
Keisha langsung menarik tangan sahabatnya itu dan bergegas pergi menuju toilet karena sudah tidak tahan lagi, tentu saja hal itu membuat Joshua semakin kebingungan. Ya Joshua pun tampak terus menatap ke arah Keisha yang sudah menjauh, pria itu berpikir apa kiranya yang tengah disembunyikan Keisha darinya.
Joshua merasa jika Keisha bertingkah aneh saat ini, sepertinya memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh Keisha darinya. Joshua harus mengetahui hal itu, karena ia yakin kalau rahasia Keisha sangat besar. Meski Joshua tak berhasil mendapatkan cinta Keisha, tetapi pria itu masih belum bisa melupakan sosok Keisha dari pikirannya.
"Ehem!" tiba-tiba saja, Joshua dikejutkan dengan suara deheman seorang wanita di belakangnya. Begitu menoleh, ia menemukan keberadaan Shella disana sambil tersenyum.
Shella berdiri sambil terus menatap ke depan dimana Keisha dan Tasya berada, ia seperti bisa merasakan perasaan curiga yang ada di dalam pikiran Joshua sekarang. Karena memang Shella sendiri juga merasa curiga pada Keisha, apalagi tadi ia lihat sendiri Keisha mengalami mual dan ingin muntah saat sedang memakan makanannya.
"Shella, kenapa?" tanya Joshua dengan ketus sembari memicingkan matanya.
Gadis itu terdiam saja tanpa menjawab pertanyaan Joshua, ia malah berjalan maju melewati Joshua dan ikut memandang ke arah Keisha disana. Shella sendiri juga sebenarnya masih merasa curiga pada Keisha, ia tahu kalau ada sesuatu yang disembunyikan wanita itu dari orang-orang yang ada di sekolah saat ini.
Joshua yang merasa dicueki dan tidak dianggap pun menggeram kesal, kelakuan Shella memang kadang sulit dimengerti dan selalu membuat siapapun yang ada di dekatnya merasa jengkel. Namun, Joshua juga mengakui kalau Shella sebenarnya sangat cantik dan mempesona. Apalagi, tubuh gadis itu amat seksi serta membuatnya tergoda.
setelah Joshua tadi sempat menegurnya dan kini memalingkan wajahnya, barulah Shella tersadar lalu beralih memandang ke arah pria itu. Shella sepertinya tahu bagaimana cara untuk mendekati Joshua saat ini, ya tentu saja dengan memanas-manasi Joshua mengenai kondisi Keisha. Shella yakin, jika Joshua tahu bahwa Keisha tengah menyembunyikan sesuatu maka pasti Joshua akan merasa emosi dan kecewa tentunya.
"Si Keisha itu mencurigakan ya? Dia kayaknya lagi menyembunyikan sesuatu deh dari kita, ini sih wajib untuk dicari tahu!" ucap Shella.
Joshua melirik ke arah gadis itu, seketika ia juga mencurigai semua yang dikatakan Shella tadi. Memang benar kalau tindakan Keisha tadi amat mencurigakan, pasalnya Keisha seperti orang yang tengah menyembunyikan sesuatu. Ingin sekali Joshua mencari tahu semuanya, tetapi ia sendiri bingung harus bagaimana memulainya.
Melihat reaksi yang ditunjukkan Joshua barusan, Shella tersenyum senang dan mengira jika rencana yang telah ia buat tadi berhasil. Joshua mungkin akan membenci Keisha nantinya, lalu beralih jatuh cinta padanya seperti yang ia mau. Akan tetapi, Shella harus berhati-hati dan melakukan semua dengan benar tanpa terburu-buru.
"Kalau kamu mau, aku bisa bantu kamu untuk menyelidiki si Keisha ini. Tapi dengan satu syarat, yaitu kamu harus bantu aku juga buat lepas dari si aneh Zayn!" ucap Shella memberi usul.
"Loh, emang kamu diapain sama si Zayn? Bilang aja kali sama aku, lagian si cupu itu bisa apa sih!" ucap Joshua disertai kekehan kecil.
