
Keesokan paginya, Keisha terbangun dari tidurnya saat ia merasakan sesuatu yang aneh. Ya wanita itu terus meraba-raba sebelahnya, dan ternyata sudah tidak ada sosok Alex disana. Sontak Keisha langsung bangkit dan terduduk saat ini, ia bingung ketika menyadari Alex telah tiada di sampingnya. Padahal ia ingat sekali kalau semalam mereka tidur bersama, bahkan Keisha masih dapat mendengar suara dengkuran pria itu malam tadi.
Keisha pun kebingungan mencari suaminya, ia susuri seisi kamar itu dan tetap tidak berhasil menemukan keberadaan Alex. Keisha benar-benar khawatir, ia takut Alex pergi meninggalkannya karena tidak ingin menikah dengannya. Seketika hatinya bersedih, ia menangis tersedu-sedu sembari menutupi wajahnya dan terduduk di atas sofa yang tersedia. Keisha sungguh tak menyangka, usia pernikahannya masih amat muda dan kini ia sudah ditinggalkan oleh suaminya sendiri.
"Hiks hiks, kamu kemana sih sayang? Kenapa kamu tega ninggalin aku di pagi pertama kita sebagai suami-istri? Apa kamu memang masih tidak menginginkan pernikahan ini?" gumam Keisha lirih.
Ceklek
Disaat wanita itu sedang menangis, tanpa disadari pintu kamar hotel terbuka dari luar dan Alex tampak muncul kembali disana setelah membeli makanan. Alex terlihat bingung melihat istrinya yang sudah bangun dan tengah terduduk menangis disana, sontak ia bergegas menghampiri wanita itu karena bagaimanapun Keisha adalah istrinya. Tentu jika ada orang yang berani menyakiti wanita itu, maka Alex tidak akan tinggal diam dan akan menuntut balas.
"Kei, kamu kenapa?" tanya Alex pada istrinya itu sembari duduk di dekatnya dan terlihat cemas.
Sontak Keisha terkejut, wanita itu membuka matanya dan mendongak melihat ke arah Alex yang sudah berada di sebelahnya. Ia sungguh tak percaya, rupanya Alex tidak benar-benar meninggalkannya dan masih perduli padanya. Langsung saja Keisha memeluk erat suaminya itu, ia menangis sesenggukan melampiaskan semua kesedihan yang tadi ia rasakan karena takut kehilangan pria itu.
"Hiks hiks, tadinya aku kira kamu tinggalin aku sendirian disini loh Lex. Syukurlah, ternyata kamu masih mau kembali!" ucap Keisha.
"Hey, kamu gausah lebay deh Keisha! Siapa juga coba yang mau tinggalin kamu?" ucap Alex.
"I-i-iya Lex, aku minta maaf kalau aku lebay. Aku cuma gak mau kehilangan kamu, jangan tinggalin aku ya sayang!" ucap Keisha.
Alex melepas pelukannya dan menatap wajah gadis itu dengan serius, "Kamu dengar ya Keisha, meskipun aku gak pernah setuju dengan pernikahan ini, tapi aku janji kalau aku tidak akan tinggalin kamu seperti yang kamu takutkan itu!" ucapnya tegas.
Keisha tampak terharu mendengar ucapan Alex yang terlihat begitu serius itu, matanya sampai berkaca-kaca menahan air mata agar tak timbul kembali. Alex pun mengusap wajahnya, menyeka sisa air mata yang masih berada disana untuk memastikan kalau istrinya tidak bersedih lagi. Biar bagaimanapun, Keisha adalah wanita yang ia cintai meski sekarang ia membenci situasi ini.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, kamu udah bikin aku lega sekarang! Seenggaknya kamu udah janji buat gak tinggalin aku," ucap Keisha tersenyum senang.
"Iya Keisha, kamu tenang aja dan kamu bisa pegang kata-kata aku!" ucap Alex.
"Eee omong-omong tadi kamu abis darimana sih? Kenapa gak bangunin aku?" tanya Keisha.
"Ah iya, aku tuh cari sarapan buat kita. Nih aku bawain makanannya, yuk sekarang kita siap-siap sarapan!" jawab Alex.
