Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 51. Dimana Alex?


__ADS_3

Alex yang sedang dalam perjalanan menuju rumah Bruce alias kakek Keisha, merasa terkejut saat tiba-tiba sebuah mobil menyalipnya dan berhenti tepat di hadapannya. Nyaris saja tabrakan keras terjadi, untungnya Alex dengan cekatan menginjak rem dan berhasil menghindari mobil tersebut. Meski, Alex terpaksa berhenti lalu turun dari mobilnya dengan perasaan jengkel.


"Woi keluar lu! Siapa lu, dan apa maksudnya lu cegat mobil gue? Sini turun lawan gue!" sentak Alex menunjuk ke arah mobil di depannya.


Tak lama kemudian, seorang pria muncul dan keluar dari mobil itu lalu menatap ke arah Alex. Ia tampak menyeringai, melangkah mendekati Alex dan berhenti tepat di hadapannya. Alex menggeleng tak percaya, sebab yang dirinya lihat saat ini adalah sosok Tarra alias musuh besarnya.


Emosi Alex semakin memuncak melihat wajah pria itu lagi, tangannya terkepal teringat pada momen dimana Tarra menculik istrinya dan nyaris membuat Keisha terluka. Ia tak mengerti mengapa Tarra berani memunculkan wajahnya di hadapan ia saat ini, karena Tarra pasti tahu jika sekarang Alex sedang sangat emosi.


"Apa kabar Lex? Lu pasti lagi cari gue kan sejak kejadian penculikan itu? Selamat, sekarang lu udah berhasil temuin gue! Ayo, tangkap gue dan bawa gue ke polisi!" tantang Tarra.


Alex menggeleng cepat, "Gue emang bener lagi cari lu, dan gue akan buat pelajaran ke lu atas semua yang udah lu lakuin ke Keisha. Tapi gak sekarang, karena gue lagi sibuk dan punya urusan yang lebih penting daripada lu!" ucapnya.


"Hahaha, kenapa Lex? Kalau lu takut ya bilang aja, gue tahu kok lu itu pengecut!" cibir Tarra.


"Cukup Tarra! Gue masih kasih lu kesempatan untuk hidup sekarang, pergi lu dan jangan halangi jalan gue!" kesal Alex.


"Gue gak mau pergi, gue pengen kita bertarung disini sekarang juga!" ucap Tarra.


Alex terkekeh mendengarnya, apa yang diucapkan Tarra amat membuatnya merasa geli dan seolah ingin tertawa keras. Jika saja ia sedang tidak mencari Keisha, maka pasti ia akan dengan senang hati menerima tawaran Tarra tadi. Namun, saat ini Keisha adalah prioritas utama baginya.


"Okay, nanti gue akan bertarung sama lu Tarra. Gue pastikan lu bakal babak belur di tangan gue, setelah itu gue juga akan bawa lu ke markas untuk gue siksa sampai lu mati!" ancam Alex.


Tarra menyeringai dibuatnya, "Yakin lu bisa matiin gue? Seekor harimau memang kuat dan pandai dalam bertarung, tetapi seekor singa tidak akan pernah lari di dalam pertarungan. Lu itu gak lebih dari seorang pengecut, Lex!" ucapnya.


"Singa? Lu menyamakan diri lu dengan singa? Gak ada singa yang melakukan perbuatan busuk kayak lu, Tarra!" umpat Alex.


Tarra tersenyum lebar kali ini, ia seolah puas melihat ekspresi marah dari Alex yang sepertinya mulai terpancing. Ia memang sengaja melakukan itu, agar ia bisa menghabisi Alex disana saat itu juga. Alex memang tidak tahu, jika sekarang dia sedang berada dalam bahaya karena rencana buruk yang sudah disiapkan oleh Tarra dan yang lainnya.


"Hahaha... hahaha...."


Tarra tertawa puas, kedua tangannya ia rentangkan lebar sembari melangkah lebih dekat ke arah Alex. Pria itu memberikan tatapan tajamnya, dan kembali menantang Alex untuk berkelahi.


