
Begitu waktu pulang sekolah tiba, Keisha dibantu oleh Alex keluar dari UKS dan berniat pulang ke tempat tinggal mereka meskipun sedari tadi juga Keisha hanya berdiam diri di UKS tanpa mengikuti pelajaran apapun. Tampak Keisha masih lemas saat ini karena sakit yang dideritanya, terlebih diwaktu istirahat tadi tubuhnya justru dihujam oleh Alex secara paksa sampai ia semakin melemah.
Alex pun terus memapah tubuh istrinya itu dan membawanya keluar dari lingkungan sekolah menuju tempat parkir, tentunya pria itu juga telah menyiapkan semua barang-barang milik Keisha seperti tas dan yang lainnya sebelum mereka akan pulang kali ini. Namun, langkah mereka tiba-tiba terhenti saat di hadapan mereka muncul sosok Zayn yang terlihat menghalangi langkah keduanya.
"Eh Keisha, katanya kamu sakit dan masuk UKS ya? Aku minta maaf banget ya Kei, aku gak sempat jenguk kamu tadi karena ada urusan. Tapi, kamu gak kenapa-napa kan?" ucap Zayn cemas.
Keisha terdiam saat itu juga, ia melirik ke arah suaminya dengan rasa cemas yang menghantuinya saat ini. Ya tentu Keisha takut jika Alex akan terpancing emosinya setelah mendengar ucapan Zayn barusan, apalagi Alex memang dikenal sebagai sosok yang pencemburu dan mudah sekali emosi tiap ada lelaki yang mendekati wanitanya.
"Heh! Apa urusannya sama lu kalo Keisha sakit coba? Lu gausah sok perhatian sama cewek gue, mending lu pergi sana dan jangan caper lagi sama dia! Kalau lu mau selamat, sebaiknya lu jauhi Keisha sekarang juga!" tegur Alex.
"Lex, lu kenapa sih? Salah ya kalau gue cemas sama perempuan yang gue cintai? Gue tahu Keisha cewek lu, tapi tetap aja gue masih cinta sama dia!" ucap Zayn tegas.
"Sialan lu!" Alex mengumpat kesal dan berniat mendekati Zayn dengan amarahnya.
Namun, dengan cepat Keisha berhasil menahan suaminya agar tidak terpancing emosi karena itu hanya akan membuat suasana makin kacau. Keisha juga meminta Alex untuk sabar, sebab ia tak mau Alex dipanggil kembali oleh pihak sekolah seperti waktu itu dan bisa saja kali ini hukuman untuk Alex akan lebih besar dibanding sebelumnya.
Alex menuruti perkataan istrinya itu tanpa membantah sedikitpun, walau saat ini ia tampak sangat emosi dan terus menatap tajam ke arah Zayn disertai dua tangan yang terkepal hebat. Jika saja tidak ada Keisha disana, mungkin Alex sudah meninju habis wajah Zayn sampai membuat pria itu masuk rumah sakit atau bahkan kuburan.
"Untung lu sekarang karena ada Keisha disini, kalau enggak udah pasti gue bakal abisin lu dan kirim lu ke UGD!" ancam Alex.
"Gue gak pernah takut sama ancaman lu, Lex. Bahkan, gue juga gak takut sama lu biarpun lu itu jagoan di sekolah ini. Gue bisa aja lawan lu, tapi gue gak mau lakuin itu!" ucap Zayn.
"Cih, terserah lu aja Zayn! Intinya lu udah kalah dalam perebutan Keisha, karena terbukti sekarang Keisha udah sah jadi milik gue!" tegas Alex.
"Belum tentu Lex, kalian kan masih pacaran. Gue bisa aja rebut Keisha dari lu nanti, bahkan walau kalian udah nikah sekalipun gue akan tetap hadir di kehidupan kalian berdua untuk memperjuangkan cinta gue ke Keisha!" ucap Zayn.
Deg
Alex benar-benar terkejut mendengar perkataan yang dilontarkan Zayn barusan, ia tak menyangka Zayn akan berani mengatakan itu di hadapannya saat ini. Emosinya kembali meluap-luap dan tak bisa dibendung lagi, rasanya ia ingin segera menghabisi Zayn dengan tangannya sendiri dan membuat pria itu menyesal telah mengatakan hal itu tadi.
