Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 76. Siapa dia


__ADS_3

Joshua tampak mondar-mandir di lorong sekolah dan tengah berpikir bagaimana caranya untuk bisa menyingkirkan Alex, karena hanya itulah satu-satunya cara bagi Joshua bisa mendekati Keisha lagi. Dengan kematian Alex, maka Keisha pasti tidak akan bisa lagi bersama suaminya itu. Dan bukan tidak mungkin, Keisha dapat berpaling ke hatinya lalu menerima cintanya.


Meski itu semua sangat kecil kemungkinannya, namun Joshua tetap berharap Keisha mau menerima cintanya dan melupakan Alex. Tentu saja Joshua butuh usaha yang ekstra untuk melakukan itu semua demi mewujudkan mimpinya, karena Alex tak akan semudah itu dapat dihabisi olehnya. Apalagi, Alex dikenal sebagai orang yang kuat dan memiliki banyak sahabat di luar sana.


Disaat yang sama, Shella muncul kembali di hadapan pria itu dan tersenyum ke arahnya. Shella sengaja menggoda Joshua agar mau mengulang kembali aksi mereka tadi pagi, karena jujur Shella sangat menikmati semua itu. Namun amat berbeda dengan Joshua, ya pria itu sama sekali tak ingin kejadian tadi terjadi kembali dan menganggap semuanya hanya kesalahan belaka.


"Halo Joshua! Ih gue lihat-lihat lu makin ganteng aja deh, ikut gue yuk ke apart!" ucap Shella.


Joshua melongok dibuatnya, perkataan dan ajakan Shella barusan sungguh di luar dugaannya karena baru kali ini ada gadis yang terang-terangan berani mengajaknya pergi ke apartemen berdua. Tentu saja hal itu sangat memancing gairah kelelakian Joshua, ia tidak bisa jika dianggap remeh oleh Shella yang terus saja menggodanya.


"Lo mau apa sih sebenarnya? Lo pengen gue perkosa beneran, ha? Nanti giliran gue gituin aja nangis darah lu!" kesal Joshua.


"Gak bakal lah, Jos. Gue itu lagi pengen coba cari cara buat lupain Alex, makanya gue deketin lu. Soalnya kita kan punya masalah yang sama nih, sama-sama ditolak orang yang kita cintai!" ucap Shella semakin mendekati pria itu.


"Jangan kira kalau gue bakal kegoda sama lu ya, Shella! Gue mungkin bisa aja ngelakuin hal itu, tapi tanpa dasar cinta atau perasaan apapun. Gue cuma pengen lampiaskan gairah gue," ucap Joshua.


"It's okay, kita fwb-an aja gimana? Friend with benefit?" usul Shella.


Lagi-lagi Joshua terkejut dengan usulan yang dilontarkan Shella, sepertinya gadis itu memang tidak main-main ingin tidur bersamanya. Ia sungguh bingung apa sebenarnya yang membuat Shella begitu ingin melakukan itu padanya, padahal banyak lelaki yang lebih tampan dan perkasa dibanding dirinya untuk dapat merenggut kesucian gadis itu.


"Kenapa lu pengen banget main sama gue sih, ha?" tanya Joshua penasaran.


Bukannya menjawab, Shella justru berjalan lebih dekat mengitari tubuh Joshua dan perlahan memberikan sentuhan di area tubuh lelaki itu. Shella sepertinya sengaja hendak memancing gairah di tubuh Joshua, agar pria itu mau menuruti kemauan yang ia katakan tadi. Namun, tampak Joshua tak menggubris dan hanya terdiam santai.


"Gue cuma bosan aja sama kehidupan gue yang sekarang, gue pengen ada tantangan lebih gitu. Lu mau ya jadiin gue partner ranjang lu?" bujuk Shella.


Joshua menggeleng dan mencengkram telapak tangan Shella dengan kuat seraya menatap tajam ke arahnya, pria itu benar-benar tegas menolak keinginan Shella tadi. Biar bagaimanapun, Joshua bukan lelaki yang liar seperti itu dan ia juga tidak pernah bermain dengan wanita sebelumnya. Meski, Joshua akui pesona Shella cukup menggodanya.


