
Keisha pun kembali ke kelasnya setelah berhasil lepas dari terkaman Alex, ya bel masuk tadi telah menyelamatkan Keisha dari buasnya hasrat Alex yang menggebu-gebu itu. Sehingga Keisha tidak perlu kelelahan di pagi hari yang indah ini, apalagi wanita itu juga harus bersekolah dan belajar di kelasnya bersama yang lain.
Sesampainya di kelas, tampak Tasya langsung menghampiri Keisha yang baru tiba itu dengan wajah penasaran. Ya Tasya ingin tahu apa yang terjadi pada Keisha, dan apa sebenarnya yang membuat Alex sampai semarah itu. Tasya pun segera meminta Keisha untuk duduk, agar ia bisa bertanya lebih leluasa pada Alex.
"Kei, tadi lu diapain aja sama si Alex? Dia kok bisa semarah itu sih, emangnya lu ngelakuin kesalahan apa coba sama dia?" tanya Tasya penasaran.
Keisha tergelak dibuatnya, "Ahaha, gue gak diapa-apain kok. Ya emang sempat tadi Alex marah besar sama gue gara-gara gue ketahuan kasih bunga ke cowok lain, tapi semuanya udah selesai kok dan gue aman," jelasnya.
"Hah apa? Lo kasih bunga ke cowok lain, gimana ceritanya sih Kei? Lo ini macam-macam aja deh, lu lupa ya kalau lu itu ceweknya Alex Grissham yang galak itu?" kaget Tasya.
"Yeh yakali gue lupa, gue tuh gak sengaja kali kasih tuh bunga tadi," ucap Keisha.
"Maksudnya gimana sih? Kok gue masih kurang paham ya sama ucapan lu?" tanya Tasya lagi.
"Hadeh, jadi tuh tadi gue kan dikasih bunga sama si Zayn. Nah karena gue gak tahu harus diapain tuh bunganya, yaudah gue kasih aja ke Azhar. Eh ternyata Alex malah tahu," jelas Keisha.
"Oalah, bunga itu tuh dari si Zayn? Tapi bentar deh, bukannya dia cuma kasih kue ya ke lu? Kok ini sama bunga juga?" heran Tasya.
"Iya gitu deh, Zayn kasih gue bunga sekaligus sama kue. Bunganya gue kasih ke si Azhar, terus kuenya kan kita makan sama-sama tadi," ucap Keisha.
"Ya ampun, rumit banget ya masalah cewek cantik! Untung aja gue gak cantik banget kayak lu, bisa berabe nanti kalau gue direbutin juga sama banyak cowok!" sarkas Tasya.
"Hahaha, iyain aja deh Sya!" kekeh Keisha.
Keduanya saling berbalas tawa saat ini, tapi tiba-tiba saja kepala Keisha mendadak terasa pusing disertai nyeri yang amat sangat. Wanita itu pun reflek memegangi kepalanya, ia juga bersandar pada kursi bermaksud mengurangi rasa sakitnya. Tentu Keisha tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, sebab sedari tadi ia merasa baik-baik saja.
"Aduh! Gue ini kenapa ya? Kok mendadak kepala gue pusing banget kayak gini?" gumam Keisha di dalam hatinya, ia merasa bingung dengan apa yang menimpanya saat ini.
Tasya yang tepat berada di dekatnya, turut merasa panik kali ini. Ya gadis itu tak mengerti mengapa tiba-tiba Keisha mengerang kesakitan seperti itu, padahal tadi Keisha terlihat baik-baik saja dan tidak ada sesuatu apapun yang menunjukkan bahwa Keisha sedang mengalami sakit.
"Eh Keisha, lu kenapa? Duh, gimana nih?" ujar Tasya terlihat sangat panik mencemaskan kondisi sahabatnya.
"Awhh, kepala gue sakit banget Sya! Gue juga gak tahu kenapa nih," jawab Keisha lirih.
"Waduh gawat! Kayaknya lu harus dibawa ke UKS deh, ayo gue antar lu ya!" ucap Tasya mengusulkan.
Keisha mengangguk saja, kali ini ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit di kepalanya yang menyerang secara tiba-tiba itu. Akhirnya Keisha pun dibantu oleh Tasya untuk berdiri dan melangkah ke luar dari kelasnya, tak lupa juga Tasya meminta izin pada ketua kelas disana kalau dirinya akan membawa Keisha ke UKS dan tentu tidak bisa mengikuti pelajaran pertama.
