
Tentu saja Keisha menuruti perintah gadis itu, dirinya pun mulai melangkah lebih cepat mengikuti apa yang dikatakan Shella barusan. Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan tiba-tiba saja Zayn muncul di depan mereka dan seolah menghalangi langkah keduanya. Sontak Shella terkejut, matanya terbelalak ketika melihat Zayn berada disana dan menatap tajam ke arahnya.
Bukan hanya Shella yang dibuat kaget dengan kemunculan tiba-tiba dari Zayn itu, namun tentu saja Keisha juga terkejut lantaran sebelumnya ia tak melihat keberadaan Zayn di sekitar sana. Perlahan Zayn kini mulai mendekat, menatap secara bergantian ke arah wajah Shella maupun Keisha. Jantung Keisha bahkan berdetak lebih kencang dari biasanya, dan ia juga tidak tahu kenapa.
"Loh Zayn, lu ngapain berdiri di tengah jalan kayak gitu? Awas ah kita mau lewat!" sentak Keisha.
"Kamu jangan mudah terpedaya dengan tipu muslihat orang yang baru kamu kenali, Keisha! Dia itu sangat licik dan jahat!" cibir Zayn.
"Apa maksud lu? Lu lagi ngomongin si Shella?" tanya Keisha keheranan.
"Siapa lagi kalau bukan dia? Ingat Kei, Shella ini murid baru disini dan kamu sebaiknya jangan terlalu percaya sama orang baru!" ucap Zayn.
Seketika Keisha beralih menatap Shella, saat itu juga Shella tampak gugup dan membuang muka. Shella tak tahu harus menjawab apa saat Keisha bertanya nanti, terlebih Zayn juga masih berada disana dan pastinya akan terus menghasut Keisha untuk lebih percaya padanya dibanding gadis itu. Zayn juga tahu jika Shella memiliki niat buruk pada Keisha, dan dia tak mau wanita tercintanya terluka kali ini.
"Lo bicara apa sih? Jangan sembarangan nuduh deh, gue tuh gak gitu! Gue cuma mau kasih hadiah kejutan buat Keisha, lu malah ngira gue mau jahatin dia lagi!" geram Shella.
"Iya Zayn, gak mungkin Shella jahat. Dia baru aja minta maaf kok sama gue tadi di kantin, dan sekarang kita udah sahabatan!" ucap Keisha.
"Gak Keisha, kamu salah besar! Dia ini sudah bekerjasama dengan Tarra, dan menjebak kamu adalah tugas dia saat ini. Kalau kamu ikut sama dia, maka kamu akan dibawa menemui Tarra dan nasib kamu akan sama seperti dulu," ucap Zayn.
"Apa??" Keisha tersentak kaget, lagi-lagi ia kembali melirik wajah Shella dengan penuh pertanyaan.
"Shella, apa benar semua yang dibicarakan Zayn barusan? Lo udah jebak gue dan mau bawa gue ke Tarra, iya?" tanya Keisha pada sahabat barunya.
Shella dengan tegas menggeleng, "Enggak, itu gak benar. Lu jangan percaya sama ucapan orang ini, dia itu sok tahu! Gue tuh tulus mau jadi sahabat lu Keisha, percaya dong sama gue!" elaknya.
"Bohong! Seharusnya kamu lebih percaya sama aku, Keisha. Kamu lepasin tangan wanita itu, lalu kamu ikut aku sekarang juga!" ucap Zayn.
"Ta-tapi Zayn..."
Tak perduli dengan keraguan Keisha, lelaki itu langsung bergerak maju dan meraih tangan Keisha dari genggaman Shella secara paksa. Zayn pun menarik tubuh Keisha ke dekatnya, dan menatap wajah Shella dengan tajam. Pria itu tampak memberikan peringatan pada Shella untuk tidak macam-macam kepada Keisha, karena semua itu hanya akan menyakiti dirinya sendiri nanti.
