
Hari demi hari berlalu, Alex pun beranjak dari brankar tempatnya dirawat selama ini. Luka tusuk di bagian perutnya itu sudah mengering, sehingga Alex diperbolehkan untuk pulang kali ini. Meski Alex telah meronta-ronta dan ingin keluar sejak lama, namun baru sekarang ia diizinkan oleh dokter. Tentu saja Alex akan segera memanfaatkan momen ini untuk mencari istri serta anaknya yang hilang dari sana.
Rizky yang setia menemani sahabatnya itu, membantu Alex untuk berjalan dengan cara memapah tubuhnya perlahan. Mereka kini sama-sama berjalan ke luar dari rumah sakit, Alex tampak meringis sambil memegangi bagian perutnya yang terasa sakit. Sepertinya rasa sakit akibat luka tusuk itu belum hilang sepenuhnya, namun Alex tetap berkata kalau dirinya sudah kuat.
"Lex, lu yakin mau langsung cari Keisha sama Kenzie sekarang? Kondisi lu belum memungkinkan tau, gue khawatir nanti lu kenapa-napa. Lebih baik gue antar lu ke rumah aja ya?" ucap Rizky.
Alex menggeleng, "Gak Ky, gue gak mungkin bisa istirahat kalau istri dan anak gue belum ketemu. Gue cemas banget sama mereka!" ucapnya menolak.
"Lo sabar dulu Lex, sekarang kan Tio sama yang lain juga lagi berusaha buat cari dan temuin Keisha sama anak lu! Lo harus percaya sama mereka, pasti mereka bakal berhasil temuin istri dan anak lu itu!" ucap Rizky meyakinkan sohibnya.
"Gak bisa Ky, udah berhari-hari mereka cari Keisha dan Kenzie. Tapi, sampai sekarang mereka belum juga temuin istri dan anak gue," ucap Alex.
"Ya kan lu harus wajarin itu Lex, cari orang yang kabur kan gak mudah. Intinya kita berdoa aja dulu, supaya Tio dan yang lainnya berhasil temuin istri sama anak lu!" ucap Rizky.
"Ck, tetap aja Ky. Gue gak bisa diem aja kayak gini, gue harus bantu cari mereka!" ucap Alex kekeuh.
Rizky menggeleng dibuatnya, ia heran mengapa sikap keras kepala Alex itu masih saja ada di dalam dirinya dan tidak bisa hilang. Akhirnya Rizky terpaksa mengiyakan ucapan sohibnya itu, karena ia tak mau terlalu lama berdebat dengan Alex tanpa ujung. Mereka terus berjalan kali ini ke luar dari area rumah sakit, dan bersiap melakukan pencarian.
Akan tetapi, baik Alex maupun Rizky kompak terkejut ketika mereka berpapasan dengan seorang gadis cantik di depan mereka yang terlihat juga membawa sekotak parcel buah di tangannya. Alex tahu betul siapa gadis itu, ya karena si gadis yang berdiri di depannya memang merupakan Cherry.
Sontak Alex tersenyum, ia bahkan meminta Rizky melepaskannya agar ia tidak terlihat lemah di hadapan gadis itu. Rizky tercengang melihatnya, kelakuan Alex seperti lelaki yang sedang kasmaran. Padahal, saat ini Alex sudah memiliki seorang anak dari istrinya yang tidak lain adalah Keisha. Namun, Rizky hanya bisa diam memandangi tingkah laku sahabatnya yang sangat aneh.
"Cherry, kamu kok bisa tau aku ada disini? Dari siapa?" tanya Alex dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
Cherry terlihat malu-malu kali ini, ia menunduk sekilas dan merapihkan rambutnya ketika Alex menatapnya. Cherry sungguh malu untuk mengakui bahwa ia mencari tahu informasi tentang Alex selama ini, sehingga Cherry dapat mengetahui apa yang menimpa pria itu.
"Umm, aku dikasih tau sama Arfan. Dia itu adik kelas aku di sekolah, dia dekat sama adik kamu, Lana. Maafin aku ya kak, aku udah kurang ajar dengan cari tau info tentang kamu!" ucap Cherry lirih.
Alex menggeleng, "Enggak lah, aku justru senang diperhatiin sama wanita secantik kamu," ucapnya merayu.
"Huweekk..." reflek Rizky menunjukkan ekspresi mualnya ketika mendengar rayuan gombal dari Alex.
