
Tio yang sedang mencari wanita di sekitaran lorong sekolah, justru tak sengaja bertemu dengan Tarra beserta teman-temannya disana. Tentu saja Tio terkejut melihatnya, ia menghentikan langkah lalu berdiam menatap mereka satu persatu. Tio pun tampak khawatir, karena yang ia tahu Tarra itu sangat membenci Alex maupun temannya saat ini.
"Wih ada apaan nih? Kenapa kalian pada cegat jalan gue kayak gini?" tanya Tio dengan santai.
Bukannya menjawab, Tarra justru memerintahkan salah seorang temannya untuk menyeret paksa tubuh Tio hingga menyentuh dinding. Lalu, mereka semua berdiri mengelilingi Tio dan menatap ke arahnya sambil tersenyum tipis. Sontak Tio mulai ketakutan, dirinya khawatir jika mereka semua ingin menghajarnya disana sebagai balas dendam.
"Eh eh eh, kalian tuh kenapa sih? Gue punya salah apa sama kalian, kenapa kalian malah mau serang gue?" ucap Tio ketakutan.
"Tenang Tio! Lu gak perlu takut kayak gitu, kita disini gak ada yang mau serang lu kok!" ucap Tarra.
"Terus lu pada mau apa? Gausah kebanyakan cencong deh, buruan ngomong supaya gue gak perlu lagi ngeliat muka kalian!" sentak Tio.
"Okay okay, santai! Kita kesini cuma mau kasih tahu ke lu sesuatu kok," ucap Tarra.
Tio mengernyitkan dahinya, "Sesuatu apa?" ucapnya bertemu dengan penuh heran.
"Kasih tahu ke temen lu si Alex itu, suruh dia temuin gue di rooftop sepulang sekolah nanti! Gue mau bicara penting sama dia, itu sih kalau dia pengen ceweknya selamat!" ucap Tarra menjelaskan.
"Maksud lu apa? Emangnya lu mau apain Keisha?" tanya Tio.
"Hahaha, itu lu gak perlu tahu. Mending lu kasih tahu aja ke Alex sekarang, takutnya dia terlambat datang dan Keisha keburu abis di tangan gue!" ucap Tarra.
"Sialan lu! Lu gak akan bisa lukain Keisha, selagi ada Alex di dekatnya!" tegas Tio.
"Tapi, nyatanya Alex sekarang gak ada di dekat Keisha kan? Gue bisa lakukan apapun yang gue mau ke Keisha nantinya," ucap Tarra menyeringai.
"Kurang ajar lu!" umpat Tio.
Tarra kembali memerintahkan sahabatnya untuk melepaskan Tio, lalu mengajak mereka semua pergi dari sana meninggalkan Tio begitu saja tanpa perduli dengannya. Setelah ditinggal sendiri, kini Tio tampak kebingungan karena perkataan Tarra tadi. Ya Tio tidak bisa diam saja, ia harus memastikan bahwa Keisha baik-baik saja saat ini.
Namun baru saja Tio hendak melangkah mencari keberadaan Keisha, tanpa diduga dirinya justru menabrak seorang gadis yang berjalan di dekatnya. Akibatnya, gadis itu pun merintih kesakitan seraya memegangi lengannya yang ditabrak oleh Tio. Tentu saja Tio merasa tidak enak, langsung ia menghampiri gadis itu dengan wajah panik.
Bruuukkk
"Awhh sakit!" rintih gadis itu tampak kesakitan.
__ADS_1
"Hah? Eh dek, kamu gapapa?" tanya Tio yang langsung mendekat dan membantu gadis itu.
"Akh, sakit kak!" jawab gadis itu.
Disaat si gadis mendongakkan kepalanya, ia tercengang karena yang berdiri di hadapannya dan tadi menabraknya adalah Tio alias sahabat dari Alex si preman sekolah itu. Tentu saja gadis tersebut pun merasa tidak enak, ia melepaskan diri dari pegangan Tio dan memilih menjauh karena bagaimanapun Tio juga merupakan sahabat dekat Alex disana.
"Ma-maaf kak, aku gak sengaja!" ucap gadis itu lirih.
Tio tersenyum lebar melihat kecantikan gadis di depannya itu, sontak ia kembali mendekat dan meminta gadis itu tidak takut padanya. Ya bahkan Tio juga mengajaknya berkenalan, lelaki itu tampak tertarik dengan kecantikan si gadis. Namun, gadis itu justru masih ketakutan dan tetap saja tidak berani terlalu berdekatan dengan Tio.
"Hey, jangan takut! Nama gue Tio, lu siapa?" ucap Tio tersenyum lebar.
"Eee a-aku Meira..."
•
•
"Keisha!" tiba-tiba saja, suara seorang wanita terdengar dan membuat keduanya terkejut lalu reflek melepas pelukannya.