Setelahnya, Zayn langsung membawa Keisha pergi dari sana tanpa meminta persetujuan wanita itu. Keisha berusaha berontak, tetapi Zayn yang kesal tidak menghiraukan perkataan Keisha dan tetap meneruskan langkahnya menyusuri lorong sekolah sambil mencengkram lengan si wanita. Sedangkan Shella dan Novia tampak jengah dibuatnya, kedua gadis itu benar-benar emosi pada kelakuan Zayn.
•
•
Sesudah menjauh dari Shella, kini Zayn merasa lega karena ia berhasil menyelamatkan Keisha dari jebakan gadis itu tadi. Ya Zayn tahu betul jika Shella memiliki rencana terselubung dibalik kebaikannya tadi, maka dari itu ia memutuskan mendekat dan membawa paksa Keisha agar wanita itu tidak terkena jebakan dari Shella nantinya.
Namun, Keisha yang salah paham justru mengira Zayn lah yang memiliki niat tidak baik. Wanita itu spontan menghentakkan tangannya sampai lepas dari genggaman Zayn, akhirnya Keisha berhasil melepaskan diri dari pria tersebut dan membuatnya terpaksa menghentikan langkah. Zayn pun berbalik menoleh ke arah Keisha, bertanya mengapa Keisha justru memarahinya akibat kejadian tadi.
Disaat Keisha hendak pergi lebih dulu tanpa menjawab pertanyaan Zayn, tiba-tiba Zayn yang tak terima kembali menahan lengan wanita itu. Tapi naas, kejadian tersebut justru terjadi dan disaksikan oleh Alex serta Tasya yang baru muncul disana. Seketika Alex mengepalkan tangannya, rahangnya sudah bergetar menandakan emosi yang mencuat setelah menyaksikan istrinya digenggam pria lain.
__ADS_1
"Hey Zayn!!" teriakan pria itu menggema di seluruh lorong, membuat Zayn dan juga Keisha menoleh secara bersamaan ke asal suara.
Tak ada yang mengira bahwa Alex akan datang, apalagi pada situasi yang menyulitkan seperti ini. Tentunya Alex pasti akan salah paham pada mereka, terlihat dari raut wajah serta ekspresi yang dia tunjukkan saat menatap mereka. Keisha pun panik dan langsung saja melepaskan diri dari cengkraman Zayn dengan cepat, tapi itu terlambat karena kini Alex sudah berdiri di hadapannya dan terlihat sangat marah seolah ingin membunuh Zayn saat itu juga.
"Zayn, apa yang lu lakuin ke Keisha? Lu lupa kalau dia ini pacar gue, ha?" geram Alex.
"Eee Lex, sabar Lex! Gue sama Keisha gak ada apa-apa kok, tadi gue cuma bebasin Keisha dari si Shella yang mau jebak dia. Untung aja gue tepat waktu," ucap Zayn menjelaskan.
Alex terdiam, tampaknya pria itu belum percaya seratus persen dengan apa yang dikatakan Zayn barusan. Namun kemudian, Keisha juga mendekat dan turut menjelaskan pada suaminya itu kalau mereka tidak ada apa-apa dan Zayn hanya hendak menolongnya. Meski Keisha sendiri tak yakin, jika Shella memang ingin menjebaknya.
Setelah sang istri angkat bicara, akhirnya Alex menurut saja dan tidak lagi memperpanjang masalah tersebut. Alex pun menggenggam tangan istrinya itu, lalu mengajaknya pergi dari sana tanpa perduli dengan Zayn. Sangking emosinya, Alex sampai tak mengucapkan terimakasih pada Zayn yang sudah membantu istrinya tadi.
Kini Keisha dibawa ke area gudang sekolah, disana sangat sepi sampai Keisha terlihat ketakutan karena hanya ada mereka berdua disana. Alex pun melepaskan cengkeramannya pada tangan wanita itu, beralih menatap wajahnya lalu terlihat melipat kedua tangan di depan. Keisha sedikit mendongak, ia menelan saliva nya begitu melihat ekspresi Alex yang sepertinya masih amat emosi itu.
"Kenapa kamu berduaan sama laki-laki itu tadi, hm? Kamu lupa kalau sekarang kamu udah jadi istri sah aku? Apa kamu gak anggap aku lagi?" ujar Alex.