•
•
Kriiingg Kriiingg
Bel istirahat berbunyi, Alex dengan cepat keluar dari kelasnya lantaran sudah berjanji untuk mengajak Keisha ke kantin bersama-sama. Tanpa banyak berpikir lagi, Alex segera pergi menuju kelas wanitanya yang letaknya memang agak jauh dari kelasnya itu. Pria itu sengaja pergi seorang diri, karena memang ia berniat memiliki waktu berduaan bersama sang istri saat ini.
Baru saja beberapa langkah menaiki tangga, tiba-tiba saja Alex bertemu dengan Tasya yang kebetulan juga tengah menuruni tangga seperti tergesa-gesa. Sontak Alex mencegat gadis itu dengan tubuhnya, ya lalu ia bertanya mengenai Keisha kepada gadis itu karena dia memang merupakan sahabat dekat dari istrinya itu.
"Eh Sya, lu kok sendiri? Keisha mana? Kenapa gak ikut turun sekalian? Gue lagi cari dia nih," tanya Alex terheran-heran.
"Eee Keisha gak ada di kelas, Lex. Dia aja gak ikut pelajaran pertama sama kedua tadi," jawab Tasya.
"Apa? Loh terus Keisha kemana dong? Kok bisa dia sampai gak ikut pelajaran pertama dan kedua, emangnya dia kenapa Sya?" tanya Alex cemas.
"Tenang dulu Lex! Keisha sekarang ada di UKS, tadi pagi tuh pas abis ketemu sama lu tiba-tiba aja dia ngerasa sakit gitu di kepalanya. Yaudah, sebagai teman yang baik ya gue bawa dia ke UKS buat diobatin," jelas Tasya.
__ADS_1
"Oh gitu, okay thanks ya Sya. Kalo gitu gue mau jenguk dia di UKS deh," ucap Alex.
"Eh tunggu Lex, gue ikut!" pinta Tasya.
"Gausah, lu istirahat aja sana! Keisha biar jadi urusan gue, karena gue suaminya!" tolak Alex.
"I-i-iya Lex..."
Tasya hanya bisa mengangguk pasrah kali ini, ia menuruti saja perintah Alex untuk tidak ikut ke UKS bersamanya. Ya setelah itu, Alex pun pergi dari sana dan cepat-cepat menuju UKS untuk melihat kondisi istrinya. Sedangkan Tasya sendiri, memilih pergi ke kantin seorang diri tanpa ada yang menemani. Memang begini lah hidup juga tidak adanya sosok sahabat, kita akan merasa kesepian dan kesunyian.
Namun, langkahnya terhenti saat di luar dugaan Rizky muncul dan mencegat dirinya. Tasya pun tidak bisa kemana-mana saat ini, gadis itu terpaksa berhenti karena memang tidak ada jalan lagi. Terlihat gadis itu begitu kebingungan menatap Rizky dengan kening mengernyit, tak biasanya memang Rizky bertingkah seperti itu padanya.
Kini Rizky melangkah lebih mendekat ke arahnya dengan senyum yang terus merekah, membuat Tasya lagi-lagi semakin terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri. Lalu, tampak Rizky menyodorkan segelas minuman yang dia pegang itu kepada Tasya. Sepertinya Rizky berniat memberikan minuman itu padanya, namun Tasya masih terlihat kebingungan saat ini.
"Lo ngapain sih kak? Gue heran deh sama lu, gak berhenti-henti ya lu gangguin gue. Sebenarnya lu itu maunya apa, ngapain coba pake kasih minuman begini ke gue?" heran Tasya.
Rizky terkekeh dibuatnya, "Hahaha, ini spesial buat kamu Tasya. Teruntuk wanita tercantik di sekolah ini, sekaligus wanita yang telah berhasil menggetarkan hatiku. Aku sengaja beliin minuman ini buat kamu, karena aku tahu ini kesukaan kamu," ucapnya.
"Hah? Ya gue emang suka red velvet sih, tapi kan gak mesti lu beliin juga buat gue kayak gini. Gue bisa beli sendiri kok nanti," ucap Keisha.
"Eh gak perlu, kan ini udah ada. Mending lu ambil aja ini, terus ikut sama gue kita makan sama-sama di kantin! Gue bakal traktir lu deh Sya, demi memperlancar pdkt gue!" tawar Rizky.