"Terima tantangan gue, Alex! Kita buktikan siapa yang paling tangguh diantara kita!" ujar Tarra.


Emosi Alex sudah tidak bisa ia redam lagi, akhirnya kini Alex mengiyakan ajakan Tarra dan bersiap untuk bertarung dengannya. Tapi disaat mereka hendak memulai perkelahian, tiba-tiba saja satu mobil lainnya muncul dan berhenti tepat di dekat mereka.


Alex tampak kebingungan, menatap serius ke arah mobil yang baru datang itu dengan wajah penasaran. Benar saja, tak lama kemudian rombongan pria yang merupakan anak buah Tarra turun dari mobil itu. Alex bertambah kaget, ia merasa kesal karena sudah dijebak oleh Tarra saat ini.


"Sial! Lu jebak gue, hm? Ini yang lu bilang nyali? Dasar pengecut lu!" kesal Alex.


"Hahaha, ingat Alex! Singa tidak pernah berkelahi sendirian, dia akan selalu menyerang lawannya secara berkelompok. Lu harusnya lebih paham soal itu, karena lu jauh mengerti dari gue!" ujar Tarra.


"Banyak omong lu, ayo serang gue sekarang!" Alex berteriak keras seolah menantang mereka.


Menurutnya, kini semua sudah kepalang tanggung dan mau tidak mau Alex harus menghadapi mereka semua saat ini. Ya meski Alex agak ragu sebenarnya untuk bisa melawan mereka, karena ia sadar kalau ia hanya sendiri saat ini.


"Hiyaaa!!!"


Perkelahian pun terjadi, Alex terpaksa menghadapi cukup banyak orang sekaligus disana demi bisa membela dirinya. Meski kesulitan, namun tak ada kata menyerah di dalam kamus kehidupan Alex. Ia akan terus melawan sampai titik darah penghabisan, dan pria itu juga berhasil memberikan pukulan kerasnya ke arah mereka berulang kali.


Tapi bagaimanapun Alex hanyalah seorang manusia biasa, ia akhirnya tergeletak dan berhasil dikalahkan oleh Tarra beserta rombongannya. Mereka masih terus menghajar pria itu disaat Alex sudah tidak kuat bangkit lagi, sehingga kini Alex dibuat tak sadarkan diri oleh mereka dan langsung ditinggal begitu saja tanpa ada rasa perduli sama sekali.

__ADS_1




Praangg


Tiba-tiba saja, gelas di tangan Keisha terjatuh dan pecah sampai berantakan di atas lantai. Wanita itu benar-benar syok sekaligus kaget, ia memegangi dadanya dan mencoba mengatur nafasnya untuk menenangkan diri. Entah karena apa, tetapi rasanya Keisha seperti merasakan sesuatu buruk tengah menimpa keluarga terdekatnya.


Tasya yang sedang mencuci piring, sampai terkejut mendengar suara pecahan gelas tersebut. Langsung saja ia menghampiri Keisha di depan, lalu bertanya padanya ada apa. Namun, Keisha tampak masih syok saat ini sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan Tasya. Akhirnya Tasya membawa Keisha duduk di sofa, untuk bisa menenangkan sahabatnya itu dan mendapat penjelasan darinya.


"Kei, ini ada apa? Kenapa lu bisa kayak gini, ha?" tanya Tasya penasaran.


Keisha menoleh ke arah Tasya, menatapnya sendu sembari menetralkan nafasnya yang tadi sempat terengah-engah. Ia tidak tahu kenapa, tetapi saat ini rasanya ia sangat mengkhawatirkan Alex dan orang-orang terdekatnya.


"Sya, gue punya firasat gak enak sama Alex. Gue khawatir deh terjadi apa-apa sama dia," ucap Keisha sesenggukan.


Tasya justru tersenyum kali ini, "Cie cie, gitu dong Kei lu jangan marahan terus sama suami lu! Buktinya lu masih perduli juga kan sama dia, iyalah namanya suami-istri!" ucapnya.


"Apa sih Sya? Gue lagi serius ini, gue cemas sama Alex dan gue takut dia kenapa-napa! Bantu gue dong Sya, gue pengen temuin Alex!" ucap Keisha.


