
Alex menginjakkan kakinya di atas sebuah gedung kosong yang tak ditempati, ia melihat ke sekeliling seolah mencari seseorang yang tengah ia tunggu saat ini. Pria itu tampak begitu emosi dan ingin segera bertemu dengan sosok orang yang telah menambah masalah di hidupnya, ya siapa lagi orang itu jika bukan Revan karena Revan lah yang sudah memperlihatkan foto itu kepada Keisha kemarin.
Sebelumnya, Alex telah lebih dulu mengirim pesan ke nomor milik Revan yang ia dapat dari istrinya. Tentu saja pesan itu berisi bahwa Alex mengajak Revan untuk bertemu disana, di atas gedung kosong yang sepi dan tidak ada orang. Alex ingin menyelesaikan semuanya saat ini juga, ia masih heran darimana Revan bisa mendapat foto itu dan mengapa juga Revan memberikannya pada Keisha.
Tak lama kemudian, Revan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan langsung menghampiri Alex seraya menegurnya. Sontak Alex menoleh ke asal suara, matanya memicing melihat sosok pria yang ia benci sekarang ada di hadapannya. Satu tangannya sudah terkepal kuat, tetapi Alex tak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan dan memilih mengajak Revan berdiskusi lebih dulu.
"Alex, ada apa kamu ajak saya ketemuan disini? Saya sampai rela meninggalkan kerjaan saya untuk bertemu kamu loh," tanya Revan penasaran.
"Gue gak perduli lu ninggalin pekerjaan atau apalah itu, yang gue mau sekarang lu jujur sama gue darimana lu dapat foto gue waktu lagi di bar! Terus, kenapa lu malah kasih lihat foto itu ke Keisha?" ucap Alex dengan tegas.
"Kenapa? Kamu tanya kenapa Alex? Harusnya kamu mikir dong, kenapa kamu tega nyakitin Keisha dan pergi sama perempuan lain di belakang dia? Jahat banget sih kamu Alex!" ucap Revan.
"Heh diem lu Revan! Lu gausah ikut campur urusan rumah tangga gue!" sentak Alex.
"Sorry Lex, tapi saya cuma gak mau Keisha terus disakiti sama kamu! Kalau kamu gak bisa menjaga dan membahagiakan dia, biar saya aja yang gantikan posisi kamu!" ucap Revan.
"Kurang ajar!" umpat Alex kesal.
Alex yang emosi mendekat dan hendak menghajar Revan seperti niatnya, tetapi kali ini semua itu lebih dulu diketahui oleh Revan yang langsung menahan setiap pukulan dari Alex. Revan bahkan berhasil mencengkram lengan Alex saat ini, membuat Alex tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan terlihat sangat kesal karenanya.
"Kamu gak bisa menyelesaikan setiap masalah kamu dengan emosi, Alex. Lagian kamu undang saya kesini untuk berdiskusi bukan?" ucap Revan.
"Aaarrrgghhh, gue gak mungkin bisa diskusi sama orang biadab kayak lu!" kesal Alex.
"Kenapa kamu bisa bicara begitu tentang saya, hm? Apa karena saya udah bocorin rahasia kamu ke Keisha, iya? Itu semua wajar saya lakukan Alex, karena kelakuan kamu sangat buruk!" ucap Revan.
__ADS_1
"Ini masalah rumah tangga gue sama Keisha, lu itu cuma orang lain dan gak seharusnya lu ikut campur disini!" sentak Alex.
Alex pun menarik tangannya dan berhasil lepas dari cengkraman Revan, kini perkelahian kembali terjadi karena Alex terlihat begitu emosi sampai tidak ingin memberi kesempatan bagi Revan untuk membalas setiap pukulan darinya. Alex terus menyerang Revan secara membabi buta, hingga ia berhasil membuat Revan terjatuh karena kewalahan.
Bruuukkk
"Rasain tuh, ini balasan buat orang yang suka ikut campur masalah rumah tangga orang lain!" ucap Alex dengan tegas.
Setelah itu, Alex memilih pergi dari sana meninggalkan Revan begitu saja yang dalam keadaan terluka dan terkapar di atas gedung sembari memegangi dadanya yang terasa sakit akibat terkena pukulan serta tendangan bertubi-tubi dari Alex tadi.
