
Kini Alex dan Keisha masih ada di dalam restoran bersama putra mereka, Kenzie. Ya ketiganya memang sengaja datang kesana dalam rangka merayakan kelulusan Keisha, tentu saja sebagai suami Alex ingin memberikan yang terbaik bagi istrinya di hari bahagia ini. Apalagi, selama ini Alex juga jarang meluangkan waktu untuk keluarganya dan bahkan tidak pernah memberikan sesuatu yang spesial pada Keisha setelah mereka menikah.
Akan tetapi, kebahagiaan itu sirna ketika tiba-tiba Anya muncul di tempat yang sama dan mengganggu ketentraman mereka. Keisha bahkan tampak sangat emosi dengan kata-kata yang dilontarkan Anya untuk dirinya, ia merasa Anya sudah keterlaluan dan harus dihukum atas perkataannya itu. Alex juga tak kalah emosi dengan istrinya, saat Keisha direndahkan oleh Anya tentu saja Alex tidak akan tinggal diam dan ingin membalas semua yang dilakukan Anya.
"Kamu bingung juga gak sih, Lex? Istri kamu ini sepintar apa sih sebenarnya sampai bisa dapat nilai bagus walau gak sekolah? Apa kamu gak curiga sama dia?" ucap Anya kembali.
Alex benar-benar tak mengerti apa yang dimaksud Anya saat ini, ia menatap tajam ke arah wanita itu seraya mengepalkan tangannya. Sedangkan Keisha juga semakin emosi dibuatnya, tindakan Anya memang semakin kurang ajar dan di luar batas. Sepertinya Anya sengaja hendak memancing emosi mereka, agar kembali terjadi keributan disana.
"Jaga bicara kamu ya Anya! Aku sedang gak mau ribut disini, apalagi sekarang adalah hari bahagia buat aku. Kalau kamu gak suka dengan apa yang aku capai, kamu boleh pergi kok! Aku juga gak butuh kata selamat dari kamu!" sentak Keisha.
"Wah wah wah, galak banget sih istri kamu ini Lex! Pasti kamu takut ya ketahuan, kalau kamu itu kasih sogokan ke guru-guru di sekolah kamu?" ujar Anya.
Deg
Keisha dibuat semakin emosi dengan ucapan Anya saat ini, jika tidak ingat bahwa ia membawa Kenzie di dalam gendongannya maka pasti Keisha sudah berkelahi dengan Anya disana. Alex juga berusaha untuk menenangkan istrinya itu, karena dia tahu kalau Keisha pasti bisa terpancing emosi jika Anya terus-terusan berkata seperti itu.
"Anya cukup! Maksud kamu bicara begitu itu apa sih? Kamu mau cari ribut sama aku dan Keisha disini sekarang, ha?" geram Alex.
Anya menyeringai, "Bukan begitu kok Lex, aku datang kesini baik-baik loh. Istri kamu aja yang sensian jadi orang, padahal kalau gak bener kan dia harusnya gak perlu marah," ucapnya.
"Tapi kamu itu udah keterlaluan, sama aja kamu merendahkan istri aku!" sentak Alex.
"Dari segi mananya coba aku merendahkan Keisha? Kamu gausah lebay deh, aku kan cuma kasih selamat ke Keisha!" ucap Anya.
"Ck, mending kamu pergi deh dari sini Anya! Aku gak mau ya kamu gangguin momen aku!" ucap Alex.
Bukan Anya namanya jika langsung menurut dengan apa yang diinginkan Alex, ya tentu saja Anya tak akan mau pergi dari tempat itu. Ini adalah sebuah kesempatan bagi Anya untuk bisa membuat Keisha terpancing emosinya, lalu dengan begitu Keisha pasti tidak akan mau melanjutkan makan siangnya bersama Alex di restoran itu.
"Ini tuh tempat umum Lex, kalau aku ada disini ya berarti terserah aku dong. Kamu gak punya hak buat usir aku atau larang aku, camkan itu Alex!" ucap Anya dengan tegas.
