
Shella kini berada di dalam mobil yang sama dengan Zayn, gadis itu tak memiliki pilihan lain selain mengikuti kemauan Zayn saat ini. Apa yang dilakukan Zayn memang terbilang nekat, sebab Zayn terus saja mengejarnya dan bahkan mengancamnya agar mau menerima cinta darinya. Shella tidak bisa terus hidup dalam situasi seperti ini, apalagi kelakuan Zayn yang semakin berani itu.
Hampir saja Zayn memperkosa Shella di apartemen tadi, jika Shella tidak meminta Zayn untuk berhenti dan mengatakan padanya kalau ia bersedia diantar oleh pria itu. Meski Shella sangat malas pergi bersama Zayn seperti sekarang, tapi hanya itulah yang bisa menyelamatkannya saat ini. Kegilaan Zayn sudah makin menjadi, Shella tak bisa terus berdiam diri membiarkan Zayn yang sudah di luar batas.
"Aku senang deh kamu akhirnya mau naik mobil sama aku, makasih ya Shella sayang! Aku anggap kamu juga udah mau terima cinta aku, jadi sekarang kita resmi pacaran ya?" ucap Zayn tersenyum lebar.
Mata Shella melongok dan hampir copot mendengar ucapan Zayn tadi, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Zayn. Pasalnya, sedari tadi pun Shella tidak pernah mengatakan bahwa ia bersedia menjadi kekasih pria itu. Namun, sekarang tiba-tiba Zayn malah menganggap Shella sudah mau menerima cintanya itu.
"Zayn, aku mohon cukup ya! Kamu itu udah mulai kelewat batas tahu, aku gak suka kalau kamu terus paksa aku kayak gini! Aku ini juga punya hak buat tolak kamu dan tentukan pilihan aku sendiri, kamu ngerti kan pasti?" ucap Shella dengan tegas.
Zayn hanya tersenyum dibuatnya, ucapan gadis itu seolah tidak ada artinya lagi bagi Zayn saat ini. Zayn adalah lelaki yang keras kepala, tidak mungkin ia mau mendengar dan mengikuti kemauan dari siapapun itu. Apalagi ini semua menyangkut cinta yang ia rasakan, pastinya Zayn akan terus berusaha untuk mendapatkan hati Shella.
"Aku ini gak suka ditolak Shella, kamu juga pasti tahu soal itu. Sampai kapanpun kamu bilang gak mau, aku akan anggap itu mau!" ucap Zayn.
"Tapi Zayn, kamu masih bisa dapat wanita yang lain selain aku. Aku yakin kok kamu bisa ngelakuin itu, buktinya aja kamu berhasil moveon dari Keisha kan?" ucap Shella coba meyakinkan pria itu.
"Gak Shella, kamu salah soal itu. Sampai sekarang aja aku masih sayang kok sama Keisha," ucap Zayn.
Lagi-lagi Keisha melongok saja mendengar kata-kata Zayn, ia bingung harus menjawab apa demi bisa lepas dari kejaran si pria. Sebenarnya Zayn adalah laki-laki yang tampan dan idaman bagi setiap wanita, bahkan Zayn juga sangat pintar di sekolahnya. Hanya saja, entah mengapa Shella tak menyukai sikap Zayn yang terlalu memaksa itu.
Selain daripada itu, Shella juga lebih menyukai Joshua yang memang dianggap nakal tetapi tidak pemaksa seperti Zayn. Sikap Joshua bahkan jauh lebih baik dibanding Zayn, sehingga Shella amat mengagumi pria itu. Ya walau sampai saat ini, Shella tak tahu apakah Joshua memiliki rasa yang sama padanya atau tidak.
"Yaudah, terus kenapa kamu mesti kejar-kejar aku coba? Perempuan di dunia ini kan bukan cuma aku, kamu bisa cari yang lain untuk pelampiasan kamu Zayn!" ucap Shella terheran-heran.
"Aku bukan lagi cari pelampiasan, tapi aku mau cari perempuan yang bisa aku jadikan istri. Aku sudah bosan dengan status lajang aku ini, aku mau segera menikah dan menyusul Keisha. Kamu mau kan nikah sama aku, Shella?" ucap Zayn tiba-tiba.
