Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 18. Kamu kenapa?


__ADS_3

Esok harinya, Keisha tampak merengut duduk di meja makan sembari menopang pipinya dengan satu tangan. Gadis itu berulang kali melirik ke arah jam dan makanan yang sudah ia sediakan disana, karena hingga kini Alex tak kunjung pulang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan ia harus menahan lapar sampai sekarang karena tak ingin makan sendiri tanpa suaminya.


Lalu, tak lama kemudian Alex baru pulang ke hotel malam sekali setelah habis bermain seharian di luar bersama teman-temannya, ia langsung disambut oleh sang istri yang memang sudah menunggu sedari tadi. Keisha tampak tersenyum menatap suaminya, namun Alex sama sekali tak menunjukkan wajah senang ketika melihat istrinya itu muncul. Justru Alex terlihat amat bete kali ini, bahkan pria itu hendak melangkah pergi begitu saja dari sana.


Beruntung Keisha masih bisa menahan suaminya, sebab Keisha ingin bertanya pada pria itu mengenai apa yang dia lakukan seharian tadi. Pasalnya Alex berjanji tidak akan pergi lama, tapi nyatanya pria itu pergi hampir 12 jam lebih. Tentu saja Keisha merasa jengkel, ia sangat cemas pada suaminya yang tak memberi kabar bahkan untuk menjawab telponnya pun pria itu tak mau.


"Lex, kamu tuh pergi kemana aja sih sayang? Aku chat gak dibalas, aku telpon gak diangkat. Kamu tahu gak sih kalau aku cemas banget sama kamu?" tanya Keisha dengan panik.


Alex tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya, "Aku main sama temen, terus kenapa?" ujarnya lirih.


"Hah? Dari pagi sampai malam, kamu cuma main sama teman-teman kamu itu Lex? Oh ayolah, kamu tuh gak tahu waktu apa gimana sih? Harusnya kamu sadar dong Lex, kamu udah nikah dan gak baik kalau kamu begini terus!" ucap Keisha.


"Udah deh, soal beginian gausah dibahas terus! Aku capek tau dengarnya!" sentak Alex.


"Okay, aku ngalah kali ini. Yuk kita makan sama-sama! Aku udah siapin makanan kesukaan kamu loh, opor ayam." Keisha beralih mengajak suaminya itu mencicip makanannya.


"Gausah, aku udah makan di luar tadi. Aku mau langsung mandi aja," ucap Alex menolak.


"Tapi sayang, aku udah masak buat kamu loh. Kamu cobain dulu ya? Daritadi juga aku kan nungguin kamu dan aku belum makan sama sekali," ucap Keisha agak memaksa.


"Kamu kenapa maksa banget sih? Aku udah bilang enggak, ya itu artinya enggak! Kalau kamu mau makan, ya makan aja sendiri sana!" tegas Alex.


"Lex, aku—"


Alex lebih dulu melangkah pergi melewati istrinya, ia dengan sengaja menyenggol tubuh Keisha sampai gadis itu meringis kesakitan dan terjatuh ke atas sofa. Keisha terus menatap suaminya hingga menghilang masuk ke dalam kamar mandi, air mata kembali menetes di wajahnya. Keisha seolah tak mengenal Alex yang dulu, Alex suaminya itu kini benar-benar seperti orang lain di matanya.


__ADS_1



Setelah selesai mandi, Alex yang masih mengenakan handuk terkejut karena tiba-tiba Keisha berdiri di depannya dengan baju tidur yang melekat di tubuhnya. Gadis itu menatapnya sendu, membuat Alex kebingungan dan merasa bersalah karena dianggap telah menyakiti hati sang istri. Alex pun bertanya dengan heran, namun Keisha justru menangis terisak seraya menundukkan wajahnya.


Tanpa diduga, gadis itu justru melepaskan seluruh pakaiannya tepat di hadapan Alex. Ya kini Keisha berdiri di depan suaminya itu dengan kondisi polos tanpa tertutupi sehelai benangpun, membuat mata Alex terbelalak seketika menyaksikan apa yang di hadapannya. Alex tak percaya jika Keisha akan melakukan ini, ia juga bingung apa sebenarnya maksud Keisha melakukan semua itu.


"Kei, ka-kamu ngapain sih? Kenapa kamu buka baju kamu di depan aku? Nanti kamu kedinginan loh, aku gak mau tanggung jawab ya!" ujar Alex.


"Lex, apa kamu gak tertarik sama aku lagi sekarang? Aku udah polos di depan kamu loh, silahkan kamu bebas sentuh aku semau kamu sayang!" ucap Keisha terisak.