Keisha pun semakin tidak tahan dengan situasi yang ada, moodnya kini telah hilang akibat kehadiran Anya di restoran itu. Keisha langsung meminta pada suaminya untuk berpindah tempat, karena ia merasa jika sudah tidak mungkin mereka terus berada disana. Apalagi, Anya juga tak mau mengalah dan ingin tetap ada disana.
"Mas, kita pindah tempat aja yuk! Aku males banget terus disini, mood aku rasanya udah hilang!" ucap Keisha berbisik di telinga suaminya.
"Tapi sayang, makanannya kan udah dipesan," ucap Alex bingung.
"Aku gak perduli mas, pokoknya kita pindah sekarang atau aku ngambek sama kamu!" ucap Keisha kekeuh.
"I-i-iya deh sayang, yaudah kita pindah. Kamu jangan ngambek ya!" ucap Alex gugup.
Keisha malah memalingkan wajahnya dan memutar bola matanya karena kesal, ia merasa jika Alex tidak bisa tegas pada Anya saat ini. Untuk itu Keisha meminta mereka pindah tempat, supaya mereka bisa melanjutkan momen bahagia itu. Alex mau tak mau menyetujui saja permintaan istrinya, meski ada rasa tidak senang di dalam hatinya mengingat Alex sudah memesan makanan disana tadi.
•
•
__ADS_1
Sementara itu, Lana dibawa ke sebuah taman bunga yang indah dan ramai oleh sang kekasih, yakni Zikri. Ya pasangan muda itu memang tengah dimadu asmara, terlebih setelah Lana memberikan jawaban pada Zikri bahwa ia bersedia menjadi kekasihnya. Tentu saja Zikri amat bahagia, karena inilah yang dia inginkan sejak lama dari sosok Lana.
Lana sendiri juga merasakan hal yang sama, ia tak menyesal memberi jawaban ya kepada lelaki itu. Selama ini Zikri bersikap cukup baik padanya, tidak ada yang berubah dari pria itu setelah mereka menjadi sepasang kekasih. Bahkan, Zikri semakin bersikap baik dan romantis pada Lana seperti sekarang dimana pria itu mengajaknya jalan berdua.
"Sayang, aku heran deh sama kamu. Kenapa ya kamu makin hari makin cantik aja dilihat-lihat? Aku kagum banget loh, rasanya aku gak bisa berhenti tatap wajah kamu!" ucap Zikri.
Lana tersipu saat itu juga mendengar rayuan sang kekasih, sontak ia menundukkan wajahnya yang memerah dan merasa malu. Meskipun begitu, Lana tetap sangat senang karena Zikri adalah kekasihnya dan dipuji oleh sang kekasih merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi Lana walau sudah sering sekali Zikri mengatakan rayuan tersebut.
"Udah deh Zikri, mau sampai kapan kamu gombalin aku terus sih?" ucap Lana malu-malu.
"Hahaha, itu bukan gombal loh sayang. Aku bicara fakta karena memang kamu itu cantik banget!" ucap Zikri.
"Iya deh, tapi sekarang aku pengen makan sesuatu deh rasanya. Gak mungkin kan kita cuma duduk-duduk doang kayak gini disini? Banyak tukang jajanan loh itu," ucap Lana merasa lapar.
"Hm, pacarku ini emangnya mau makan apa sih? Pilih aja sayang, nanti biar aku yang beliin buat kamu!" ucap Zikri dengan lembut.
"Siomay kayaknya enak deh," jawab Lana.
"Oh boleh tuh, sebentar ya aku beliin dulu disana?" ucap Zikri sambil tersenyum.
"Okay." Lana mengangguk setuju.
Setelahnya, Zikri bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju tukang siomay yang ada di depan sana. Tanpa banyak basa-basi, Zikri membeli siomay itu untuk dirinya dan juga sang kekasih sesuai permintaan Lana tadi. Zikri memang ingin memanjakan kekasihnya, sehingga Lana yakin kalau ia benar-benar mencintai gadis itu saat ini.
