
Pulang sekolah pun tiba, Keisha ditemani Tasya kini berdiri di depan pagar dan bersiap untuk pulang. Hanya saja, Keisha masih harus menunggu jemputan dari suaminya yang sudah berjanji akan datang kesana untuk menjemputnya. Sebagai sahabat yang baik, tentu Tasya berniat menemani Keisha disana sampai Alex datang.
Tasya tidak mau jika Keisha kembali diganggu oleh Joshua ataupun lelaki lainnya, apalagi Tasya tahu kalau Joshua tidak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan hati Keisha. Meski, sudah berulang kali Keisha menolak pria itu dan mengatakan kalau cintanya hanya untuk Alex seorang. Ya begitulah Joshua, dia memang keras kepala dan sulit diberitahu oleh siapapun.
Tak lama kemudian, mobil Alex akhirnya muncul tepat di hadapan mereka. Keisha pun tersenyum melihat suaminya datang dan turun dari mobil itu dengan tangan menutupi area dahinya, mungkin saja Alex merasa silau akan sinar matahari. Kini Alex pun berdiri di dekat mereka, menatap wajah Keisha sambil tersenyum lebar.
"Sayang, kamu kok nunggunya sambil berdiri sih? Kenapa gak duduk dimana kek gitu, kamu kan lagi hamil tahu. Kalau kondisi janin kamu kenapa-napa, gimana?" ucap Alex cemas.
Saat itu juga Tasya terkejut, ia tak menduga kalau saat ini sahabatnya sedang mengandung calon keponakan untuknya. Tasya amat bahagia tentunya, karena sebentar lagi ia bisa merasakan memiliki keponakan dari sohibnya itu. Namun, Tasya heran mengapa Keisha sama sekali tidak pernah memberitahu mengenai kehamilannya itu.
"Loh, lu hamil Kei? Ish, kenapa lu gak pernah ngomong sama gue sih?" heran Tasya.
"Sssttt, jangan keras-keras ngomongnya! Kalau yang lain pada dengar gimana? Gue tuh gak mau dicap perempuan gak bener!" pinta Keisha.
"Iya iya sorry, tapi kan lu hamil juga wajar. Lu itu udah punya suami Keisha," ucap Tasya.
"Gue tahu, tapi yang lain kan gak tahu. Lu lupa ya kalau gue sama Alex masih rahasiakan pernikahan kita?" ucap Keisha.
"Oh iya ya...."
Keisha menggeleng saja melihat Tasya menggaruk kepalanya sambil terkekeh dan melihatkan giginya yang memakai behel itu, sedangkan Alex hanya diam menatap wajah Keisha sembari mengusap puncak kepala wanita itu dan merapatkan tubuh keduanya. Sepertinya Alex amat menyayangi istrinya itu, sehingga ia tak mau siapapun lelaki mengganggu Keisha selama ia tidak di sisinya.
"Sayang, tadi selama sekolah kamu gak digangguin kan? Aman-aman aja kan sayang?" tanya Alex.
__ADS_1
Keisha mengangguk saja sambil tersenyum, ia memang tidak mengalami gangguan karena Joshua sudah lebih nyaman bersama Shella dan Zayn menghilang entah kemana. Sedari tadi juga Keisha hanya bersama dengan Tasya, karena hanya gadis itu lah yang paling tulus berteman dengannya tanpa meminta imbalan apapun.
Alex ikut senang mendengarnya, pria itu merasa lega jika memang tidak ada orang yang mengganggu istrinya selama di sekolah. Kini Alex mengajak Keisha untuk segera pulang, sebab ada hal yang ingin ia bahas bersama wanita itu. Ya tentu saja mengenai perkataan para sahabatnya tadi, mungkin saja Alex masih penasaran dengan anak yang dikandung Keisha saat ini.
Keisha pun menurut pada suaminya, ia pamit pada Tasya dan berpelukan sejenak dengannya. Lalu, Keisha bersama Alex sama-sama masuk ke dalam mobil dan bersiap untuk pergi. Namun, entah mengapa rasanya Keisha merasa khawatir ketika melihat tatapan Alex yang begitu dingin seolah hendak menginterogasi wanita itu.
•
•
Saat di dalam mobil, Alex lebih banyak diam dibanding berbicara dan hanya fokus menatap ke jalan tanpa perduli dengan Keisha. Ya hal itu tentu membuat Keisha merasa bingung, pasalnya tak biasanya Alex bersikap seperti itu. Keisha pun mulai coba berpikir keras, apakah sebelum ini ia pernah berbuat salah pada suaminya itu atau tidak.
