Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 125. Lana takut


__ADS_3

Lana tiba di sekolah seperti biasa yang ia lakukan tiap harinya, hanya saja kali ini Lana tampak berbeda dibanding sebelumnya dan lebih banyak melamun. Lana tak bisa melupakan kejadian kemarin kala Zikri merenggut kesuciannya, bayangan itu selalu muncul di kepalanya dan membuat Lana tampak cemas. Gadis itu sungguh khawatir, karena dari yang ia baca melakukan itu dapat menyebabkan kehamilan.


Lana sangat takut jika sampai dirinya hamil, karena saat ini usianya masih muda dan ia juga belum menikah dengan siapapun. Lana pasti akan dibenci oleh banyak orang dan bisa saja menjadi bahan cemoohan, apalagi jika mereka tahu kalau yang membuatnya hamil adalah Zikri. Kini Lana terus saja dibuat bingung, bahkan langkah kakinya terasa lamban karena ia terus memikirkan hal penting itu.


Dikala ia tengah bingung dan mencemaskan semua itu, tiba-tiba saja Zikri meraih satu tangannya lalu merangkulnya dari belakang. Tentu saja Lana terkejut dengan kelakuan Zikri itu, apalagi ia tak mengira kalau Zikri akan datang mendekatinya. Namun, Lana juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ia pun menyukai apa yang dilakukan oleh Zikri saat ini dan ingin jika pria itu terus memeluknya.


"Pagi sayang! Maaf ya aku tadi gak bisa jemput kamu, soalnya aku juga bangun kesiangan! Ya aku pikir kamu kan udah berangkat duluan gitu, jadinya aku gak mampir ke rumah kamu deh," ucap Zikri.


Lana tersenyum mendengarnya, "Hm, iya gapapa kok sayang."


Melihat wajah Lana yang tampak berbeda dari biasanya, Zikri yakin kalau gadis itu tengah menyembunyikan sesuatu saat ini. Tidak biasanya memang Lana bertingkah seperti itu, sehingga Zikri meminta Lana untuk berhenti sejenak. Pria itu menarik tubuh Lana, menatapnya secara intens dan mencengkram kedua bahunya.


"Sayang, kamu kenapa? Ada yang lagi kamu pikirin ya? Cerita aja sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu kan!" ucap Zikri.


"Umm, aku masih kepikiran sama apa yang kemarin kita lakuin. Aku takut banget kalau ada yang tahu tentang itu, terutama orang tua aku. Terus juga gimana kalau aku hamil?" ucap Lana gugup.


"Loh, kenapa kamu bisa berpikir begitu sayang? Kamu gak akan hamil kok, percaya deh sama aku!" ucap Zikri menenangkan gadisnya.


"Tapi sayang, waktu itu kan kamu ngelakuinnya tanpa pengaman. Kamu juga keluarin di dalam, itu bisa beresiko hamil loh. Aku soalnya udah baca-baca di hp," ucap Lana.


"Eee i-i-iya sih sayang, ucapan kamu emang benar. Tapi, kamu gausah khawatir soal itu! Aku pastikan kamu gak akan hamil, camkan itu!" ucap Zikri tegas.


Lana terdiam kali ini, tidak ada yang bisa ia katakan karena memang ia masih dilanda kebingungan saat ini. Lana benar-benar tak tahu harus berbuat apa, ia sangat khawatir kalau ia akan mengalami kehamilan yang membuatnya bisa berada dalam bahaya. Lana tidak ingin itu terjadi, ia pastinya kesulitan untuk bisa menangani semua masalah pada dirinya.

__ADS_1


"Kamu gak perlu sedih lagi ya sayang, ada aku sekarang disini! Kamu tenang aja, aku akan selalu ada di dekat kamu!" ucap Zikri membujuknya.


"Makasih sayang, aku senang kamu gak tinggalin aku setelah kamu lakuin itu!" ucap Lana tersenyum.


