
Keisha yang sebelumnya berdebat dengan sang suami di depan unit apartemen karena kehadiran Anya, kini berhasil membawa Anya masuk ke dalam apartemennya dan mengajak Anya untuk berbincang bersamanya dengan duduk di sofa. Tak lupa Keisha membuatkan minuman untuk mereka, supaya obrolan kali ini bisa terasa lebih tenang dan Anya juga dapat menjelaskan semua yang terjadi saat ini.
Biar bagaimanapun, Keisha masih membutuhkan kesaksian dari Anya terkait hal yang terjadi antara Alex dan wanita itu kala mabuk di luar negeri. Keisha tak yakin jika apa yang dikatakan Alex mengenai hal itu adalah benar, sebab Alex telah banyak berbohong padanya dan sulit bagi Keisha untuk mempercayai ucapan Alex kalau pria itu tidak melakukan apa-apa bersama Anya di luar negeri kala berdua.
"Sayang, kamu kenapa maksa banget sih buat bawa Anya ke dalam sini? Aku kan udah bilang, Anya ini hama yang harus dibasmi! Tapi, kamu malah mau bersikap baik ke dia," ucap Alex kesal.
Keisha seolah tak memperdulikan ucapan Alex barusan, ia lebih memilih fokus menatap wajah Anya yang tepat berada di dekatnya. Keisha hanya ingin mendengar ucapan dari Anya, karena ka tahu kalau Anya tidak akan membohonginya. Namun, wajah ketakutan yang terpancar dari Alex membuat Anya semakin yakin kalau pria itu berbohong padanya.
"Kamu gak perlu takut kayak gitu kali Lex, jangan ketara banget kalau kamu lagi menyembunyikan sesuatu dari istri kamu! Kasihan loh Keisha, dia pasti nanti makin bingung dan salah kira ngeliat ekspresi kamu yang sekarang ini!" tegur Anya.
"Diam kamu Anya! Aku tahu rencana busuk kamu dibalik kedatangan kamu kesini, kamu pasti mau menghancurkan rumah tangga aku kan!" ucap Alex.
Anya menggeleng dibuatnya, "Ya ampun Alex, masih aja ya kamu tega mikir yang enggak-enggak kayak gitu sama aku! Padahal, aku datang kesini niatnya baik loh Lex," ucapnya mengelak.
"Aku gak perduli, kamu cabut sekarang dari tempat aku!" sentak Alex.
"Mas Alex cukup!" tiba-tiba saja, Keisha menyela dan melarang Alex yang hendak mengusir Anya dari apartemennya saat ini.
"Kenapa sih sayang? Kamu jangan belain dia, kamu salah kalau kamu lebih percaya dia!" ucap Alex.
Anya menghela nafasnya mendengar kata-kata yang dilontarkan Alex barusan, ia tahu betul betapa takutnya Alex akan kehadiran dirinya disana. Anya pun akan memanfaatkan semua ini, setidaknya untuk bisa mengancam pria itu. Pastinya Alex tak mau jika Keisha mengetahui berita mengenai mereka yang sudah pernah tertidur bareng, dan Anya memiliki bukti berupa foto untuk itu.
"Justru aku salah kalau aku percaya sama kamu, mas. Kamu itu lebih banyak bohongnya selama ini, dan kamu selalu bikin aku menderita! Aku harap kamu gak lupa soal itu!" ucap Keisha tegas.
Alex terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa, ia paham mengapa Keisha berkata seperti itu karena selama ini ia memang banyak membohongi Keisha dan membuat wanita itu merasa kesal dengan kebohongan yang ia perbuat. Andai saja Alex bisa lebih bersikap jujur, maka mungkin Keisha akan lebih percaya padanya saat ini.
"Kenapa kamu diam sekarang, mas? Kamu baru sadar ya kalau kamu sering nyakitin aku?" heran Keisha.
"Eee...."
Tak ada yang bisa dilakukan Alex saat ini, pria itu benar-benar syok dan hanya dapat mengalah dengan apa yang dikatakan Keisha. Alex juga memaklumi semua ucapan Keisha padanya, karena ia sadar kalau selama ini ia selalu menyakiti Keisha dan tidak pernah membahagiakan wanita itu.