Tasya menggeleng keheranan, "Lo tuh maunya apa sih, kak? Tadi ngomong pake aku kamu, sekarang malah jadi gue-elu," cibirnya.
"Hah? Oh iya ya, gue cuma mau ngikutin lu aja sih. Kayaknya lu lebih suka kalau kita ngobrol pake gue-elu kan?" ucap Rizky sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Gadis itu pun reflek mengedarkan bola matanya, lalu mengambil nafas sejenak dan pergi lebih dulu melewati pria di dekatnya itu. Rizky tak semudah itu menyerah, ia bergegas mengejar Tasya serta terus berusaha membujuk Tasya untuk mau pergi ke kantin bersamanya.
•
•
Setelah berhasil menemukannya, Alex pun mendekat seraya menyapa istrinya itu dengan nada panik. Ya Keisha sontak terkejut, sekaligus tak menyangka jika Alex akan datang secepat ini. Padahal tadinya Keisha mengira Alex mungkin tak akan datang menjenguknya, tetapi ternyata dugaannya salah dan Alex datang dengan tampang sangat panik mencemaskan dirinya.
"Sa-sayang, kamu gapapa kan? Aku panik banget loh waktu dengar kamu masuk UKS dari Tasya, katanya tadi kamu sakit kepala. Sekarang udah mendingan belum, hm?" tanya Alex cemas.
Senyum mengembang di kedua pipi wanita itu, ia sangat senang lantaran Alex tampak begitu perduli padanya. Bahkan, Alex secara terang-terangan menanyakan mengenai kondisinya saat ini dengan nada yang sangat cemas. Tentunya itu membuat Keisha bahagia, setelah hubungan mereka sempat merenggang sejak pernikahan paksa yang harus mereka lakukan beberapa waktu lalu itu.
"Hey, kenapa malah diam sih? Kamu gak bisa jawab pertanyaan aku? Apa kamu jadi bisu juga sekarang?" heran Alex.
Keisha terkejut lalu sontak memukul lengan suaminya dengan kasar, "Ih sembarangan ngatain aku bisu! Aku masih bisa ngomong tahu, dasar nyebelin!" ucapnya kesal.
"Awhh aduh! Ya maaf sayang, abisnya kamu malah diam aja tadi gak jawab pertanyaan aku!" rintih Alex.
"Aku tuh bukannya gak mau jawab, tapi aku lagi kagum sama kamu sayang. Aku gak nyangka kalau kamu tuh perhatian banget sama aku, ternyata suamiku ini masih bisa cemas juga ya sama istrinya!" ucap Keisha tersenyum menggoda.
"Ya iyalah sayang, suami mana sih yang gak cemas sama istrinya? Apalagi kamu kan jarang sakit begini, ya cemas lah aku. Terus gimana kondisi kamu, udah membaik kan?" ucap Alex.
Keisha manggut-manggut sambil tersenyum, "Iya udah Lex, aku baik-baik aja kok!" ucapnya.
Alex dapat bernafas lega kali ini, "Oh syukurlah, aku ikut senang dengarnya! Lain kali kalau ada apa-apa, kamu tuh kasih tahu aku lah sayang!" ucapnya.
"Iya Lex iya, aku minta maaf ya?" bujuk Keisha.
Alex mengangguk dan tersenyum, tidak bisa rasanya ia marah kepada istrinya yang sedang sakit itu. Justru kini ia menunduk dan mengecup kening serta kedua pipi Keisha secara bergantian, yang tanpa diduga membuat kepemilikan Alex mengeras di bawah sana. Entah mengapa setiap kali bersentuhan dengan Keisha, milik Alex itu selalu saja berdiri dan sulit untuk dikontrol.
__ADS_1
"Akh sial! Kenapa mesti berdiri di waktu yang gak tepat coba?" geram Alex lirih.
"Hah? Apanya yang berdiri Lex?" celetuk Keisha.
"Eee sayang, kamu mau gak kira-kira kalau aku minta buat puasin si Joni di bawah sana?" tanya Alex dengan wajah memelas sembari melirik ke bagian bawah miliknya.
Seketika Keisha tersentak, reflek ia mencubit lengan suaminya untuk melampiaskan kekesalannya itu. Alex merintih, tetapi tetap bersikeras memohon pada Keisha agar mau memuaskan miliknya saat ini dan berkata tidak akan lama. Keisha terus menolak, tapi pada akhirnya wanita itu tidak bisa apa-apa karena Alex yang terus saja memaksanya.
