
Alex kembali ke hotel tempat dimana dirinya dan Keisha menginap semalam, namun begitu tiba di depan pintu ia terkejut karena ternyata pintu itu terkunci dan tidak bisa dibuka olehnya. Alex pun menggeram kesal, ia marah lantaran Keisha pergi dari hotel tanpa mengabarinya. Tentu sebagai seorang suami, Alex tak bisa membiarkan istrinya pergi begitu saja dan tidak ada mengatakan apapun padanya seperti meminta izin atau yang lain.
Pria itu pun coba menghubungi nomor Keisha dengan ponselnya, akan tetapi tidak berhasil karena nomor Keisha ternyata sedang tidak aktif. Alex melampiaskan kekesalannya dengan memukul dinding di dekat pintu, lalu ia memutuskan berjalan mencari Keisha meski tak tahu dimana. Kini Alex sampai di depan lift dan berniat menaikinya, begitu pintu lift terbuka tanpa diduga ia berpapasan dengan Keisha yang baru juga kembali dari menemui Tasya.
Sontak saja Alex menatap wajah istrinya itu dengan mata menyala, emosi terlihat jelas di dalam dirinya ketika dengan kasar ia menarik tangan Keisha dan membawanya ke dalam kamar. Rintihan dari Keisha juga tak membuat Alex mengiba, pria itu malah mendorong tubuh Keisha sampai terhempas ke atas ranjang. Keisha pun mulai mengeluarkan air mata, sakit rasanya diperlakukan kasar seperti itu oleh suaminya sendiri yang sangat ia cintai itu.
"Darimana kamu? Kenapa pergi gak ngabarin aku dulu? Apa kamu lupa sama status kamu sekarang? Kamu itu istri aku, harusnya kamu bilang kalau mau bepergian! Istri macam apa sih kamu, ha?" bentak Alex tampak emosi.
Keisha menangis disana, "A-aku cuma keluar sebentar Lex."
"Aku gak perduli! Mau sebentar atau lama, kamu tetap harus minta izin sama aku! Atau kamu udah gak anggap aku sebagai suami, iya?" ujar Alex.
Keisha menggeleng kecil dengan air mata menetes membasahi kedua pipinya. "Gak gitu Lex, aku masih anggap kamu suami aku. Aku juga cinta kok sama kamu," ucap Keisha yang membuat Alex terkekeh.
"Hahaha, cinta? Bullshit kamu Keisha! Cinta apanya kalau kamu aja bisa seenaknya pergi tanpa izin dari aku?"
Gadis itu benar-benar menyesal, seharusnya ia memang tidak pergi menemui Tasya tadi. Namun, jujur saja Keisha butuh sosok orang yang bisa menjadi sandaran untuknya saat ini. Jika ia mengharapkan itu pada Alex, maka ia salah besar karena justru Alex lah yang menanamkan luka di hatinya saat ini sampai membuatnya amat terluka.
"Ngapain nangis? Disini kamu salah, harusnya kamu minta maaf bukan nangis!" sentak Alex.
Keisha terhenyak, "I-i-iya Lex, aku minta maaf. Tolong kamu maafin aku!" ucapnya memohon.
Alex menggeleng saja dan pergi meninggalkan Keisha disana, sontak Keisha bangkit lalu mengejar Alex dan menahannya dengan mencengkram dua tangan pria itu dari belakang. Keisha juga memohon pada Alex untuk tidak pergi dari sana, karena Keisha tidak bisa jika harus sendirian tanpa sosok Alex di dekatnya.
"Sayang, aku mohon jangan tinggalin aku! Aku janji sama kamu, aku gak akan begini lagi! Aku bakal minta izin sama kamu kok lain kali, please Alex jangan pergi!" ucap Keisha merengek.
__ADS_1
"Lepas!" dengan kasar Alex menghentak tangannya sampai terlepas dari genggaman gadis itu.
Keisha merintih memegangi tangannya, Alex lalu mendekat dan mencengkram rahangnya kuat. "Okay, untuk kali ini kamu aku maafin. Tapi, kamu harus nurut sama aku dan jangan pernah bantah perintah aku!" ucap Alex dengan tegas.
Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan tubuh bergetar, "Iya iya, kamu tenang aja Lex aku gak akan kayak gitu kok!" ucapnya gugup.
"Bagus, sekarang kamu minggir karena aku mau mandi!" sentak Alex.
Keisha menurut saja, ia langsung menyingkir setelah Alex melepaskan rahangnya dan kini Keisha berdiri di dekat ranjang membiarkan Alex masuk ke kamar mandi. Namun, sedetik kemudian Keisha dengan berani memanggil nama suaminya itu dan membuat si pria menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Keisha dengan dingin.
"Alex tunggu!"
"Kenapa?" tanya pria itu dengan suara berat.
"A-aku juga mau mandi, kira-kira kamu berkenan gak kalau kita mandi bareng?" ujar Keisha.
Alex terkejut, permintaan Keisha berhasil memancing gairahnya meningkat. Namun, entah mengapa Alex tak ingin melakukan itu meskipun di dalam hatinya ia sangat penasaran.
"Maaf, aku gak bisa." Alex menolak, sontak Keisha murung dan menundukkan wajahnya.
Alex pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil handuk miliknya, ia tak perduli dengan Keisha yang terlihat bersedih disana. Lagi lagi Keisha ditolak mentah-mentah oleh suaminya sendiri, padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk merayu Alex. Dia sungguh bingung harus melakukan apalagi, karena sepertinya Alex benar-benar sulit untuk digoda saat ini.
•
•
__ADS_1
Hari sudah malam, namun Alex masih berkutat dengan ponselnya dan bermain game online. Keisha terus memandangi suaminya dari atas ranjang, ia heran mengapa Alex gemar sekali bermain game bersama teman-temannya dan mengabaikan dirinya disana. Padahal saat ini, Keisha sudah mengenakan pakaian yang cukup seksi dan menunjukkan aset miliknya bermaksud menggoda sang suami.
Tapi nyatanya, Alex justru tak menghiraukan aksi gadis itu dan malah fokus bermain game di kursinya. Suara berisik Alex juga membuat Keisha merasa risih, gadis itu tidak bisa tidur karena teriakan serta kebisingan yang dibuat Alex. Rasanya Keisha ingin menghampiri suaminya itu dan menegurnya, tetapi Keisha tidak berani melakukannya karena ia khawatir Alex akan memarahinya atau malah memukulnya.
"Woi itu bro atasnya rame banget, serang serang hajar!!" teriak Alex cukup heboh.
Keisha menggeleng dibuatnya, ia pun bangkit dan terduduk di atas ranjang sembari memandangi suaminya. Karena sudah tak tahan, Keisha memilih mendekati pria itu dan berusaha menggodanya. Ia memanggil nama Alex, memeluknya dari belakang sembari menempelkan wajahnya pada bahu sang suami bermaksud membuat lelaki itu tergoda.
"Sayang, udah dong main gamenya! Kamu gak mau tidur apa?" goda Keisha.
"Akh apa sih kamu? Sana sana jangan ganggu aku! Lagi nanggung ini, udah kamu tidur aja duluan!" sentak Alex dengan kesal.
"Tapi Lex—"
"Kei, bisa gak kamu jangan ganggu aku sebentar aja! Kalau kamu mau tidur, yaudah tidur sana! Aku ini gak mau ya kalau kamu atur-atur aku, kamu gak berhak buat begitu!" sela Alex penuh emosi.
Keisha sampai mematung mendengarnya, baru kali ini ia dibentak oleh seorang lelaki. Terlebih laki-laki itu adalah orang yang ia cintai, sungguh rasanya hatinya begitu sakit dan masih tak percaya jika Alex akan seperti ini padanya. Air mata kembali menetes membasahi pipinya, tapi kemudian ia hapus dengan cepat karena tak ingin terus bersedih.
"Kenapa bro?"
"Ah enggak, itu tadi bini gue resek banget!" ucap Alex pada teman-temannya.
Setelah itu, Alex kembali fokus bermain game dan tak perduli pada istrinya yang terus menatapnya sambil terisak. Keisha pun kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap ke arah yang berlawanan dari Alex, gadis itu coba memejamkan matanya dan berharap dapat tertidur agar bisa melupakan kejadian tadi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...