"Asal lu tahu ya Zayn, gue sebenarnya sama Keisha udah menikah. Kita berdua sudah bukan pacaran lagi, dan kita juga sudah sah menjadi pasangan suami-istri itu!" ucap Alex mengungkap semuanya.
Zayn kali ini yang dibuat terkejut oleh perkataan Alex, pria itu bahkan sampai membelalakkan matanya seolah tak percaya jika Alex dan Keisha telah resmi menjadi pasangan suami-istri yang saling mencintai. Bukan hanya Zayn, bahkan Keisha sendiri tak percaya jika suaminya akan membongkar semua itu di depan Zayn hanya karena kekesalan yang tengah melandanya kali ini. Keisha khawatir ini akan menjadi boomerang untuk mereka, karena sebelumnya Alex meminta padanya agar merahasiakan mengenai pernikahan mereka.
"Apa maksud lu Lex? Lu gak lagi bercanda kan sama gue? Mana mungkin coba kalian udah nikah, kapan itu terjadi ha?" tanya Zayn terheran-heran.
"Hahaha, kenapa Zayn? Pasti lu kecewa ya karena tahu Keisha udah gue nikahin sekarang?" kekeh Alex.
"Gak mungkin, ini pasti cuma omong kosong lu doang kan! Mana mungkin Keisha udah jadi istri lu? Gausah ngarep deh lu Lex, jangan mimpi!" ucap Zayn masih tak percaya.
"Cih, lu tuh yang jangan ngarep jadi cowok! Keisha udah sah jadi milik gue, dan lu gak akan bisa rebut dia dari gue!" ujar Alex.
Zayn menggeleng perlahan, dirinya masih tak mempercayai perkataan Alex itu. Bagi Zayn, bisa saja Alex hanya mengatakan sebuah kebohongan karena memang belum terbukti jika pria itu telah menikahi Keisha. Zayn pun tak akan mungkin percaya dengan perkataan Alex, sebab menurutnya Keisha tidak akan mau menikah dengan Alex.
"Sudah cukup, kalian jangan berkelahi disini! Buat apa sih kalian debat terus kayak gitu? Emangnya apa yang bisa kalian dapetin, ha?" geram Keisha.
Kedua pria itu terdiam menatap wajah Keisha, ya tampak Keisha sudah tidak bisa lagi menahan diri melihat kelakuan suaminya dan juga Zayn yang terus saja berdebat di hadapannya saat ini. Sungguh Keisha merasa lelah, ia tak ingin mereka berdua berkelahi disana. Biar bagaimanapun, Keisha tetap tak mau Alex ataupun Zayn terluka kali ini.
__ADS_1
"Maaf Kei, kalo gitu kamu jawab dengan jujur pertanyaan aku sekarang ini! Apa benar kamu sudah menikah dengan Alex, hm?" ucap Zayn bertanya pada wanita itu.
"Eee itu...."
Keisha terlihat gugup, wanita itu belum sanggup untuk mengatakan yang sejujurnya kepada Zayn. Ia terlalu takut jika nantinya Zayn merasa sakit hati dan terluka karenanya, kini ia pun terus merasa gugup dan menundukkan kepalanya karena belum bisa mengatakan yang sejujurnya kali ini. Sedangkan Zayn sendiri, tampak menanti jawaban darinya.
"Sudahlah Keisha, tidak perlu ditutupi lagi! Orang seperti dia ini wajib tahu, kalau kamu itu memang sudah sah menjadi istri aku!" sela Alex.
"Tapi Lex—"
"Keisha cukup! Kalau kamu tidak mau mengakui itu, maka aku akan sangat marah sama kamu!" Alex lebih dulu memotongnya.
Tentu saja Keisha takut dengan ancaman suaminya itu, akhirnya setelah mendapat tekanan dari kedua belah pihak kini Keisha pun beralih menatap Zayn sembari menelan saliva nya. Wanita itu terus menetralkan nafasnya, berusaha menenangkan diri sebelum mulai bercerita kepada Zayn terkait seperti apa hubungannya dengan Alex.
"Iya Zayn, aku sama Alex memang sudah menikah. Kami ini sekarang suami-istri," ucap Keisha gugup.
