
Alex masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, di depan matanya terdapat sosok Anya yang merupakan wanita penuh misteri itu. Alex sungguh bingung harus berbuat apa, karena pastinya Anya akan dengan sengaja mendekat ke arahnya lalu membuat Keisha bertanya-tanya. Jika sampai Anya mengatakan semua yang mereka lakukan di luar negeri itu kepada Keisha, maka bukan tidak mungkin jika Keisha akan sangat kecewa padanya.
Alex lebih dulu bangkit dari duduknya untuk menemui Anya disana, sedangkan Keisha masih tetap terduduk memandangi suaminya. Keisha sebenarnya merasa risih dengan kemunculan Anya saat ini, apalagi Anya terlihat sangat ingin dekat dengan Alex dan mencoba berbagai cara untuk bisa melakukan misinya itu. Tentu saja Keisha tak terima, karena Alex adalah suaminya yang amat ia cintai.
"Anya, mau apa sih kamu samperin kita? Tolong ya, kamu jangan ganggu waktu kita berdua!" ucap Alex dengan ketus.
Anya justru tersenyum dan menatap wajah Alex dengan satu mata yang ia kedipkan bermaksud menggoda lelaki itu, namun tentunya Alex tak akan mudah tergoda oleh godaan wanita murahan seperti Anya itu. Apalagi, ada Keisha di dekatnya yang tentu membuat Alex harus bisa menjaga hati istrinya itu agar tidak terjadi keributan diantara mereka.
"Duh duh duh, kamu kok galak begini sih Lex? Beda banget loh sikap kamu yang sekarang ini, sama waktu di NY dulu. Oh apa jangan-jangan kamu begini gara-gara ada istri kamu ya?" cibir Anya.
__ADS_1
Alex terbelalak dengan kata-kata yang diucapkan Anya saat ini, ia melirik ke arah Keisha yang sepertinya sudah memulai ancang-ancang untuk emosi dan memarahi dirinya. Untungnya Keisha masih tetap terduduk disana tanpa beranjak dari kursi, sepertinya Keisha agak malas untuk meladeni tingkah aneh Anya saat ini.
"Gausah bawa-bawa waktu di NY ya, kamu sekarang jawab aja pertanyaan aku! Mau apa kamu kesini, ha?" sentak Alex penuh emosi.
"Hadeh, bicara apa sih kamu Alex? Kamu nanya mau apa aku ada di tempat ini? Padahal udah jelas loh jawabannya apa, ya iyalah aku mau beli bubur kacang ijo. Emang kamu doang yang boleh makan bubur disini?" ucap Anya santai.
Alex terdiam mendengar jawaban yang dilontarkan Anya barusan, memang itu adalah alasan yang pantas dan bisa diterima. Namun, entah mengapa Alex selalu merasa curiga tiap kali Anya muncul di depannya saat bersama Keisha. Alex yakin jika ini semua bukanlah suatu kebetulan, pastinya Anya sengaja datang kesana untuk mengikuti mereka.
"Haish, yasudah tapi kamu jangan duduk di dekat sini apalagi gabung sama aku dan Keisha! Aku gak sudi ya kalau kamu ngelakuin itu, sana kamu duduk aja di tempat lain!" kesal Alex.
__ADS_1
"Hah? Apa kamu gak lihat di sekeliling kamu, Lex? Tempat ini tuh udah penuh, yang kosong ya cuma disini," ucap Anya.
Alex menatap sekelilingnya dan benar apa yang dikatakan Anya kalau seisi warung itu sudah dipenuhi oleh para pelanggan yang datang kesana, tentu saja Alex tak memiliki pilihan lain saat ini selain membiarkan Anya bergabung disana. Akan tetapi, Alex masih merasa jengkel dan tidak terima jika Anya duduk satu meja bersamanya.
Tiba-tiba saja, Keisha yang sedari tadi diam kini angkat bicara dan membuat Alex serta Anya sama-sama menoleh ke arahnya.
"Udah sih mas, kamu biarin aja Anya duduk disini gabung sama kita!" suruh Keisha.
Alex terbelalak mendengar ucapan istrinya barusan, tapi kemudian ia terpaksa mengiyakan saja kemauan Keisha untuk menerima kehadiran Anya disana bersama mereka walaupun sebenarnya Alex sangat tidak menginginkan hal itu terjadi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...