"Dengar ya Shella, gue gak mau menjalin hubungan apapun sama lu! Mau itu fwb atau apa kek, intinya gue ogah! Sana deh lu pergi, jangan pernah deketin gue lagi!" sentak Joshua.


Shella sampai terkejut dan membelalakkan matanya, ia tak menyangka Joshua akan mengusir dan membentaknya seperti itu.

__ADS_1




Disisi lain, Keisha masih terdiam bingung dan tak tahu harus menjawab apa pada suaminya saat ini. Keisha belum percaya kalau Alex akan tega menuduh yang tidak-tidak padanya, Keisha pun sangat sedih dan heran mengapa Alex bisa menduga hal yang tak mungkin itu. Padahal, sudah jelas kalau Keisha hanya berhubungan dengan pria itu dan tak ada orang lain lagi.


Alex sendiri sebenarnya belum bisa percaya seratus persen pada perkataan sahabatnya, tetapi ia hanya ingin memastikan melalui Keisha langsung dan mendapatkan jawaban pasti. Biar bagaimanapun, Alex tetap harus mencari tahu sendiri apakah benar istrinya menjalin hubungan dengan lelaki lain selama ia pergi ke luar negeri.


"Kalau kamu diam begitu, aku justru jadi makin curiga loh. Kamu mending jujur deh, siapa sebenarnya ayah dari anak yang kamu kandung itu! Aku atau bukan?" ucap Alex.


Keisha kembali menatap tajam ke arah suaminya, betapa geramnya ia mendengar pertanyaan yang diajukan Alex barusan. Wanita itu menggelengkan kepalanya, rahangnya bergetar dan juga kedua tangannya sudah terkepal erat. Keisha begitu emosi, ia tak menyangka suaminya tega berpikiran hal seperti itu dan menyakiti hatinya.


"Kamu sebenarnya sayang sama aku atau enggak sih, mas? Kenapa kamu tega punya pikiran kayak git tentang aku? Apa kamu kira aku ini sama kayak kamu yang suka mainin perasaan wanita? Enggak mas, aku ini beda!" geram Keisha.


"Yaudah, kamu jelasin dong kenapa bisa kamu ada di mall sama laki-laki lain! Terus siapa laki-laki itu, ha?" ucap Alex tegas.


"Aku udah bilang kan mas, dia itu Revan. Dia orang yang sama yang udah tolong aku malam itu dari preman, tapi aku beneran gak sengaja ketemu sama dia di mall itu," jelas Keisha.


Keisha benar-benar heran dengan sikap suaminya saat ini, entah mengapa Alex begitu meragukan dirinya dan tidak mempercayai ucapannya. Keisha pun tak tahu lagi harus bagaimana, apalagi sikap Alex makin tidak bisa diberitahu. Karena kesal, Keisha memilih turun dari mobil itu dan berniat pergi sendiri tanpa bantuan sang suami.


"Loh loh, kamu mau kemana sayang? Hey Keisha, tunggu!" Alex berteriak panik dan berusaha mencegah istrinya meskipun gagal.


Keisha sudah lebih dulu turun dan berniat mencari taksi di jalan sekitar itu, namun Alex bergerak cepat mengejar wanita itu serta menahannya agar tidak pergi dari sana. Alex pun berhasil mencekal lengan Keisha, meminta istrinya itu menurut lalu terdiam sejenak disana bersamanya. Meski sudah amat kesal, tetapi akhirnya Keisha pun terdiam saja.


"Kamu itu kenapa pergi sih sayang? Harusnya kamu jawab pertanyaan aku tadi, bukan malah pergi kayak gini. Aku jadi makin curiga loh sama kamu, apa jangan-jangan kamu ada main di belakang aku ya?" geram Alex.


"Cukup ya mas! Kalau emang kamu gak percaya sama aku, yaudah minggir sekarang aku mau pulang aja ke rumah kakek!" sentak Keisha.


"Hah??" Alex tersentak mendengar perkataan istrinya.