Alex dan Cherry hanya terdiam malu-malu dengan wajah memerah, sepertinya mereka berdua memang sudah saling memendam perasaan satu sama lain. Meski, baik itu Alex atau Cherry sama-sama tahu bahwa Alex telah memiliki istri dan anak yang sekarang tengah kabur.
•
•
"Kei, lu beneran ini udah putusin semuanya dengan matang? Lu mau pisah dari Alex gitu? Apa lu gak kasihan nanti sama anak lu? Kalau dia udah besar, pasti dia bakal tanya soal ayahnya," ucap Shella.
Keisha tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu, ia tak pernah ragu dalam mengambil keputusan dan ia yakin sekali kalau ini semua adalah hal yang tepat baginya, mengingat Alex sudah tak bisa dimaafkan lagi. Kesabaran Keisha telah habis, ia merasa kecewa karena Alex masih saja tega bermain di belakangnya.
"Gue gak perlu takut soal Kenzie yang bakal tanya tentang siapa ayahnya, gue yakin kok gak akan sulit buat gue cari pengganti Alex nanti. Dia pasti bisa jadi sosok ayah juga buat Kenzie, sebelum Kenzie benar-benar besar," ucap Keisha penuh yakin.
"Hm, ya syukurlah gue ikut senang dengarnya kalau lu emang udah optimis kayak gini!" ucap Shella.
"Iyalah Shella, kita itu jadi wanita itu harus kuat dan gak boleh lemah. Kalo kita diem aja, yang ada cowok-cowok bakal seenaknya sama kita nanti!" ucap Keisha.
__ADS_1
"Betul sih, gue setuju sama lu Kei! Kalo gitu gue dukung penuh keputusan lu buat cerai dari si Alex sialan itu!" ucap Shella.
"Makasih Shella." Keisha mengangguk kali ini.
Ya mereka berdua memang telah menjadi sepasang sahabat semenjak Shella datang dan mau meminta maaf pada Keisha, padahal awalnya mereka sempat saling bermusuhan ketika Shella juga berusaha merebut Alex dari Keisha. Namun, lambat laun Shella sadar kalau tindakannya itu salah dan memilih melupakan Alex dari hidupnya.
Kini mereka sama-sama menghabiskan minuman yang mereka pesan sampai tak bersisa, lalu dilanjut dengan membahas obrolan mereka yang lainnya. Keisha juga penasaran dengan hubungan Shella dan Zayn, apalagi keduanya terlihat cukup mesra di dalam sosial media milik gadis itu.
"Oh ya Shella, hubungan lu sama si Zayn itu gimana sekarang? Gue lihat-lihat kalian makin mesra aja tuh di sosmed, pasti lu bahagia banget ya?" tanya Keisha.
"Haha, ya kalo dibilang mesra sih ya kita tuh mesra banget Kei. Tapi kalau soal bahagia, entah deh gue juga gak tahu tuh. Lu kan tau sendiri awalnya gue bisa pacaran sama Zayn tuh karena terpaksa, bukan karena kemauan gue sendiri," jawab Shella.
"Iya gue tau soal itu, tapi kan ini udah lumayan lama loh lu pacaran sama dia. Apa lu belum ada rasa cinta gitu ke dia walau sedikit?" tanya Keisha lagi.
Shella hanya menggeleng sambil menjawab, ia sendiri masih bingung apakah dirinya sudah mulai mencintai Zayn atau belum. Memang ia selalu merasa gugup setiap kali berdekatan dengan Zayn, apalagi sikap pria itu sangat manis dan selalu memberi perhatian untuknya. Akan tetapi, Shella belum tahu pasti apakah itu merupakan rasa cinta atau hanya sekedar kagum.
"Gue gak tahu Keisha, gue juga masih bingung ini. Tapi, si Zayn itu terus maksa ngajak gue buat nikah sama dia. Katanya dia tuh mau kayak lu, yang bisa nikah muda dan hidup bahagia. Emang aneh tuh pikiran si Zayn!" ucap Keisha.
"Ahaha, dia belum tau aja kalau nikah itu gak semudah yang dia pikirin," kekeh Keisha.
Shella pun setuju dengan apa yang dikatakan oleh Keisha saat ini, sebab menikah dalam usia muda memang tidak mudah bagi mereka yang belum bisa menjalani kehidupan rumah tangga.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...