
Shella serta Zayn telah tiba di rumah persembunyian Keisha yang terletak cukup jauh dari perkotaan itu, mereka pun sama-sama turun dari mobil setelah Bruce juga melakukan hal yang sama. Shella pun tampak terpesona kali ini, sebab suasana di sekitar sana memang sangat indah dan menarik. Selain itu, pemandangan disana juga amat berbeda jika dibandingkan dengan suasana kota tempatnya itu.
Kini sepasang kekasih itu mulai melangkah mendekati Bruce yang masih berdiri tepat di samping badan mobilnya, Shella terlihat masih terus menatap sekitar dan seolah kagum dengan semua yang ada di tempat itu. Shella tak menyangka jika Bruce adalah orang yang amat luar biasa, pasalnya pria tua itu bisa memiliki banyak rumah yang besar dan luas seperti sebuah istana jaman dulu.
"Kek, ini bener Keisha tinggal disini selama ini? Tapi daritadi aku kok gak ngeliat Keisha ya, kek?" tanya Shella dengan wajah bingungnya.
Bruce tersenyum, "Tenang aja Shella, saya gak mungkin bohongin kalian kok! Saya tau kalian ini orang baik, kalian juga kan temannya Keisha. Benar kok ini tempat Keisha sembunyi, tapi mungkin aja Keisha lagi di dalam," jawabnya.
"Ohh, iya aku percaya kok kek," ucap Shella singkat.
Mereka semua kini berjalan memasuki rumah tersebut untuk bisa menemui Keisha, tetapi mereka lebih dulu dicegat oleh bik Esih yang tampaknya mengetahui kehadiran mereka. Sontak Bruce tersenyum dan menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Shella maupun Zayn.
"Selamat datang tuan Bruce! Pasti tuan mau ketemu sama non Keisha ya?" ucap Esih menyapanya.
Bruce menganggukkan kepalanya, "Benar bik, saya mau ketemu Keisha. Dia lagi apa sekarang? Bilang sama dia, kalau saya dan teman-temannya ini ada disini!" ucapnya.
"Ah iya tuan, tapi non Keisha itu lagi pergi keliling desa tuan!" ucap bik Esih.
"Keliling desa? Sama siapa?" tanya Bruce.
"Eee non Keisha ditemani nak Aldy, tuan. Itu loh tetangga saya yang sering tuan bantu juga," jawab Esih sambil tersenyum.
"Ohh, ya ya saya ingat. Yasudah, terimakasih infonya ya bik! Kalo gitu tolong buatkan minuman untuk mereka berdua, mereka pasti haus sehabis melakukan perjalanan!" ucap Bruce.
"Baik tuan!" ucap Esih mematuhi perintahnya.
Setelah itu, barulah Bruce mengajak Shella serta Zayn terduduk di kursi yang tersedia sembari menunggu Keisha kembali dari perjalanannya. Tadinya Bruce ingin menyusul Keisha ke desa sana, tetapi ia masih merasa lelah karena baru saja sampai di tempat tersebut.
"Nah Shella, Zayn, kita duduk disini dulu ya tunggu aja sampai Keisha kembali kesini! Paling gak lama lagi mereka bakal balik kok," ucap Bruce.
__ADS_1
"Iya kek, tapi apa gak sebaiknya kita susulin Keisha ya kek? Saya takut dia kenapa-napa," ucap Shella.
"Gausah Shella, biarin aja Keisha jalan-jalan menikmati pemandangan di desa ini! Lagian dia pergi sama nak Aldy, lelaki itu anak yang baik dan saya yakin Aldy bisa menjaga Keisha kok," ucap Bruce sambil tersenyum.
"Oh gitu ya kek, yaudah deh saya ngikut aja apa kata kakek," ucap Shella.
Shella pun terpaksa menunggu disana bersama Zayn dan juga Bruce, meski ia terlihat sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Keisha karena ia amat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Apalagi, sekarang kondisi Keisha sedang menghadapi masalah yang besar karena sebentar lagi dia akan bercerai dengan suaminya.
