Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 57. Mabuk


__ADS_3

Di sekolah, Zayn kini tampak tengah mencari-cari keberadaan Keisha di sekitar lorong karena ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita itu. Ya Zayn telah tahu kabar mengenai meninggalnya Alex, dan ia tak ingin Keisha terus bersedih karena ditinggal oleh suaminya. Maka dari itu, Zayn hendak menemui Keisha lalu menghiburnya.


Namun, pria itu tidak berhasil menemukan Keisha dimanapun saat ini. Ia juga melihat jam, tampak waktu sudah menunjukkan pukul tujuh dan sebentar lagi bel akan berbunyi. Tak biasanya Keisha belum datang ke sekolah, karena wanita itu selalu datang lebih awal. Zayn pun merasa khawatir, ia takut terjadi sesuatu pada Keisha saat ini.


Tak lama kemudian, ia melihat Tasya yang sedang berjalan seorang diri sembari memegangi ponselnya. Sontak Zayn bergegas menghampiri gadis itu, karena ia tahu bahwa Tasya adalah sahabat dekat Keisha. Ia berharap Tasya bisa memberikan jawaban, mengenai kecemasan yang sedari tadi ia rasakan.


"Eh Tasya, bentar deh bentar gue mau ngomong sama lu!" pinta Zayn.


Tasya memutar bola matanya dan menghela nafas kasar begitu melihat Zayn lah yang tadi menyebut namanya, jujur saja sebenarnya gadis itu sangat malas meladeni pria seperti Zayn. Ia juga tahu Zayn sudah melakukan tindakan yang kurang ajar pada Keisha sebelumnya, yakni memaksa wanita itu untuk menikah dengannya.


"Mau ngapain lu panggil gue, Zayn?" tanya Tasya dengan nada ketus.


"Lu tahu gak dimana Keisha? Gue daritadi cari dia di sekitar sini gak ketemu-ketemu, padahal gue pengen banget bicara sama dia. Gue ada perlu sama si Keisha," jelas Zayn dengan nafas terengah-engah.


"Ohh, lu pengen ketemu sama Keisha? Sorry Zayn, gue juga gak tahu dia kemana. Belakangan ini gue udah jarang komunikasi sama dia," ucap Tasya.


"Masa sih? Gue tahu lu bohong Tasya, mending lu jujur deh dan kasih tahu ke gue dimana Keisha sekarang! Please Sya, cuma kali ini kok gue pengen bicara sama dia!" rengek Zayn.


"Hadeh Zayn, ini udah satu tahun loh. Masa lu masih belum bisa ikhlasin Keisha?" kesal Tasya.


"Emang belum, gue cinta sama dia. Gue tuh yakin dia lagi sedih banget sekarang setelah kepergian suaminya, maka dari itu gue sebagai orang yang cinta sama dia gue mau ada di samping dia buat hibur dia!" kekeuh Zayn.


"Gue heran sama lu, Zayn. Lu itu cowok model apaan sih? Keisha tuh gak cinta sama lu, tapi lu susah amat ya dikasih taunya!" kesal Tasya.


Zayn memalingkan wajahnya, lalu mengusap hidung dan dahinya karena kesal. Pria itu benar-benar bingung harus bagaimana lagi untuk bisa membujuk Tasya agar mau memberitahukan padanya mengenai keberadaan Keisha, sebab hingga kini Tasya selalu saja mengelak untuk menjawabnya.


"Tasya, ayolah jawab pertanyaan gue! Gue cuma pengen tahu Keisha ada dimana, itu doang loh!" Zayn kembali membujuk gadis itu.


Tasya menggeleng cepat, "Gak Zayn, gue gak akan kasih tahu alamat rumah Keisha ke lu! Nanti lu malah sembarangan datang ke tempat dia lagi, gue gak mau ya!" ucapnya kekeuh.


"Gue bisa kasih tahu ke lu kok, Zayn."


