Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 115. Hubungan tanpa status


__ADS_3

Lana masih bersama Zikri di depan rumahnya dan mereka tampak begitu asyik berbincang berdua disana sambil saling tertawa, bahkan Zikri juga tak berhenti melontarkan gombalan andalannya untuk Lana yang memang menurutnya sangat cantik. Tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan gadis itu, sehingga Zikri pun cukup tertarik padanya dan ingin bila Lana menjadi kekasih hatinya untuk saat ini.


Mereka terus asyik berbicara disana membahas mengenai hal-hal ringan yang walau tidak penting tetapi mengasyikkan, keduanya juga tampak ingin terus seperti itu walau Lana sendiri tak tahu apa alasan sebenarnya Zikri datang kesana. Ya sedari tadi Zikri hanya menggombal dan mengatakan hal yang tidak penting, sehingga Lana cukup heran dengan niat asli dari Zikri datang ke rumahnya.


Keduanya kini sama-sama duduk di kursi yang sudah tersedia di teras rumah gadis itu untuk para tamu yang memang hadir disana, minuman juga sudah disediakan oleh sang pelayan khusus untuk Zikri yang datang ke rumahnya. Lana menunduk bingung saat ini, ia tak tahu lagi harus berbicara apa pada Zikri agar obrolan diantara mereka tidak terputus dan tetap terus terjadi sampai waktu lama.


Zikri juga bingung harus mencari topik pembicaraan apalagi dengan Lana, pasalnya sedari tadi ia sudah mengeluarkan banyak topik dan kini ia mulai kehabisan bahasan untuk terus mengobrol dengan gadis itu disana. Zikri pun khawatir jika Lana akan bosan, lalu nantinya gadis itu malah pergi dari sana dan kembali ke kamarnya meninggalkan Zikri begitu saja tanpa perduli dengannya yang kesepian.


Niat Zikri datang kesana sebenarnya hanya ingin bertemu bertemu dengan Lana, sehingga ia kini bingung harus berbicara apa lagi pada Lana. Jika saja dari awal Zikri memiliki niat yang pasti, maka mungkin ia tidak akan kebingungan sekarang. Zikri pun coba berpikir keras, ia berusaha agar Lana tidak bosan dan tetap mau disana bersamanya sampai siang nanti di hari libur yang cerah ceria ini.


"Zikri, kamu itu sebenarnya kesini karena apa sih? Kok daritadi kamu cuma ngobrol gak jelas gitu, tiap aku tanya juga kamu malah bengong. Kamu tuh mau apa datang ke rumah aku coba?" tanya Lana.


"Eee....."


Zikri memalingkan wajahnya dan menggaruk pelipis sembari berpikir keras, pertanyaan dari Lana sungguh menyulitkan dirinya untuk menjawab. Pasalnya, Zikri juga tak tahu apa alasan spesifik mengapa ia datang ke rumah gadis itu sekarang. Zikri hanya ingin bertemu dengan Lana, lalu berbincang berdua dengan gadis itu disana.


"A-aku juga gak tahu sih Lana, tadinya niat aku itu cuma mau ketemu kamu dan ngobrol sama kamu. Aku bosan sendirian di rumah sih," ucap Zikri gugup.


"Hah? Masa seorang Zikri bisa bosan sih di rumahnya yang besar dan luas kayak istana itu? Pasti disana banyak fasilitasnya kan, kenapa kamu bisa bosan coba?" ucap Lana terheran-heran.


"Ya namanya rumah, udah sering ditempatin jadinya kan bosan. Mungkin kalau yang baru pertama kali kesana bakal ngerasa seru, tapi aku kan udah dari kecil ya jadi bosan dong," ucap Zikri.


"Iya sih, kamu benar juga Zik. Seperti aku sekarang sih, rasanya bosan disini terus," ucap Lana lirih.


