
Alex bersama Keisha pun keluar dari kamar sesudah sama-sama memakai pakaiannya, mereka kini melangkah menuju meja makan dengan tangan saling menggenggam. Keisha terus saja tersenyum sembari memandang wajah suaminya itu, ia tampak begitu bahagia dengan kehadiran Alex disana yang sudah sangat ia rindukan.
Sesampainya di meja makan, Alex langsung disambut oleh suara papanya yang terlihat begitu merindukannya. Ya Harry kini bergerak mendekat ke arahnya, lalu memeluk Alex dengan erat sambil menangis terisak melampiaskan kerinduan yang selama ini ia rasakan. Harry benar-benar tak menyangka, putranya yang tampan itu ternyata masih hidup dan belum meninggal seperti yang selama ini ia dan yang lainnya duga.
Mereka menghabiskan beberapa waktu disana untuk saling berpelukan melepas rindu, Harry benar-benar bahagia karena masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan putranya. Harry pun tidak perlu khawatir lagi mengenai siapa pewaris tahtanya nanti, ya karena Alex saat ini masih hidup dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi olehnya.
"Alex, papa senang banget setelah tahu ternyata kamu masih hidup! Papa kira papa gak akan bisa ketemu kamu lagi, tapi ternyata papa salah nak!" ucap Harry bahagia.
Alex tersenyum lebar dan ikut merasakan apa yang dirasakan papanya, ia sangat senang karena bisa berkumpul kembali bersama keluarganya itu. Terutama dengan Keisha, ya karena selama ini Alex memang amat merindukan istrinya yang telah lama tidak ia jumpai. Kini mereka semua sama-sama terduduk di meja makan, bersiap menyantap hidangan makan malam yang telah disediakan itu.
"Ini makanannya kok banyak banget sih, ma? Apa bakal habis nih ini semua?" ujar Alex keheranan.
Mayra tersenyum dibuatnya, "Kamu tenang aja sayang, semuanya udah mama perhitungkan kok! Lagian ini kan demi menyambut kembalinya kamu sayang," ucapnya dengan lembut.
"Iya kak, udah deh gausah sok malu-malu gitu! Pake nanya bakal habis apa enggak, padahal kakak sendiri yang makannya paling banyak!" sahut Lana.
Alex hendak emosi mendengar perkataan adiknya, tapi kekehan dari para keluarganya justru membuat Alex malu sendiri dan hanya bisa menunduk sembari menggaruk kepalanya. Memang pria itulah yang selama ini selalu menghabiskan makanan di rumahnya, karena masakan sang mama menurutnya sangat nikmat dan tiada tandingannya.
"Oh ya Lex, setelah dipikir-pikir lebih baik kamu tidak usah melanjutkan kuliah kamu di luar negeri! Papa akan daftarkan kamu ke kampus disini saja, supaya kejadian kemarin tidak terjadi lagi. Jujur, papa khawatir semua itu beneran terjadi!" ucap Harry.
"Iya pa, sebenarnya aku kan juga udah bilang kalau aku gak mau kuliah di luar negeri. Apalagi aku harus jauh dari istri aku tercinta ini," ucap Alex.
Mereka semua senyum-senyum dibuatnya, terutama Keisha yang merasa malu dengan ucapan Alex. Akhirnya tanpa banyak basa-basi lagi, mereka bergegas menikmati makanan tersebut. Keisha juga mulai menuangkan makanan ke atas piring dan memberikannya pada Alex, ini merupakan kali pertama Keisha melakukan itu sejak diketahui bahwa Alex masih hidup.
"Mmhhh, emang deh masakan mama ini selalu enak dan gak pernah ngecewain! Beruntung aku punya mama kayak mama!" puji Alex.
"Ahaha, paling bisa ya kamu Alex!" kekeh Mayra.
"Yeh kak, ini tuh ada andil aku juga tahu. Tadi kan aku bantuin mama masak, ya walau cuma kebanyakan ngeliatin doang!" sahut Lana.