Keduanya dibuat terkejut dengan suara seorang wanita yang tiba-tiba muncul itu, baik Zayn maupun Tasya sama-sama menoleh ke asal suara. Betapa terkejutnya mereka, karena Shella lah yang datang dan tadi sempat berbicara seperti itu.


"Shella??" ucap Zayn dan Tasya bersamaan.


"Iya ini gue, dan gue datang kesini buat bantu lu Zayn. Gue tahu dimana alamat rumah Keisha, gue juga bisa kasih tahu itu ke lu kok!" ucap Shella.


Zayn tersenyum lebar menunjukkan ekspresi antusiasnya, ia benar-benar tak sabar ingin segera mengetahui dimana Keisha berada dan hanya Shella lah yang bisa memberitahukan itu. Zayn pun beralih mendekati gadis itu, ia tarik kedua tangannya lalu memaksa Shella untuk menjawabnya.


"Yaudah, kasih tahu gue dimana alamat Keisha! Biar gue bisa temuin Keisha disana, tolong bantu gue!" pinta Zayn dengan nada tegas.


Shella tersenyum dibuatnya, ia tahu betul kalau Zayn sangat-sangat mencintai Keisha. Hingga saat ini saja, Zayn masih belum bisa melupakan Keisha dan tidak rela jika Keisha ditinggal oleh Alex. Untuk itu, Shella ingin memanfaatkan semuanya demi bisa membuat Zayn lebih dekat dengan Keisha.


"Okay, gue akan kasih tahu lu."


Tasya terkejut dan terbelalak mendengar perkataan Shella barusan, ia khawatir Shella akan memberitahu alamat dimana Keisha berada kepada lelaki itu. Tentu jika itu sampai terjadi, maka pasti Zayn akan bisa menemui Keisha dan kembali mengganggu hidup sohibnya itu. Tasya pun berusaha keras untuk menghalangi niat Shella, meski akhirnya gagal juga.

__ADS_1




"Keisha!"


Suara panggilan itu membuat sang pemilik nama terkejut, Keisha sebelumnya tengah melangkah ke luar rumah dan berniat untuk membeli sesuatu. Namun, tanpa diduga seorang lelaki justru menyapanya dan bergerak mendekatinya. Begitu ia menoleh, rupanya pria itu adalah Zayn alias orang yang selama ini menyukainya.


"Zayn, lu ngapain disini? Tahu darimana lu alamat rumah ini?" tanya Keisha tampak penasaran.


Pria itu melebarkan senyumnya, ia bernafas lega karena ternyata Shella tidak membohonginya dan alamat yang diberikan olehnya memang benar. Ya begitu waktu pulang tiba, tadi Zayn langsung saja bergerak menuju rumah Keisha untuk memastikan apakah ucapan Shella benar atau tidak.


Kini Zayn sangat senang karena dapat melihat Keisha kembali dengan kedua bola matanya, ya meski ia dapat rasakan bahwa saat ini Keisha masih dilanda kesedihan setelah kepergian Alex. Itulah sebabnya ia datang kesana, ya karena ia ingin menghibur serta membuat Keisha senang kembali.


"Kei, aku senang banget tahu bisa lihat kamu lagi! Aku cari-cari kamu tadi di sekolahan, tapi gak ketemu juga. Yaudah, aku langsung aja datang kesini buat temuin kamu," ucap Zayn begitu antusias.


Keisha masih terheran-heran dibuatnya, ia tak mengerti bagaimana bisa Zayn mengetahui lokasi rumah orang tua Alex itu. Padahal seingatnya, wanita itu tak pernah memberitahu pada Zayn atau siapapun orang di sekolahnya kecuali Tasya. Sejenak ia berpikir, apakah mungkin Tasya lah yang memberikan alamatnya pada lelaki itu?


"Lo mau apa ke rumah mertua gue, ada urusan penting?" tanya Keisha ketus.


"Haha, aku cuma mau hibur kamu Keisha. Aku tahu kamu lagi sedih sekarang, makanya aku berharap bisa ajak kamu pergi keluar!" jawab Zayn.