"Umm, kalo kamu bosan kenapa kita gak pergi aja sekarang berdua? Kita jalan-jalan gitu keliling kota pake motor, mau gak?" usul Zikri.


Deg


Jantung Lana seolah berhenti berdetak mendengar usul yang dilontarkan Zikri, ia memejamkan mata dan berpaling ke arah lain sambil memikirkan tawaran Zikri yang menurutnya sangat menarik dan sayang apabila Lana menolaknya.




Sementara itu, Alex dan Keisha juga tengah menikmati hari libur mereka dengan berkunjung ke sebuah kebun binatang yang ada di kota. Mereka berdua tampak begitu romantis saat ini, sepasang suami-istri itu terus berjalan mengelilingi kebun binatang sambil bergandengan tangan dan seolah tak ingin mengakhiri momen indah tersebut.


Mereka pergi berkeliling mengunjungi banyak binatang yang ada disana, mulai dari yang kecil sampai yang besar sekalipun. Tak hanya itu, Alex juga mengajak Keisha menaiki beberapa wahana yang ada di tempat itu. Keisha tentunya sangat senang, terutama ketika ia dapat menaiki perahu naga dan kapal bebek bersama suaminya saat ini.


Setelah puas banyak menaiki wahana tersebut, kini mereka kembali mengunjungi kandang burung yang mana terdapat banyak jenis burung disana. Keisha sangat menyukai burung-burung itu, terutama bagi mereka yang bulunya berwarna indah. Keisha pun tampak begitu asyik menikmati keindahan semua burung disana, bahkan sampai tak ada yang terlewat dari pandangan matanya itu.


"Mas, abis ini kita mau kemana lagi? Aku belum puas tahu jalan-jalan sama kamu, soalnya kan waktu kita buat pergi berdua kayak gini tuh jarang. Apalagi, kamu sering banget tinggalin aku," ucap Keisha.


Alex tersenyum lebar dan membawa sang istri ke dalam dekapannya, ia kecup kening Keisha serta mengusap pundaknya lembut. Alex paham bahwa Keisha menginginkan momen seperti ini, ia akui kalau dirinya juga menginginkan itu. Namun, sebagai seorang suami tentunya ia harus bertanggung jawab dan memberi nafkah kepada istri serta anaknya.

__ADS_1


"Maaf ya sayang, kamu kan tahu sendiri kalau aku ini harus cari kerja buat nafkahi kamu dan calon anak kita! Kalau aku diam aja di rumah, gimana dong caranya aku bisa kasih nafkah buat kamu nanti? Apalagi, anak kita kan udah mau lahir sayang. Kita butuh banyak biaya nantinya," ucap Alex.


"Iya sih mas, aku ngerti kok. Nanti begitu aku lulus sekolah, aku juga mau bantu kamu cari kerjaan ya buat tambah-tambah penghasilan kita?" ucap Keisha.


Alex terkejut mendengarnya, tentu saja ia tak setuju dengan perkataan Keisha yang ingin bekerja sama seperti dirinya. Bekerja itu adalah tugasnya sebagai suami, sedangkan Keisha hanya perlu duduk diam menunggu di rumah dan mengurus anak. Jika Keisha juga ikut bekerja, maka Alex tak akan mungkin mengizinkan istrinya itu pergi bekerja.


"Enggak enggak enggak, aku gak mau ya kamu kerja juga begitu! Kamu itu diam aja di rumah, urus anak kita nanti dengan baik sayang!" tegas Alex.


"Tapi mas, aku kan pengen bantu kamu. Lagian sekarang kerja juga bukan cuma kewajiban laki-laki, perempuan juga boleh dong. Aku kasihan lah sama kamu kalau kerja sendirian," ucap Keisha kekeuh.


"Gak bisa sayang, pokoknya aku gak akan izinin kamu buat ikut kerja!" ucap Alex.


