Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 92. Olahraga yang gagal


__ADS_3

"Bisa gak kita gausah bahas soal itu sayang? Aku lagi pengen nikmatin waktu berdua sama kamu, jadi tolong ya kamu jangan tanya-tanya tentang dia lagi sama aku! Aku cuma gak mau waktu kita terbuang sia-sia nanti," ucap Alex kesal.


Mendengar reaksi dari Alex saat ini, Keisha semakin yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan pria itu darinya. Apalagi, Alex dan Anya memang terlihat begitu dekat dan mungkin saja selama di luar negeri mereka memiliki hubungan. Itulah yang membuat Keisha curiga, wanita itu khawatir jika Alex menjalin hubungan dengan wanita lain di belakangnya.


"Kamu kenapa kesel gitu sih mas? Aku kan cuma nanya, aku pengen tahu aja soal Anya. Soalnya dia kelihatan akrab banget sama kamu," ujar Keisha.


"Ya biarin aja sih, dia tuh emang kayak gitu orangnya. Suka sok asik sama paling dekat, padahal mah aku selalu berusaha menghindar tiap kali dia deketin aku disana. Kamu percaya aja sama aku, gak mungkin aku berpaling dari kamu sayang!" ucap Alex tegas.


"Masa sih? Beneran nih kamu gak kegoda gitu sama dia mas?" tanya Keisha memastikan.


"Iya sayang, beneran deh aku mah gak mungkin bohong. Kamu sebagai istri itu harus percaya sama suaminya dong, jangan malah curiga begitu!" jawab Alex dengan sedikit gugup.


"Ohh, yaudah iya deh aku percaya sama kamu. Tapi, emangnya Anya itu satu kampus sama kamu ya mas disana?" ucap Keisha masih curiga.


Lagi-lagi Alex dibuat diam dengan pertanyaan yang diajukan oleh istrinya itu, Alex bingung harus menjawab bagaimana agar Keisha tidak cemburu. Alex hanya tak ingin jika Keisha kembali marah padanya, apalagi wanita itu sedang mengandung dan tidak baik jika terus saja terbawa emosi atau memikirkan masalah yang berat.


"Enggak sih sayang, kita kebetulan satu apartemen. Jadi, ya disana kita temenan kayak sama tetangga aja. Udah kamu gausah mikirin si Anya, aku sama dia gak ada apa-apa kok!" ucap Alex tersenyum.


"Kamu gak bohong kan mas? Aku kok masih kurang percaya ya sama kamu?" ucap Keisha ragu.


Alex tak tahu lagi harus mengatakan apa pada Keisha saat ini, ya Keisha memang sulit percaya jika sudah menaruh curiga pada awalnya. Kini pun Alex memilih merangkul istrinya dan membawa wanita itu pergi dari sana, karena Alex ingin membuat Keisha lebih tenang lagi dan tak terbawa emosi.




Akhirnya Keisha memilih pulang ke rumah setelah kejadian tidak mengenakkan di mall tadi, ya seketika mood dari wanita itu hilang karena kemunculan Anya yang secara tiba-tiba tadi. Keisha memang masih merasa jengkel pada suaminya, karena lelaki itu belum juga mau menjawab jujur padanya mengenai siapa Anya dan apa hubungan mereka disana.


Begitu sampai di rumah, Keisha turun terlebih dulu meninggalkan Alex begitu saja di dalam mobil. Wanita itu berjalan dengan cepat memasuki rumah itu, sedangkan Alex masih tetap berada di mobilnya dan menatap ke arah istrinya. Alex tidak tahu lagi harus bagaimana saat ini, karena Keisha tampak sangat marah dan kecewa padanya.


Saat di dalam rumah itu, Keisha terkejut karena melihat Lana yang tengah berduaan dengan seorang lelaki di ruang tamu dan terduduk bareng. Tentu saja Keisha tak menyangka dibuatnya, apalagi tidak ada orang lain disana selain mereka berdua. Keisha pun bergerak menghampiri keduanya, untuk mencari tahu siapakah lelaki yang bersama Lana itu.