"Hah? Sorry banget Zayn, gue gak bisa lakuin itu! Gue ini udah punya suami ya, Zayn!" tegas Keisha.


"Hm, tapi kan suami kamu udah meninggal Keisha. Daripada kamu terus bersedih kayak gini, mending kamu jalan sama aku dan nikmati indahnya dunia!" ucap Zayn sambil tersenyum.


Plaaakk


"Jaga bicara lu ya, Zayn! Gue gak terima lu bilang begitu soal suami gue, sampai sekarang gue yakin kalau mas Alex masih hidup!" tegas Keisha.


Zayn geleng-geleng kepala sembari memegangi pipinya, "Apa Kei? Kamu masih yakin soal itu? Udah deh Kei, kamu lupain aja laki-laki itu! Alex udah meninggal sekarang, dia gak akan bisa lagi lindungi kamu Keisha!" ucapnya.


"Gak Zayn! Alex akan selamanya hidup di dalam hati aku, dan gak ada yang bisa menggantikan posisinya sampai kapanpun!" sentak Keisha.


Zayn terdiam, namun ada rasa sakit ketika mendengar perkataan Keisha barusan. Ia kini tahu bahwa cinta Keisha untuk Alex sangat besar, dan tidak akan mungkin ada ruang baginya di dalam hati kecil wanita itu. Zayn pun mulai kehilangan kepercayaan dirinya, mengingat Keisha begitu dalam mencintai Alex meski pria itu sudah tiada.


"Kak Keisha!" tiba-tiba saja, Lana yang baru pulang dari sekolahnya datang kesana dan berteriak keras memanggil nama iparnya itu.


Lana tampak keheranan, sebab ia melihat Keisha tengah bersama lelaki asing saat ini. Lana belum pernah melihat Zayn sebelumnya, itu sebabnya Lana menaruh curiga pada Zayn dan mengira bahwa lelaki itu hendak menyakiti kakak iparnya.




Alex dibawa pergi ke suatu tempat yang mirip seperti club malam, ya ia diajak oleh Bram karena ingin membuat Alex melupakan sejenak masalahnya yang tengah ia derita saat ini. Biar gimanapun, Bram tahu Alex pasti masih terus memikirkan istrinya di negara sana karena hingga kini Alex belum bisa memberi kabar padanya.


Kini keduanya sama-sama duduk di sofa dan menikmati minuman yang Bram pesan, Bram mengatakan pada Alex kalau tempat itu biasa ia datangi untuk menenangkan diri dikala tengah banyak masalah menimpanya. Alex menurut saja, lalu meminum minuman di meja sampai habis tak bersisa. Alex pun sudah biasa melakukan itu, sehingga dia tidak kaget lagi saat ini.

__ADS_1


"Gimana Lex, pikiran lu udah lumayan tenang belum? Kalau belum, lu tambah aja lagi yang banyak sampai kepala lu bisa adem!" ucap Bram.


"Hahaha, ya lumayan lah. Dah lama juga gue kagak menikmati hidup kayak gini, apalagi sejak kemarin ujian sekolah. Thanks ya bro, lu udah kenalin gue sama tempat ini!" ucap Alex tertawa puas.


"Sama-sama, bro. Oh ya, disini juga banyak hiburan lain kayak musik karaoke tuh contohnya!" ujar Bram.


"Wah asyik tuh, kayaknya mau deh gue coba karaokean disana! Lu mau ikut gak bro? Lumayan dah lama gue gak nyanyi," ucap Alex.


"Yah gue mah gak bisa, gue udah ditunggu tuh sama bidadari-bidadari malam gue disana," tolak Bram.


Alex langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Bram, tampak dua orang wanita seksi di depan sana yang tengah duduk dengan pose menggoda. Bram pun bangkit dari duduknya, membuat Alex geleng-geleng kepala dengan tingkah sahabatnya itu.


"Gila lu bro! Lu sama gilanya ya kayak si Anya itu?" kekeh Alex.


"Hahaha, gapapa lah gue kan masih single. Nah kalau lu kayak gini baru gak wajar, lu kan udah nikah tuh!" ujar Bram.


