
Kini Shella dibawa menuju belakang sekolah, Joshua menghempas tubuh gadis itu begitu saja sampai terhuyung dan nyaris terjatuh. Shella pun tampak kesal dengan kelakuan pria itu, kini ia menatap tajam ke arahnya dan hendak melampiaskan emosi yang sedari tadi ia tahan. Namun, Joshua justru kembali mencengkram erat rahang gadis itu.
Shella memberontak dan coba mendorong tubuh Joshua menjauh darinya, tetapi gagal lantaran tenaga Joshua jauh di atasnya. Joshua kini mendorong tubuh Shella hingga menempel ke tembok, ia kurung gadis itu dengan kedua tangan sambil mencengkram kuat rahangnya dan perlahan mendekati wajah Shella.
"Jos, lu apaan sih? Kalo lu pengen perkosa gue, minimal di tempat yang nyaman lah kayak hotel gitu atau rumah lu! Jangan di sekolah begini lah, nanti bisa kepergok sama siswa lain tau!" ujar Shella.
"Diam lu Shella! Gue bingung deh sama lu, sebenarnya lu ada di pihak siapa sih? Gue atau Alex, ha? Kalau emang sesuai perkataan lu sebelumnya yang lu bilang mau bela gue, kenapa tadi lu malah senang pas lihat Alex?" ucap Joshua geram.
"Ish, jadi lu cemburu gara-gara tadi gue senyum ke Alex? Yah elah Jos, katanya lu gak suka sama gue. Kenapa lu malah cemburu coba?" goda Shella.
"Ngaco aja lu! Siapa yang cemburu sih, ha? Gue tuh cuma gak suka aja, karena lu malah akrab sama musuh gue! Katanya lu mau bela gue, harusnya tadi lu jangan begitu di depan Alex!" sentak Joshua.
"Suka-suka gue dong, lagian itu hak gue. Lu gak berhak buat larang gue begitu!" tegas Shella.
Joshua tersenyum menyeringai, kemudian tanpa diduga ia menempelkan bibirnya pada leher Shella dan mengendus disana selama beberapa menit. Kelakuan Joshua itu berhasil membuat Shella terpejam dan melenguh pelan, Joshua senang mendengarnya karena pria itu memang sengaja memancing Shella untuk melakukan hal itu.
"Gue suka aroma tubuh lu Shella, kayaknya bahkan lu lebih wangi daripada Keisha. Mungkin gue bakal terima tawaran lu waktu itu deh," goda Joshua.
"Maksud lu tawaran yang mana?" tanya Shella kebingungan.
Joshua menyeringai, tanpa aba-aba terlebih dulu pria itu langsung menyerang bibir Shella dan melahapnya dengan liar. Shella cukup terkejut dan kesulitan untuk menyeimbangi gerakan Joshua, apalagi kedua tangannya kini dicengkeram kuat oleh pria itu seolah tak mengizinkannya bergerak. Akhirnya Shella hanya bisa memejamkan mata, pasrah dalam permainan liar Joshua saat ini.
Tidak disangka-sangka memang, pria polos seperti Joshua itu ternyata memiliki gairah yang luar biasa dan berhasil membuat Shella kesulitan untuk bisa meladeni pria itu. Ini bukan kali pertama Shella berciuman, tetapi sebelumnya Shella tidak pernah mengalami ciuman bibir yang sedahsyat dan seliar saat bersama Joshua ini.
Satu tangan Joshua mulai bergerak liar saat ini, ia mengangkat kaki Shella dan menahannya serta terus menempelkan tubuh Shella ke tembok. Bahkan, pria itu juga berhasil menerobos masuk ke dalam rongga mulut Shella dan menikmatinya dengan buas. Suara decapan bibir mereka terdengar begitu jelas, tanpa sadar keduanya sama-sama menikmati hal itu.
"Mmhhh, luar biasa Jos! Lu emang jago banget ciumannya, gue akui itu!" puji Shella begitu Joshua mengakhiri permainannya.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Joshua, pria itu hanya tersenyum dan terus memandang wajah Shella. Tak lama kemudian, terdengar bel masuk berbunyi yang membuat Joshua dan Shella sama-sama panik. Gadis itu buru-buru mendorong tubuh Joshua menjauh darinya, lalu berniat untuk pergi menuju kelas karena tidak ingin terlambat.
"Jos, kapan-kapan kita lanjutin lagi yang tadi! Sekarang gue mau ke kelas dulu, sampe sini aja ya permainannya!" ucap Shella disertai kedipan mata yang sengaja untuk menggoda pria itu.
"Hm, it's okay babe." Joshua tersenyum dan kembali mengecup singkat bibir mungil itu.
•
•
Alex mendatangi tempat berkumpul teman-teman jaman sekolahnya itu karena sudah lama ia tidak datang kesana, ya Alex pun turun dari mobilnya dan langsung disambut antusias oleh Rizky serta yang lainnya disana. Mereka semua begitu senang dengan kehadiran Alex saat ini, apalagi sebelumnya mereka juga sempat mengira jika Alex telah tiada.