"Lex, kamu beneran mau ngelakuin itu disini? Kalau nanti ada yang lihat gimana?" tanya Keisha cemas.
"Tenang sayang, aku sudah kunci semua ruangan disini kok. Kamu gak perlu khawatir, cukup diam dan nikmati!" ucap Alex sensual.
Gleekk
Keisha menelan saliva nya begitu mendengar ucapan Alex barusan, ya kini wanita itu hanya bisa pasrah menerima ajakan Alex yang ingin dipuaskan disana. Meski tubuhnya masih lemas, namun Keisha tetap menguatkan diri demi bisa membuat suaminya itu bahagia dan terpuaskan.
•
•
"Ahhh.... ahhh...."
Rintihan keras terdengar dari mulut Keisha, wanita itu masih setia dan pasrah mendapat hujaman dari suaminya itu. Berkali-kali Keisha sudah keluar, tetapi hingga kini Alex masih belum mendapat kepuasan untuknya. Ya sehingga tentu saja Alex tak akan berhenti memompa tubuhnya di bawah sana, dan Keisha hanya bisa merintih terus-menerus menahan tubuhnya yang semakin terasa lemas.
"Ahh Lex, aku mohon cukup! Aku lelah banget, tubuh aku masih lemas. Kalau kamu terus giniin aku, nanti aku makin sakit loh!" pinta Keisha.
"Aaarrrgghhh sebentar lagi sayang! Kamu tahan ya!" teriak Alex sembari menjambak rambut istrinya.
Keisha pun tersentak mendapati perlakuan pria itu, ia mencengkram sprei dengan kuat menahan dirinya dari gempuran habis-habisan yang dilakukan sang suami. Alex mempercepat temponya, mengejar kepuasan yang sebentar lagi akan tersalurkan.
Dan ya, akhirnya pelepasan itu pun tiba. Alex menyemburkan benihnya ke dalam milik Keisha sangat banyak, membuat pria itu langsung lemas dan tergeletak di samping tubuh sang istri. Nafas keduanya terengah-engah, namun Alex masih dapat tersenyum memandangi wajah istrinya yang terlihat begitu kelelahan dan berkeringat itu.
"Haaahhh haaahhh, kamu nikmat banget sayang! Ini dia yang aku mau dari tadi pagi," ujar Alex.
"I-i-iya, tapi kamu kelewatan tau Lex! Aku lagi sakit masih aja digas gitu, kalau aku makin sakit nanti gimana!" protes Keisha.
"Ahaha, maaf sayang. Kan tadi aku udah tanya ke kamu, kamu udah baikan apa belum. Terus kamu jawab udah, yaudah berarti gak masalah dong kalau aku genjot kamu?" kekeh Alex.
"Ish, tapi gak gitu juga kali sayang. Kamu mah yang ada bikin aku makin lemes tau!" kesal Keisha.
"Yaudah maaf, udah kamu kan bisa istirahat tuh sekarang! Jangan marah-marah ah nanti cepat tua loh, lagian kan aku udah selesai nih mainnya! Dah puas juga si Joni berhasil tembakin benihnya ke rahim kamu," ucap Alex terkekeh kecil.
"Duh, tadi kamu keluar di dalam ya Lex? Kamu gak mikir apa kalau aku bakal hamil? Aku ini masih sekolah kelas sebelas Lex, aku belum mau hamil tau!" ucap Keisha tampak kesal.
"Gapapa, kan kamu hamil juga karena udah nikah sama aku, bukan yang hamil di luar nikah. Jadi, kamu gak perlu malu dong sayangku cintaku! Justru seharusnya kamu tuh bangga, karena kamu bakal punya anak!" ucap Alex meyakinkan istrinya.
"Huft, tapi aku belum siap sayang. Gimana kalau aku nanti dicibir sama orang-orang disini?" ujar Keisha dengan wajah cemberut.
Alex tersenyum dan berniat kembali mengecup bibir istrinya, tapi tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang hendak dibuka dari luar dan tentu saja membuat keduanya panik. Ya terlebih kini kondisi mereka masih tak berbusana, terutama Keisha yang polos tanpa sehelai benangpun karena Alex melepas semua seragam sekolahnya.
"Hah? Gimana nih sayang? Ada yang mau masuk tuh kesini," ujar Keisha panik.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1