
Shella masih bersama Zayn di unit apartemennya, mereka berdua bahkan terlihat makin dekat kali ini dan tak berhenti saling tertawa satu sama lain. Entah mengapa, setiap kali ada di dekat Zayn justru Shella merasa hidupnya seperti tidak ada beban. Zayn selalu berhasil membuatnya merasa ceria, meski sebelumnya Shella sempat sangat bimbang ketika Joshua kembali muncul di hadapannya kala itu.
Zayn kini terlihat begitu bahagia, apalagi gadis di sampingnya itu juga menunjukkan ekspresi yang sama seperti dirinya. Zayn merasa jika Shella telah mulai menerimanya, mungkin saja Shella juga sudah memiliki rasa yang sama padanya. Jika sampai itu terjadi, maka Zayn akan sangat bahagia. Apalagi, status mereka saat ini hanyalah pacar paksaan dan masih belum berubah sampai sekarang ini.
Berada dalam pelukan lelaki itu, membuat Shella merasa nyaman dan dengan sengaja menaruh wajahnya pada bahu sang kekasih. Usapan lembut juga dirasakan olehnya, apalagi Zayn memberikan kecupan di bagian pipi serta telinganya. Sesekali Zayn mengendus wangi tubuhnya, memberi tanda pada lehernya dan secara iseng meniup telinganya sampai Shella harus mati-matian menahan diri.
"Mmhhh, Zayn udah jangan banyak-banyak kamu kasih tanda di leher aku!" pinta Shella.
Akhirnya Zayn mengakhiri aksinya itu, ia tatap wajah Shella sambil tersenyum lebar tanpa melepas tubuh gadis itu dari pelukannya. Shella tampak malu-malu dibuatnya, namun gadis itu tidak bisa berpaling karena Zayn menahan wajahnya. Shella pun terpaksa membiarkan semua terjadi, karena tenaga Zayn memang jauh lebih besar dibanding dirinya.
"Shella, kamu cantik banget sih! Kalau aku bisa milikin kamu seutuhnya, pasti aku bakal bersyukur banget!" ucap Zayn memuji gadisnya.
Shella menggeleng perlahan, "Hm, dasar gombal! Udah deh kamu jangan kebanyakan muji aku kayak gitu, nanti yang ada aku makin terbang! Sekarang mending kita makan siang yuk!" ucapnya.
"Ohh, kamu lapar ya sayang? Padahal aku masih mau mesra-mesraan sama kamu disini," ujar Zayn.
"Ah kamu ini manja banget sih, nanti kan bisa lagi kita peluk-pelukan kayak gini! Lagian kita cuma makan disini kok, mau ya?" ucap Shella.
Zayn mengernyitkan dahinya, "Makan disini? Maksudnya gimana?" tanyanya penasaran.
Shella tersenyum lebar dan menyingkirkan dua telapak tangan Zayn dari tubuhnya, lalu gadis itu beranjak dari sofa tempat mereka terduduk dan membuat Zayn makin kebingungan. Tentu saja Zayn mengikuti apa yang dilakukan oleh Shella saat ini, pria itu pun ikut bangkit dan terus menatap wajah kekasihnya disana.
"Iya Zayn, aku yang masakin kamu siang ini. Kamu mau cobain masakan aku gak?" ucap Shella.
"Hah??" Zayn terbelalak dan membuka mulutnya lebar-lebar, ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar tadi dari mulut gadis itu.
"Ka-kamu serius sayang? Kamu mau masak buat aku gitu?" sambungnya coba memastikan.
"Ya Zayn, kamu masih raguin aku ya? Aku bakal masakin kamu hari ini, kamu bilang aja mau makan apa! Kamu tuh sukanya makanan apa sih?" ucap Shella dengan gaya manisnya.
"Umm, aku sih apa aja terserah kamu sayang. Apapun yang kamu masak, pasti aku suka kok!" ucap Zayn seraya mencuri kecupan di bibir gadisnya.
Cup!
Shella tersentak dengan perlakuan mengejutkan dari Zayn, namun kemudian ia tersenyum lebar dan berusaha untuk membuat Zayn bahagia hari ini. Shella juga tak tahu mengapa ia ingin melakukan itu, tapi yang pasti Shella hanya ingin membalas budi kepada Zayn atas kebaikan yang selama ini pria itu lakukan padanya.
