
Alex masih terlihat begitu emosi setelah Revan tiba-tiba muncul di dekatnya saat ini, namun berkat janji yang telah ia ucapkan kepada Keisha kini pria itu tak dapat berbuat apa-apa untuk melampiaskan segala emosi di dalam dirinya. Alex harus bisa banyak sabar dan menahan diri, karena ia tidak ingin Keisha merasa kesal atau menganggapnya sebagai laki-laki yang tidak bisa dipegang omongannya.
Revan sendiri terus saja memandang ke arah Keisha yang saat ini berada tepat di hadapannya, entah mengapa Revan selalu tak bisa beralih dari wajah cantik Keisha yang begitu menawan dan menarik perhatiannya. Jika saja Keisha belum memiliki suami, maka Revan akan menjadi laki-laki pertama yang melamar Keisha dan mengajak wanita itu hidup bahagia bersamanya sampai akhir hayat.
Revan akui Alex sangat beruntung karena dapat memiliki istri yang baik dan cantik seperti Keisha, tapi Alex malah berulang kali menyakiti hati Keisha dan membuat Keisha bersedih karena ulah darinya yang tidak tahu rasa bersyukur. Banyak lelaki yang ingin ada di posisi Alex untuk dapat memiliki Keisha, namun mereka semua harus merasa puas hanya bisa melihat Keisha dari kejauhan seperti ini.
"Mending lu pergi dari sini deh, daripada nanti gue gak bisa nahan emosi dan malah hajar lu sampai pingsan!" ucap Alex mengusir Revan dari sana.
Revan tersenyum saja dibuatnya, ia tak takut dengan ancaman Alex dan memang sejak awal juga ia tidak pernah merasa gentar setiap bertemu Alex. Bisa saja Revan melawan Alex, bahkan menghabisi Alex kalau ia mau. Namun, Revan bukan tipe lelaki yang seperti itu dan ia lebih mencintai yang namanya perdamaian dan tidak menyukai keributan.
"Kamu santai dulu Alex, saya kesini bukan untuk ganggu kamu dan Keisha kok! Saya cuma mau kasih selamat buat kalian, ya karena kalian udah baikan dan kompak lagi sekarang!" ucap Revan lirih.
"Halah banyak omong lu! Gue tahu maksud lu yang sebenarnya itu apa, jadi lu mending pergi dan jangan bikin gue makin emosi!" sentak Alex.
"Apa sih Lex? Kamu itu mikirnya aneh-aneh mulu ya sama saya, padahal saya daritadi juga datang baik-baik dan gak ada niatan buruk. Kenapa loh kamu sampai semarah itu?" ucap Revan bingung.
"Iya mas, kamu kok malah jadi emosi gini sih? Katanya kamu mau berubah loh," sahut Keisha.
Mendengar ucapan sang istri, membuat Alex tersadar kalau apa yang ia lakukan tadi tidak benar dan seharusnya Alex tak berbuat seperti itu. Alex memang sudah berjanji pada Keisha bahwa dia akan berubah, maka dari itu kini Alex menyesal karena masih saja terpancing emosi setiap kali melihat wajah menyebalkan Revan di depannya.
"Ma-maaf sayang, aku gak tahu kenapa selalu emosi tiap kali ngeliat orang ini!" ucap Alex seraya menunjuk wajah Revan dengan telunjuknya.
"Alasan aja kamu, udah ah jangan kayak gitu lagi! Aku gak suka tau mas!" pinta Keisha.
Alex mengangguk lesu, tentu saja ia mengiyakan ucapan Keisha supaya tidak terjadi keributan diantara mereka dan Keisha tak akan kecewa padanya. Apalagi, Keisha baru memaafkan dirinya atas kesalahan yang ia perbuat beberapa hari lalu mengenai Anya. Untuk itu, Alex tidak mau lagi ada keributan diantara mereka nantinya.
"Tuh dengerin kata istri kamu Lex, kamu itu harus banyak sabar dan gak gampang kebawa emosi! Jadi orang kok emosian terus, mau jadi apa kamu nanti? Kasihan tuh anak kamu loh Lex," ucap Revan.
Braakkk
"Diem lu sialan!" Alex mengumpat kasar sembari menggebrak meja dan mengagetkan seluruh orang yang ada disana.
•
__ADS_1
•
Disisi lain, Lana masih menikmati waktu berdua bersama Zikri di hari liburnya yang cerah dan penuh keceriaan ini. Hanya saja, kali ini mereka sudah tidak berada di rumah Lana dan berganti mengelilingi taman yang ada di dekat rumah itu. Lana sendiri juga telah mandi dan berganti pakaian, sehingga dirinya tampak lebih segar kali ini.
Zikri juga terlihat sangat menikmati apa yang ada di depan matanya saat ini, Lana begitu cantik dan membuat Zikri sangat mengagumi gadis itu. Bahkan, Zikri ingin sekali memiliki Lana seutuhnya serta menjadikan Lana ratu di hidupnya. Itu sebabnya Zikri amat kesal karena Lana tak kunjung memberi jawaban, padahal ia sudah menunggu cukup lama.
Lana memang belum bisa menjawab pertanyaan yang diajukan Zikri beberapa hari lalu itu, alasannya ya karena Lana masih membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk berpikir dan memastikan bahwa dirinya tidak akan salah menjawab. Bagaimanapun, Lana tak mau jika sampai ia salah dalam memilih pasangan hidupnya kali ini.
Meski mereka sama-sama tahu kalau saat ini mereka masih duduk di bangku sekolah, tapi tetap Lana tidak mungkin asal dalam memilih kekasih yang bisa saja menjadi pasangan masa depannya nanti. Apalagi, Lana juga tahu kalau cinta Zikri selama ini hanya untuk Cherry dan membuat dirinya agak ragu kalau Zikri benar-benar mencintainya.