Deg
Jantung Zayn berhenti berdetak saat itu juga, jiwanya serasa mati mendengar pengakuan Keisha yang sungguh diluar dugaannya.
•
•
Sementara itu, Tio sudah menunggu kehadiran Meira di lapangan basket. Seperti janji mereka saat di kantin tadi, Tio pun terus menanti Meira yang sudah berjanji akan datang. Pria itu juga telah bersiap dengan membawa sebuah bunga di tangannya yang nanti akan ia berikan untuk Meira, ya tentu jika memang Meira mau datang kesana menemuinya.
Sesuai dugaannya, benar ternyata jika Meira akan datang kesana menemuinya. Gadis itu bahkan menyapanya, dan kini duduk di sebelahnya setelah bersalaman dengan pria itu. Tanpa basa-basi lagi, langsung saja Tio menyerahkan bunga di tangannya itu pada Meira sambil menatap wajahnya. Satu tangan pria itu juga bergerak meraih telapak Meira, ia genggam tangan itu dengan erat dan fokus menatap wajah wanita di hadapannya itu.
"Meira, sebenarnya aku ragu buat menyampaikan kata-kata ini ke kamu. Tapi aku rasa ini waktu yang tepat, karena aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi Meira," ucap Tio tampak serius.
Meira mengernyitkan dahinya, "Menyampaikan apa ya kak? Aku gak ngerti deh," ujarnya keheranan.
"Aku cinta sama kamu, Meira. Aku mau kita berdua jadi pasangan kekasih yang saling memiliki dan mencintai satu sama lain," ucap Tio dengan jelas.
Deg
Meira terkejut bukan main mendengar pengakuan yang diucapkan oleh Tio, sepertinya pria itu tak main-main dengan ucapannya dan tentu saja Meira bingung harus mengatakan apa saat ini. Terlebih aksi mereka itu juga disaksikan oleh cukup banyak orang di sekitar, yang pastinya membuat Meira semakin merasa gugup dan kebingungan.
"Bagaimana jawaban kamu, Meira? Apa kamu tertarik untuk menjadi pacar aku, atau tidak?" tanya Tio kepada gadisnya itu.
Meira tertunduk lesu kali ini, gadis itu benar-benar bingung dan tak tahu harus mengatakan apa. Sedangkan Tio tampak terus menanti jawaban dari gadis itu, bahkan hingga kini Tio masih saja memandangi wajah Meira tanpa berpaling sedikitpun darinya.
"Kalau memang kamu belum bisa jawab sekarang, aku gapapa kok. Aku akan kasih kamu waktu untuk berpikir tentang itu Meira," ucap Tio lagi.
"Eee aku udah punya jawabannya kok, kak. Tapi, aku harap kamu jangan kecewa ya!" ucap Meira lirih.
"Ma-maksud kamu? Apa kamu ingin menolak aku, Meira? Itu sebabnya kamu meminta aku untuk tidak kecewa, iya?" tanya Tio penasaran.
__ADS_1
"Iya kak, itu benar. Maaf, aku gak bisa jadi pacar kamu untuk saat ini!" jawab Meira tanpa ragu.
"Apa?? Ta-tapi kenapa?" Tio sangat terkejut, perasaannya begitu hancur saat ini begitu mendengar perkataan Meira barusan.
"A-aku sudah punya pacar, kak. Pacarku itu gak sekolah disini sih, tapi tetap aja aku gak mungkin mengkhianati dia. Aku juga sayang sama dia, jadi maaf aku gak bisa terima cinta kamu!" jelas Meira.
Hati Tio seolah tersengat saat itu juga setelah mendengar pengakuan Meira, ia tak menyangka jika gadis yang dicintainya itu ternyata sudah memiliki kekasih. Tentu saja Tio merasa sangat hancur, perasaannya hilang seketika dan hidupnya langsung berubah drastis. Pria itu reflek melepaskan telapak tangan Meira, lalu memalingkan wajahnya dan menunduk lesu merutuki dirinya sendiri.
Ya seharusnya Tio tak seberani ini mengungkapkan perasaannya pada Meira di depan orang banyak, terlebih ia belum mengenal gadis itu dengan baik dan belum tahu asal-usul atau identitas dari Meira yang sebenarnya. Sungguh Tio menyesali semua yang ia lakukan, pria itu langsung berteriak keras dan memukul-mukul kursi yang ia duduki dengan kasar sampai membuat Meira terkejut.