"Ih yaudah sih, kalo lu mau temuin dia ya lu tinggal pulang aja Keisha! Ngapain lu pake repot-repot nangis segala kayak gini? Ayo deh gue anterin lu pulang, kebetulan motor gue udah bisa hidup lagi!" ucap Tasya.


Keisha menggeleng menolaknya, Tasya pun kebingungan dan tak mengerti mengapa Keisha malah seperti itu. Padahal tadi wanita itu berkata ingin menemui Alex, tetapi sekarang saat Tasya mengusulkan Keisha untuk pulang justru dia tidak mau dan malah tiba-tiba berubah begitu.


"Lo ini sebenarnya kenapa sih, Kei? Gue bingung deh, tadi lu panik dan minta ketemu Alex. Lah sekarang lu malah nolak gue anterin pulang, terus lu maunya apa Kei?" tanya Tasya terheran-heran.


"Sorry Sya, tapi gue juga belum siap ketemu Alex. Gue masih kesal sama dia, gue benci laki-laki yang gak tegas kayak gitu!" sentak Keisha.


"Sebenarnya iya, gue emang cemas sama Alex. Ya tapi gue masih males ketemu dia, lagian ini kan baru firasat gue doang," ucap Keisha.


"Ih siapa tahu bener, soalnya biasanya tuh firasat seorang istri ke suami suka bener tau. Mending lu coba telpon si Alex dulu, terus tanya dia baik-baik aja atau enggak!" usul Tasya.


Keisha menggeleng pelan, "Gak mau ah, nanti dia malah ge'er dan ngira kalau gue ini udah maafin dia!" ucapnya ketus.


"Kei, ini kan demi kebaikan lu juga. Lu emang bisa tenang kalau kayak gini terus, ha? Gue yakin, lu pasti masih kepikiran sama Alex kan? Ayolah Kei, turunin ego lu!" bujuk Tasya.


"Huft, lu ngeselin banget sih Sya! Oke deh, gue bakal telpon dia!" ujar Keisha.


Tasya tersenyum lebar kali ini, ia senang karena sahabatnya mau menurut dan akan menghubungi nomor Alex untuk memastikan kondisi pria itu. Meski terpaksa, tetapi Keisha tetap mengambil ponselnya lalu menekan nomor Alex dan mulai menghubunginya. Sejujurnya ia juga ingin tahu, sedang apa Alex saat ini.


"Gimana, nyambung gak?" tanya Tasya penasaran.


Keisha mengangguk kecil, karena memang telpon itu tersambung dengan nomor milik Alex. Dan tak lama, telpon pun diangkat oleh seseorang di seberang sana. Tanpa menunggu lama lagi, Keisha segera berbicara pada suaminya itu untuk menanyakan kabarnya.


📞"Halo Lex! Kamu lagi dimana sekarang, kamu gapapa kan?" tanya Keisha cemas.


📞"Hahaha..."


Bukannya suara Alex yang ia dengar, melainkan sebuah tertawaan dari seorang lelaki asing yang entah siapa. Keisha pun terkejut, ia menjauhkan sejenak ponselnya dan menatap heran ke arah Tasya. Ia mencoba mengenali suara siapa yang tadi ia dengar itu, karena ia merasa seperti pernah mendengarnya walau entah kapan.


📞"Halo! Ini siapa ya, kenapa bisa pegang hp cowok saya? Dimana pemilik hp ini, apa yang udah anda lakukan ke dia?" tanya Keisha dengan bingung.

__ADS_1


📞"Keisha Keisha, masih aja lu nanyain soal itu. Jelas lah kalau Alex sekarang udah gue abisin, dan dia akan mati sebentar lagi!"


Deg




Singkat cerita, Keisha dan Tasya datang ke rumah Bruce dalam rangka mencari keberadaan Alex. Jujur Keisha sangat cemas dengan kondisi suaminya saat ini, apalagi setelah tadi ia menerima telpon dari Tarra yang menggunakan ponsel milik suaminya. Keisha pun berharap, kakeknya dapat tahu dimana Alex saat ini berada.