Seingatnya, Keisha tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada Alex belakangan ini. Bahkan, Keisha lebih sering bersikap baik kepada suaminya sejak pulang dari luar negeri. Keisha tak mengerti apa yang terjadi pada Alex, tapi kemudian wanita itu coba memberanikan diri untuk menegurnya dan sekaligus bertanya pada lelaki itu.
"Umm mas, kamu itu kenapa sih diam aja daritadi? Apa aku ada salah sama kamu? Kalau iya, kamu bilang dong mas jangan diam aja!" ucap Keisha.
"Mas, ayolah kamu jangan diemin aku kayak gitu! Kasihan calon anak kita di dalam rahim aku ini, masa dia dicuekin sama ayahnya sendiri? Lagian aku emang salah apa sih, mas?" rengek Keisha.
"Kamu gak ada salah sayang, aku cuma pengen fokus nyetir aja," ucap Alex dingin.
"Tapi mas, ekspresi kamu kelihatan kayak lagi nahan emosi gitu. Kamu marah kan sama aku, mas? Udah lah jujur aja!" ucap Keisha.
Alex merasa bingung saat ini, ia tak tahu apakah ia harus membahas mengenai obrolannya di markas tadi bersama teman-temannya atau tidak kepada Keisha saat ini. Pasalnya, Alex khawatir Keisha akan merasa tersinggung dan terjadi pertikaian hebat diantara mereka berdua. Apalagi, sekarang Keisha sedang mengandung dan pasti emosinya bisa jauh meningkat dari hari biasanya.
__ADS_1
Akhirnya Alex memutuskan menghentikan mobilnya ke pinggir terlebih dahulu, pria itu menatap ke arah Keisha dan tak berkedip sama sekali. Kecantikan Keisha memang tidak berubah walau sedikitpun, dan selalu berhasil membuatnya terpesona. Pantas memang bila Keisha banyak didekati oleh para siswa di sekolahnya, karena hanya wanita itu lah yang memiliki paras seperti bidadari.
Alex sangat beruntung bisa mendapatkan cinta Keisha, karena di luar sana banyak sekali pria yang sakit hati lantaran cintanya tak terbalas. Mulai dari Zayn, Tarra, Joshua, serta yang terbaru adalah Revan. Mereka semua gagal dalam memikat hati Keisha, sebab wanita itu lebih memilih suaminya yang tak lain adalah Alex.
"Mas, kamu itu cinta pertama dan terakhir aku. Kalau kamu lagi marah kayak gini, aku tahu pasti ada penyebabnya. Kamu mending jujur deh sama aku, apa sih salah aku mas!" ucap Keisha.
Kini pria itu benar-benar fokus menatap ke arah Keisha, bahkan satu tangannya sudah bergerak mengusap lembut wajah wanita itu. Lirikan matanya beralih ke bawah dimana perut Keisha berada, entah mengapa pikirannya kembali teringat pada perkataan Rizky dan Tio tadi mengenai Keisha yang pernah pergi bersama lelaki lain.
"Aku mau tanya sama kamu, apa benar kamu pernah jalan dengan laki-laki lain disaat aku sedang pergi ke luar negeri?" tanya Alex tegas.
Sontak Keisha terkejut dengan pertanyaan lelaki itu, ia menelan saliva nya dan membuang muka karena bingung harus menjawab apa di depan Alex saat ini. Memang ia pernah pergi bersama seorang lelaki, dan lelaki itu adalah Revan. Namun, Keisha tentu tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan Revan atau lelaki lainnya.
"I-i-iya mas, dia itu namanya Revan. Dia yang udah tolong aku dari kejaran preman-preman sewaktu pulang sekolah, terus abis itu dia antar aku pulang. Cuma begitu kok mas," gugup Keisha.
"Bohong! Rizky bilang dia lihat kamu jalan sama laki-laki itu di mall, ngapain aja kalian ha?" sentak Alex.
Lagi-lagi Keisha terkejut, dan kali ini Keisha sampai tidak bisa mengatakan apapun lagi. Perkataan Alex sungguh membuat Keisha bingung untuk bisa menjawabnya, karena saat itu Keisha berniat bolos dari sekolah dengan pergi ke mobil. Akan tetapi, Keisha malah tak sengaja bertemu dengan Revan dan akhirnya pergi berdua bersamanya.
"Jawab Keisha! Kenapa kamu bisa pergi sama laki-laki itu ke mall? Lalu, apa benar kalau anak yang kamu kandung ini anak aku?" tegas Alex.
Deg
Jantung Keisha nyaris copot mendengarnya, Alex semakin di luar batas dan malah mempertanyakan mengenai siapa ayah dari bayi yang ada di dalam kandungannya. Tentu saja Keisha emosi dan tak terima dengan tuduhan Alex tadi, ia kecewa karena Alex meragukannya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...