Kini Alex pun terduduk di tempatnya seperti biasa, ia memesan minuman dan mengambil cemilan yang tersedia disana. Kebetulan Alex memang menyediakan alat-alat khusus membuat minuman dan makanan, bahkan pria itu mempekerjakan seorang pelayan wanita yang bisa melayani seluruh temannya jika membutuhkan.
"Eh Lex, akhirnya datang juga lu kesini. Gila gue benar-benar gak nyangka bro, kaget banget gue waktu dengar kabar lu mati dulu!" ucap Rizky.
"Bener tuh Lex, kita sampai beberapa hari gak bisa berhenti nangis gara-gara mikirin lu!" sahut Tio.
"Yeh ngaco aja lu Lex! Yakali kita begitu, kita tuh sedih banget tau serius!" ucap Rizky.
Tak lama kemudian, seorang wanita yang bekerja disana datang mendekat dan membawakan segelas minuman untuk Alex. Wanita itu tersenyum menyapa Alex, tampaknya ia juga ikut senang karena melihat pria itu yang masih hidup. Memang Alex adalah orang yang baik, sehingga siapapun pasti senang bertemu kembali dengan pria itu.
"Eh Nin, sini deh lu ikut duduk juga sama kita! Gue udah lama banget kan gak ngobrol sama lu, siapa tahu kita bisa lebih akrab kan?" pinta Alex.
Wanita bernama Nina itu menurut saja, lalu ikut duduk di sofa seperti yang lainnya. Mereka semua kompak tertawa, karena jarang-jarang memang Alex mengajak Nina untuk bergabung dengan mereka dan mengobrol disana. Bahkan, Alex juga menawarkan Nina minum dan memakan beberapa cemilan yang ada disana.
Nina cukup heran dengan kebaikan yang ditunjukkan Alex, namun wanita itu senang dan tersenyum puas karena bisa lebih dekat dengan bosnya. Lagipun, Alex sudah banyak membantunya selama ini. Ya sebelum bekerja disana, Nina sangat kesulitan mencari pekerjaan dan terpaksa harus terlilit hutang yang sangat banyak demi membiayai keluarganya.
__ADS_1
Akan tetapi, kehidupan gadis itu berubah drastis sejak Alex memintanya bekerja disana. Kini Nina tidak perlu susah-susah berhutang atau dikejar-kejar oleh rentenir lagi, karena gaji yang diberikan Alex cukup tinggi dan tentunya sangat membuat Nina berhasil mencukupi kebutuhannya serta keluarganya yang tinggal di rumah kontrakan.
"Nin, gue lihat-lihat kan lu masih jomblo nih ya. Kenapa sih lu enggak jadian aja sama salah satu dari mereka ini? Kan ada banyak tuh yang masih jomblo, contohnya si Arul sama Billy!" ucap Alex.
"Buset Lex! Ngapa mesti gue sih yang disebut? Nih si Hendro kan juga jomblo abadi!" protes Arul.
"Hahaha...."
Mereka semua lagi-lagi tertawa sangat puas, hal inilah yang dirindukan Alex tiap kali ia berjauhan dari teman-temannya itu. Ia beruntung karena sekarang ia masih bisa berkumpul bersama mereka, padahal sebelumnya ia sudah sempat berpisah selama hampir satu bulan dengan mereka semua.
"Iya mas Alex, aku emang masih pengen fokus bantu ibu sama ayah cari uang!" ucap Nina lirih.
Alex manggut-manggut paham, kemudian Rizky mengubah topik dengan bertanya pada Alex mengenai kehamilan Keisha. Pasalnya, sebelum ini Rizky sempat tak sengaja bertemu dengan Keisha di rumah sakit yang baru selesai mengecek kandungannya. Menurut Rizky, hal itu amat mencurigakan karena Alex sudah lama tidak bersama Keisha sebelumnya.
"Oh ya Lex, lu udah tahu belum kalau si Keisha itu hamil? Sorry nih ya bukan gue bermaksud jelek, tapi gue tahu karena gue gak sengaja ketemu dia pas di rumah sakit waktu itu!" ucap Rizky.
"Ohh, iya tadi Keisha udah bilang ke gue. Emang ngapa sih kalo dia hamil? Wajar aja dong, kan dia istri gue!" ucap Alex keheranan.
"Bukan begitu Lex, tapi ini mah gue heran aja. Kok bisa ya si Keisha hamil? Padahal lu kan udah pergi lama tuh, apa lu gak curiga gitu sama anak yang dia kandung?" ucap Rizky.
"Ah gue juga ingat Lex, gue pernah lihat si Keisha jalan sama cowok di mall!" sahut Tio.
Deg
Sontak wajah Alex langsung berubah terkejut, mendengar perkataan teman-temannya itu tentu saja membuat Alex menjadi tidak tenang dan bingung harus melakukan apa. Pasalnya, Alex memang mudah terpengaruh oleh ucapan orang lain seperti teman-temannya saat ini. Namun, Alex tetap berusaha tenang dan terus berpikir positif.
"Gue gak boleh terpancing, belum tentu kan yang dibilang Rizky sama Tio itu benar!" gumam Alex dalam hatinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...