Tak lama kemudian, di tempat yang sama terdapat sosok Arfan yang tidak sengaja bertemu dengan Lana disana. Arfan melihat Lana tengah terduduk seorang diri, membuatnya memiliki niatan untuk menghampiri gadis itu. Langsung saja Arfan mendekat, kemudian menyapa Lana yang masih asyik terduduk sambil mengusap perutnya.
Lana sontak terkejut ketika tiba-tiba ada suara orang yang memanggilnya, ia menoleh ke asal suara lalu bertambah kaget saat menyadari keberadaan Arfan disana. Lana tak menyangka bahwa Arfan akan datang ke tempat yang sama dengannya, sehingga Lana benar-benar bingung harus melakukan apa dikala Arfan menghampirinya.
"Arfan, kamu ngapain coba ada disini? Kenapa kamu malah datengin aku, apa kamu sengaja ngikutin aku ya?" tanya Lana pada lelaki itu.
"Kamu kok nanyanya begitu sih Lana? Taman ini kan tempat umum, jadi terserah aku dong mau datang kesini apa enggak. Lagian emangnya salah kalau aku samperin kamu, hm?" ucap Arfan santai.
"Gak salah sih, tapi sebaiknya kamu jangan deketin aku lagi deh! Aku gak mau Zikri nanti salah paham kalau lihat kamu ada disini," ucap Lana.
"Zikri? Dia ada disini juga?" tanya Arfan.
Lana menjawab dengan anggukan, kemudian Arfan mulai mengitari pandangannya ke sekitar taman itu untuk memastikan bahwa Zikri memang benar ada disana atau tidak. Benar saja ucapan Lana tadi, Arfan pun berhasil menemukan Zikri yang tengah berada di dekat penjual siomay.
•
•
Kini Alex telah membawa Keisha ke restoran baru sesuai permintaan istrinya itu, meski Alex harus mengalami kerugian dengan membayar makanan yang ia pesan di restoran tadi, tetapi Alex tak mengapa asalkan Keisha merasa bahagia. Lagipula, Alex juga tak menyukai perkataan Anya tadi tentang istrinya yang benar-benar kurang ajar.
Keisha pun dapat tersenyum kembali saat ini, ia terus melahap makanan yang ia pesan tanpa memikirkan ucapan Anya lagi. Keisha tak pernah melakukan apa yang dituduhkan Anya, tetapi tetap saja ia kesal karena kelakuan wanita itu. Rasanya Keisha merasa tidak pernah memiliki salah dengan Anya, tapi entah mengapa Anya malah bersikap seperti itu padanya dan menjelekkan dirinya.
__ADS_1
Tak lupa Alex juga telah mempersiapkan hadiah selanjutnya untuk sang istri tercinta, ia ingin membuat Keisha merasa bahagia dan melupakan semua kejadian di restoran sebelumnya. Namun, Alex masih menunggu waktu yang tepat untuk memberikan hadiah itu pada Keisha agar bisa membuat Keisha merasa terkejut nantinya.
"Umm sayang, gimana makanan disini? Rasanya lebih enak daripada di restoran sebelumnya, atau malah kurang?" tanya Alex pada istrinya.
"Enak kok mas, kamu gausah mikirin soal restoran yang tadi lagi ya!" jawab Keisha tersenyum lebar.
Alex mengangguk cepat sambil mengusap puncak kepala istrinya, lalu ia segera mengambil sesuatu dari saku jas miliknya yang akan ia berikan kepada Keisha. Tampaknya Alex sudah tak sabar ingin melihat senyum manis istrinya, apalagi Keisha pasti masih merasa sakit hati setelah mendengar ucapan Anya sewaktu ada di restoran sebelumnya.
"Sayang, aku ada sesuatu buat kamu. Diterima ya istriku yang cantik, anggap ini sebagai hadiah dari aku atas kelulusan kamu dengan nilai terbaik!" ucap Alex seraya menyerahkan kotak kecil berwarna biru kepada istrinya itu.