Keisha mengernyitkan dahinya seraya menggeleng pelan, "Gak gitu Alex, aku kan udah jelasin ke kamu. Tadi itu aku lagi jalan sama Shella, terus tiba-tiba Zayn datang dan maksa aku ikut sama dia," ucapnya coba menjelaskan pada suaminya itu.
"Terus kenapa kalian harus pegangan tangan segala? Kamu pikir aku gak lihat?" tanya Alex.
"Bukan aku yang pegang tangan dia duluan Lex, tapi dia yang main tarik tangan aku gitu aja. Lagian kamu ini kenapa sih, cemburu? Terus kamu sendiri gimana, kan kamu juga dekat tuh sama Shella? Malahan sampe dikasih donat segala," ucap Keisha membalikkan tuduhan Alex padanya.
Deg
"Ah sudah lah, kita tidak usah membahas itu lagi! Intinya aku minta sama kamu, jangan pernah dekat dengan Zayn lagi!" ucap Alex.
"Okay, aku janji sama kamu. Tapi, kamu juga jangan dekat-dekat sama Shella lagi dong!" ucap Keisha.
Alex manggut-manggut perlahan, ia menuruti permintaan Keisha dan berjabat tangan dengan wanita itu. Ia juga berharap Keisha mau menurut, karena tentu saja ia khawatir jika Keisha masih terus berdekatan dengan Zayn. Bukan tidak mungkin, nantinya Keisha bisa terpikat oleh pesona lelaki tersebut dan malah pergi meninggalkannya.
•
•
Sementara itu, Shella dan Novia yang tadi ditinggal pergi oleh Keisha kini menghadap ke Tarra beserta rombongannya. Terlihat kekecewaan di wajah mereka, karena rencana yang telah mereka susun itu batal terjadi lantaran Zayn muncul secara tiba-tiba dan menggagalkan semuanya. Sontak saja Tarra sangat emosi, padahal pria itu sudah yakin sekali jika Shella dapat diandalkan kali ini.
Shella pun meminta maaf atas kegagalannya ini, dan dia juga memohon untuk diberi kesempatan satu kali lagi lagi demi bisa membawa Keisha ke hadapan pria itu. Awalnya Tarra ragu, bahkan pria itu juga sempat berkata ingin membatalkan saja rencana kerjasama mereka. Namun, Shella terus memohon pada Tarra dan sampai merengek di hadapannya meminta agar Tarra mau menunggu.
Akhirnya Tarra pun luluh, pria itu mengiyakan saja permintaan Shella dan memberi waktu padanya untuk bisa membawa Keisha ke hadapannya. Tetapi Tarra tidak ingin menunggu lama, ia berkata bahwa Shella harus bisa membawa Keisha dalam kurun waktu tiga hari. Jika Shella tidak berhasil, maka sudah dapat dipastikan kerjasama mereka akan batal dan Tarra tak mau membantu gadis itu untuk mendapatkan cinta Alex.
Shella menyetujuinya tanpa berpikir panjang, gadis itu sangat yakin jika dirinya bisa melakukan tugas yang diberikan Tarra itu. Lalu, Shella mengajak Novia pergi dari sana untuk kembali menyusun rencana agar bisa menculik Keisha. Menurutnya, mereka harus lebih dulu menyingkirkan orang-orang yang bisa membantu Keisha nantinya, seperti Alex, Tasya, dan tentunya Zayn.
Disaat mereka sedang asyik berbincang sambil berjalan, tanpa diduga seorang wanita berdiri di depan mereka dengan tangan memegang gelas berisi minuman. Sontak Shella terkejut, ia spontan menghentikan langkahnya lalu menatap ke depan dengan wajah bingung. Setelah diketahui pasti, Novia mengatakan bahwa wanita itu ialah Hani atau yang biasa dikenal sebagai kekasih dari Reno.
__ADS_1
"Hani, lu ngapain berdiri di depan kita kayak gitu? Gue sama Shella mau lewat, mending lu minggir deh kan jalan masih luas tuh!" ucap Novia kesal.
"Sebentar dulu Nov, gue mau bicara sama kalian berdua. Dari yang gue tahu, kalian itu lagi pengen ngincer si Keisha kan? Gue bisa bantu kalian lakuin itu kok," ucap Hani sambil tersenyum.
