
Keisha tiba di halaman rumah kakeknya, ia turun dari taksi yang ia tumpangi bersama Kenzie yang ada dalam gendongannya itu. Sejujurnya Keisha juga tak mau pergi kesana saat ini, tapi ia tak tahu harus kemana lagi selain ke rumah kakeknya, sebab hanya sang kakek lah yang bisa membantunya sekarang. Apalagi, Keisha tahu kalau kakeknya itu bukanlah orang yang biasa dan merupakan sosok terkenal.
Sesampainya disana, Keisha pun bergegas pergi menuju ke dalam rumah sang kakek yang ada di depan sana. Saat ia hendak mengetuk pintu, tanpa diduga kakeknya keluar lebih dulu dan membuat Keisha merasa terkejut. Ya sama seperti Keisha, kini Bruce juga tampak heran melihat Keisha ada di depan rumahnya. Padahal, sudah jarang sekali Keisha datang kesana belakangan ini.
"Loh Keisha, kamu kesini sama siapa? Kok tumben kamu datang pagi-pagi begini, suami kamu mana?" tanya Bruce tampak penasaran.
"Hiks hiks.." Keisha tak bisa menahan air matanya lagi saat ini, ia menangis dan membuat Bruce makin heran dibuatnya. Apalagi, Keisha terlihat amat bersedih kali ini.
"Eh eh, ini kamu kenapa sayang? Ada apa?" Bruce benar-benar bingung dan tak mengerti.
"Yaudah, ayo masuk dulu! Kamu harus tenangin diri kamu, supaya kakek juga bisa bantu kamu! Kalau kayak begini terus, kakek kan gak tahu harus kayak gimana. Yuk kamu masuk ya sayang, kita duduk di sofa!" sambungnya.
"I-i-iya kek..." Keisha menurutinya.
Mereka pun sama-sama masuk ke dalam rumah, lalu Bruce meminta Keisha serta Kenzie untuk duduk di sofa dan menyuruh salah seorang pelayannya membuatkan minuman. Keisha masih terus menangis, sehingga Bruce sungguh tak mengerti apa yang terjadi pada cucunya itu saat ini.
"Sebenarnya kamu ada masalah apa sayang? Kakek masih gak ngerti loh ini, kamu datang-datang sambil nangis kayak gitu dan gak bicara apa-apa sama kakek," tanya Bruce terheran-heran.
"Umm, a-aku cuma mau numpang tinggal di rumah kakek ini sementara waktu. Kakek gak keberatan kan?" ucap Keisha dengan gugup.
Bruce tampak mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan maksud dari ucapan cucunya itu. Untuk apa Keisha meminta izin tinggal di rumahnya sementara waktu, padahal sudah jelas kalau Keisha saat ini telah memiliki suami. Bruce pun mulai berpikir keras, ia mengira bahwa Alex telah mencampakkan anak dan istrinya itu kali ini.
"Kamu diusir sama suami kamu, sayang? Alex yang melakukan itu, iya?" tanya Bruce memastikan.
__ADS_1
Keisha menggeleng, "Enggak kek, bukan begitu. Aku cuma mau tinggal sama kakek aja, gak ada masalah lain kok. Kakek jangan ngira yang aneh-aneh, percaya sama aku!" ucapnya mengelak.
"Tapi sayang, gak mungkin kalau kamu gak ada masalah sama Alex. Pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan, ayo cepat kamu cerita sama kakek! Si Alex itu udah lakuin apa ke kamu, ha? Cepat jawab!" ucap Bruce dengan kesal.
"Iya kek, aku janji bakal ceritain semuanya ke kakek. Tapi gak sekarang, aku harus bawa Kenzie ke kamar dulu kek," pinta Keisha.
"Oh ya, okay kamu boleh bawa Kenzie ke kamar. Tapi, abis itu langsung kembali ya!" ucap Bruce.
Keisha mengangguk sambil tersenyum, tanpa berlama-lama ia pun bangkit dan pergi membawa Kenzie menuju kamarnya. Sedangkan Bruce memilih tetap menunggu disana, pria itu masih sangat penasaran apa kiranya yang terjadi dengan Keisha dan Alex sampai Keisha terlihat sangat sedih begitu datang ke rumahnya tadi.