•
•
Singkat cerita, Keisha berhasil membawa Anya menuju tempat yang sepi dan hanya ada mereka berdua disana. Keisha ingin berbincang berdua dengan Anya saat ini, lalu meminta penjelasan dari wanita itu terkait peristiwa bersama Alex. Keisha yakin jika Anya dapat berkata jujur, ia juga yakin Anya akan memberikan informasi yang akurat padanya.
Keisha sudah muak dengan kebohongan yang terus-menerus dilakukan suaminya, apalagi Alex telah berulang kali melakukan itu dan membuat hidupnya amat menderita. Namun, Keisha juga bingung karena ia selalu saja memaafkan pria itu dan tidak pernah bisa terlalu lama bermusuhan dengan suaminya selama ini.
"Anya, aku harap kamu bisa jujur sama aku sekarang! Kamu jawab pertanyaan aku, apa yang udah kamu lakukan sama suami aku sewaktu di NY dulu?" ucap Keisha bertanya dengan tegas.
Anya tersenyum dibuatnya, "Kamu yakin mau tahu soal itu Keisha?" ucapnya memastikan.
"Iya Anya, aku udah penasaran banget mau tahu kejadian itu. Abisnya mas Alex gak pernah mau jujur sama aku, dia selalu aja berkelit," ujar Keisha.
"Oh gitu, sabar aja ya Keisha! Gak mungkin dong Alex mau jujur ke kamu soal itu," ucap Anya.
Keisha mengangguk setuju dengan perkataan yang dilontarkan Anya barusan, ia tahu bahwa Alex tidak mungkin mau berkata jujur padanya. Itu sebabnya Keisha saat ini menemui Anya, karena pastinya hanya Anya yang dapat menjelaskan padanya terkait kejadian malam hari itu dimana Alex dan Anya mabuk dalam satu ruangan yang sama.
"Kalau gitu kamu sekarang yang jujur sama aku, kasih tahu aku apa yang udah kalian perbuat selama kalian mabuk malam itu!" ucap Keisha meminta.
"Umm, ya kalau kamu mau tahu okay aku akan kasih tahu semuanya secara jujur sama kamu. Tapi, aku mohon tolong ya kamu jangan kaget atau pingsan nanti setelah dengarnya!" ucap Anya.
"Tenang aja, aku pasti bakal kuat kok!" ucap Keisha.
Setelah merasa yakin bahwa Keisha tidak akan kenapa-napa mendengar jawaban darinya, Anya pun akan memulai aksinya untuk bisa membuat Keisha cemburu dan yakin padanya kalau ia serta Alex pernah saling berhubungan. Pastinya Keisha akan semakin membenci Alex, lalu hubungan rumah tangga mereka bisa semakin memburuk.
Keisha yang sudah tidak sabar terus mencecar Anya dengan berbagai pertanyaan, ia merengek meminta Anya untuk segera menceritakan semuanya. Sampai saat ini, Keisha akui memang kalau ia sangat penasaran mengenai kejadian malam itu. Entah mengapa Keisha yakin sekali kalau Anya dan Alex pernah berhubungan badan selama mabuk.
__ADS_1
"Okay Keisha, aku akan cerita semuanya sekarang. Malam itu aku emang mabuk bareng sama Alex, lalu setelahnya aku dan Alex pergi ke kamar vip untuk melakukan hal itu," ucap Anya berbohong.
Deg
Keisha begitu syok dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Anya barusan, ia benar-benar terkejut kala Anya menjelaskan bahwa dia memang sudah pernah berhubungan dengan Alex selama mereka berada di luar negeri. Tetes air mata mulai muncul membasahi pipinya, Keisha amat sedih tentu mendengar langsung jawaban dari Anya.
"Ka-kamu gak lagi bohong sama aku kan, Anya?" ucap Keisha coba memastikan.