"Jangan anggap remeh dia, Jos! Gitu-gitu juga Zayn patut diwaspadai, dia sempat datengin apart gue dan ancam gue loh. Makanya lu harus bantu gue ya, Joshua!" ucap Shella.
"Itu bisa dipikirkan," singkat Joshua.
Shella tersenyum tipis, perlahan ia mendekatkan diri ke Joshua dan menaruh tangannya di sela-sela lengan pria itu. Joshua cukup terkejut dengan tindakan Shella saat ini, ya Shella memang cukup agresif saat bersamanya. Entah mengapa Joshua juga mulai tergoda pada gadis itu, sepertinya kecantikan Shella lah yang membuatnya kagum.
Namun, Joshua masih tampak ragu untuk bisa dekat dengan gadis itu. Akibatnya, Joshua pun berusaha menghindar dan berpura-pura tidak menyukai tindakan kurang ajar Shella saat ini. Walau sebenarnya Joshua amat menginginkan itu, apalagi yang melakukannya adalah Shella alias gadis paling cantik di sekolahnya selain Keisha.
Memang hal yang wajar jika Joshua menyukai Shella dan ingin Shella menjadi miliknya, mengingat Shella masih berstatus single dan belum memiliki suami seperti Keisha. Joshua tentunya mempunyai kesempatan lebih besar dibanding jika ia terus mengejar cinta Keisha, karena sekarang Keisha telah resmi menjadi milik Alex yang jelas-jelas juga masih hidup dan belum meninggal seperti sebelumnya.
"Kamu apa-apaan sih Shella? Lepasin tangan aku, kamu jangan kayak gini!" pinta Joshua.
"Loh salahnya dimana? Kita ini kan sama-sama jomblo, jadi gak masalah dong kalau aku pegang tangan kamu?" goda Shella.
Ya godaan Shella makin menjadi-jadi, membuat gairah Joshua mencuat juga dibuatnya. Mungkin Shella tidak sadar dengan bahaya yang sedang mengintainya, karena ia sedang menggoda singa yang tertidur. Jika singa itu bangun, maka Shella bisa habis saat itu juga dan tidak akan ada ampunan bagi gadis itu meski merengek sekalipun.
Joshua terdiam saja dan memalingkan wajahnya, ia usap dagunya yang ditumbuhi bulu-bulu janggut dan berusaha menenangkan diri saat Shella terus saja menggodanya. Jika bukan di area sekolah, maka pasti Joshua sudah melakukan hal yang tidak-tidak kepada Shella dan bahkan bisa menghamili wanita itu sesuai yang ia inginkan.
Tanpa disadari oleh keduanya, sedari tadi Zayn melihat dengan jelas kejadian itu dengan mata kepalanya. Zayn pun menghampiri mereka berdua dengan tangan terkepal, sepertinya Zayn tidak terima jika Shella dekat dengan lelaki lain. Meski Shella belum menjawab pernyataan cintanya, tapi tetap saja Zayn tidak menyukainya.
"Hey kalian!" Zayn berteriak keras dan berdiri tepat di hadapan Shella serta Joshua, ia tatap wajah mereka secara bergantian dengan penuh emosi.
Sontak Shella terkejut bukan main melihat keberadaan Zayn disana, apalagi pria itu terlihat begitu emosi setelah Shella menggenggam tangan Joshua disana. Tak hanya Shella, bahkan Joshua sendiri juga syok dibuatnya. Kini Zayn menarik paksa tangan Shella lepas dari lengan Joshua, lalu berganti Zayn lah yang menggenggamnya.
"Kamu apaan sih Zayn? Gausah kayak gini ya, kamu tuh lebay tahu gak!" geram Shella.
"Shella, aku gak lebay ya. Aku cuma gak suka lihat kamu sama laki-laki lain, apalagi laki-laki itu si mesum Joshua ini! Kalau kamu diapa-apain sama dia gimana?" ujar Zayn.
__ADS_1
"Zayn, kamu itu bukan siapa-siapa aku ya. Kamu jangan halangi aku buat dekat sama Joshua, kamu gak punya hak untuk itu!" tegas Shella.
