Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 119. Berteduh


__ADS_3

Kini Lana dan Zikri tengah asyik berboncengan motor sambil saling tertawa lebar, sepasang kekasih itu baru saja pergi dari taman tempat mereka bermain tadi. Zikri tidak ingin berlama-lama disana, apalagi ada Arfan yang bisa saja mengganggu mereka dan membuat Zikri merasa tidak nyaman. Itulah sebabnya Zikri mengajak Lana pergi, karena ia ingin menikmati waktu berdua dengan gadis itu.


Lana pun menurut saja, lagipula ajakan Zikri juga tidak terlalu merugikan baginya. Berboncengan dengan pria itu memang mengasyikkan, sehingga Lana terlihat melingkarkan dua tangannya di pinggang Zikri dan menempelkan wajahnya pada punggung kekasihnya itu. Belum pernah Lana merasa sebahagia ini, apalagi Zikri adalah orang yang selama ini ia sukai dan idolai.


Tapi naas, di tengah perjalanan tiba-tiba hujan melanda dan membuat Zikri serta Lana panik bukan main. Mereka tidak ingin kehujanan, untuk itu cepat-cepat Zikri mencari tempat berteduh agar Lana tidak terlalu basah. Zikri pun menemukan sebuah bangunan kosong di depannya, tanpa banyak berpikir langsung saja Zikri mengarah kesana dan menghentikan motornya untuk segera berteduh.


Zikri menarik tangan Lana memasuki gedung tersebut, ia merasa lega karena setidaknya disana mereka tidak akan terkena air hujan. Lana juga mengusap dadanya dan melepas helm dari kepalanya, gadis itu tak menyangka akan terjadi momen seperti ini di hidupnya. Lana sontak beralih menatap Zikri di sebelahnya, lalu tersenyum lebar melihat pria yang kini telah menjadi kekasihnya.


"Kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu, hm? Kamu marah karena kehujanan tadi? Maaf ya sayang, aku kayaknya besok-besok harus bawa mobil deh biar kejadian begini gak keulang lagi!" ucap Zikri.


"Hahaha, kamu kok ngomongnya gitu sih sayang? Aku malah suka loh naik motor sama kamu, lebih asyik aja gitu. Kalau masalah kehujanan begini, kan masih bisa neduh. Lagian seru kok kita berdua neduh di bawah gedung begini," ucap Lana.


Zikri ikut tersenyum melihat reaksi Lana saat ini, ia tak menyangka bisa memiliki gadis yang baik dan pengertian seperti Lana. Padahal, tadinya Zikri mengira Lana akan marah atau kecewa padanya setelah apa yang terjadi. Namun, nyatanya Lana malah merasa senang dan tidak sama sekali marah ataupun protes setelah terjebak hujan kali ini.


"Makasih ya Lana, kamu ternyata bisa ngertiin aku dan gak marah-marah karena kehujanan barusan!" ucap Zikri lirih.


"Sama-sama sayang," ucap Lana singkat.


Perlahan Zikri mendekat ke arah Lana berada, senyuman masih terus mengembang di pipinya membuat Lana merasa heran. Zikri baru berhenti begitu tepat di hadapan Lana, ia tatap terus wajah gadis itu seraya menggerakkan tangannya. Satu tangannya itu bergerak mengusap wajah Lana, dan meraih telapak tangan gadis itu.


"Lana, kamu pasti kedinginan ya? Gimana kalau kamu pake jaket aku aja?" ucap Zikri.


"Terus kamu gimana dong kalo aku pake jaket kamu? Nanti yang ada malah kamu yang kedinginan, gausah ah mending kamu aja yang pake deh tuh jaketnya," ucap Lana menolak.


"Gapapa sayang, lebih penting kamu tahu daripada aku. Kalau kamu sakit nanti, aku pasti bakal cemas banget!" ucap Zikri.