Sontak Alex dan yang lainnya kompak tertawa mendengar celetukan Lana, bahkan dengan teganya Alex mendorong kepala adiknya itu berniat untuk bercanda. Tapi, tentu saja Lana tidak suka dan langsung cemberut karenanya. Alex pun kembali ditegur oleh mamanya, karena kelakuan pria itu selalu saja sama seperti biasanya.
__ADS_1
•
•
Keesokan harinya, Alex terkejut ketika terbangun dari tidurnya dan melihat Keisha tengah terduduk di depan cermin sambil merapihkan rambutnya. Alex menatap bingung karena istrinya itu sudah rapih dengan pakaian seragam sekolahnya, Alex pun bangkit dari tempat tidurnya dan lalu menghampiri Keisha disana serta langsung memeluknya dari belakang dan mengecupi leher sang istri.
Sontak Keisha terkejut bukan main karena ulah suaminya, ia tak menyangka Alex sudah bangun dan berbuat hal seperti itu padanya. Tentu saja Keisha merasa risih, apalagi Alex tidak bisa berhenti menciumi lehernya dan memeluknya erat. Hendak berontak pun percuma, karena dekapan Alex memang begitu erat dan sulit dilepaskan.
"Kamu wangi banget sayang, pagi-pagi begini kamu udah tampil cantik kayak gini! Aku jadi pengen ngelakuin itu lagi deh kayak semalam, kamu mau ya sayang!" goda Alex.
Keisha terkejut dan terbelalak dibuatnya, "Apa mas? Ki-kita gak bisa ngelakuin itu, aku kan mau sekolah. Nanti malam lagi aja ya, mas?" ucapnya.
"Yah iya ya kamu kan masih sekolah, aku sampai lupa soal itu. Yaudah, aku antar kamu ke sekolah ya sayang? Sekalian aku juga pengen nostalgia disana, secara kan udah lama aku gak ketemu sama orang-orang di sekolah itu," ucap Alex.
"Hm, iya mas terserah kamu aja. Udah ah sana kamu mending mandi dulu kalau emang mau anterin aku, kamu masih bau tuh!" ucap Keisha.
Alex langsung menjauh dan melepaskan tubuh Keisha, ia menciumi seluruh tubuhnya lalu tersenyum karena merasa jika apa yang dikatakan istrinya itu benar. Ia pun menurut dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Keisha melanjutkan aktivitasnya dengan berdandan di depan cermin.
Alex yang tengah asyik mandi tampak terkejut mendengarnya, ia heran mengapa Keisha tiba-tiba memanggilnya dan memintanya keluar dari dalam sana. Dengan sangat terpaksa, Alex pun menghentikan sejenak aktivitasnya karena merasa Keisha sedang memerlukan bantuan. Ia membuka pintu, menemui istrinya tanpa mengenakan apapun.
"Apa sih sayang? Kamu mau ikut mandi lagi, hm?" tanya Alex dengan menggoda.
Keisha menggeleng dan menutupi mulutnya, ia langsung masuk begitu saja ke dalam sana untuk mengeluarkan semua isi perutnya. Alex pun keheranan dibuatnya, seolah tak mengerti mengapa tiba-tiba istrinya mual-mual seperti itu. Alex tampak khawatir, ia menghampiri Keisha dengan wajah heran sembari bertanya apa yang terjadi.
"Kei, kamu kenapa sayang? Kok mual-mual begitu, apa kamu sakit?" tanya Alex cemas, karena melihat kondisi istrinya yang tampak lemas.
Keisha pun menoleh ke arah suaminya setelah merasa lebih membaik, ia tampak bingung harus menjelaskan bagaimana pada suaminya itu mengenai kondisinya. Sejujurnya Keisha sudah tidak sabar ingin mengatakan mengenai kehamilannya, tetapi Keisha telah menyiapkan rencana untuk memberitahu itu pada momen yang pas di waktu anniversary mereka berdua.