"Lana!" Keisha langsung memanggil adik iparnya itu, dan membuat Lana serta Arfan yang tengah terduduk merasa terkejut saat ini.


Ya baik Lana maupun Arfan sama-sama menoleh ke asal suara, mereka kompak terbelalak ketika melihat Keisha sudah berdiri disana memandangi mereka. Keisha sendiri menghentikan langkahnya tepat di hadapan Lana dan juga Arfan, itu tersenyum lebar seolah menggoda kedua orang itu disana yang membuat Lana tersipu.


"Cie cie, kamu udah berani bawa cowok ke rumah ya Lana? Siapa ini, hm?" ledek Keisha.


"Apa sih kak? Dia ini Arfan teman aku di sekolah, dia bukan siapa-siapa aku kok. Kak Keisha jangan ngaco deh!" elak Lana.


"Ahaha, iya deh iya aku percaya. Sebenarnya kalau kamu ngaku ini pacar kamu juga gapapa kok, kan wajar kamu itu udah SMA jadi gak masalah kalau emang udah mau pacaran," kekeh Keisha.


"Hah? Enggak kak beneran deh, Arfan ini cuma teman satu sekolah aku!" tegas Lana.

__ADS_1


Keisha tertawa puas melihat ekspresi Lana saat ini yang begitu tertekan, ia pun mendekati gadis itu dan merangkulnya sambil tersenyum lebar. Sedangkan Arfan terlihat mengangguk sembari menyapa Keisha yang baru datang itu, karena Arfan memang belum mengenal siapa Keisha dan apa hubungan wanita itu dengan Lana sebenarnya.


"Halo kak! Saya Arfan, teman satu sekolahnya Lana! Saya kesini tadi niatnya buat silaturahmi," ucap Arfan memulai obrolan lebih dulu.


"Oalah, kamu namanya Arfan ya? Kalo gitu kenalin, saya Keisha!" balas Keisha mengenalkan dirinya.


Baru saja mereka hendak bersalaman, tiba-tiba Alex muncul dan meneriaki istrinya untuk mencegah Arfan menyentuh tangan Keisha saat ini. Entah kenapa Alex tak menyukai jika ada lelaki yang mau menyentuh tubuh istrinya, karena Alex benar-benar ingin menjaga Keisha dan tidak ingin apabila wanita itu bersentuhan dengan lelaki lain.


"Apa-apaan ini? Siapa kamu dan kenapa kamu berani mau menyentuh tangan istri saya?" geram Alex.


Arfan mendongak bingung ke arah Alex yang baru datang dari luar sana, Arfan tak mengerti mengapa Alex tiba-tiba emosi padanya seperti itu tanpa alasan yang jelas. Padahal, Arfan hanya ingin bersalaman dengan Keisha dan mengenalkan diri kepada wanita itu sebagai sahabat dari Lana.




Di hari Minggu pagi yang cerah ini, Alex mengajak Keisha untuk pergi berolahraga bersama yang memang jarang mereka lakukan. Tentunya hal ini sangat berguna bagi kesehatan tubuh mereka, terutama Keisha yang sedang mengandung. Keduanya pun tampak sangat antusias dan tidak sabar ingin segera berolahraga disana, ya tentu saja mereka hanya pergi berdua saat ini.


Sesampai di lokasi olahraga, pasangan suami-istri itu langsung turun dari mobil dan melangkah bersama-sama menuju tempat jogging. Kali ini mereka hanya akan melakukan jalan santai mengelilingi jalan yang ramai dan indah itu, karena tidak mungkin jika Keisha harus berlari-lari seperti banyak orang di dekatnya.


"Duh mas, kok disini makin banyak aja ya jajanannya? Aku jadi kepengen nih, tiba-tiba aja pas ngeliat tukang makanan perut aku jadi laper mas!" rengek Keisha.