"Hai! Gue boleh gabung kan sama kalian disini? Soalnya gue mau bicara sama Keisha," ucap Shella.
"Lo tuh mau apa lagi sih? Gak puas lu udah bikin Keisha sakit hati gara-gara ucapan aneh lu tadi? Mending lu pergi deh sana!" ketus Tasya.
"Justru itu Tasya, gue kesini karena gue mau minta maaf sama Keisha," ucap Shella.
Deg
Keisha dan juga Tasya sama-sama terkejut mendengar perkataan Shella barusan, mereka menatap tak percaya ke arah gadis itu karena tidak mungkin Shella akan tulus meminta maaf pada Keisha saat ini. Ya sontak Keisha langsung berdiri menatap ke arah gadis itu, matanya menyala tajam seolah menunjukkan kekesalannya.
"Lo gak salah bilang begitu ke gue? Serius lu mau minta maaf, setelah lu tadi ngomong langsung mau rebut Alex dari gue? Lo pikir gue bakal semudah itu percaya gitu, hm?" ujar Keisha.
Shella tersenyum mendekatinya, "Ah Kei, soal itu gausah dibahas lagi lah! Gue minta maaf ya, karena tadi tuh gue belum tahu kalau Alex pacar lu. Bener deh gue nyesel udah ngomong gitu, maafin gue ya?" ucapnya membujuk wanita itu.
"Jangan percaya sama dia, Kei! Gue gak yakin kalau dia beneran mau minta maaf sama lu, pasti ini cuma akal-akalan dia aja supaya dia bisa lebih dekat sama Alex!" ucap Tasya menyela.
__ADS_1
Keisha pun terdiam, ia benar-benar bingung harus mempercayai siapa kali ini. Sebetulnya ia juga setuju dengan ucapan Tasya, namun entah mengapa saat menatap wajah Shella ia merasa jika gadis itu tulus meminta maaf padanya. Akhirnya kini Keisha dibuat dilema, sebab Shella begitu meyakinkan dirinya kalau gadis itu ingin meminta maaf.
Shella yang merasa Keisha meragukan dirinya, akhirnya memilih mendekat dan bergerak maju lalu berdiri tepat di hadapan wanita itu sambil terus tersenyum lebar. Shella pun berusaha meyakinkan Keisha, sebab ia ingin membuat wanita itu percaya padanya dan menjalin hubungan baik dengannya agar ia bisa membawa Keisha ke hadapan Tarra.
"Gue serius Keisha, gue mau minta maaf sama lu. Tindakan gue kurang ajar banget tadi, padahal gue ini murid baru disini dan seharusnya gue sopan sama lu atau Tasya," ucap Shella.
"Nah itu lu tau, emang anak baru kayak lu harus diospek dulu deh kayaknya!" ucap Tasya.
"Okay, kalau emang itu mau kalian gue bakal turutin semua kemauan kalian itu. Asalkan gue bisa dapat maaf dari lu Keisha," ucap Shella.
"Bagus tuh, kalo gitu lu harus nurut sama kita berdua!" pinta Tasya.
"Tasya, lu gak boleh begitu dong! Sekarang udah gak jaman yang kayak gitu, kita ini kan sama-sama murid disini!" tegur Keisha.
"Tapi Kei, ucapan dia tadi udah kurang ajar banget loh. Dia tuh harus dikasih pelajaran!" ucap Tasya.
"Gausah, gue udah maafin dia kok. Gue tahu dia ini sebenarnya anak baik, mungkin tadi dia kelepasan aja ngomong begitu," ucap Keisha.
"Ta-tapi Kei..."
"Gak ada tapi tapi, Tasya. Gue maafin Shella, dan mulai sekarang juga gue mau kita semua temenan!" sela Keisha.
Seketika raut wajah Tasya langsung berubah, gadis itu seperti tak terima dengan perkataan Keisha. Tasya tahu betul kalau ini semua adalah siasat busuk Shella, dan dia tidak semudah itu percaya pada perkataan Shella barusan. Namun Keisha sudah mengambil keputusan, wanita itu juga tidak suka jika dibantah oleh siapapun.
"Makasih banyak ya Keisha, gue senang bisa temenan sama kalian berdua!" ucap Shella sambil tersenyum senang.
"Iya sama, gue juga senang kok. Yaudah, kalian duduk sini gabung sama kita!" ucap Keisha.
"Eh iya iya, thanks Keisha!" Shella dan Novia pun mulai terduduk disana bersama Keisha serta Tasya tanpa merasa ragu.
Tapi tetap saja, tatapan Tasya ke Shella itu terus menunjukkan tanda kebencian. Tasya pun terus mencurigai gadis itu, ia tidak ingin jika Shella berbuat macam-macam nantinya kepada Keisha atau Alex. Tasya tahu kalau semua ini hanya rekayasa, dan dia akan berusaha keras untuk membuktikan semua permainan Shella ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1