Zikri ikut tersenyum dan mengeratkan pelukannya, ia coba meyakinkan pada Lana kalau ia tidak akan pernah meninggalkan gadis itu. Tentu saja Lana mempercayai ucapan kekasihnya, karena dia juga yakin kalau Zikri adalah lelaki yang setia. Lana pun tidak menyesal telah menyerahkan miliknya yang paling berharga kepada Zikri, meski ada sedikit kekecewaan dan kekhawatiran di dalam dirinya.




Sementara itu, Shella dan Zayn baru selesai menikmati sarapan mereka. Keduanya kini terduduk di sofa dengan saling bertatapan satu sama lain, bahkan Zayn memberanikan diri untuk meraih tangan Shella dan menggenggamnya erat. Senyum terukir di wajah Shella, tentu saja hal itu membuat Zayn semakin senang kali ini.


Pria itu mengira jika Shella telah mulai membuka hati untuknya, sehingga Zayn yakin kalau ia akan berhasil membuat Shella menjadi miliknya. Sampai kapanpun, Zayn akan terus berusaha demi bisa memiliki gadis yang ia cintai itu. Meski ia tahu semua itu akan sulit, tetapi Zayn tidak mungkin berhenti berusaha untuk mendapatkan Shella.


"Loh kok kamu yang bilang makasih sih? Kebalik tau Zayn, harusnya aku yang makasih ke kamu. Kan kamu yang udah bawain makanan buat aku, terus ajak aku sarapan bareng," ucap Shella.


"Gapapa dong, aku mau terimakasih aja sama kamu. Selama ini kan kamu selalu tolak aku, tapi sekarang kamu malah mau biarin aku masuk kesini," ujar Zayn.


"Hm, iya sih. Ya sebenarnya aku juga gak mau kamu terus ada di unit aku, takut aja kalau ada yang lihat terus salah paham nanti," ucap Shella.


Tanpa diduga, Zayn meletakkan telapak tangannya di wajah dan mengecupnya berulang kali. Shella sampai tidak bisa berbuat apa, selain membiarkan saja Zayn berbuat suatu hal yang dia inginkan kepadanya. Meski Shella merasa canggung, tetapi ia tidak mungkin menahan perlakuan Zayn dan pasti akan membuat pria itu kesal.


"Aku sayang banget sama kamu, andai kita bisa jadi suami-istri pasti aku bakalan bahagia dan beruntung banget!" ucap Zayn.

__ADS_1


"Kamu bicara apa sih Zayn? Aku baru aja mau kuliah, masa langsung pengen dinikahin sama kamu? Ntar dulu ya, kamu juga kan harus kuliah loh! Emang kamu gak pengen kuliah, hm?" ucap Shella.


"Kan kita bisa kuliah setelah menikah, gak ada larangannya loh. Aku mau kita cepat nikah Shella, seperti Keisha dan Alex!" ucap Zayn kekeuh.


"Tapi Zayn, belum tentu juga aku punya perasaan yang sama kayak kamu. Aku sekarang masih pengen cari tahu dulu lebih lanjut, apakah aku ini cinta atau enggak sama kamu!" ucap Shella.


"Ohh, berarti kamu masih ragu ya buat menjalin hubungan sama aku?" tanya Zayn tampak kecewa.


Shella terbelalak mendengar ucapan Zayn, apalagi ekspresi kekecewaan dari pria itu. Entah mengapa ia menyesal telah berkata seperti tadi, karena seharusnya ia tidak menyakiti perasaan Zayn yang sudah baik padanya. Tapi semua sudah terlambat, Shella tidak bisa mengulang waktu lagi dan harus menerima kemarahan pria itu.


"Ka-kamu sabar dulu Zayn! Bukan begitu maksud aku, aku cuma minta waktu untuk meyakini diri aku sendiri Zayn!" ucap Shella menjelaskan.


"Ya itu sama aja kan, kamu ragu dengan hubungan kita. Kalo gitu kenapa kamu mau jadi pacar aku coba?" ucap Zayn.


"Kan kamu yang paksa aku waktu itu," ucap Shella.


Deg


Zayn tersentak dan tidak bisa berkata-kata, matanya menatap tajam ke arah Shella seolah tak percaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2