__ADS_1



Revan tengah melaju di tengah jalan dengan mengendarai mobilnya, ia masih belum bisa melupakan Keisha dari pikirannya dan terus saja mengingat bayangan wanita itu di kepalanya. Sudah lama ia tidak bertemu kembali dengannya, sejak saat terakhir ia mengantar Keisha pulang ke rumahnya dan menemui orangtuanya.


Tanpa diduga, Revan tak sengaja melihat sosok yang mirip seperti Keisha di depan sana. Revan pun penasaran dibuatnya dan ingin tahu apa yang dilakukan Keisha disana, karena saat ini Keisha terlihat bersama seorang lelaki. Revan curiga kalau lelaki itu adalah seorang penjahat yang berniat buruk pada Keisha, maka Revan memutuskan berhenti sejenak lalu menghampiri mereka disana.


Setelah memarkir mobilnya di tempat yang pas, Revan pun bergegas turun lalu mendekat ke arah Keisha dan Alex berada. Pria itu langsung berteriak, kemudian menarik paksa tangan Alex dari Keisha sampai terlepas. Kehadiran Revan tentunya membuat sepasang suami-istri itu terkejut, mereka tak mengira jika Revan akan datang saat ini.


"Siapa lu? Jangan ikut campur urusan gue sama dia, mending lu pergi deh!" geram Alex.


"Saya gak akan biarin siapapun menyakiti perempuan seperti itu, tindakan anda sudah tidak pantas untuk dimaklumi! Saya hanya mau membela Keisha disini," ucap Revan tegas.


Alex terkejut, ia tatap tubuh pria di hadapannya itu dari atas sampai bawah tanpa ada yang terlewat satupun. Alex penasaran siapa dirinya itu, apalagi tampilan Revan yang rapih dan belum pernah ia temui selama ini. Sontak Alex bertambah emosi, ketika melihat Revan menggenggam tangan istrinya dengan erat di depannya sekarang.


Keisha sendiri juga tak percaya jika Revan akan datang saat ini, padahal ia tengah bertengkar dengan suaminya karena kedekatan ia dan Revan beberapa waktu lalu. Keisha pun bingung harus berbicara apa di hadapan suaminya sekarang, jika ia mengatakan pria di dekatnya ini adalah Revan maka pasti Alex akan bertambah emosi.


"Heh! Lo itu gak tahu apa-apa, jadi mending lu pergi deh dan jangan berani sentuh Keisha kayak gitu!" ucap Alex kesal.


Perlahan Alex maju mendekati mereka dan hendak mengambil kembali Keisha dari lelaki itu, tetapi Revan berhasil mendorong kasar tubuh Alex hingga nyaris terjatuh ke belakang. Keisha sampai terperangah dan berusaha melerai kedua pria itu agar tidak bertengkar, karena bagaimanapun Keisha tetap tak ingin terjadi sesuatu pada suaminya.


"Eee cu-cukup, kalian jangan bertengkar disini! Kamu juga lepasin tangan aku ya, kamu itu gak boleh main pegang-pegang tangan orang gitu aja dong!" ucap Keisha menarik lepas tangannya.


"Maaf Keisha, saya cuma gak mau kamu disakiti lagi sama laki-laki. Kamu ingat kan kejadian malam itu? Saya khawatir loh!" ucap Revan cemas.


"Kamu tenang aja! Dia ini suami aku, namanya mas Alex. Gak mungkin dia bakal nyakitin aku, jadi kamu bisa pergi sekarang dan jangan ikut campur masalah kami ya!" ucap Keisha menjelaskan.


"Nah, lu dengerin tuh kata Keisha! Gue ini suaminya, lu siapa sih main ikut campur aja!" geram Alex.


Revan terdiam, ia baru tahu kalau ternyata Alex itu adalah suami Keisha dan tadi ia sudah salah paham mengira Alex ingin melukai Keisha. Kini Revan tidak tahu lagi harus mengatakan apa, terlebih saat Alex bertanya padanya. Keisha sendiri juga tampak bingung, karena Alex terus saja mencecarnya dengan bertanya siapa Revan itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2