•
•
Keesokan harinya, Alex tiba di rumah orangtuanya bersama Keisha sang istri. Mereka datang kesana atas undangan yang diberikan oleh kedua orang tua dari Alex, dalam rangka untuk menikmati sesi makan malam bersama. Tentu Alex tak menolak, pria itu justru bangga dan senang dapat merasakan momen seperti ini kembali di dalam hidupnya.
Ia dan Keisha kini melangkah turun dari mobil, lalu memasuki area rumah besar keluarga Grissham tersebut dengan berhati-hati. Satu tangan Alex terus saja menggandeng lengan istrinya, seolah tidak mau terjadi sesuatu pada wanita itu disana. Sebagai seorang suami, tampak betul Alex ingin menjaga Keisha dan membuat wanita itu merasa diratukan.
Sebelumnya, pagi-pagi sekali Mayra selaku ibu dari Alex menghubungi nomor putranya dan meminta pria itu untuk ikut datang ke acara makan malam di rumah mereka malam ini. Entah karena apa, tiba-tiba saja Mayra mengajak Alex dan Keisha untuk datang kesana. Padahal biasanya Mayra jarang sekali melakukan itu, sebab kesibukan yang terus dia lakukan sama seperti kelakuan Harry suaminya.
Setibanya di depan pintu, Alex langsung disambut oleh kemunculan sang pelayan yang sengaja membukakan pintu untuknya. Tanpa banyak basa-basi, Alex segera mengajak istrinya masuk ke dalam untuk menemui kedua orangtuanya. Tampak disana sudah sangat indah dengan hiasan di berbagai sudut serta ruangan itu, membuat Alex terperangah tak percaya melihatnya.
Disaat mereka sedang asyik mengagumi keindahan itu, tanpa diduga Mayra sudah berada di hadapan mereka dan mengejutkan keduanya dengan cara menyapanya. Sontak baik Alex maupun Keisha spontan menoleh ke arah Mayra, mereka terkejut tapi berusaha tetap tenang dan mencium tangan Mayra sebagai rasa hormat mereka.
"Selamat datang ya kalian berdua! Duh duh, mantu mama ini makin cantik aja deh dilihat-lihat! Begini dong sayang, mama kan senang kalau lihat kalian romantis terus kayak gini!" puji Mayra.
"Apa sih ma? Aku sama Keisha kan emang selalu romantis dari dulu, kita mana pernah berantem?" ucap Alex membela diri.
Mayra tersenyum saja kali ini, "Iya deh iya, yaudah yuk kita langsung ke dalam aja! Papa udah nungguin tuh disana. Oh ya, mama juga mau ngenalin seseorang ke kalian berdua tau," ucapnya.
Alex serta Keisha kompak kebingungan mendengar ucapan Mayra.
"Seseorang, siapa maksud mama?" tanya Alex.
"Ah udah nanti aja mama kasih tahunya di dalam, biar sekalian kalian lihat langsung. Orangnya itu baik kok, dia anak teman mama yang lagi mampir kesini. Mama yakin, kalian pasti suka kenalan sama dia!" ucap Mayra.
"Oh oke deh, ma." singkat Alex.
Setelahnya, mereka kembali melangkah menuju meja makan secara bersama-sama. Kali ini Mayra lah yang berganti merangkul pundak Keisha, karena wanita itu ingin memanjakan menantunya. Sedangkan Alex hanya bisa pasrah membiarkan Keisha bersama mamanya, sebab dia tidak mungkin melarang mamanya mendekati Keisha.
Tapi kemudian, tiba-tiba saja seorang wanita datang mendekat dan mencegat mereka sehingga ketiga orang itu tidak bisa melanjutkan langkahnya. Ya tentu Alex dan yang lainnya terkejut, mereka menatap ke arah si wanita dengan wajah syok seolah tak percaya. Alex bahkan menganga cukup lebar saat ini, begitu wanita di hadapannya melambaikan tangan ke arahnya.
"Ha-halo Alex! Halo juga Keisha!" wanita itu menyapa pasangan suami-istri tersebut dengan suara pelannya.
"Shella??"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...