"Memang iya, tapi aku tetap berhak jauhi kamu dari lelaki seperti dia. Udah lah kamu ikut aja sama aku, supaya kamu juga aman!" ucap Zayn.
Joshua menyunggingkan senyumnya mendengar kata-kata Zayn tadi, pria itu memalingkan wajahnya ke arah lain dan seolah tak perduli pada apa yang dikatakan Zayn. Memang sebenarnya Joshua tak menyukai Shella, karena hingga kini rasa cintanya hanya untuk Keisha semata.
•
•
Keisha masih berada di kamar mandi bersama Tasya setelah sebelumnya Keisha merasa mual pada perutnya dan ingin muntah, kini mereka pun berbincang sejenak disana dengan Tasya yang terus merasa cemas pada sahabatnya. Bagaimanapun, Keisha terlihat cukup lemas dan pucat yang menandakan bahwa kondisi wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
Memang Keisha sudah tidak merasa mual lagi saat ini, tetapi entah kenapa tubuhnya terasa begitu lemas dan pusing sehingga ia cukup kesulitan untuk bisa berjalan keluar dari toilet. Tasya pun sangat cemas pada sohibnya itu, Tasya juga berusaha membantu Keisha agar wanita itu tidak terjatuh atau terluka karena bisa membahayakan kandungannya.
"Keisha, lu tuh sebenarnya kenapa sih? Apa emang orang hamil itu kayak begini ya? Gue jadi ngeri deh, gue takut lu kenapa-kenapa!" ucap Tasya panik.
"Tenang aja Sya, gue gapapa kok! Kita balik ke kantin aja yuk!" ucap Keisha tersenyum lebar.
"Lo yakin Kei? Kita ke UKS aja kalo emang lu ngerasa gak sehat, jangan dipaksain deh Kei nanti malah lu kenapa-napa! Ingat Kei, sekarang lu juga harus pikirin kondisi calon bayi lu!" ucap Tasya.
"Iya Sya iya, tapi beneran kok gue gapapa. Lo gausah lebah begitu deh, jangan kayak mas Alex!" ucap Keisha tetap kekeuh.
Tasya menghembuskan nafasnya, ia benar-benar bingung dengan sikap Keisha yang sulit sekali diberitahu. Padahal semua yang ia katakan tadi adalah untuk kebaikan Keisha dan juga calon bayi di dalam kandungannya, tetapi Keisha malah tidak mau mendengarnya dan lebih memilih untuk tetap kembali ke kantin.
"Hadeh Kei, yaudah deh terserah lu aja. Jangan salahin gue loh ya kalau Alex nanti marah-marah sama lu! Gue kan udah bilangin ke lu tadi, tapi lu malah ngeyel gitu," ucap Tasya.
"Yah elah Sya, lagian mas Alex juga gak ada disini kan?" ucap Keisha santai.
Tasya terdiam dan tak tahu harus mengatakan apa lagi kepada Keisha, semua yang ia katakan juga selalu dibantah oleh sahabatnya itu. Akhirnya karena tak memiliki pilihan lain, Tasya terpaksa membiarkan Keisha kembali ke kantin sesuai kemauan wanita itu. Ya kini Tasya membantu Keisha berjalan ke luar dari toilet, tentunya dengan perlahan dan sambil merangkul pundak Keisha.
Memang Shella sebelumnya berniat ingin mencari tahu mengenai apa yang disembunyikan Keisha sebenarnya saat ini dari seluruh murid di sekolah, karena gadis itu penasaran sekali dan ingin tahu semua rahasia Keisha. Shella curiga bahwa Keisha tengah hamil, hal itu tentunya berdasarkan pada gejala yang dialami Keisha di kantin tadi.
"Wah wah wah, jadi benar ya kalau lu itu lagi hamil Keisha? Ini sih bakal jadi kabar yang menggemparkan banget di sekolah ini, gue jadi gak sabar buat sebarin semuanya ke murid-murid disini!" ucap Shella tersenyum menyeringai.
"Heh Shella! Lo ngomong apaan sih? Keisha itu gak hamil, gausah ngada-ngada deh!" sentak Tasya.