Deg
•
•
Disisi lain, Zikri kembali hadir di halaman rumah Lana dan sudah bersiap untuk mengantar gadis itu ke sekolah bersamanya. Entah mengapa, belakangan ini Zikri jadi sering datang kesana dan merasa cukup dekat dengan Lana. Berbeda dari sebelumnya, sikap Zikri saat ini bahkan sudah jauh lebih baik dan tidak jutek seperti dulu lagi.
Kali ini Zikri setia menunggu di depan rumah gadis itu, ia terus merapihkan rambutnya sembari melihat kaca spion untuk memastikan bahwa ia sudah rapih dan tampan. Tentunya Zikri tak ingin membuat Lana merasa tidak nyaman dengan penampilannya, ya pria itu begitu menghargai perasaan seseorang yang mana itu adalah suatu hal yang jarang baginya.
Namun, bukannya Lana yang datang seperti apa yang ada di dalam pikirannya, melainkan kini malah seorang lelaki lain yang muncul di dekatnya. Sontak Zikri merasa terkejut sekaligus tak suka, apalagi setelah ia tahu Arfan lah yang ada disana. Zikri pun mencoba tetap bersikap biasa saja, meski saat ini ia benar-benar kalut dengan kehadiran Arfan.
Tak hanya Zikri, bahkan Arfan sendiri merasa heran ketika melihat Zikri ada di depan rumah Lana. Setahu Arfan, Zikri selalu saja tidak senang setiap kali Lana mendekatinya dan memberi perhatian kepadanya. Namun, sekarang ini Arfan malah melihat langsung keberadaan Zikri di rumah gadis yang selama ini ia sukai itu.
"Wih halo bro Arfan! Lo datang kesini juga, dalam rangka apa nih?" ucap Zikri menyapa Arfan dan berusaha tetap seperti biasa.
"Eee gue pengen jemput Lana, kenapa? Lo sendiri ada urusan apa ya pagi-pagi gini udah ada di depan rumah Lana? Bukannya lu itu udah jadian sama si Cherry ya?" ucap Arfan dengan ketus.
"Hm, kata siapa? Gue ini masih jomblo bro, sama lah kayak lu. Itu makanya gue ada disini, mau pendekatan sama Lana," ucap Zikri santai.
Deg
__ADS_1
Betapa terkejutnya Arfan ketika mendengar pengakuan dari Zikri secara langsung, ia tak menyangka jika kini Zikri pun ingin mengincar Lana. Padahal, sebelumnya Zikri terlihat acuh dan tak menyukai sosok Lana. Tentu saja Arfan merasa geram, ia tak terima jika Zikri ikut mendekati Lana dan menjadi saingannya saat ini.
"Kenapa bro, kok lu kelihatan kayak gak suka gitu? Apa lu cemburu sama gue karena gue deketin Lana sekarang?" tanya Zikri pada lelaki di dekatnya.
Arfan menggeleng perlahan, "Bukan kok, gue sih fine fine aja lu mau deketin Lana atau enggak. Toh semua keputusan kan ada di Lana, yang penting kita bersaing secara sehat aja!" jawabnya mengelak.
"Baguslah kalau lu ngerti, gue juga gak mungkin berbuat curang lah. Gue ini udah ganteng dan banyak idolanya, yakali Lana gak mau pilih gue? Apalagi, Lana sendiri juga sering banget kasih perhatian ke gue," ucap Zikri dengan pede.
"Lo gausah kege'eran dulu, Lana begitu cuma karena dia ngefans sama lu. Dia itu sukanya sama gue, bukan lu. Jadi, mending lu sadar diri deh dan jangan banyak ngarep!" ucap Arfan mencibir.
"Hahaha, santai aja bro jangan marah-marah kayak gitu! Uratnya sampe kemana-mana tuh," kekeh Zikri.
Arfan tampak sudah emosi akibat perkataan Zikri tadi, tangannya terkepal dan ingin rasanya ia menghajar Zikri disana saat itu juga.
•
•
Lana sendiri masih berada di dalam rumahnya, ia baru saja menyelesaikan sarapan dan belum berniat untuk berangkat ke sekolah. Gadis itu malah terduduk santai di sofa depan tv sembari menikmati susu serta roti miliknya, ya Lana kini tengah menonton kartun kesukaannya yang selalu membuat Lana tertawa dikala pagi sebelum berangkat.