Lana tersipu dibuatnya, perhatian yang diberikan Zikri sungguh berhasil membuat Lana merasa gugup dan menunduk malu. Zikri pun melepas jaketnya, kemudian memakaikan itu di tubuh Lana agar gadis itu tidak kedinginan. Lana sontak mendongak, seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan Zikri saat ini yang lebih mementingkan dirinya.


"Zikri, ka-kamu...."


Ucapan Lana terhenti, Zikri kini menaruh jarinya di bibir gadis itu dan memajukan wajahnya. Jantung Lana berdegup begitu kencang, ia benar-benar grogi ketika Zikri berada sangat dekat dengannya. Apalagi, setelahnya Zikri langsung menarik tengkuk Lana dan menahannya. Ya Zikri menaruh bibirnya pada bibir Lana, sehingga gadis itu terbelalak seketika.


Cup!


"I love you, Lana!" batin Zikri.




"Ahh ahh udahh ahh..."


Joshua terus memompa pinggulnya dan membuat Tasya di bawah sana tak henti-hentinya berteriak meminta berhenti, ya Tasya sudah lemas karena Joshua telah melakukan ini sedari siang dan masih belum berhenti sampai malam begini. Padahal, Tasya berulang kali meminta Joshua berhenti karena ia sudah tidak kuat lagi melayani pria itu.


Beruntung bagi Tasya, akhirnya setelah sekian lama Joshua berhasil mencapai puncaknya dan mengakhiri semua permainan panas itu. Joshua pun tergeletak di samping wanita itu, tampak Joshua juga tak kalah lelah setelah bermain cukup lama. Tubuh keduanya dipenuhi oleh keringat, bahkan kasur yang mereka tiduri juga tampak sangat basah.

__ADS_1


"Haaaahh haaaahh...."


Nafas Tasya masih terengah-engah, ia tak sanggup berbicara untuk saat ini karena terlalu lelah melayani kepuasan Joshua. Berkali-kali Tasya sudah keluar, itulah yang membuat tubuhnya sangat lemas sampai nyaris pingsan. Sedangkan Joshua hanya keluar dua kali, menandakan betapa kuatnya pria itu dalam pertarungan ranjang.


"Duh Jos, lu gila banget sih ah! Gue hampir pingsan loh gara-gara lu, untung aja gue masih bisa kuat dan tahan diri!" geram Tasya.


Joshua menyeringai, "Hahaha, sorry Tasya! Abisnya gue gak tahan banget sama punya lu yang sempit dan legit itu, bikin gue ketagihan. Sekarang lu bisa istirahat kok, tenang aja Tasya!" ucapnya.


"Oh ya Jos, kayaknya ini terakhir kali deh kita bisa begini. Besok-besok mungkin kita gak akan bisa lagi main kayak gini," ucap Tasya.


Deg


Betapa syoknya Joshua mendengar ucapan Tasya barusan, ia tak menyangka Tasya akan berkata seperti itu padanya saat ini. Sontak Joshua bangkit dan menatap tajam ke arah Tasya, seolah bertanya apa maksud dari perkataan Tasya tadi. Tentu saja Joshua akan merasa sangat menderita, apabila Tasya tidak lagi mau menjadi partner ranjangnya.


"Maksud lu bilang kayak gitu apa, ha? Lu mau menghindar dari gue?" tanya Joshua penasaran.


"Bu-bukan begitu, gue ini juga pengen kali punya hubungan yang jelas sama laki-laki. Sekarang gue udah dapat laki-laki yang beneran tulus sama gue, bukan cuma mau tubuh gue doang," jelas Tasya.


"Apa? Hey ingat ya Tasya, kita ngelakuin ini atas dasar suka sama suka! Lu bilang gue boleh bebas main sama lu kapan aja, terus kenapa sekarang lu malah minta gue buat berhenti coba? Lu mau ingkari janji lu gitu?" sentak Joshua.


"Iya gue tahu Jos, tapi setelah gue punya cowok ya lu gak bisa lagi nikmatin tubuh gue sesuka hati lu. Tolong lu ngertiin soal itu ya!" ucap Tasya.