•
•
Sementara itu, Keisha masih bersama Aldy saat ini dan tidak lama lagi mereka akan kembali ke rumah wanita itu karena mereka sudah cukup lama berkeliling di sekitar sana. Keisha merasa lelah saat ini, lagipula di rumahnya ada sosok Kenzie yang masih membutuhkan dirinya.
"Umm Aldy, kita pulang aja yuk! Aku udah puas kayaknya keliling-keliling disini sekarang, capek juga sih kaki aku rasanya," ucap Keisha.
"Hadeh Aldy, kamu kok masih aja panggil aku pake kata non sih? Aku kan udah bilang loh tadi, panggil aja aku Keisha karena kita ini masih seumuran loh Aldy!" ucap Keisha merasa kesal.
"Hehe, iya maaf ya mbak? Yaudah aku panggilnya pake kata mbak aja ya biar sopan?" ucap Aldy.
"Hadeh Aldy, susah banget ya kamu ini dibilanginnya! Iya deh terserah kamu aja, kayaknya aku gak bisa deh ngatur kamu," ucap Keisha.
"Ahaha..." Aldy terkekeh dibuatnya.
Tiba-tiba saja, langkah mereka terhenti saat seorang wanita dengan membawa rantang di tangannya terlihat berdiri di hadapan mereka. Ya tentu saja Aldy serta Keisha tampak heran dibuatnya, apalagi Keisha sama sekali tak mengenal siapa sosok wanita yang ada di depannya itu.
"A Aldy, a'a kenapa tega sama eneng? Masa a'a jalan sama perempuan lain di belakang eneng, emang apa sih kurangnya eneng?" ujar wanita itu disertai air mata yang mulai menetes.
"Hah??" Aldy menganga terkejut dan berusaha mendekati wanita itu.
__ADS_1
"Neng Yuli, kamu bicara apa sih? Ini itu namanya mbak Keisha, dia dari kota. Dia juga cucunya tuan Bruce, kamu masih ingat kan sama tuan Bruce?" ucap Aldy coba menjelaskan.
"Ohh, jadi perempuan ini bukan selingkuhan a'a ya?" tanya si wanita bernama Yuli itu.
"Ya bukan atuh neng, udah ayo kita ke dekat mbak Keisha! Kamu juga harus kenalan sama dia, dia itu orangnya baik pisan!" ucap Aldy.
"Iya a.." Yuli manggut-manggut dibuatnya.
Akhirnya Yuli menyeka air mata di wajahnya, ia mengikuti langkah Aldy mendekat ke arah Keisha sambil tersenyum lebar. Keisha pun juga tampak menyambut Yuli dengan ramah dan ikut tersenyum padanya, meski ia masih belum mengenal pasti siapa wanita itu.
"Eee maaf mbak, kenalin ini Yuli tetangga saya! Dia anaknya emang suka begitu, diwajarin aja ya mbak!" ucap Aldy mengenalkan Yuli kepada Keisha.
"Halo, saya Yuli!" dengan cepat Yuli menyapa Keisha dan menyodorkan tangannya.
"Ah iya iya, aku Keisha. Salam kenal ya Yuli, kamu cantik banget deh! Aku senang ternyata ada yang seumuran sama aku disini," balas Keisha.
Kedua wanita itu saling berjabat tangan dan tersenyum satu sama lain, sedangkan Aldy hanya memandangi mereka dengan wajah bingung sembari menggaruk kepalanya. Bagaimanapun, Yuli merupakan wanita yang menderita gangguan jiwa dan ia khawatir Keisha akan merasa resah bila berdekatan dengan Yuli nantinya.
"Eee mbak Keisha, yaudah yuk saya antar lagi pulang ke rumah!" ucap Aldy.
"Eh iya iya, sekalian kita ajak Yuli juga ya! Kamu mau kan Yuli? Nanti disana kita bisa ngobrol atau cerita-cerita gitu, soalnya aku lagi butuh banget teman ngobrol kayak kamu," ucap Keisha.
"Mau mau, aku pasti mau banget!" jawab Yuli spontan.
Aldy hanya bisa menepuk jidatnya, ia tak tahu apa hal buruk yang akan terjadi nantinya di rumah Bruce jika Yuli benar-benar ikut dengan mereka.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1