•
•
Tak lama kemudian, masakan buatan Shella pun telah selesai dibuat. Sontak Shella bergegas membawa makanan itu ke tempat Zayn berada, ia letakkan semuanya di atas meja sampai membuat Zayn tersenyum puas. Aroma dari masakan Shella sungguh nikmat, bahkan berhasil mengundang perhatian Zayn untuk segera mencicipinya.
Shella pun ikut terduduk di samping Zayn saat ini setelah memastikan semua lengkap, tak ada yang tertinggal di dapur sana. Shella kini mengambil satu buah piring kosong di dekatnya, lalu menuangkan nasi ke dalam piring tersebut. Tak lupa Shella menatap Zayn, bertanya pada pria itu ingin memakan lauk yang mana.
"Nah Zayn, kamu mau makan apa sekarang? Cobain nih masakan aku, aku jamin deh semuanya enak dan pasti bisa bikin kamu keenakan!" ucap Shella.
"Oh ya? Kalo gitu aku mau cicip kepitingnya dong sayang, kayaknya itu kelihatan enak sih. Aku bakal puji kamu terus-terusan, kalau emang kepiting buatan kamu ini enak nanti!" ucap Zayn.
"Bener ya? Yaudah, ini aku ambilin kepitingnya buat kamu!" ucap Shella tampak bahagia.
__ADS_1
Zayn hanya mengangguk sambil tersenyum, ia tak sabar ingin mencicipi semua makanan buatan Shella satu persatu. Memang semua yang ada di meja itu tampak enak, sehingga membuat Zayn tidak bisa menahan diri. Zayn cukup senang mengetahui hal ini, ternyata selain cantik Shella juga merupakan sosok gadis yang pandai memasak.
"Nah kamu cobain nih, kalo mau tambah ambil aja ya Zayn!" ucap Shella.
"Sip, makasih pacarku yang cantik!" Zayn tersenyum lebar dan mencolek gemas pipi gadisnya, jujur Zayn sangat bahagia hari ini.
"Ah kamu mah gombal terus, udah ayo dimakan biar cepat habis!" ucap Shella malu-malu kucing.
"Hahaha, tuh kamu itu makin lucu dan gemesin kalo lagi malu-malu begitu! Aku kan jadi gak bisa fokus makan kalo begini," ucap Zayn.
Shella menunduk sembari berusaha menyembunyikan senyum di wajahnya, rayuan Zayn selalu saja berhasil membuat gadis itu merasa gugup dan tersipu malu. Wajahnya bahkan sudah memerah saat ini, sehingga Zayn merasa puas karena berhasil menggoda gadis yang ia cintai dan merupakan kekasih hatinya itu.
"Mmhhh, enak banget ini kepitingnya loh sayang! Kamu pinter banget sih masaknya, aku salut deh sama kamu!" ucap Zayn memuji masakan Shella, setelah merasakannya.
Lagi-lagi Shella dibuat malu mendengar pujian yang dilontarkan Zayn kepadanya, entah ia harus merasa senang atau apa saat ini. Zayn tak henti-hentinya memberikan pujian baginya, sampai membuat Shella bingung harus apa. Kini Shella pun hanya bisa diam menikmati masakannya sendiri, sedangkan Zayn juga melakukan hal yang sama.
"Eh sayang, kamu belajar masak dari siapa sih? Kok bisa sampai seenak ini?" tanya Zayn penasaran.
"Kamu lebay ah! Perasaan ini gak terlalu enak deh, aku malah bisa masak yang lebih enak dari ini. Terus kalau soal belajar masak, aku cukup belajar sama mama aku kok. Emang kamu suka ya sama masakan aku ini?" jawab Shella malu-malu.
"Jelas dong sayang, segini aja udah enak banget loh!" ucap Zayn tersenyum lebar.
"Ahaha, makasih ya Zayn! Jadi kamu mau gak nih dimasakin setiap hari sama aku, hm?" ucap Shella menawarkan masakannya pada lelaki itu.