Akan tetapi, momen indah Lana itu dikejutkan dengan kemunculan Mayra sang ibu yang tiba-tiba saja duduk di sampingnya. Sontak Lana mengalihkan perhatian ke arah mamanya, ia menatap heran seolah tak mengerti mengapa Mayra datang dan terduduk di dekatnya saat ini. Padahal, tadinya Mayra sedang sibuk di dapur.
"Mama, ngapain sih mama kesini? Jangan ganggu aku deh ma, aku lagi mau nonton kartun ini sebelum berangkat!" ucap Lana cemberut.
"Siapa yang mau ganggu kamu sih? Lagian kamu itu kayak anak kecil aja nontonnya kartun, itu loh di luar udah ada dua teman kamu nungguin. Kamu gak mau langsung temui mereka?" ucap Mayra.
Lana terkejut dibuatnya, "Apa ma? Siapa coba dua teman aku itu?" tanyanya keheranan.
"Hah? Ih mama ngaco aja deh, mana ada coba yang mau deketin aku?" ucap Lana merendah.
"Ah anak mama merendah aja sukanya, gapapa kali justru bagus kalau ada banyak cowok yang deketin kamu. Itu tandanya kamu cantik, sama kayak mama waktu sekolah dulu," ucap Mayra.
"Oh ya, berarti mama dikejar-kejar juga ya sama banyak cowok?" tanya Lana begitu penasaran.
"Jelas dong, mama ini kan dulunya ratu di sekolah. Makanya kamu jangan mau kalah sama mama, ayo sana temuin tuh teman cowok kamu!" ucap Mayra.
"Umm tapi ma, aku masih mau nonton kartun. Sayang tahu nanggung nih," rengek Lana.
Mayra sampai harus menepuk jidatnya mendengar ucapan putrinya itu, ia sungguh heran dengan kelakuan Lana yang mirip anak kecil. Usianya sudah lebih dari 15 tahun, bahkan Lana juga sudah duduk di kursi SMA kelas satu. Namun, entah mengapa sikap Lana saat ini malah semakin mirip seperti anak kecil yang manja dan banyak maunya.
Setelah film kartunnya habis, Lana kini pamit pada orangtuanya dan bergegas keluar dari rumah karena ingin berangkat ke sekolah. Ya sebelum itu, pastinya Lana akan menemui kedua pria yang sudah menunggunya sedari tadi di depan sana. Betul saja apa yang dikatakan mamanya, saat ini ada dua orang lelaki tengah duduk di luar gerbang.
Lana pun menyipitkan matanya menatap ke arah mereka, ia bingung sekaligus penasaran mengapa bisa ada Zikri dan juga Arfan di depan rumahnya pagi-pagi begini. Rasa penasaran menghinggapi dirinya, akhirnya gadis itu bergerak maju untuk mencari tahu secara langsung dan bertanya pada kedua pria tersebut.
"Zikri, Arfan!" ya gadis itu menyapa kedua lelaki tersebut secara bergantian dan berdiri tepat di hadapan mereka.
Sontak baik Zikri maupun Arfan langsung sama-sama menoleh ke arah gadis itu, mereka kompak tersenyum dan turun dari motor yang tadi mereka duduki itu. Keduanya sangat senang melihat Lana keluar dari rumahnya, apalagi penampilan Lana yang terlihat sangat cantik dengan baju seragam yang dikenakannya.
__ADS_1
"Eh Lana, akhirnya kamu muncul juga! Gimana, kamu udah siap kan buat berangkat sekolah? Bareng aku aja kayak kemarin, biar makin cepat terus juga selamat sampai sekolahnya!" ucap Zikri menyela.
Arfan sampai melongok mendengarnya, ia tak percaya kalau ternyata hubungan antara Zikri dan Lana sudah sejauh itu. Rupanya Zikri telah mengantar Lana sebelumnya, maka dari itu Arfan tak mau kecolongan lagi saat ini. Ya Arfan harus bisa mengantar Lana kali ini, ia tidak boleh kalah langkah oleh pria yang ada di sebelahnya itu.
"Jangan Lana, kamu jangan mau bareng sama dia! Mending sama aku aja, aku bawa motornya mah gak ngebut kayak dia!" ucap Arfan.
Lana menganga lebar mendengar perdebatan kedua pria itu, ia serasa seperti seorang putri yang diperebutkan oleh dua orang pangeran saat ini. Namun, Lana tak mau banyak berandai karena ia khawatir akan kecewa nantinya. Terutama terhadap sosok Zikri, ya ia tahu tidak mungkin Zikri bisa menjadi kekasihnya.