"Eee Lana, kamu itu sebenarnya udah ada jawaban dari pertanyaan aku atau belum sih? Kok lama banget ya kamu jawabnya?" tanya Zikri penasaran.
Lana terkejut ketika tiba-tiba Zikri membahas mengenai itu, padahal sedari tadi Zikri tidak pernah menanyakan perihal jawaban darinya. Namun, kali ini pria itu malah tiba-tiba saja bertanya seperti itu dan membuatnya kebingungan. Lana tak tahu harus menjawab apa kali ini, karena Zikri begitu tajam menatapnya seolah menunggu jawaban darinya.
"A-aku kan udah bilang sama kamu Zikri, aku masih belum tahu mau jawab apa. Kamu bisa sabar kan nunggu sampai beberapa hari lagi? Aku butuh waktu untuk jawab itu Zikri," ucap Lana gugup.
"Iya tapi sampai kapan Lana? Aku udah nunggu lama banget loh, aku juga butuh kepastian kan!" ucap Zikri semakin tegas.
"Maafin aku Zik, tapi aku beneran belum bisa jawab sekarang! Kamu marah ya sama aku? Aku minta maaf, aku belum ada jawabannya!" ucap Lana.
"Aku gak marah kok Lana, aku cuma penasaran aja sama jawaban kamu. Ya kalau kamu masih butuh waktu, it's okay gak masalah kok. Aku bakal tunggu kamu sampai kapanpun," ucap Zikri.
"Makasih Zikri!" ucap Lana tersenyum lebar.
Akhirnya Lana dapat menghela nafas lega kali ini, ia tadinya khawatir Zikri akan terus memaksanya untuk menjawab pertanyaan darinya. Tapi, ternyata Zikri lebih mengerti bahwa saat ini Lana masih butuh waktu untuk memberi jawaban tersebut. Meski begitu, tetap saja Zikri merasa jengkel karena Lana cukup lama memberikan jawaban padanya.
•
•
Beberapa bulan kemudian....
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, kini Keisha telah melahirkan seorang anak lelaki yang tampan dan manis seperti orangtuanya. Keisha pun terlihat sangat senang, ia sudah lama menantikan momen ini yang kemudian terjadi juga. Tak hanya Keisha, seluruh keluarganya pun merasa sangat bahagia dengan kelahiran bayi tersebut ke dunia.
__ADS_1
Alex tampak menggendong putranya dengan sangat gembira, ia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya dan merasa kalau kelahiran putranya telah membuat hidupnya makin lengkap. Alex sangat menanti momen ini terjadi, butuh waktu lama bagi pria itu untuk melihat putranya lahir ke dunia dan menambah keceriaan di hidupnya.
"Wah ahaha, anak papa ganteng banget! Papa bangga deh punya anak kayak kamu, pasti kamu gedenya nanti bakal jadi jagoan seperti papa!" ucap Alex pada putranya.
Keisha tersenyum lebar dan menggeleng pelan mendengar ucapan suaminya, ia paham dengan kebahagiaan pria itu dan tak mau mengganggunya. Keisha ikut senang ketika Alex merasa senang, itulah mengapa sedari tadi Keisha membiarkan saja tiap kali Alex berbicara dengan putranya dan terus menggendong bayi mereka itu.
"Ututu, gemes banget papa sama kamu nak! Papa rasanya gak mau lepasin kamu, pengen papa gendong terus sampai besar! Kamu juga pasti suka kan sayang?" ucap Alex begitu ceria.
"Ya gak gitu juga kali mas, masa iya kamu mau gendong dia terus sampe besar? Nanti yang ada badan kamu bisa bongkok loh," kekeh Keisha.
"Hahaha, gapapa sayang yang penting aku kan bisa gendong anak aku ini. Abisnya aku gemes banget sama dia tau!" ucap Alex tersenyum lebar.
Keisha geleng-geleng kepala dibuatnya, tingkah sang suami benar-benar mirip seperti anak kecil yang sedang mendapat hadiah istimewa dari orangtuanya. Memiliki seorang anak tampan seperti itu, memang sangat membahagiakan bagi siapapun orang tua yang ada di dunia ini dan terutama bagi Alex sendiri tentunya.
Saat ini mereka memang sudah berada di rumah, tepatnya kamar khusus yang mereka telah siapkan untuk putra mereka itu. Keisha tak butuh waktu lama di rumah sakit sebelumnya, karena kondisi wanita itu yang telah membaik kali ini. Alex pun juga percaya saja kalau istrinya tidak akan kenapa-napa, sebab ia tahu Keisha adalah wanita kuat.
"Oh ya mas, kira-kira nanti kalau udah besar kamu mau Kenzie ini jadi apa?" tanya Keisha pada suaminya.
"Umm..."
Alex tampak berpikir memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan istrinya itu, ya karena bukan hal yang mudah bagi Alex mengetahui apa kiranya yang ingin ia harapkan dari sang putra bila besar nanti. Hanya saja, Alex sadar kalau ia tidak ingin putranya mengikuti jejak dirinya sebagai sosok lelaki nakal yang selalu bertindak jahil.
"Aku sih terserah dia aja sayang, dia mau jadi apapun itu pasti aku dukung. Tapi, yang penting dia gak kayak aku lah. Aku gak mau Kenzie ngikutin jejak aku," ucap Alex.
Keisha tersenyum lebar, "Benar itu, aku juga gak mau kalau Kenzie jadi seperti kamu!" ucapnya.
"Hahaha..."
Mereka pun kompak tertawa dan begitu berbahagia dengan momen saat ini, terutama bagi Keisha yang telah banyak merasakan sakit hati.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1