Zayn terdiam selama beberapa saat untuk coba memahami maksud dari perkataan Shella, pasalnya Zayn tampak tidak percaya jika Shella ingin membuatkan makanan untuknya setiap hari. Sebagai seorang lelaki, Zayn tentu senang tapi juga heran mengapa bisa Shella tiba-tiba menawarkan hal itu kepadanya kali ini.
•
•
Tak lama kemudian, mereka dikejutkan dengan sosok Keisha yang muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka. Keisha pun menyapa kedua orang itu sambil tersenyum, membuat Lana tampak bingung dan melirik ke arah kakaknya. Ya Lana terlihat tak percaya, karena sebelumnya ia tahu kalau Keisha sudah pergi dari rumah itu.
"Hah? Kak Keisha udah balik kesini, dari kapan?" tanya Lana dengan wajah melongok.
Keisha tersenyum dibuatnya, ia langsung mendekati gadis itu dan mengambil alih tangannya dari genggaman Alex. Tak ada penolakan dari Lana, terlebih ketika Keisha memeluknya tanpa berbicara apa-apa. Saat itu juga Keisha menangis sembari mengusap punggung adik iparnya, sontak Lana semakin heran apa yang terjadi pada Keisha.
"Iya Lana, aku minta maaf ya sama kamu! Aku sadar apa yang aku lakukan kemarin itu salah banget, aku egois dan gak bisa ngertiin perasaan kamu! Tolong maafin aku ya Lana, maafin aku!" rengek Keisha.
Lana mengernyitkan dahinya, "Eee, kak Keisha ini sebenarnya kenapa? Ada apa sih sama kakak?" tanyanya penuh heran.
Dilepasnya lah pelukan itu oleh Keisha, lalu ia juga mencengkram dua bahu Lana dan menatapnya secara intens sambil terisak. Ada rasa sedih yang amat sangat kali ini, apalagi ketika Keisha menatap langsung wajah gadis di hadapannya. Bagaimanapun, Keisha tahu kalau apa yang dialami Lana pastinya akan merusak mental gadis itu.
"Aku udah tahu semuanya Lana, mas Alex udah menceritakan semua yang kamu alami. A-aku turut sedih dengannya, aku gak nyangka ini semua juga terjadi ke kamu! Itu makanya aku kembali kesini, supaya aku bisa bantu kamu!" ucap Keisha.
"Umm, kak Keisha udah tahu soal kehamilan aku?" Lana tampak syok dan reflek menatap kakaknya.
Alex hanya bisa terdiam menunduk saat Lana melirik wajahnya dengan sinis, ada rasa bersalah sekaligus tidak enak hati di dalam dirinya kali ini. Namun, Alex terpaksa melakukan semua itu agar tidak ada salah paham diantara ia dan Keisha. Terlebih, sebelumnya Keisha sempat kecewa padanya karena mengira jika ia lebih memperhatikan Lana dibanding Keisha.
"Lana, gue minta maaf ya? Gue terpaksa ceritain semuanya ke Keisha, supaya hubungan gue sama dia baik-baik aja. Lu ngerti kan sekarang?" ucap Alex coba membujuk adiknya.
__ADS_1
"Iya Lana, lagian kenapa kamu mesti rahasiakan ini dari aku sih?" sahut Keisha.
"Maaf kak Keisha, tapi aku cuma gak mau ada banyak orang yang tahu tentang aib aku ini! Aku kotor kak, aku wanita kotor!" ucap Lana terisak.
"Enggak, kamu gak boleh bicara begitu!" Keisha dengan cepat menggeleng dan kembali memeluk Lana untuk menenangkannya.
Keisha tahu betul kesedihan yang dialami Lana, pastinya gadis itu merasa kecewa sekaligus menyesal telah melakukan perbuatan terlarang bersama sang kekasih dulu. Jika saja Lana dapat menahan dirinya, maka saat ini mungkin dirinya tidak sedang mengandung anak dari Zikri dan tidak perlu merasa malu atau bersedih seperti itu.