"Kamu bicara apa sih? Pakai lagi baju kamu, ini sudah malam Keisha!" ketus Alex.


"Enggak Lex, aku akan tetap begini sampai kamu mau sentuh aku. Aku ini istri kamu, tapi aku gak merasa begitu kecuali kamu mau turuti kemauan aku itu sekarang," ucap Keisha tegas.


Alex tersenyum, melangkah mendekati Keisha dan meraih kimono milik gadis itu yang tergeletak di lantai. Ia memakaikan kembali kimono itu di tubuh Keisha untuk menutupinya, Alex tidak ingin melakukan apapun pada Keisha saat ini karena ia masih merasa belum bisa. Sedangkan Keisha tentu saja langsung menangis dengan deras, air mata keluar membasahi kedua pipinya itu.


"Kita tidur aja, kamu jangan macam-macam Keisha! Jika sudah waktunya nanti, pasti itu semua bakal aku lakukan tanpa kamu suruh!" ucap Alex.


Alex menggeleng pelan, "Ayo kita tidur! Kamu gausah banyak bicara lagi," ucapnya lirih.


Setelah mengatakan itu dan memastikan istrinya baik-baik saja, Alex pun bergegas menuju lemari pakaian dan mengambil baju serta celana miliknya. Ia memakai semua itu, lalu naik ke ranjang dan bersiap untuk tidur. Keisha sendiri masih berdiam diri di tempatnya, terus menangis sesenggukan karena tak kuat menahan sikap suaminya.


"Kenapa kamu begini Lex? Apa coba yang bikin kamu jadi benci sama aku?" batin Keisha.



__ADS_1


Keesokan paginya, Alex dan Keisha tengah menikmati sarapan bersama di apartemen milik pria itu. Keisha sengaja memasak sendiri untuk sarapan mereka pagi ini, sebab ia berencana ingin mengambil hati suaminya dan membuat pria itu tak lagi benci padanya. Namun, tampak ekspresi Alex biasa-biasa saja dan tetap cuek serta dingin.


Keisha pun hanya bisa pasrah kali ini, sedari tadi Alex lebih banyak diam dan tak bicara apapun. Bahkan Keisha sudah bingung harus mengatakan apa lagi untuk membuka obrolan diantara mereka, sebab hampir semua topik sudah ia bicarakan dengan suaminya sejak tadi. Akhirnya Keisha memilih diam mengamati wajah Alex yang sedang makan dengan lahap, senyum tersimpul di bibirnya melihat Alex yang terlihat menikmati masakannya.


"Enak kan mas, masakan aku? Kamu suka gak?" tanya Keisha penuh harap.


Alex menganggukkan kepalanya, "Mmhhh ya, lumayan. Untuk ukuran wanita yang masih SMA, kamu cukup jago juga buat masak makanan kesukaan aku ini!" jawabnya memuji sang istri.


"Makasih mas, dihabisin ya!" ucap Keisha.


Alex mengangguk saja, dan setelah itu kembali fokus memakan makanannya. Tapi kemudian, bel berbunyi dari arah luar dan membuat sepasang suami-istri itu terkejut. Keisha pun meminta izin pada suaminya untuk mengecek siapa yang datang, ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke pintu setelah mendapat izin dari Alex.


Ceklek


Keisha membuka pintu, tersenyum lebar begitu melihat kedua orang tua Alex alias mertuanya itu berada disana. Ya Harry dan Mayra sengaja datang ke apartemen itu untuk menemui putra mereka yang baru menikah, mereka ingin tahu seperti apa kondisi Alex yang saat ini telah menikah dengan Keisha. Mereka sangat rindu, meski baru beberapa hari berpisah dengan putra mereka itu.


"Mama, papa??" Keisha langsung mencium tangan kedua mertuanya itu secara bergantian, dan coba bersikap biasa saja di hadapan mereka.


"Halo sayang, selamat pagi! Apa kabar kamu, hm?" ucap Mayra dengan lembut.


"A-aku baik kok, ma. Mama sama papa kesini kenapa gak ngabarin aku atau Alex dulu? Kalau tahu gitu kan pasti aku bakal siapin masakan lebih biar mama sama papa bisa sekalian makan disini," ucap Keisha merasa heran.


"Ah gapapa cantik, lagian ini mama juga udah bawa makanan kok buat kalian. Omong-omong, Alex mana? Dia udah bangun belum?" ucap Mayra.


"Eee...."


"Kei, siapa yang datang?" tiba-tiba, Alex menyusul keluar karena penasaran dengan suara berisik dari depan apartemennya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2