Seketika Keisha tampak syok melihat hadiah yang diberikan suaminya, ia tahu bahwa isi di dalam kotak tersebut pasti adalah sebuah perhiasan. Reflek ia menatap wajah suaminya dan tampak tidak percaya dengan apa yang ia lihat, pasalnya selama ini Alex sangat jarang memberi hadiah padanya dan saat ini pria itu malah memberikannya sebuah perhiasan.
"Hah? Ini kamu serius mas kasih aku ini? Isinya apa?" tanya Keisha masih dengan mata terbelalak.
"Kamu buka aja sayang, nanti kamu juga tahu apa isi dari kotak ini! Aku sengaja kasih kamu hadiah ini, karena aku kan jarang tuh kasih hadiah ke kamu sayang," ucap Alex sambil tersenyum.
"Wah makasih ya mas!" ucap Keisha tampak senang.
Keisha pun mengambil kotak itu dari tangan suaminya, lalu secara perlahan mulai membukanya tepat di hadapan sang suami. Betapa terkejutnya Keisha begitu ia melihat apa isi di dalam kotak tersebut, ya terdapat sebuah kalung yang indah disana yang membuat Keisha spontan menutupi mulutnya karena syok.
"Hah? Kamu kasih aku kalung, mas? Ih ini cantik banget loh, makasih banyak ya mas! Aku udah lama pengen punya kalung kayak gini," ucap Keisha.
"Sama-sama sayang, iya itu buat kamu kok. Kamu sekarang bisa pakai kalung itu, aku minta maaf ya kalau aku baru kasih hadiah ke kamu sekarang!" ucap Alex sambil tersenyum.
"Gapapa mas, tapi harusnya kamu gak perlu kasih hadiah yang semahal ini juga kali mas! Aku takut ngerepotin kamu loh," ucap Keisha.
"Kenapa ngerepotin? Kalung itu aku beli atas dasar cinta, aku kan mau kamu bahagia sayang. Sini deh aku pakein kalungnya di leher kamu, supaya kamu kelihatan makin cantik!" ucap Alex.
Keisha melongok dibuatnya, "Ka-kamu serius mas?" tanyanya tampak tak percaya.
Alex tersenyum saja dan beranjak dari kursinya, ia mengambil alih kalung di tangan Keisha lalu bersiap memakaikannya di leher sang istri. Keisha hanya bisa pasrah membiarkan Alex melakukan itu, karena Keisha juga senang dengan semua ini. Keisha tak menyangka Alex bisa bertindak romantis seperti sekarang, ya hal itu sungguh menambah kebahagiaan di dalam hati Keisha saat ini.
"Nah udah, tuh kan bener kamu jadi kelihatan makin cantik sayang! Aku pasti gak bakal bisa berpaling dari wajah cantik kamu ini deh," puji Alex.
"Ish, kamu mah sukanya gombalin aku terus! Tapi, emang bener kalungnya cocok di aku?" tanya Keisha.
"Pasti dong sayang, cocok banget malah! Gak salah aku beli kalung yang ini untuk kamu, karena kamu kelihatan lebih cantik dan menggoda! Aku yakin kalau Kenzie udah besar, dia pasti juga setuju sama kata-kata aku!" ucap Alex.
"Yeu dasar tukang gombal! Yaudah ah, kamu duduk lagi deh mas! Makanan kita kan belum habis, gombalnya nanti lagi aja ya!" ucap Keisha.
"Siap istriku yang cantik!" ucap Alex patuh.
Keisha terkekeh dan menggeleng perlahan mendengar ucapan suaminya, sedangkan Alex sudah kembali terduduk di tempatnya saat ini. Keisha terus saja memandangi kalung yang terpasang di lehernya, tampak sekali bahwa Keisha merasa sangat bahagia dan bersyukur dengan hadiah yang diberikan Alex padanya.
"Aku senang banget rasanya hari ini, makasih banyak ya mas atas semuanya! Aku sayang sama kamu!" gumam Keisha dalam hatinya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...