"Oh ya? Masa sih? Gue gak percaya ah sama ucapan lu, pasti lu mau tutupin kehamilan Keisha kan karena dia itu sahabat lu," cibir Shella.
"Lo jangan cari gara-gara deh, mending lu pergi sana!" ucap Tasya emosi.
Shella tersenyum dibuatnya, ia pandangi tubuh Keisha dari atas sampai bawah tanpa ada yang terlewati untuk memastikan apakah ada perubahan dari tubuh wanita itu saat ini. Ya karena jika Keisha memang hamil, maka pasti akan ada perubahan apapun itu walau sangat kecil.
"Ngapain lu ngeliatin gue kayak gitu? Lu masih ngira gue hamil, ha?" tegur Keisha dengan emosi.
"Emang kenyataannya begitu kan? Lo itu lagi hamil, jadi mending lu ngaku aja deh sama gue sekarang dan gausah disembunyiin lagi!" ucap Shella tegas.
Keisha menggeleng dan terus mengelak dari tuduhan Shella itu, ia masih berusaha menutupi semua mengenai kehamilannya dari siapapun termasuk Shella. Keisha tidak ingin banyak orang mengetahui kondisinya saat ini, karena pasti ia akan mendapat cibiran serta ejekan dari para siswa disana yang belum mengetahui pernikahannya.
"Udah deh lu gausah bohong, lagian kan wajar kalau lu hamil secara lu udah nikah sama Alex. Gak ada salahnya kan?" ucap Shella tersenyum lebar.
"Sel, udah cukup ya lu ngomongnya! Gue gak mau lu terus-terusan nyakitin Keisha!" sentak Tasya.
"Loh nyakitin darimana? Gue cuma bicara fakta kok, si Keisha ini kan udah nikah jadi wajar dong kalau dia hamil. Gak ada yang harus disembunyikan loh," ucap Shella.
__ADS_1
"Iya tapi kan lu tahu sendiri, kalau orang-orang disini belum ada yang tahu tentang pernikahan Keisha dan Alex. Harusnya lu paham dong, jangan malah bicara kayak gitu di depan Keisha sekarang! Mending lu pergi deh sana!" geram Tasya.
"Gue gak mau pergi, sebelum lu ngaku di depan gue sekarang kalau sahabat lu ini hamil!" ucap Shella.
Baik Keisha maupun Tasya kompak terdiam, kedua wanita itu tampak saling bertatapan dan bingung harus mengatakan apa pada Shella. Tidak mungkin Keisha mengakui semuanya saat ini, karena pasti Shella akan menyebarkan kabar itu kepada seluruh murid disana. Keisha belum siap untuk itu, apalagi usia kehamilannya masih terlalu muda.
"Hey kalian!" tiba-tiba saja, suara teriakan berat terdengar di telinga ketiganya.
Beruntung bagi Keisha saat ini, ya karena yang barusan berteriak adalah Herman alias guru olahraga di sekolah itu yang terkenal galak dan suka memberi hukuman pada murid yang nakal. Keisha pun merasa lega, setidaknya dengan kehadiran Herman maka Shella tidak akan lagi mencecarnya dengan pertanyaan tersebut.
"Lagi ngapain kalian ngumpul di depan toilet kayak gini? Gak denger tuh bunyi bel barusan? Udah waktunya buat kalian masuk, sana gih pergi ke kelas kalian masing-masing!" ujar Herman.
"I-i-iya pak, ini kita mau pergi kok. Ayo Kei, kita balik ke kelas yuk!" ucap Tasya menggandeng sohibnya.
Keisha mengangguk setuju, lalu ikut berjalan bersama Tasya meninggalkan tempat itu dengan cepat agar bisa terbebas dari Shella. Ya Shella berusaha mengejar mereka, tetapi Herman dengan cekatan berhasil mencekal lengan gadis itu dan membuat Shella ketakutan. Shella menoleh ke arah gurunya itu, ia terlihat bingung karena Herman tidak pernah menyentuh tangannya.
"Tunggu Shella, saya masih ada urusan sama kamu! Ikut saya sebentar yuk ke ruang olahraga!" ucap Herman dengan tegas.
