa bantu atau beliin sesuatu buat kamu yang anak kita mau!" ucap Alex.
"Iya mas, dari kemarin itu aku kepengen semangka. Kalau kamu beneran sayang sama aku, beliin dong mas semangka yang enak buat aku sekarang!" ucap Keisha.
"Ohh, kamu pengen semangka? Okay, aku bakal beliin nanti. Sekarang kamu istirahat aja ya, jangan banyak beraktivitas dulu! Aku pasti cari semangka yang enak buat kamu," ucap Alex.
Alex pun mengusap dan mengecup dengan lembut kening istrinya, ya kini Keisha memang sedang berbaring di ranjangnya sambil tersenyum. Alex amat senang setelah Keisha mau bersikap lebih baik padanya, walau tampak jika wanita itu masih belum bisa sepenuhnya percaya kepada sang suami yang telah banyak membohonginya.
•
•
Singkat cerita, Alex tampak berada di pinggir kolam renang dan bersiap melompat ke dalam air untuk berenang di hari yang cerah ini. Pria itu sangat merasa lelah hari ini, apalagi setelah banyaknya masalah yang ia alami dengan istrinya. Kini Alex berniat menenangkan dirinya, supaya ia tidak terus merasa pusing dan bingung nantinya.
Tanpa berlama-lama lagi, Alex segera meloncat menceburkan dirinya ke dalam kolam yang tidak terlalu dalam itu. Ia berenang dengan tubuh setengah polos dan hanya mengenakan celana pendek miliknya, kebetulan suasana di kolam itu cukup sepi dan hanya ada dirinya. Sehingga, Alex tak perlu merasa malu untuk berenang disana.
Disaat ia tengah asyik berenang seorang diri di kolam itu, tiba-tiba saja Keisha muncul dengan senyuman lebar di wajahnya. Keisha pun terduduk di pinggir dekat kolam sembari menikmati semangka miliknya, ia pandangi terus tubuh suaminya yang sedang berenang disana sambil mengusap perutnya dan seolah-olah merasa begitu senang.
Alex pun menyadari keberadaan istrinya disana, dengan cepat ia menatap wajah sang istri dan berenang mendekatinya. Lalu, Alex berhenti tepat di pinggir dan memanggil istrinya yang berada di atasnya saat ini. Alex senang dengan kemunculan Keisha, setidaknya itu mengartikan jika Keisha sudah memaafkan dirinya kali ini.
"Sayang, aku senang banget deh kamu mau susul aku kesini! Apa kamu gak mau ikut berenang sekalian sama aku?" ucap Alex tersenyum lebar.
"Hm, gak mau ah. Kamu berenang aja sendiri mas, lagian aku kan gak bawa baju renang," tolak Keisha.
Pria itu senyum-senyum dibuatnya, tanpa berpikir panjang ia beranjak dari kolam dan menghampiri sang istri disana. Keisha sontak terkejut, apalagi ketika Alex tiba-tiba duduk di dekatnya sambil menatapnya dengan lekat. Keisha tak mengerti apa yang hendak dilakukan Alex saat ini, karena tadi Alex sedang asyik berenang di kolam itu.
__ADS_1
"Ngapain kamu malah nyamperin aku? Berenangnya udahan nih?" tanya Keisha terheran-heran.
"A-aku cuma pengen ngobrol sama kamu sayang, abisnya aku kangen banget sih berduaan kayak gini sama istri aku yang paling cantik dan paling aku sayangi ini!" jawab Alex tanpa ragu.
"Ahaha, bisa aja kamu ah! Yaudah, sini kamu ikut makan sama aku!" ajak Keisha.
Alex menggeleng menolaknya, ia tidak mau mengganggu momen makan Keisha yang memang sedang ingin memakan buah semangka itu. Lagipula, Alex saat ini hanya ingin berduaan dengan Keisha dan tidak ada niat untuk mengambil buah semangka yang ada di tangan Keisha karena ia membeli itu untuk istrinya.