Anya mengangguk perlahan, "Beneran Keisha, buat apa coba aku bohong sama kamu? Aku udah kumpulin banyak keberanian loh ini buat cerita ke kamu, karena ya aku juga gak mau kamu dibohongi terus sama suami kamu itu," ucapnya.
"Tapi, kenapa mas Alex yakin banget kalau kalian gak pernah ngapa-ngapain? Memangnya malam itu mas Alex gak sadar ya?" tanya Keisha lagi.
Anya terdiam bingung, ia memikirkan alasan yang tepat untuk bisa menjawab pertanyaan itu.
•
•
Sementara itu, Alex sendiri masih menunggu Keisha kembali bersama Anya sehabis kedua wanita itu berbincang berdua di tempat yang agak jauh. Alex sungguh khawatir dan tampak begitu cemas, ia tak mau jika Anya sampai menghasut Keisha lalu membuat Keisha lebih percaya pada perkataan Anya dan malah semakin membencinya.
Alex juga bingung dan tak tahu harus bagaimana untuk bisa meyakinkan Keisha, pasalnya Keisha sudah terlanjur emosi dan membencinya. Apalagi, Alex telah banyak bertindak hal-hal yang di luar nalar seperti membohongi wanita itu. Namun, untuk yang kali ini Alex memang tidak berbohong karena ia yakin kalau ia tak pernah berbuat apa-apa dengan Anya di malam itu kala ia jatuh mabuk.
"Huft, Keisha kenapa kamu lebih percaya sama Anya sih dibanding aku yang suami kamu? Apa segitu buruknya aku di mata kamu, ha?" gumam Alex tampak kacau dan kebingungan.
Disaat yang sama, Alex terkejut dengan kemunculan Rizky secara tiba-tiba di apartemennya dan tersenyum ke arahnya saat ini. Alex pun terlihat bingung dengan kehadiran Rizky disana, apalagi Rizky juga tampak tersenyum menatapnya. Padahal, Alex tak merasa pernah mengajak Rizky untuk datang berkunjung ke rumahnya seperti sekarang.
"Lex, untung aja lu ada di apartemen sekarang! Gue jadi gak perlu susah-susah buat cari lu lagi, karena gue punya banyak informasi yang penting nih. Gue yakin lu pasti suka banget deh!" ucap Rizky.
Alex mengernyitkan dahinya, "Maksud lu apa? Emang informasi apa sih yang mau lu kasih ke gue, ha?" tanyanya penasaran.
"Eee..."
Rizky terlihat memikirkan sejenak sebelum mulai berbicara pada Alex saat ini, pasalnya ia khawatir Alex akan terkejut dan dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan olehnya. Informasi yang akan ia berikan kali ini memang sangat penting dan menyangkut hubungan rumah tangga Alex dengan Keisha, sehingga Rizky harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi tersebut pada Alex.
Tak lama kemudian, Rizky menunjukkan ponsel miliknya di hadapan Alex sambil bersiap menyetel rekaman suara yang ia ambil dari mulut Anya. Dengan rekaman tersebut, Rizky berharap bahwa dirinya dapat membantu Alex. Ia tahu jika Alex sangat membutuhkan bantuan darinya, itu sebabnya mengapa Rizky sampai berani melakukan ini.
"Rekaman apa sih? Buruan deh lu setel tuh rekaman suaranya, gue gak sabar pengen dengar!" ucap Alex mulai penasaran.
"Oke Lex, ini dia rekamannya yang gue ambil dari perbincangan gue sama Anya!" ucap Rizky.
Tanpa banyak basa-basi lagi, Rizky segera menyetel rekaman suara dari ponselnya di hadapan Alex sambil meninggikan volumenya. Rizky pun tersenyum lebar saat ini, ia berharap Alex akan lega setelah mendengar semuanya. Ya rekaman itu memang sangat penting, karena berisi pengakuan dari Anya yang diucapkan langsung olehnya.
"Gimana Lex, bagus kan bukti rekaman dari gue? Ini gue ambil sendiri kemarin waktu si Anya lagi mabuk, dia gak tahu kalau gue rekam ucapan dia. Ini bisa lu jadiin bukti bro, supaya Keisha percaya sama lu!" ucap Rizky seraya menepuk pundak sohibnya.