Alex geleng-geleng kepala dan terkekeh mendengar kata-kata istrinya, ia paham betul mengapa Keisha bisa cepat lapar saat melihat makanan. Padahal, mereka baru saja sampai disana beberapa menit yang lalu. Tidak mungkin mereka akan langsung mampir ke tempat makan saat ini, karena tujuan utama mereka adalah berolahraga.


"Hadeh sayang, ini nih akibatnya kalau kamu jarang olahraga! Baru juga sampe, masa udah laper dan pengen jajan aja?" keluh Alex.


"Hm, lagi-lagi alasannya anak. Padahal belum tentu kali ini dia yang mau kan?" cibir Alex.


"Ohh, kamu gak percaya nih sama aku mas? Yaudah terserah, tapi nanti kalau anak kamu ileran jangan salahin aku loh ya!" ucap Keisha.


Setelahnya, Keisha pun melangkah pergi begitu saja meninggalkan Alex disana dengan wajah kesal. Alex tampak kebingungan saat ini dan tidak mengerti lagi harus bagaimana menghadapi sikap manja istrinya, belakangan ini Keisha memang lebih mudah marah dan juga ingin diperhatikan olehnya. Apakah itu semua adalah efek dari anak yang dikandung oleh Keisha?


Akhirnya Alex memutuskan mengejar istrinya itu, karena ia tidak mau jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada sang istri disana. Apalagi, tempat ini sangat luas dan kemungkinan Keisha akan tersasar sangat bisa terjadi. Meski Alex juga belum ingin mengabulkan permintaan Keisha, namun Alex akan tetap berusaha membujuk wanita itu.


"Kei, Keisha sayang tunggu dong! Pelan-pelan aja jalannya, aku gak mau terjadi apa-apa sama anak kita di perut kamu itu!" rengek Alex.


Keisha menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alex yang berdiri tepat di sebelahnya, wanita itu menghela nafas kasar dan terlihat tidak senang dengan apa yang terjadi saat ini. Alex terus saja mengatakan bahwa dia tidak ingin anaknya terluka, tetapi pria itu malah tak mau menuruti permintaan Keisha yang jelas-jelas berasal dari anak mereka.


"Tau ah aku sebel sama kamu! Mending kamu pergi aja sana jauh-jauh, aku mau cari cowok lain yang emang beneran perduli sama aku dan calon anak aku ini!" ucap Keisha dengan ketus.


"Hah? Ya ampun Keisha, jangan gitu lah! Ini kan anak aku juga loh," ucap Alex tampak syok.


"Yaudah, makanya ayo kita mampir dulu ke warung bubur kacang ijo! Anak kita loh ini yang kepengen, bukan aku. Masa gitu aja kamu gak mau nurutin? Dasar ayah yang gak bertanggung jawab, tahu waktu buatnya aja kamu!" ucap Keisha.

__ADS_1


Alex terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, lalu pada akhirnya pria itu setuju saja dan mau mengikuti permintaan istrinya. Mereka pun sama-sama melangkah menuju warung bubur kacang hijau yang ada di dekat sana, meski Alex masih ingin melanjutkan jalan santainya karena memang mereka baru berolahraga sebentar.




Saat mereka sudah berada di dalam warung bubur kacang hijau itu, Alex langsung memesan dua mangkuk beserta minuman untuk mereka berdua. Kini Keisha tampak tersenyum dan lebih bahagia dibanding sebelumnya, ya wanita itu juga terduduk bersama suaminya disana sambil mengetuk-ngetuk meja seolah tidak sabar menunggu pesanan datang.


Alex hanya bisa pasrah saat ini dan tak dapat melakukan apapun lagi, kemauan istrinya harus ia turuti karena jika tidak maka pasti Keisha akan marah kembali padanya seperti saat itu. Apalagi, emosi Keisha yang memang kurang stabil. Sebagai seorang suami yang baik, tentunya Alex tidak ingin membuat istrinya bersedih atau kecewa.