"Nanti aja kapan-kapan aku ikut makan, sekarang kayaknya aku mau lanjut berenang deh. Kamu mau kan lihatin suami kamu yang tampan ini berenang, hm?" ucap Alex dengan pede.
Keisha mengangguk perlahan, "Mau kok, anak kamu ini juga pengen deh lihat papanya berenang lagi. Sana buruan kamu loncat sayang!" ucapnya.
"Oh oke, siap istriku yang cantik!" ucap Alex.
Setelahnya, Alex pun bangkit dari tempat duduknya untuk kembali ke kolam renang dan melanjutkan aktivitas renangnya yang sempat tertunda. Akan tetapi, tak lupa Alex mengecup wajah istrinya sambil mengusap perutnya itu sebelum beraksi. Alex ingin agar calon anaknya tahu kalau saat ini papanya sedang berada di dekatnya.
•
•
Malam harinya, Rizky seperti biasa datang ke bar tempatnya menghilangkan suntuk serta mencari hiburan. Lagi-lagi Rizky bertemu dengan Anya disana, tanpa banyak berpikir ia pun segera menghampiri wanita itu. Dari yang Rizky lihat, tampak Anya sudah setengah mabuk dan banyak gelas yang tergeletak di atas meja saat ini.
Rizky pun terduduk tepat di sebelahnya, menyapa Anya dengan ramah disertai senyuman lebar serta rangkulan lembut darinya. Anya yang diperlakukan seperti itu hanya dapat tersenyum, ya karena kondisinya yang sudah sulit menahan mabuk itu. Tentu saja Rizky memanfaatkan hal itu untuk banyak bertanya pada Anya, sebab jujur Rizky masih amat Penas dengan siapa Anya sebenarnya.
"Anya, aku ini mau tanya satu hal deh sama kamu. Selama ini kamu kan belum pernah cerita ke aku ya, niat kamu itu apa sih datang ke Indonesia ini?" tanya Rizky dengan wajah penasaran.
"Ahaha, kamu belum tahu ya? Aku ini sebenarnya udah kenal sama Alex dari waktu dia ke NY waktu itu, dan sekarang aku kesini ya buat nyusul dia. Aku suka sama dia, aku mau Alex jadi milik aku seutuhnya Rizky!" jawab Anya dalam kondisi mabuk.
"Waw keren dong ya! Berarti waktu itu yang kita gak sengaja ketemu di depan rumah Alex, kamu emang pengen mantau Alex ya?" ucap Rizky.
Anya manggut-manggut dibuatnya, "Bener Rizky, aku lagi mantau si Alex waktu itu sama istrinya. Aku sengaja bohongin kamu, karena aku gak mau kamu banyak nanya nanti!" ucapnya.
"Terus kenapa kamu ngelakuin itu? Kamu mau rebut Alex dari istrinya?" tanya Rizky.
"Menurut kamu emangnya gimana Rizky? Aku kan udah jelasin, niat aku ke indo itu buat rebut Alex dari istrinya. Aku mau tipu dia dengan bilang kalau aku udah pernah tidurin dia, padahal nyatanya enggak. Aku cuma merekayasa semua itu," jelas Anya.
Deg
Rizky terkejut bukan main mendengar pengakuan wanita itu, rupanya selama ini Anya hanya ingin menipu dan menjebak Alex supaya bisa menjadi miliknya. Kini Rizky pun sudah tahu masalah yang menimpa Alex dan membuat sahabatnya itu nyaris bercerai, untungnya Rizky telah merekam semua pengakuan Anya dengan ponselnya.
"Hadeh, si Anya ini bukan wanita baik-baik ternyata! Dia udah berbuat nekat dan pengen rebut Alex dari Keisha, gue gak bisa biarin Anya ngelakuin semua rencananya itu!" batin Rizky.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...