Alex masih terdiam mencoba mencerna semua yang baru saja ia dengar itu, emosinya memuncak dan ia begitu kesal pada kelakuan buruk Anya.
•
•
Shella baru saja keluar dari unit apartemen miliknya, gadis itu berniat pergi menjalani aktivitasnya seperti biasa dan terlihat cukup bahagia. Di hari yang cerah ini, tentunya Shella berharap bahwa tidak akan ada lagi yang mengganggunya. Terutama setelah kejadian kemarin, dimana Zayn yang terus saja memaksa untuk menjalin cinta dengannya.
Akan tetapi, belum lama ia berjalan tanpa diduga dirinya sudah harus berpapasan kembali dengan sosok Zayn disana. Ya sontak Shella menghela nafasnya dan tampak sangat jengkel, ia tak terima jika harus bertemu kembali dengan pria itu. Apalagi, belakangan ini Zayn selalu saja mengganggu hidupnya dan membuat ia tidak tenang.
"Halo Shella! Kamu mau kemana sih cantik? Biar aku antar aja ya, aku takut kamu kenapa-napa nanti di jalan kalau pergi sendirian!" ucap Zayn ramah.
Shella terpaksa berhenti dan memutar bola matanya karena malas meladeni pria di hadapannya itu, rasanya ia begitu kesal karena lagi-lagi Zayn kembali mengganggu hidupnya dan membuat Shella merasa emosi. Jika saja ia bisa, maka pasti ia sudah memberi pelajaran pada Zayn dan meminta lelaki itu untuk berhenti muncul di hidupnya.
"Aku sayang sama kamu Shella, aku gak akan biarin kamu terluka walau sedikit!" ucap Zayn tegas.
__ADS_1
"Zayn, kamu tuh kenapa sih kayak gini? Mana Zayn yang aku kenal dulu? Kamu itu benar-benar bukan Zayn teman sekolah aku deh, kamu udah banyak berubah!" ucap Shella menggeleng.
"Iya Shella, aku begini ya karena kamu. Aku mau kamu terima cinta aku, setelah itu aku akan berhenti ganggu kamu!" ucap Zayn.
"What??" Shella tersentak mendengarnya.
Tidak mungkin Shella mau menerima cinta Zayn saat ini, ia juga tak yakin kalau Zayn akan berhenti mengganggunya bila ia mau melakukan apa yang pria itu minta. Pastinya Zayn akan lebih agresif nanti, terlebih ketika mereka sudah menjadi kekasih. Shella tentu tak mau hal itu terjadi, karena ia sama sekali tidak mencintai pria itu.
"Aku udah sering banget bilang ke kamu, aku gak suka sama kamu Zayn. Kenapa sih kamu ngeyel dan susah banget dikasih tahunya?" sentak Shella.
"Ya dong, aku akan terus begini sampai kamu sadar dan mau terima aku Shella!" tegas Zayn.
Gadis itu benar-benar kebingungan saat ini, ia tak tahu harus berbuat apa untuk meladeni sikap keras kepala milik Zayn. Lalu, tanpa diduga Zayn justru bergerak mendekat ke arahnya dan menarik tubuhnya begitu saja. Zayn menekan tubuhnya pada dinding disana, mencengkram kedua tangannya dan mengungkung Shella dari jarak dekat.
"Zayn, ka-kamu mau apa? Jangan ngada-ngada deh, please aku gak mau ada yang lihat kita nanti dan salah paham!" ucap Shella gemetar.
"Sssttt, aku cuma pengen kamu terima aku sayang! Kalau kamu gak mau, aku akan terus paksa kamu sampai kamu mau! Cuma kamu yang aku sayang, gak ada perempuan lain!" ucap Zayn lirih.
Deg
Nafas Shella tersengal ketika Zayn mendekat dan menghirup aroma tubuhnya, tak hanya itu bahkan Zayn juga sesekali menghisap daun telinga miliknya serta leher jenjang yang mulus dan menjadi kesukaan bagi setiap lelaki yang melihatnya.
"Eengghh Zayn..."