Keisha pun tampak merengut dan tidak senang dengan jawaban suaminya, ia ingin ikut bekerja tetapi Alex malah mengatakan tidak. Kini mau tidak mau, Keisha hanya bisa menurut dan tak mungkin membantah kata-kata suaminya. Walau Keisha pasti akan merasa bosan, namun ia tetap harus mengikuti perintah dari sang suami asal itu benar.


"Jangan cemberut dong sayang! Aku tuh sayang sama kamu, aku gak mau kamu kecapekan terus anak kita juga gak keurus nanti!" ucap Alex membujuknya.


Keisha manggut-manggut saja, ia mencoba memahami apa yang diucapkan suaminya itu.




Singkat cerita, pasangan suami-istri itu tiba di warung makan yang ada di dalam kebun binatang tersebut. Keduanya duduk di tempat yang kosong, lalu memesan dua mangkuk bakso sebagai santai siang mereka kali ini. Keisha memang sengaja mengajak Alex kesana, karena wanita itu sedang ingin memakan bakso yang menyegarkan.


"Mas, kira-kira anak kita nanti pas lahir jenis kelaminnya apa ya? Kamu pengennya apa mas?" tanya Keisha secara tiba-tiba.


"Eee ya aku sih maunya perempuan, tapi tergantung Tuhan aja mau kasih kita anak laki-laki atau perempuan. Bagi aku, mau laki-laki atau perempuan itu sama aja kok. Yang terpenting kan mereka itu buah hati kita," jawab Alex.


"Ahaha, aku senang deh sama jawaban kamu mas. Kamu ini beneran udah banyak berubah, bukan lagi Alex yang dulu berandalan dan suka bikin onar. Ini baru suami yang mantap!" puji Keisha.


"Makasih sayang, tapi kayaknya kamu jangan kebanyakan muji aku deh!" pinta Alex.


"Kenapa?" tanya Keisha tampak terheran-heran.


"Ya aku nanti jadi terbang loh, terus malah ngerasa udah semakin baik dan gak pengen buat berubah lebih baik lagi," jelas Alex.


"Iya sih ya, kalo gitu aku gak muji kamu lagi deh. Biar kamu gak berpuas diri, terus masih mau belajar buat jadi lebih baik lagi dari yang sekarang. Pokoknya aku selalu dukung kamu, mas!" ucap Keisha.


"Iya cinta." Alex menarik istrinya dan mengecup kedua pipi wanita itu secara bergantian.


Disaat yang sama, Revan muncul di warung makan tersebut dan tak sengaja melihat Alex serta Keisha yang sedang terduduk disana. Tentu saja Revan harus kembali menahan diri untuk tidak cemburu, meski di dalam hatinya saat ini ia merasa hancur ketika melihat kedekatan antara Keisha dan suaminya secara langsung.


Tanpa berpikir panjang terlebih dahulu, Revan kini malah mendekat ke arah pasangan suami-istri yang tengah menikmati bakso mereka. Revan akui kalau ia cemburu dengan kemesraan mereka, sebab ia juga sangat menyukai Keisha. Hanya saja, Revan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bisa bersama Keisha yang ia cintai itu.

__ADS_1


Melihat kehadiran Revan disana, sontak Alex mulai terlihat kesal dan spontan berdiri menghadap ke arah Revan. Dua tangannya sudah terkepal kuat, rahangnya mengeras menandakan ia begitu emosi dengan keberadaan Revan. Andai saja ia tidak berjanji pada Keisha sebelumnya, maka pasti saat ini ia sudah memukul Revan disana.


"Mau apa lagi lu kesini, ha? Masih aja ya lu mau ngikutin gue sama Keisha? Gak cukup apa lu udah bikin hubungan gue dan Keisha hampir hancur, dasar cowok gak tahu diri!" sentak Alex.


"Mas, sabar mas! Kita kan gak tahu Revan kesini Karena apa, kamu jangan emosi dulu dong! Siapa tahu Revan juga emang udah ada disini daritadi, tenang ya mas kan kamu udah janji sama aku!" bujuk Keisha dengan lembut.


