
Keisha akhirnya dapat lepas dari paksaan Alex yang ingin membawanya pulang ke rumah, ya karena kini Alex telah pergi dari sana dan kembali ke rumahnya tanpa hasil yang dia inginkan. Keisha pun tengah bersama Shella serta Zayn kali ini, terlihat Shella juga masih menaruh curiga pada kekasihnya itu. Apalagi, sejak tadi sikap Zayn memang cukup aneh dan wajar saja bila Shella curiga kepadanya.
Shella pun terus saja mencecar Zayn dengan berbagai macam pertanyaan, ia yakin sekali bahwa Zayn adalah pelaku yang sudah membocorkan alamat rumah itu kepada Alex. Entah kenapa Shella begitu yakin saat ini, sehingga ia tak puas sebelum mendapat pengakuan dari Zayn. Meski ia tak memiliki bukti, tetapi biasanya feeling dari seorang Shella memang tidak pernah salah atau gagal.
"Zayn, kamu ngaku aja deh sama aku dan Keisha sekarang! Kamu kan ya yang kasih tahu ke Alex tentang alamat rumah Keisha ini?" ucap Shella.
Zayn menggeleng perlahan, "Apa sih kamu sayang? Aku gak begitu loh, buat apa juga aku kasih tahu alamat Keisha ke si Alex? Lagian hubungan aku sama Alex itu gak baik loh," ucapnya mengelak.
"Ck, terus kenapa daritadi sikap kamu tuh aneh begitu? Kayak ada yang kamu sembunyiin," ucap Shella masih saja menaruh curiga.
"Hadeh Shella sayang, aku begitu tuh karena cemburu. Aku gak suka kalau kamu dekat sama si Alex, makanya sikap aku kayak gitu. Tapi, bukan aku kok yang kasih tahu semua ke Alex," ucap Zayn.
"Bener nih bukan kamu? Tapi kok aku ngerasa kamu ya yang ngelakuin itu?" tanya Shella lagi.
"Terserah kamu deh sayang, intinya bukan aku yang kasih tahu semua itu ke Alex! Percaya dong sama aku!" tegas Zayn.
Zayn tampak emosi dan langsung beranjak dari posisinya, ia berniat pergi dari sana karena merasa kesal terus-terusan dicecar oleh kekasihnya sendiri. Padahal, ia sudah berulang kali mengatakan pada Shella dan Keisha kalau bukan dirinya lah yang memberitahu alamat rumah itu kepada Alex.
"Eh Zayn, kamu mau kemana sih? Jangan marah dong ah, aku kan cuma tanya tadi! Kalau emang gak benar, yaudah aku minta maaf," ucap Shella.
Zayn memutar bola matanya, "Okay, aku maafin kamu. Tapi, kita bahas yang lain aja ya! Aku gak mau kamu terus cecar aku kayak gitu!" ucapnya dengan Tegus dan penuh emosi.
Shella sontak merasa bersalah pada Zayn dan tidak enak hati karena telah membuat pria itu emosi kali ini, ia sadar kalau apa yang dilakukannya tadi memang salah dan tak seharusnya ia mencecar Zayn terus seperti itu. Apalagi, Shella memang belum memiliki bukti apapun yang menyatakan kalau Zayn adalah pelakunya.
"A-aku minta maaf ya sayang, aku nyesel udah tuduh kamu kayak gitu! Tolong kamu jangan marah ya, aku janji gak akan begitu lagi kok!" ucap Shella berusaha membujuk kekasihnya.
__ADS_1
"Hm, iya gapapa kok. Awas loh kalau kamu masih aja begitu sama aku nanti!" ucap Zayn.
"Iya iya sayang, maafin aku ya? Kamu duduk lagi sini, jangan ngambek gitu ah! Lagian masih ada yang mau aku bicarain sama kamu," pinta Shella.
Zayn mengangguk saja dan kembali terduduk disana bersama kedua wanita itu, meski rasanya ia masih sedikit kesal karena sempat dituduh sebagai orang yang memberitahu alamat rumah itu kepada Alex. Namun, ia mencoba menenangkan diri dan tidak terlalu terbawa emosi karena bagaimanapun Shella adalah kekasihnya dan ia tak mau gadis itu malah berbalik kecewa padanya nanti.
•
•
Sementara itu, Alex pergi dengan perasaan kecewa dan kesal di dalam hatinya karena gagal dalam membawa pulang Keisha serta Kenzie. Pria itu sungguh kecewa dan benar-benar tidak habis pikir karena kegagalan yang ia alami, padahal tadinya Alex yakin sekali kalau dirinya akan berhasil mengajak Keisha dan Kenzie pulang bersamanya.
