
📞"Halo bos! Sorry, kita gagal ngebunuh si Alex. Tadi kita hampir aja berhasil bos, tapi sayang teman-temannya keburu datang. Kita cuma berhasil bikin si Alex terluka parah bos."
Tut Tut Tut
"KURANG AJAR!!"
Praanggg...
Perkataan anak buahnya itu, membuat orang yang tak lain adalah Reno murka. Reno merasa bahwa orang-orang suruhannya itu memang lemah dan tidak bisa diandalkan, karena mereka telah gagal dalam membunuh musuh besarnya, yakni Alex. Reno pun sangat kesal saat ini, padahal tinggal sedikit lagi ia bisa membuat Alex terbunuh.
Reno juga menghancurkan seluruh barang yang ada di ruangan itu sampai pecah dan tak berbentuk, ia benar-benar melampiaskan amarahnya kepada seisi ruangan itu. Reno tak mungkin bisa senang saat mendengar kabar mengenai kegagalan anak buahnya, karena yang ia inginkan hanyalah kematian Alex dan dapat membalaskan dendamnya.
"Bang, ada kabar bagus." tanpa diduga, Zikri yang memang merupakan adik Reno itu muncul secara tiba-tiba dan masuk ke dalam ruangan abangnya.
Zikri tampak syok begitu menyadari ruangan Reno yang sangat berantakan, ia menatap sekeliling dan terlihat cukup banyak pecahan barang tergeletak di lantai kali ini. Zikri yakin jika Reno sedang memiliki masalah besar, karena tak biasanya Reno sampai semarah itu dan harus menghancurkan seluruh isi ruangannya sendiri tanpa ada yang tersisa.
"Lo kenapa bang? Ini kok ruangan lu bisa hancur kayak gini, apa yang terjadi?" tanya Zikri heran.
"Orang suruhan gue gagal buat habisin Alex, mereka payah. Gue nyesel udah bayar mahal ke mereka, cuma buat bunuh satu orang aja gak becus. Itu yang lu bilang pembunuh bayaran paling hebat, ha?" ucap Reno tampak begitu emosi.
"Sorry bang, mungkin yang itu emang gagal. Tapi, gue ada info penting nih buat lu, gue yakin pasti kali ini berguna!" ucap Zikri.
"Apa? Cepat kasih tau!" sentak Reno.
Zikri menyeringai, "Iya bang, gue baru dapat kabar kalau Alex lagi nyari istri sama anaknya yang hilang. Kita bisa manfaatin ini, kita harus temuin mereka dan culik mereka!" jelasnya.
Deg
Reno terkejut mendengarnya, ia bergerak cepat mendekati adiknya dan langsung mencengkram kerah bajunya. Tatapan tajam menjurus ke arah Zikri, membuat Zikri merasa bingung dengan reaksi yang ditunjukkan abangnya itu. Padahal menurutnya, informasi tadi adalah sesuatu yang sangat penting dan bisa membantu Reno membalas dendamnya.
__ADS_1
"Lo bilang istri dan anak si Alex itu pergi dari rumah, iya? Kalo gitu kenapa lu masih disini? Lo cepat cari mereka, bawa mereka ke hadapan gue secepat mungkin!" titah Reno.
"Oke bang, gue bakal lakuin semua perintah lu itu!" ucap Zikri patuh.
Reno mengangguk kecil, lalu melepaskan adiknya dan berharap Zikri dapat membawa Keisha serta Kenzie ke hadapannya. Ya Reno sangat menantikan momen itu, karena ia benar-benar ingin membalas dendam kepada Alex. Apalagi, Alex secara terang-terangan telah menghajarnya dan membuat hidupnya sengsara selama ini.
"Lo gak boleh gagal kali ini, lu harus berhasil bawa mereka ke hadapan gue! Kalau enggak, gue bakal kasih lu ke si Alex!" ucap Reno.
"Haish, iya bang santai aja sih! Buat tangkap seorang cewe sama anak kecil mah hal yang gampang, lu gak perlu keluarin uang buat bayar orang kali ini! Cukup gue aja, gue pastiin mereka bakal ada di tangan lu!" ucap Zikri.
"Udah gausah banyak omong, lakuin aja sekarang!" titah Reno.
Tanpa basa-basi lagi, Zikri pun keluar dari ruangan itu dan bergegas pergi untuk melaksanakan tugas yang diberikan abangnya itu, yakni mencari dan menemukan Keisha serta Kenzie.