"Iya deh bro iya..."


Bram lalu pergi dari sana meninggalkan Alex begitu saja untuk menghampiri wanita-wanitanya di depan sana, sepertinya Bram sudah tidak sabar ingin segera berpesta dengan mereka. Langsung saja Bram duduk di tengah-tengah mereka, lalu membelai kedua wanita tersebut sambil saling mencumbu satu sama lain.


Sementara Alex hanya diam menunggu di sofa sembari meminum minuman di gelasnya, ia amat menikmati momen indah ini. Ya meski hingga sekarang, Alex masih bingung apa yang terjadi pada Keisha saat ini dan ia ingin sekali menghubunginya. Hanya saja Alex belum bisa menggunakan ponselnya untuk memberi kabar pada Keisha, sehingga Alex pun tampak khawatir saat ini.


"Huft, Keisha kamu lagi apa? Aku kangen banget sama kamu sayang, aku rindu sentuhan kamu!" ucap Alex yang mulai meracau tidak jelas.


Ya sepertinya Alex telah mabuk akibat minuman yang diminum olehnya itu, tapi bukannya berhenti ia malah terus meminumnya sampai berkali-kali dan seolah tak ingin menghentikan aktivitasnya. Alex begitu merindukan Keisha, itu sebabnya sedari tadi ia terus meracau menyebut nama Keisha walau saat ini wanita itu tidak ada disisinya.


"Aku pengen banget kamu ada disini sayang, lalu kita sama-sama bercumbu dan saling memberi kasih sayang. Kapan ya aku bisa kayak gitu lagi sama kamu, Keisha?" racau Alex.


"Alex?" tak lama kemudian, seorang wanita datang menemuinya dan langsung menyapanya.


Alex terkejut lalu menatap ke arahnya, ia melihat seorang wanita berdiri di dekatnya dengan pakaian seksi dan begitu terbuka. Wanita itu adalah Anya, namun karena mabuk Alex malah mengira kalau yang ada di dekatnya adalah Keisha alias istrinya.


"Keisha? Beneran ini kamu kan sayang?" Alex beranjak dari duduknya, mendekati Anya lalu menyentuh tangan wanita itu.


Anya sedikit kaget mendengar Alex menyebutnya dengan nama lain, namun tak lama ia tersenyum dan memiliki rencana buruk untuk memanfaatkan mabuknya Alex saat ini. Lagipun, Alex sekarang sendiri dan tidak ada yang bisa membantunya. Anya pun berniat mengaku sebagai Keisha, meski ia tak tahu Keisha itu siapa.


"Iya sayang, ini aku kok. Kamu kangen kan sama aku? Sekarang aku udah disini, yuk kita mulai lakuin itu!" ucap Anya sengaja menggodanya.


Alex melebarkan senyumnya, "Ah sayang, aku benar-benar kangen banget sama kamu! Akhirnya aku bisa ketemu kamu lagi, ayo sayang kita nikmati malam ini!" ucapnya tanpa sadar.


"Tentu sayang, kamu boleh kok lakuin apapun yang kamu mau. Tapi, jangan disini ya sayang! Aku malu dong di depan banyak orang," ucap Anya merengut.


"Mmhhh, jangan cemberut gitu sayang! Kamu makin cantik kalo kayak gitu, oke deh ayo kita cari kamar di dekat sini!" ujar Alex.


Anya mengangguk setuju, lalu mereka saling merangkul dan pergi dari sana. Tak lupa Alex menenggak gelas terakhir minuman itu, membuat dirinya makin tak sadarkan diri. Anya pun semakin tidak sabar untuk memanfaatkan momen ini, ia sudah amat menginginkan untuk bermain dengan Alex yang menurutnya sangat tampan.


"Alex, sebentar lagi aku bisa ngerasain milik kamu ini. Tapi siapa Keisha itu? Dia beruntung banget, karena dia yang terus disebut-sebut sama Alex sampai sekarang!" gumam Anya dalam hati.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2