"Ta-tapi aku belum mandi," ucap Keisha.
"Udah gapapa, ayo!" paksa Alex.
Keisha pun tidak lagi menolak, ia menurut saja dengan ajakan Alex dan bergegas melangkah menuju meja makan bersama pria itu. Tampak juga kali ini Alex merangkul istrinya dengan lembut, tak lagi ada sikap dingin dan cuek yang ditunjukkan oleh Alex seperti semalam. Tentu saja Keisha senang dengan itu, ia berharap Alex akan terus seperti ini.
•
•
Sontak Alex menghentikan langkahnya, menatap dingin wajah Keisha seraya menghela nafasnya. Alex mencoba tetap tenang kali ini, ia tak mau menyakiti hati gadis kecil itu karena ini memang bukan kesalahannya. Keisha sendiri juga berusaha membuat Alex nyaman padanya, sebab hingga kini terlihat jelas kalau Alex masih belum bisa menerima keadaan bahwa mereka sudah menikah.
"Lex, kamu mau kemana sih? Ini kan hari pertama kita sah jadi suami-istri loh, masa kamu mau pergi-pergian sendiri?" tanya Keisha heran.
Alex menaikkan kedua alisnya dan menarik tangan lepas dari genggaman gadis itu, "Terus kenapa? Aku cuma pengen ketemu teman-teman aku, apa salah?" ujarnya dingin.
__ADS_1
"Ya gak salah sih, tapi kan sekarang kamu udah nikah sama aku Alex. Harusnya kamu lebih prioritaskan aku dong!" ucap Keisha.
"Kei, kamu tuh kenapa jadi lebay gini sih? Perasaan pas kita masih pacaran dulu, kamu gak terlalu ngatur aku begini deh. Udah ya Keisha, aku males debat sama kamu!" ucap Alex kesal.
"Alex tunggu!"
"Apa lagi?" Alex yang terlanjur kesal sampai menghentak tangannya dan nyaris melukai istrinya yang tepat berada di dekatnya.
"Lex, please kamu jangan samakan kita sama waktu pacaran dulu! Sekarang semuanya udah beda, aku minta kamu juga ikut menyesuaikan ya sayang!" ucap Keisha membujuknya.
Alex menggeleng pelan, "Gak bisa, bagi aku semuanya tetap sama dan gak ada yang bisa atur aku termasuk kamu!" ucapnya tegas.
Keisha terhenyak mendengarnya, Alex tampak begitu kekeuh tidak ingin menuruti kemauan istrinya. Bahkan kini Alex kembali melangkah keluar dari kamar hotel itu meninggalkan Keisha seorang diri, seketika Keisha menangis meratapi nasibnya yang begitu sial. Keisha tak paham mengapa Alex tega melakukan ini padanya, padahal sebelum ini pria itu selalu baik dan perhatian kepadanya.
"Kamu tuh kenapa sih Alex? Apa yang bikin kamu jadi kasar kayak gini sama aku? Kamu gak kayak Alex yang aku kenal tau!" gumam Keisha.
Gadis itu terus menangis dengan deras, bayangan mengenai tindakan kasar Alex tadi terus berada di kepalanya. Keisha masih tak percaya jika Alex tega melakukan semua ini, karena yang ia tahu Alex adalah pria yang lembut dan mencintainya. Barusan itu ia seperti tidak melihat sosok Alex ada di dalam diri suaminya, ia merasakan jika Alex telah berubah 180 derajat dari yang sebelumnya ia kenal.
Drrtt drrtt drrtt...
Tak lama kemudian, ponsel Keisha bergetar menandakan ada telpon yang masuk. Gadis itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah ponsel, disana ia melihat nama kakeknya terpampang dan membuatnya kebingungan. Tak mungkin tentu ia menceritakan semuanya pada sang kakek, karena pasti kakeknya itu akan sangat khawatir nantinya.
"Kakek? Gimana ini ya? Aku gak mau buat kakek cemas kalau aku cerita tentang sikap Alex ke aku sekarang yang berubah banget," ujar Keisha.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...