•
•
"Kamu itu sebenarnya ada masalah apa, Keisha? Kakek daritadi masih bingung loh, udah coba buat mikir juga gak ketemu. Apa kamu disakiti sama si Alex, hm?" tanya Bruce.
Keisha terdiam dan terus menunduk, ia melipat kedua tangannya yang bergetar hebat akibat harus menahan tangisnya. Keisha sejujurnya tak ingin melibatkan sang kakek dalam masalah rumah tangganya, namun ia tak memiliki pilihan lain. Hanya Bruce yang ia miliki saat ini, sehingga Keisha terpaksa datang ke rumah kakeknya itu.
"Kalau kamu belum mau cerita, kakek gak akan maksa. Kamu minum aja dulu!" ucap Bruce.
"I-i-iya kek..." Keisha mengangguk lesu.
Perlahan Keisha mulai meminum minuman yang tersedia di atas meja, tak terasa sampai tersisa setengah. Lalu, Keisha sudah merasa sedikit lega dan dapat menatap wajah kakeknya disertai senyum tipisnya. Keisha juga menghapus semua sisa air mata di wajahnya, supaya ia tidak lagi perlu menangisi sosok Alex yang berkhianat itu.
"Apa sekarang kamu sudah lebih tenang? Mau kan ceritain semuanya ke kakek? Kakek penasaran loh ini daritadi," ucap Bruce.
__ADS_1
"Umm, aku tahu kek. Aku bakal ceritain ke kakek sekarang kok," ucap Keisha lirih.
"Okay, kamu bisa mulai cerita sekarang. Kakek sudah gak sabar mau tau cerita dari kamu, karena pasti kamu ada masalah kan sama suami kamu itu?" ucap Bruce coba menebak.
Keisha pun mengangguk pelan, ia tak menampik ucapan kakeknya kali ini karena memang Keisha memiliki masalah dengan suaminya. Kini ia mulai mencoba untuk bercerita kepada kakeknya mengenai masalah yang ia alami bersama sang suami, namun tentu ia akan perlahan-lahan coba menjelaskan pada Bruce agar pria itu tak emosi.
"Aku sedih banget kek, aku juga gak nyangka kalau mas Alex tega ngelakuin ini ke aku untuk kesekian kalinya. Padahal, aku udah sempat kasih dia kesempatan untuk berubah loh," ucap Keisha.
"Sabar ya sayang, pelan-pelan aja ceritanya! Ada apa, hm?" ucap Bruce.
"Iya kek, mas Alex itu selingkuh lagi di belakang aku. Dia ketahuan pergi sama perempuan lain tanpa sepengetahuan aku," jawab Keisha.
"Apa??" Bruce tercengang mendengarnya.
"Betul kek, itu yang bikin aku benci banget sama mas Alex sekarang. Aku gak mau lagi lihat muka dia atau bicara sama dia!" ucap Keisha.
Bruce sampai tak bisa berkata-kata kali ini, rasa kecewa dan emosi bercampur di dalam dirinya ketika mendengar penjelasan dari cucu tersayangnya itu. Ia langsung memeluk Keisha, memberi ketenangan supaya wanita itu tidak terlalu bersedih memikirkan suaminya. Apalagi, diselingkuhi untuk yang kesekian kalinya bukanlah suatu hal yang mudah bagi Keisha.
"Kakek gak nyangka banget kalau kamu akan menerima semua ini dari si Alex sialan itu, dia memang biadab! Dia itu gak pantas dapetin cinta wanita seperti kamu, kakek janji dia pasti akan mendapat balasannya!" ucap Bruce emosi.
Keisha mencengkram tangan kakeknya, "Jangan kek!" ucapnya dengan wajah memohon.
Bruce sontak mengernyitkan dahinya, ia menatap bingung ke arah Keisha yang justru melarangnya untuk membalas dendam pada Alex. Ia tak mengerti mengapa Keisha berkata seperti itu, padahal tadi Keisha sendiri yang mengatakan kalau dia sangat membenci Alex.
"Kek, tolong ya gausah pakai acara balas dendam segala! Aku gak mau ada yang terluka, biarin aja nanti pengadilan yang urus semua!" pinta Keisha.
Bruce menggeleng perlahan, ia heran mengapa Keisha masih saja membela Alex dan meminta padanya untuk tidak melukai suami sekaligus ayah dari anaknya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...