•
•
Alex pun terpaksa turun dari mobilnya untuk menemui mereka semua, meski ia masih bingung siapa dan apa niat mereka mengepungnya. Perlahan kini Alex bergerak mendekat ke arah mereka, tampak pemotor itu juga mulai membuka helm dan turun dari motor mereka masing-masing. Saat ini Alex terkepung, segerombolan wajah pemotor itu sama sekali tak dapat dikenali oleh Alex.
"Kalian semua mau apa? Gue gak ada urusan ya sama kalian, gue ini udah bukan anak geng motor liar lagi. Kalau kalian mau cari gara-gara sama gue, kalian salah orang!" ucap Alex.
"Ck, gausah banyak bacot lu!" sentak salah seorang dari mereka yang langsung menyerang Alex.
Alex terkejut, tapi masih dapat menghindar dan menangkis serangan tiba-tiba itu. Ia berlari ke arah yang lebih luas untuk bisa melawan mereka, paling tidak mengimbanginya karena jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dengannya. Alex sangat bingung, niatnya yang hanya ingin mencari istri dan anaknya kini justru mengalami penundaan.
Pertarungan mereka masih cukup sengit, meski berulang kali Alex terkena pukulan serta tendangan dari orang-orang itu. Alex tak kenal lelah, ia memang dikenal sebagai sosok pria tangguh yang mampu membuat lawan-lawannya tumbang. Alex juga sangat sulit untuk dikalahkan, sebab ia cukup ahli dalam beladiri dan menguasai persenjataan.
__ADS_1
Tapi yang namanya pengeroyokan, maka tak akan mudah bagi Alex untuk mengalahkan kumpulan orang misterius itu. Akibatnya, Alex terjatuh kali ini dengan memegangi bagian perut bawahnya yang terkena luka tusuk. Alex mengerang keras, ia semakin didekati oleh orang-orang itu yang kini bahkan menertawakan penderitaannya.
"Hahaha, mati lu Lex! Kali ini lu gak bisa selamat lagi dari ajal lu, kita semua bakal abisin lu disini. Mending lu ucapin kata-kata terakhir lu deh, karena lu gak akan bisa selamat dari kita semua!" ucap orang itu sambil terus tertawa.
"WOI BUBAR LO SEMUA SIALAN!" tiba-tiba saja, suara lantang dari arah belakang mengejutkan mereka semua. Disana lah tampak teman-teman Alex muncul, yang membuat mereka ketakutan.
"Sial! Ayo kita cabut, kita gak mungkin bisa menang lawan mereka kalo kumpul!" ujar si pengeroyok.
Tanpa basa-basi lagi, para pemotor yang tadi mengeroyok Alex pun pergi dan berlari dengan cepat meninggalkan tempat itu. Sontak teman-teman Alex juga berupaya mengejar mereka, tetapi tidak berhasil karena orang-orang itu sudah lebih dulu kabur menggunakan motor mereka.
"Lex, lu gapapa Lex? Perut lu terluka, kayaknya lu harus dibawa ke rumah sakit deh!" ucap Rizky.
"Akhh! Gausah, gue mau cari Keisha aja. Kalian mending pergi dari sini, biarin gue buat cari istri dan anak gue!" ucap Alex dengan susah payah.
"Gak mungkin kita tinggalin lu dalam kondisi kayak gini Lex, lu terluka parah. Udah lu nurut deh sama kita, biar gue bawa lu ke rumah sakit sekarang! Terus soal urusan Keisha dan anak lu, itu biar diurus sama Tio dan yang lain!" ucap Rizky.
"Iya Lex, kondisi lu juga penting. Kita semua gak mau lu kenapa-napa, gue janji sama lu kalau gue bakal temuin istri dan anak lu!" sahut Tio.
"Uhuk uhuk uhuk, oke gue percayain sama lu. Kabarin gue Tio!" ucap Alex sambil terbatuk.
Tio mengangguk patuh, sedangkan Rizky langsung membantu Alex berdiri bersama teman-temannya yang lain. Kini Rizky pun bergerak menuju mobil Alex yang terparkir di depan sana, lalu membawa Alex pergi menuju rumah sakit untuk segera mendapat penanganan dari dokter disana.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...