"Haish, kamu gak tahu aja Lex. Bukan saya yang harusnya kamu takuti, tapi sahabat kamu. Dia yang sudah berkhianat dari kamu!" batin Revan.
•
•
"Oi, bengong aja nih cakep-cakep!" Lana spontan terkejut saat dikagetkan dengan kemunculan Zikri disana yang langsung mengecup pipinya dan juga menepuk pundaknya.
Lana benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan ia rasakan, pipinya saat ini masih terus ia pegangi sambil menatap heran ke arah Zikri. Ya gadis itu seperti belum percaya seratus persen bahwa baru saja Zikri mencium pipinya secara tiba-tiba, tentu hal itu adalah sesuatu yang mustahil dilakukan oleh seorang pria tampan seperti Zikri kepada seorang gadis cupu seperti Lana.
"Zikri, kamu ngapain barusan? Beneran kamu cium pipi aku?" tanya Lana pada pria itu dengan wajah penasarannya dan mulut yang terus menganga.
"Iya dong, abisnya lu bengong aja. Ini kan jam istirahat, kenapa lu malah duduk sendirian di lorong kayak gini? Kantin aja yuk, gue yang traktir deh kali ini!" ucap Zikri dengan ramah.
"Hah? Kamu mau traktir aku, serius?" Lana sungguh terkejut dan melongok lebar dibuatnya.
__ADS_1
Zikri menganggukkan kepalanya secara perlahan, ia coba meyakinkan pada Lana kalau saat ini ia sedang tidak berbohong. Zikri memang hendak mengajak gadis itu pergi ke kantin, namun tampaknya Lana masih sulit untuk mempercayai semua itu. Wajar saja jika Lana begitu, pasalnya sebelum ini Zikri selalu saja bersikap cuek padanya.
"Serius dong Lana, yakali gue bohong sama lu! Buruan ayo kita ke kantin, sebelum nanti tempatnya penuh terus kita gak kebagian tempat duduk deh!" ucap Zikri meyakinkan gadis itu.
"Hm, i-i-iya deh aku mau. Aku kebetulan juga lagi pengen makan spaghetti," ucap Lana.
"Wah pas banget tuh, ayo dah gue traktir lu spaghetti sebanyak-banyaknya! Asalkan lu mau temenin gue ke toko sepatu nanti siang," ucap Zikri.
Lana mengernyitkan dahinya, "Toko sepatu?" tanyanya dengan wajah bingung.
"Iya, gue pengen beli sepatu basket baru. Gue rasa gue butuh saran dari lu, karena lu kan yang selama ini selalu perhatiin gue," jawab Zikri santai.
Deg
Lana sampai terbelalak mendengar kata-kata yang keluar dari mulut lelaki itu, ternyata selama ini Zikri menghargai setiap perhatian yang diberikan olehnya. Padahal, Lana mengira jika Zikri sama sekali tidak perduli padanya. Namun, sekarang Zikri lah yang mengatakan sendiri kalau Lana adalah orang paling perhatian dan selalu memperhatikannya.
Lana tak tahu harus mengekspresikan dirinya seperti apa saat ini, ia benar-benar bahagia dan rasanya ia ingin berteriak saat itu juga untuk melampiaskan semua perasaan bahagianya disana. Lana yang awalnya murung karena merasa perhatian darinya tak dianggap, kini berubah drastis dan semakin yakin kalau Zikri juga perduli terhadap dirinya.
"Yaudah, buruan ayo kita ke kantin! Kenapa lu malah jadi bengong kayak gitu, mikirin apa sih?" ucap Zikri kembali menegurnya.
Lana menggeleng saja sebagai jawaban, ia justru tersenyum dan mengikuti kemauan Zikri untuk pergi ke kantin bersamanya. Lagi-lagi jantung Lana berdegup sangat kencang, berada di dekat orang yang ia sukai sungguh amat menegangkan. Apalagi, Zikri adalah sosok lelaki tampan dan dikagumi oleh banyak wanita di sekolah tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1