•
•
Hubungan antara Keisha dan Alex telah jauh lebih membaik dibanding sebelumnya, kini sepasang suami-istri itu bahkan sudah mau saling pergi berdua sambil bergandengan tangan di sebuah supermarket untuk belanja kebutuhan. Alex sangat senang dengan keadaan ini, karena setidaknya ia dapat melihat kembali senyuman di wajah istrinya.
Bukti yang Alex tunjukkan pada Keisha sebelumnya, berhasil membuat Keisha percaya padanya dan tidak lagi emosi atau membahas mengenai Anya. Keisha kini sudah tidak mau lagi ada masalah diantara dirinya dan juga sang suami, karena mereka harus bisa menjaga hubungan ini agar tak ada orang yang dapat mengganggu atau mengacau nantinya.
"Mas, ini kayaknya udah cukup deh semua bahan yang kita beli buat bulan ini. Apa kamu mau nambah lagi buat keperluan kamu?" ucap Keisha.
"Eee kayaknya enggak deh, dah cukup juga kok. Aku mah kan pakai barang gak terlalu banyak, lagian aku juga orangnya irit. Kamu tuh kali ada yang mau ditambah," ucap Alex.
"Ih kamu kira aku ini orangnya boros gitu? Enggak lah, aku udah cukup segini mah!" elak Keisha.
Alex terkekeh mendengarnya, "Haha, ya bagus deh kalau cukup. Sekarang kita langsung ke kasir aja apa gimana nih?" ucapnya.
"Boleh mas, eh tapi bentar deh kita keliling dulu sekali lagi siapa tahu ada yang kelupaan!" ucap Keisha.
"Hm, okay siap sayang!" ucap Alex patuh.
Disaat mereka tengah asyik berkeliling supermarket, tiba-tiba saja sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan membuat mereka sama-sama terkejut. Ya muncul sosok Revan di hadapan mereka saat ini, yang tentunya amat menyebalkan bagi Alex. Alex ingat sekali bahwa Revan adalah orang yang telah nyaris menghancurkan rumah tangganya kemarin.
"Eh, halo Keisha! Gak nyangka ya kita ketemu disini, ternyata kamu suka belanja disini juga?" ucap Revan.
Keisha hanya diam tak merespon, ia melirik ke arah suaminya seolah meminta izin dari sang suami untuk menjawab pertanyaan Revan. Ya Keisha amat menghargai suaminya itu, ia tidak mau membuat Alex merasa cemburu nantinya apabila ia meladeni Revan begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu darinya.
"Heh, gausah sok akrab anda dengan istri saya! Anda itu bukan siapa-siapa disini, jadi sebaiknya anda pergi dan jangan ganggu kami lagi!" sentak Alex.
Revan cukup kaget dengan respon yang ditunjukkan Alex, ia paham betul bahwa Alex masih kesal setelah apa yang ia perbuat kemarin. Namun, Revan malah tersenyum dan sesekali mencuri pandang ke arah Keisha yang memang menggoda. Keisha sendiri berusaha menenangkan suaminya, sebab wanita itu tak ingin terjadi keributan disana.
"Mas, udah mas cukup jangan emosi! Kalau kamu emosi aku marah nih," ucap Keisha mengancam.
"Ma-maaf sayang, aku kebawa emosi tadi! Aku gak suka aja sama gaya cowok ini, sok baik tapi ternyata jahat di dalamnya! Dia kan udah mau coba hancurin rumah tangga kita sayang," geram Alex.
"Iya aku tahu kok, tapi kamu harus sabar demi anak kita! Kamu gak mau kan anak kita ketakutan lihat kamu marah-marah begitu?" bujuk Keisha.
"I-i-iya sayang..."
Akhirnya mau tidak mau Alex terpaksa menuruti kemauan istrinya, ia tentu tidak ingin Keisha marah dan terjadi keributan kembali diantara mereka. Meski saat ini Alex sangat emosi kepada Revan, namun ia harus bisa menahan diri agar Keisha tidak kesal dan kecewa padanya. Ya Alex sudah berjanji akan merubah dirinya, sehingga tak mungkin Alex melanggar janjinya tersebut.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...