"Makasih ya mas, aku senang deh kamu mau turutin kemauan anak kita!" ucap Keisha.


Alex manggut-manggut perlahan sambil tersenyum, satu tangannya menggenggam telapak tangan Keisha disana dan mengusapnya lembut. Lalu, tanpa diduga Alex tiba-tiba mendengar suara wanita yang tidak asing di telinganya. Ya wanita itu terdengar seperti tengah memesan bubur, maka dari itu Alex pun bergegas menoleh untuk memastikannya.


"Pak, saya pesan buburnya satu ya!"


Begitu menoleh, Alex terkejut karena ternyata Anya lah yang ada di depan sana dan tengah memesan bubur sama seperti dirinya. Sontak Alex semakin kebingungan saat ini, ia khawatir jika Anya akan kembali melihatnya dan menghampirinya. Baru saja Alex berbaikan semula dengan Keisha, ia tidak mau jika Keisha akan marah kembali padanya.


Keisha yang melihat suaminya itu tampak gelisah pun dibuat penasaran, ia tak mengerti mengapa Alex justru bertingkah aneh saat ini. Keisha juga heran karena tidak biasanya Alex seperti itu, ya apalagi setelah tadi Alex sempat tersenyum padanya. Keisha pun terus menatapnya, lalu mencoba menegur lelaki itu.


"Mas, kamu kenapa sih? Tadi senyum-senyum sendiri, terus sekarang kayak ketakutan gitu. Ada apa coba?" tanya Keisha keheranan.


"Eee gapapa kok sayang, aku pengen cepat-cepat makan buburnya aja," bohong Alex.


"Yeh tadi aja kamu pake sok-sokan gak mau segala, giliran sekarang kamu yang gak sabar! Makanya mas, kamu itu harus ngikutin kata-kata aku biar gak tersesat!" ucap Keisha.


"Hehe, ya deh sayang apapun itu sesuai kemauan kamu!" kekeh Alex.


Alex merangkul dan mengusap lembut punggung istrinya sembari terus melirik ke arah Anya yang berada tak jauh darinya, tanpa ia sadari sebenarnya Anya sudah mengetahui keberadaan mereka disana dan memang sengaja ikut masuk tempat itu. Alex tampak semakin panik saat Anya berbalik dan menoleh ke arahnya, spontan ia mengalihkan perhatian pada istrinya dan mengecup pipinya.


"Duh, istri aku ini cantik banget sih!" Alex memuji sang istri sambil terus menciuminya.


"Apaan sih kamu mas? Jangan kayak gini ah malu, apalagi banyak orang tahu! Lagian kamu kesambet apa sih tiba-tiba kayak gini?" heran Keisha.


"Ahaha, gak ada lah. Aku cuma pengen mesra-mesraan aja sama kamu!" elak Alex.


Disaat yang sama, Anya tiba-tiba saja sudah berdiri di samping mereka dan menyapa kedua manusia itu disertai lambaian tangan. Tentu baik Alex maupun Keisha sama-sama terkejut, mereka kompak menoleh lalu terbelalak saat melihat Anya berada disana dan tengah tersenyum ke arah mereka.


"Hai Lex, Keisha! Wah gak nyangka ya kita ketemu lagi disini? Senang banget deh aku, boleh dong aku join disini sama kalian?" sapa Anya tanpa rasa malu sedikitpun.


Alex pun semakin bingung dan hanya bisa diam seraya menundukkan wajahnya, ia sudah menduga kalau Anya pasti akan melakukan itu. Kini Alex juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi Anya, karena wanita itu terus saja menggodanya. Padahal, Alex sudah berulang kali meminta Anya untuk pergi dan tidak mengganggu hubungannya dengan Keisha yang merupakan istri sahnya.


"Hadeh, berat juga kalau begini nih. Bisa-bisa Keisha bakal marah besar kayak kemarin, sialan emang nih Anya!" gumam Alex dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2