"Aaarrrgghhh sial! Gue gak nyangka, ternyata benar kalau selama ini Keisha disembunyiin sama kakek Bruce. Kalau kayak gini caranya, susah buat gue ajak Keisha balik ke rumah!" geram Alex.
Pria itu terus memukul-mukul motornya untuk melampiaskan kekesalan di dalam dirinya, masih terbesit di dalam pikirannya saat Keisha mengatakan bahwa dia sudah memutuskan untuk menggugat cerai dirinya di pengadilan nanti. Ia pun dibuat bingung kali ini, karena jujur ia masih belum bisa berpisah dari wanita itu.
Sontak Alex menoleh kali ini, ia terkejut ketika menemukan Cherry berdiri di sebelahnya dan tengah menatap ke arahnya sambil tersenyum. Tentu saja Alex reflek bangkit dan turun dari motornya, ya seketika rasa kesal di dalam dirinya menghilang dengan kehadiran Cherry disana.
"Eh Cherry, loh kamu kok bisa ada disini sih? Kamu emangnya gak sekolah?" tanya Alex tampak bingung dan terheran-heran.
"Hehe, aku lagi libur nih kak. Soalnya kemarin kan baru ikut ujian tes kelulusan," jawab Cherry.
"Oalah gitu toh, terus sekarang ini kamu mau kemana? Sendirian aja nih?" tanya Alex lagi sambil celingak-celinguk ke sekitar.
"Umm, gak tahu juga sih. Ya mungkin aku cuma pengen jalan-jalan sekitar sini," jawab Cherry singkat.
__ADS_1
Alex bergerak semakin mendekati gadis itu, bahkan ia cukup berani untuk mengusap rambut halus sang gadis yang menurutnya sangat nyaman untuk disentuh seperti itu. Tak ada penolakan dari Cherry, ya karena gadis itu juga merasa nyaman disaat Alex memberikan sentuhan lembut padanya.
"Kamu makin cantik aja dilihat-lihat, aku jadi makin suka deh sama kamu! Rambut kamu juga halus banget nih, rasanya enak buat dielus-elus kayak gini deh," ucap Alex memujinya.
Cherry tersipu dibuatnya, apalagi pujian yang dilontarkan Alex secara bertubi-tubi itu mampu membuat wajahnya memerah. Memang ia sudah sering diberi pujian oleh para lelaki sebelumnya, tapi entah kenapa saat Alex yang memujinya justru gadis itu merasa amat bahagia.
"Bisa aja kamu ah, kamu sendiri ngapain disini? Masih cari istri sama anak kamu ya?" ucap Cherry.
Alex mengangguk perlahan, "Ya Cherry, aku udah nemu dimana lokasi Keisha sekarang. Tapi sayang banget, Keisha ternyata udah gak mau pulang sama aku lagi," ucapnya lirih.
"Hah kok gitu sih? Emangnya kenapa dia gak mau tinggal sama kamu?" tanya Cherry cukup terkejut.
"Aku juga gak tahu, mungkin aja dia masih marah sama aku. Ya wajar sih menurut aku, karena emang aku udah banyak salah sama dia," ucap Alex.
"Tapi tetap aja kak, itu gak bener loh. Dia kan statusnya masih jadi istri kamu, masa dia malah gak mau tinggal sama kamu? Jahat banget tuh cewek, harusnya dia kan masih tetap patuh dan nurut sama kamu suaminya!" ucap Cherry.
"Entahlah, dia juga bilang kalau sebentar lagi dia mau gugat cerai aku. Kayaknya emang hubungan rumah tangga aku sama dia gak akan bisa bertahan lama lagi," ucap Alex tampak pasrah kali ini.
Cherry pun ikut merasa sedih ketika mendengar penjelasan dari Alex barusan, ia mencoba menenangkan Alex agar tidak terus bersedih kali ini. Ya tentu saja hal itu berhasil membuat Alex sedikit tenang, karena memang sentuhan Cherry selalu ditunggu-tunggu oleh pria itu.
"Kamu yang sabar ya kak, aku yakin kamu pasti bisa dapetin yang terbaik nantinya!" ucap Cherry disertai senyum manisnya.
Alex terdiam memandang wajah gadis itu, entah kenapa ia merasa ada maksud tersirat di dalam kata-kata yang dilontarkan oleh Cherry barusan dan itu membuat Alex terus berpikir keras.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...