•
•
Singkat cerita, Alex tiba di markas tempat ia biasa berkumpul bersama teman-temannya. Pria itu datang kesana seusai dihubungi oleh Rizky, ya karena penasaran akhirnya mau tidak mau Alex pun memutuskan datang menemui mereka. Apalagi, Rizky sempat mengatakan kalau informasi penting yang dia dapatkan itu berkaitan dengan Lana.
Tanpa basa-basi lagi, Alex segera turun dari motornya dan memasuki markas tersebut dengan tergesa-gesa. Ia tidak sabar menanti kabar dari Rizky mengenai adiknya, ia juga berharap kalau informasi kali ini sangat penting dan bukan main-main. Karena jika tidak, maka Alex pasti akan menghabisi Rizky saat itu juga dengan tangannya sendiri.
Di dalam, Alex langsung disambut oleh para teman-temannya yang sudah lebih dulu berkumpul disana. Alex tampak menghampiri Rizky, lalu terduduk di dekatnya dan meminta dibuatkan minuman oleh pelayan disana. Alex terus menatap tajam ke arah Rizky, ia meminta pada Rizky untuk segera berbicara padanya saat ini.
"Eh Rizky, tadi lu bilang mau kasih info penting tentang adik gue kan? Coba sekarang lu bicara sama gue, kasih tahu semuanya tanpa ada yang lu sembunyiin sama sekali!" pinta Alex.
"Iya Lex, lu sabar dulu! Gue juga baru dapat info ini dari salah satu kawan kita," ucap Rizky.
Alex sontak mengernyitkan dahinya dan semakin bingung dibuatnya, ia penasaran sekali apa info yang didapatkan Rizky sebenarnya. Jika sampai informasi itu tidak penting atau mengada-ada, maka pasti emosi Alex itu akan bertambah meluap nantinya. Apalagi, semua itu menyangkut adiknya yang sangat ia sayangi dan cintai di dalam hidupnya.
"Informasi apa itu? Gausah bertele-tele, langsung aja bicara ke gue sekarang!" ujar Alex.
"Jadi gini Lex, gue itu baru dapat informasi tentang si Zikri pacarnya adik lu. Gue syok banget setelah tahu semuanya bro," ucap Rizky.
"Apa sih? Kenapa sama si Zikri emangnya, ha?" tanya Alex begitu penasaran.
"Asal lu tahu Lex, si Zikri itu ternyata udah pindah ke Bali demi menghindari lu dan juga adik lu. Dia gak mau tanggung jawab atas bayi yang dikandung Lana, karena dia merasa kalau misi balas dendamnya itu udah berhasil," jawab Rizky.
"Maksud lu?" Alex terlihat makin penasaran dan bingung dibuatnya, ia heran apa maksud dari ucapan Rizky mengenai balas dendam.
"Bener Lex, setelah gue cari tahu lebih lanjut, ternyata si Zikri sengaja deketin adik lu buat balas dendam ke lu. Zikri itu punya dendam yang besar sama lu, Lex!" ucap Tio.
"Apaan sih? Gue aja gak kenal sama dia sebelumnya, emang dia siapa coba?" heran Alex.
"Zikri itu adiknya Reno, lu masih ingat kan sama dia? Kawan kita yang berkhianat dan membelot ke musuh itu," ucap Rizky.
Deg
Rizky terkejut bukan main mendengar apa yang dikatakan Rizky barusan, matanya terbelalak seolah tak menyangka bahwa Zikri adalah adik dari Reno. Ia benar-benar bingung kali ini, bagaimana bisa adiknya itu kenal dengan Zikri dan bahkan menjalin hubungan dengannya. Jika Alex mengetahui dari awal mengenai informasi ini, maka tentu Alex tak akan mengizinkan adiknya untuk berhubungan dengan sosok Zikri.
"Sial, kurang ajar! Jadi, ini semua permainan Reno? Awas lu Reno, gue gak akan biarin adik lu itu mengacak-acak keluarga gue!" geram Alex.
"Betul Lex, si Reno itu gak bisa kita diemin! Terutama adiknya yang kurang ajar itu, bisa-bisanya dia hamilin adik lu dan terus dia tinggalin Lana gitu aja tanpa mau tanggung jawab!" sahut Rizky.
"Aaarrrgghhh!!!" Alex berteriak cukup keras untuk melampiaskan semua emosinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...