Joshua merasa kecewa dengan keputusan Tasya saat ini, ia pastinya akan sangat bingung apabila nanti Tasya tidak lagi mau melayaninya. Hasratnya itu sudah semakin menggelora, ia tak mungkin bisa menahan dirinya nanti. Jika Tasya pergi, maka Joshua tidak tahu lagi harus mencari siapa untuk bisa memuaskan dirinya.


"Lo gak marah kan sama gue, Jos? Karena ini terakhir buat lu, gue janji deh bakal puasin lu sampai besok!" ucap Tasya sambil tersenyum.




Alex tengah mengitari mall yang luas demi mencari buah naga yang diinginkan istrinya, pria itu melangkah tak kenal lelah karena ia ingin membuat Keisha merasa bahagia dan bangga memiliki suami seperti dirinya. Biar gimanapun, Alex masih harus membuktikan pada Keisha kalau saat ini ia sudah tidak memikirkan sosok Anya lagi di pikirannya.


Disaat ia sedang berkeliling mencari buah naga, tiba-tiba saja tanpa sengaja seorang gadis menabraknya dan nyaris terjatuh. Dengan sigap Alex menahan tubuh gadis itu, dipeluknya si gadis lalu mereka pun saling berpandangan. Jantung Alex berdetak lebih kencang saat ini, gadis di dalam pelukannya itu benar-benar cantik dan mempesona.


"Eh eee ma-maaf kak, saya gak sengaja!" ucap si gadis merasa bersalah.


Alex pun melepaskan pelukannya dan membantu gadis itu berdiri tegak, tak lupa Alex juga turut membantu merapihkan tas milik si gadis. Kini mereka saling berhadapan satu sama lain, dengan si gadis yang tampak gugup saat ini. Alex yakin sekali, gadis di hadapannya itu seumuran dengan Lana karena bentuk tubuhnya yang mungil.


"Gak masalah, tadi saya juga yang gak lihat-lihat jalan kok. Lain kali kamu hati-hati aja, biar gak nabrak orang lagi!" ucap Alex tersenyum tipis.


"I-i-iya kak, sekali lagi maaf dan terimakasih udah tolong saya tadi!" ucap gadis itu gugup.


"Sama-sama, udah kamu gausah gugup dan ngerasa bersalah gitu! Saya ini gak pernah mempermasalahkan suatu hal kecil kok, apalagi cuma tabrakan begitu," ucap Alex.


Gadis itu mengangguk kecil, tapi kemudian ia terlihat celingak-celinguk seperti sedang mencari seseorang. Dari tampangnya saat ini, Alex curiga kalau gadis itu memiliki masalah lain yang membuatnya ketakutan dan gemetar. Namun, Alex tidak tahu dan berusaha untuk tidak ikut campur ke dalam masalah si gadis.

__ADS_1


"Hey Cherry!" tiba-tiba saja, seorang lelaki muncul di hadapan mereka dan langsung mendekati gadis itu dengan sigap.


Akan tetapi, Cherry yang ketakutan justru reflek mendekat ke arah Alex dan memeluk lengannya. Alex sontak terkejut dengan kelakuan gadis itu, namun ia hanya bisa diam karena tidak tahu apa yang sedang terjadi. Melihat ekspresi Cherry saat ini, Alex memilih membiarkan saja Cherry berpelukan padanya untuk membuatnya lebih tenang.


"Arnold, kamu stop kejar-kejar aku ya! Aku sekarang udah punya pacar baru tau, dan ini pacar aku!" ucap Cherry sembari mengeratkan pelukannya pada Alex.


Deg


Alex begitu terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan Cherry, ia sangat syok seolah tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Namun, Alex memilih diam karena ia tahu Cherry tengah terkena masalah besar dengan lelaki di dekatnya itu. Meski Alex tak tahu apa yang terjadi, tetapi Alex ingin membantu Cherry dengan alasan kasihan.