"Ta-tapi pak, tadi bapak suruh saya masuk kelas. Kok sekarang malah disuruh ikut bapak?" heran Shella.
"Tidak usah banyak tanya, sudah ayo ikut saja dengan saya!" paksa Herman.
Akhirnya Shella tak memiliki pilihan lain, ia terpaksa menurut saja dengan perkataan Herman dan pergi mengikuti pria itu menuju ruangan tempat menyimpan barang-barang olahraga. Disana begitu sepi, bahkan Herman terlihat mengunci pintu dan membuat jantung Shella berdebar-debar.
•
•
Tiiiinnnn
Alex terkejut bukan main saat tiba-tiba mobil sedan berwarna hitam muncul di depannya dan berhenti begitu saja, membuat Alex tak memiliki pilihan lain selain menginjak rem dan berhenti disana karena tidak ingin terjadi tabrakan. Alex mengumpat kesal, memukul setir mobilnya dan keluar dari dalam mobil karena ingin menemui pemilik mobil disana.
Tanpa basa-basi lagi, Alex segera meminta pemilik mobil itu untuk keluar dan menemuinya. Ia tunjuk ke arah mobil tersebut dengan teriakan lantang sambil terus berjalan mendekatinya, Alex benar-benar kesal dan tidak terima dengan kelakuan si sopir itu. Alex ingin meminta tanggung jawab darinya, karena sudah membuat Alex merasa terkejut.
"Woi keluar lu b*ngs*t!" teriak Alex disertai umpatan kasar yang ia tujukan kepada pemilik mobil itu.
Lalu, tak berapa lama kemudian pintu mobil itu terbuka dan memperlihatkan sosok lelaki yang membuat Alex terbelalak lebar. Ya Alex tak menyangka kalau yang tadi nyaris menabraknya adalah Revan, tentu saja Alex sangat emosi dan reflek mengepalkan tangannya karena melihat sosok Revan di depan matanya.
"Hai Lex! Sorry kalau cara saya tadi bikin kamu kaget, tapi saya gak ada niatan buat bikin kamu celaka kok! Saya cuma mau bicara berdua sama kamu, boleh kan?" ucap Revan lirih.
"Sialan lu! Daripada lu ngomong sama gue, mending kita ribut aja ayo disini dan kita lihat siapa yang paling kuat diantara kita!" tantang Alex.
"Lex, saya gak mau cari ribut. Saya kan udah bilang tadi, saya cuma pengen bicara sama kamu. Ini terkait dugaan kamu ke saya dan Keisha, asal kamu tahu Lex diantara kami itu tidak ada apa-apa!" ucap Revan dengan tenang.
"Halah basi lu! Gue tahu Keisha emang gak mungkin suka sama lu, tapi lu itu punya rencana buruk kan buat Keisha. Pasti lu mau rebut Keisha dari gue, iya kan?" sentak Alex.
"Kamu ngomong apa sih Lex? Saya gak ada niatan sama sekali untuk rebut Keisha," elak Revan.
Alex menyeringai menatap wajah Revan sembari terus mendekati lelaki itu, emosinya sudah semakin meluap dan tak tertahankan lagi. Alex tidak akan percaya semudah itu pada apa yang diucapkan Revan, karena ia yakin kalau Revan memang memiliki rasa kepada Keisha dan ingin berusaha merebut wanita itu darinya.
"Lo maju sekarang, kita duel satu lawan satu disini! Kalau gue menang, lu harus pergi selamanya dan jangan pernah muncul di depan Keisha lagi! Dan kalau lu yang menang, walau mustahil tapi lu bisa minta berapapun uang yang lu mau," ucap Alex.
Revan menggeleng dan tentu saja menolak apa yang ditawarkan Alex karena itu semua tidak masuk akal, biar bagaimanapun Revan tak mungkin mau berkelahi dengan Alex tanpa alasan yang jelas. Revan hanya tidak ingin memiliki musuh, untuk itu ia mencoba menjelaskan pada Alex kalau diantara dirinya dan Keisha tak ada hubungan apa-apa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...