"Umm aku....."
•
__ADS_1
•
Disisi lain, Joshua menyesali perbuatannya yang telah nyaris memperkosa Shella sebelumnya karena tidak bisa menahan gairahnya. Beruntung ada seseorang yang memergoki mereka saat hampir melakukan hal kotor itu, sehingga Joshua pun belum sempat melakukannya pada Shella. Namun, kini pria itu masih tampak menyesal karena sudah nyaris saja mengotori seorang wanita.
Disaat yang sama, Shella kembali datang menemuinya dengan senyum merekah di pipinya. Gadis itu terduduk di sebelahnya, memandang ke arahnya tanpa menghentikan senyumnya. Shella tahu bahwa saat ini Joshua tengah memikirkan kejadian kemarin, apalagi memang pria itu terlihat begitu sedih dan seperti sedang amat menyesal.
"Jos, udah lah lu gak perlu merasa bersalah soal kejadian kemarin! Gue juga kan gak masalah kalau emang lu pengen ngelakuin itu sama gue, gue ikhlas kok!" ujar Shella.
Joshua menoleh dengan wajah terkejut, "Gimana maksud lu? Lu mau aja gitu kalau gue perkosa lu, iya?" ucapnya.
Tanpa diduga, Shella justru menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar. Saat itu juga Joshua menganga seolah tak percaya dengan jawaban Shella, ia heran mengapa Shella justru menginginkan hal kotor itu terjadi. Padahal, Joshua sendiri merasa bersalah karena hampir merusak Shella kemarin karena tak bisa menahan gairahnya.
"Yaudah, kalo gitu nanti malam aja kita cari hotel yang mewah buat kita ngelakuin hal itu. Tapi ingat, namanya bukan diperkosa kalau lu sendiri mau ngelakuin itu. Gimana, lu setuju enggak sama kata-kata gue?" ucap Joshua.
"Hm, gila aja lu Jos! Gue tuh gak pengen ngelakuin itu tanpa status yang jelas, ya minimal lu nyatain cinta dulu kek ke gue!" ucap Shella.
"Hahaha, apa lu pikir gue ini suka sama lu Shella? Salah kalau lu ngira kayak gitu, karena cinta gue cuma untuk Keisha. Gue gak mungkin bisa menjalin hubungan sama lu," ucap Joshua.
"Terserah lu deh Jos, tapi gue kasihan sama lu karena lu udah dicampakkan sama Keisha!" ucap Shella menyeringai.
Joshua terdiam karena ucapan yang dilontarkan Shella barusan, ia tahu kalau memang benar apa yang dikatakan Shella tadi mengenai Keisha yang sudah mencampakkannya. Bahkan, Keisha seolah tidak mau berhadapan dengannya lagi. Padahal, Joshua sendiri tahu jika Alex sudah tidak ada lagi di dunia ini dan Keisha harus mengikhlaskan itu.
"Lo jangan asal bicara Shella! Gue bisa aja perkosa lu kapanpun kalau gue lagi emosi, camkan itu!" ancam Joshua.
"Cih, gue gak yakin lu seberani itu. Buktinya lu aja gak berani tuh buat kejar cinta Keisha lagi, sekarang lu malah menyerah dan berhenti buat kejar-kejar cewek itu!" cibir Shella.
"Diam Shella! Gue lagi pengen sendiri, gue gak mau lu atau siapapun ganggu gue!" sentak Joshua.
Shella menggeleng perlahan dan tersenyum dibuatnya, ia raih satu tangan pria itu sambil mengusapnya lembut. Ia masih berusaha keras untuk bisa membujuk pria itu agar mau berhubungan dengannya, karena entah kenapa Shella yakin kalau Joshua lambat laun bisa terkena godaannya dan terjebak dalam rencana buruknya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...