•
•
Keisha kembali ke apartemen sesudah puas berbincang dengan Anya berdua, ia menangis terisak dan masih tak percaya bahwa malam itu Alex suaminya memang sudah berhubungan badan dengan Anya di sebuah kamar vip. Keisha sungguh tak menyangka momen ini akan terjadi di hidupnya, lelaki yang ia sayangi harus tega berbuat seperti itu di belakangnya dan menyakiti hatinya.
Keisha pun terduduk di sofa sembari menutupi wajahnya yang dipenuhi air mata, ia terus menangis dan membayangkan kelakuan buruk suaminya. Rasanya Keisha ingin mengakhiri hidupnya saat itu juga, namun di dalam dirinya kini masih ada calon anak yang harus selalu ia jaga. Sehingga, mau tidak mau Keisha tetap mencoba kuat dan tegar demi kelangsungan hidup calon anaknya nanti.
"Keisha!" tiba-tiba saja, Alex muncul dan langsung menghampirinya disana dengan wajah bingung.
Sontak Keisha bergegas memalingkan wajahnya, ia sangat tidak ingin bertemu dengan Alex hari ini setelah mengetahui semua hal buruk tentangnya. Selama ini Alex telah berbohong padanya dengan mengatakan bahwa dia tak pernah berbuat apa-apa pada Anya, tapi nyatanya mereka berdua sudah melakukan hal gila di belakangnya kala itu.
"Ke-Keisha, ka-kamu kenapa? Apa yang Anya udah bilang sama kamu sampai kamu sedih begini, ha? Kasih tahu aku sayang, biar aku hukum perempuan gila itu!" ucap Alex menggeram.
"Gak mas, kamu gak perlu lakukan itu! Anya cuma berkata jujur kok sama aku, dia akui semua kelakuan buruk kalian malam itu!" ucap Keisha terisak.
Deg
"Apa? Enggak sayang, sumpah demi apapun omongan Anya itu gak benar! Kamu jangan mau diadu domba sama dia!" elak Alex.
Alex pun berusaha menenangkan istrinya dan mengusap lembut punggungnya, tetapi Keisha sudah lebih dulu menghadang serta menepis tangan pria itu dengan cepat. Alex terkejut bukan main, menatap heran ke arah Keisha yang sepertinya sudah terpengaruh oleh perkataan Anya dan begitu membenci Alex saat ini.
"Kamu jahat mas, jangan pernah sentuh aku lagi mulai sekarang! Aku gak sudi disentuh sama laki-laki kotor kayak kamu!" sentak Keisha.
Alex mengernyitkan dahinya, "Kamu salah sangka sayang, aku sama sekali gak begitu! Aku punya buktinya buat kamu, aku yakin setelah ini kamu gak akan percaya lagi sama Anya!" ucapnya.
Kali ini Keisha terlihat penasaran dengan bukti yang hendak diberikan Alex padanya, wanita itu pun tampak menyingkirkan telapak tangannya dan menatap penuh heran ke arah sang suami seolah menanti bukti tersebut. Ya Keisha memang benci dengan Alex, namun jika memang suaminya itu memiliki bukti maka rasa benci itu akan hilang.
"Kamu pasti penasaran kan sayang? Sebentar ya, aku tunjukkan buktinya ke kamu sekarang!" ucap Alex seraya mengambil ponsel miliknya.
Keisha terdiam saja menantikan Alex yang hendak memberikan bukti padanya, ia penasaran bukti apa kiranya yang dimiliki oleh pria itu. Tanpa berlama-lama lagi, Alex pun juga langsung menyalakan rekaman suara yang dia punya saat ini. Untungnya saat Alex bertemu dengan Rizky tadi, dia sudah sempat meminta rekaman tersebut.
"Ini buktinya sayang, kamu dengar sendiri kan pengakuan dari Anya disini?" ucap Alex tersenyum lebar.
Keisha serasa mati kutu, apa yang ia dengar di dalam rekaman itu benar-benar seperti nyata dan memang benar itu adalah suara dari Anya yang terdengar seperti sedang mabuk.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...