Sesampainya disana, Keisha langsung mengetuk pintu berharap kakeknya bisa segera keluar membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Bruce kini muncul dan menemui cucunya disana. Bruce tampak heran melihat Keisha datang kesana, apalagi dengan wajah cemas.


"Loh Keisha, kamu ada apa kesini? Terus kok kamu cemas kayak gini, kenapa sayang?" tanya Bruce sangat penasaran.


"Eee begini kek, aku kesini mau cari mas Alex. Dia tadi ada kesini gak, kek?" jelas Keisha.


"Hah? Kamu ngapain cari suami kamu disini, sayang? Memangnya kalian sedang berantem, ha?" tanya Bruce keheranan.


"Bu-bukan begitu, kek. Aku sama mas Alex baik-baik aja kok, tapi tuh aku gak tahu dia pergi kemana. Tadi dia bilang mau keluar sebentar, tapi pas aku telpon barusan malah hp nya diambil sama orang lain," ucap Keisha menjelaskan.


"Kok bisa sih? Kalian ini suami-istri loh, harusnya saling berkabar dong!" heran Bruce.


"Kakek, udah deh kakek jawab aja pertanyaan aku ya! Aku mau tahu, kira-kira Alex ada kesini apa enggak?" pinta Keisha.


"Gak sayang, suami kamu gak kesini kok. Daritadi kakek kan di rumah aja," jawab Bruce.


Keisha terlihat makin panik, ia menepuk jidatnya dan bingung harus mencari Alex kemana lagi untuk saat ini. Ia benar-benar cemas, dimana sekiranya Alex dan apakah pria itu baik-baik saja atau tidak? Keisha pun terus berpikir keras, berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Alex saat ini.


"Sebenarnya ini ada apa sayang? Kenapa kamu cari Alex sampai kayak gini, kalian pasti ada masalah kan?" tanya Bruce kembali.


Keisha terkejut bukan main, ia bingung haruskah menjawab jujur pada kakeknya atau tidak. Ia khawatir jika sang kakek tahu bahwa ia sempat kecewa pada Alex tadi karena pria itu lebih membela Shella, maka nantinya Bruce pasti akan ikut marah pada Alex juga. Keisha tak mau itu terjadi, karena Alex bisa saja dalam bahaya.


Namun, Keisha juga tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada kakeknya jika harus berbohong. Ia sedang panik saat ini, sulit tentunya bagi Keisha untuk bisa mengarang cerita. Terlebih Bruce juga terus menatap tajam ke arahnya, seolah menunjukkan rasa penasarannya yang amat sangat dan meminta cucunya bercerita.


"Keisha, kamu jawab sekarang dan jangan bohongi kakek terus!" pinta Bruce.


Wanita itu memalingkan wajahnya, melirik sejenak ke arah Tasya seolah meminta bantuannya untuk menjawab pertanyaan sang kakek. Akan tetapi, Tasya juga tidak tahu harus apa dan malah menyarankan Keisha untuk jujur saja pada kakeknya mengenai permasalahan mereka.


"Umm, yaudah deh kek gapapa kalo kakek gak tahu mas Alex ada dimana. Sekarang aku sama Tasya mau cari mas Alex dulu ya, kek?" ucap Keisha berusaha mengalihkan topik.


Tanpa basa-basi lagi, Keisha langsung berbalik dan memutuskan pergi dari rumah kakeknya itu. Namun Bruce tak semudah itu diperdaya, kini ia malah mencekal lengan cucunya seolah tak mengizinkan wanita itu untuk pergi.


"Tunggu dulu Keisha! Kakek mau kamu jawab jujur, jadi sebelum itu kamu tidak boleh pergi!" ujar Bruce.


"Ta-tapi kek, aku udah jujur kok. Kakek emangnya mau aku jujur apa lagi?" ucap Keisha gugup.


"Tidak usah bohong Keisha, ayo beritahu kakek supaya kakek bisa bantu menyelesaikan masalah kamu!" sentak Bruce.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


...♥️♥️♥️...


__ADS_2