Seketika Shella serta Novia terkejut, mereka saling memandang satu sama lain seolah tak percaya. Namun, Hani berusaha meyakinkan mereka kalau dirinya masih bisa mendekati Keisha mengingat dia adalah kekasih dari Reno yang merupakan sahabat Alex. Tentu saja Shella terpincut, gadis itu langsung mengiyakan ucapan Hani dan mau bekerjasama dengannya untuk menjebak Keisha nanti.
•
•
Setelah tak sengaja menabrak seorang siswi saat di jalan sebelumnya, sekarang Tio tampak lebih cerah dari biasanya karena ia benar-benar bahagia. Bahkan sepanjang perjalanannya kali ini, pria itu terus saja menyebut nama Meira yang merupakan gadis cantik yang ia temui sebelumnya itu. Tio juga berharap kalau Meira adalah jodohnya, sebab selama ini ia selalu berusaha menemukan siapakah wanitanya.
Dan disaat ia melangkah, tanpa sengaja ia melihat keberadaan Meira di depan sana yang tengah bersama teman-temannya. Tentu saja Tio langsung sigap merapihkan rambutnya, berniat mendekat lalu mengajak Meira berbincang kembali. Meski Tio agak ragu, karena saat ini Meira terlihat sedang sibuk dan tidak bisa diganggu. Namun, Tio yang pantang menyerah akhirnya tetap mendekatinya.
"Meira!!" langsung saja Tio meneriaki nama gadis itu, membuat sang empu menoleh lalu terlihat heran dengan kehadiran Tio disana.
Meira pun pamit sejenak pada teman-temannya, ia mendekati Tio dan bertanya padanya. Sedangkan teman-teman gadis itu tampak berbisik seolah membicarakan Meira yang dekat dengan kakak kelasnya, yakni Tio. Entah iri atau apa, tapi yang pasti mereka itu tidak suka melihat kedekatan Meira dengan Tio yang merupakan sahabat Alex itu.
"Kak Tio, ada apa ya?" tanya Meira dengan wajah bingung.
Tio tersenyum lebar sembari mengusap rambutnya ke atas, "Hehe, gue tadi gak sengaja aja lihat lu disini. Lu lagi ngapain?" ucapnya tampak grogi.
"Ohh, ini kak aku sama teman-teman lagi obrolin soal acara perpisahan kelas 12 nanti," ucap Meira.
"Oh gitu, berarti gue ganggu dong ya? Maaf deh, padahal tadi gue pengen ajak lu makan bareng di kantin!" ucap Tio.
"Gak kok, kebetulan juga udah selesai ngobrolnya," ucap Meira tersenyum lebar.
"Wah beneran nih? Terus lu mau gak ikut sama gue sekarang?" tanya Tio penuh harap.
"Umm..."
Gadis itu berpikir sejenak sebelum menjawabnya, ia juga menoleh ke arah teman-temannya yang terlihat tak suka dengan kedekatannya dan Tio. Tapi kemudian, Meira kembali menatap wajah Tio dan mengangguk perlahan sembari mengiyakan ajakan pria itu. Sontak Tio langsung bersorak gembira, dia benar-benar bahagia karena Meira mau menerima tawarannya makan bersama di kantin.
"Serius ini lu mau makan bareng gue? Gue gak salah dengar kan?" tanya Tio ingin memastikan.
"Enggak kok, kakak gak salah dengar. Yaudah, aku mau taruh ini dulu ya sebentar? Nanti aku balik lagi kesini," ucap Meira sambil menunduk.
"Ah iya iya..."
Meira pun berbalik dan kembali ke tempat teman-temannya berada, ia meletakkan barang miliknya disana dan pamit pada mereka semua karena ia ingin pergi bersama Tio. Setelahnya, Meira bergegas mendekati Tio dan mengajak pria itu untuk segera pergi ke kantin. Tanpa menunggu lama, Tio mengangguk setuju lalu jalan berdampingan dengan Meira sambil terus tersenyum dan mencuri-curi pandang ke arah gadis itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...