Alex memejamkan mata, lalu menghela nafasnya dan berhasil menenangkan diri dengan bantuan Keisha yang mengusap bahunya.




Di sebuah hotel, sepasang pria dan wanita tengah asyik mengejar kenikmatan duniawi yang biasa mereka lakukan. Mereka tampak begitu menikmati hal itu, teriakan demi teriakan terdengar memenuhi kamar yang sudah didesain kedap suara itu. Rintihan penuh kenikmatan pun menghiasi penjuru kamar, suasana cukup panas di dalam sana saat ini.


AC yang menyala juga tak cukup untuk membuat suasana menjadi dingin, terlebih si pria terus memompa tubuhnya dengan sangat cepat. Pria itu tak memberi ampun pada lawan mainnya, meski si wanita sudah terlihat lelah setelah terus-menerus dibombardir oleh si pria dan berulang kali mengalami puncak kenikmatan.


"Ahh .... ahhh .... daadhh,"


Wanita itu terus mengeluarkan suara kenikmatan dengan menyebut nama si pria, rambutnya yang panjang terus ditarik untuk menambah sensasi dalam permainan mereka. Ini bukanlah yang pertama bagi keduanya, sebab mereka sudah sering sekali melakukan hal seperti itu dan tak pernah bosan untuk mengulanginya.


"Aaarrrgghhh saya sampaiihhh....!!"


Si pria berteriak cukup keras, ia pompa dengan kecepatan maksimal sampai akhirnya berhasil mengeluarkan apa yang sedari tadi ia tahan. Lalu, pria itu pun ambruk di samping tubuh si wanita dan tampak terengah-engah penuh kelelahan. Tubuhnya dipenuhi peluh, begitu juga dengan si wanita yang sudah sangat letih akibat permainan itu.


Mereka adalah Joshua dan juga Tasya, ya pasangan teman tapi mesra ini memang kerapkali berhubungan badan secara sembunyi-sembunyi disana. Entah karena alasan apa, Tasya mau menerima tawaran Joshua untuk melakukan hubungan tanpa status seperti itu dan hanya saling menikmati tubuh satu sama lain.


"Dad, kamu luar biasa! Aku sampai lemas banget loh ini gara-gara kamu, kayaknya aku gak bakal bisa jalan dalam waktu dekat deh," ucap Tasya lirih.


"Hahaha, biasa aja buatku itu mah. Kamu kan juga udah sering aku bikin lemas, lagian emang aku gak bakal lepasin kamu sekarang. Kamu itu harus terus disini sampai besok!" tegas Joshua.


"Wow kamu ganas juga ya dad! Tapi ingat, kamu jangan pernah bawa perasaan loh!" ucap Tasya.


"Tentu saja, aku juga tahu soal itu kok. Aku gak mungkin jatuh cinta sama kamu Tasya, tenang aja!" ucap Joshua sambil tersenyum.


"Lalu, siapa wanita yang kamu cintai? Apa masih Keisha?" tanya Tasya penasaran.


Joshua terdiam sesaat memikirkan jawaban dari pertanyaan itu, ia ragu untuk mengatakan ya karena khawatir Tasya akan marah padanya. Tasya adalah sahabat sejati Keisha, pastinya Tasya tidak akan senang jika Joshua mengaku bahwa dirinya masih mencintai Keisha. Terlebih, saat ini Keisha sudah resmi dan sah menjadi istri dari Alex.


"Kalau memang benar kamu masih cinta sama Keisha, kayaknya kamu harus cepat-cepat hapus rasa cinta itu deh! Karena sekarang hubungan Keisha dan Alex udah kembali romantis, gak akan ada yang bisa meruntuhkan cinta mereka," ucap Tasya.


Lagi-lagi Joshua tak merespon ucapan Tasya, pria itu hanya diam menatap langit-langit dan kemudian memejamkan mata.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2