"Hah? Kamu bilang orang ini pacar kamu Cherry, gak salah? Aku gak percaya sama kamu, pasti kamu lagi bohongin aku kan!" ucap lelaki bernama Arnold.


"Ck, terserah kamu ya Arnold! Intinya aku gak bohong kok, aku udah bicara jujur sama kamu kalau orang ini pacar baru aku. Kamu lihat sendiri kan, aku sama dia pelukan sekarang?" ucap Cherry.


"Aku tetap gak percaya sama kamu, kalau emang dia pacar kamu coba sebut siapa nama dia!" ucap Arnold.


Cherry terdiam bingung, sebab ia memang tidak tahu siapa nama Alex sebenarnya. Apalagi, Cherry baru kali ini bertemu dengan Alex disana dan itu pun tanpa sebuah kesengajaan. Cherry benar-benar tak tahu harus menjawab apa, sedangkan Alex hanya terdiam karena masih belum mengerti apa yang sedang terjadi di hadapannya saat ini.


"Namanya Reza, kami kenal lewat aplikasi dating online. Iya kan sayang?" ucap Cherry.


Alex mengernyitkan dahinya ketika mendengar Cherry memanggilnya sayang dan merubah namanya menjadi Reza, kini Alex dibuat semakin bingung serta tidak tahu harus melakukan apa. Namun, Cherry berusaha memberi kode pada Alex untuk mengikuti semua yang ia katakan agar Arnold bisa mempercayai ucapannya.


"Ya benar, saya pacarnya Cherry. Anda ini siapa ya, kenapa anda kejar-kejar pacar saya sampai dia ketakutan begini?" ucap Alex dengan dingin.


Arnold tersenyum tipis, "Lo gausah ikut-ikutan bohong deh, gue gak akan percaya sama ucapan lu itu! Mending sekarang lu lepasin Cherry, terus kasih Cherry ke gue! Cherry itu punya gue, dia gak boleh dimiliki siapapun selain gue!" ucapnya tegas.


"Kamu bicara apa sih Arnold? Diantara kita gak ada apa-apa lagi ya, sekarang aku udah jadi milik orang lain. Kamu harus sadar dong, kamu juga mending jangan cari masalah sama pacar aku ini deh! Dia itu atlet mma, kamu bisa babak belur kalau macam-macam sama dia!" ucap Cherry.


Deg


Kembali Alex dibuat terkejut, sebab Cherry bicara seenaknya saja tanpa memikirkan akibat ke depannya nanti. Alex memang pandai berkelahi, tetapi jika dibandingkan dengan atlet mma maka dirinya tentu sangat jauh di bawah. Belum tentu juga Alex bisa mengalahkan Arnold, sehingga kini Alex tampak cemas dan bingung.


"Udah yuk sayang, kita pergi aja dari sini! Aku minta maaf ya karena orang ini masih aja gak berhenti kejar-kejar aku, pasti kamu ngerasa cemburu ya?" ucap Cherry dengan lembut.


"It's okay sayang, aku tahu kamu cuma cinta sama aku. Lagian orang kayak gini mah gak sebanding sama aku lah," ucap Alex santai.


Arnold yang mendengar itu sontak mengepalkan tangannya, ia emosi dan hendak menghajar Alex saat itu juga. Perlahan Arnold bergerak maju mendekati Alex, menatap tajam ke arahnya dengan tanda-tanda ingin memukulnya. Cherry sudah tampak ketakutan, namun Alex hanya bersikap santai tanpa bergerak sedikitpun.


"Lo ngomong apa barusan? Kurang ajar banget lu, lu gak akan bisa rebut Cherry dari gue! Gue pastiin lu akan nyesel bersaing sama gue!" geram Arnold.


"Sssttt, lu itu udah kalah bro! Cherry terbukti lebih milih gue dibanding lu, jadi mending lu pergi sana dan jangan dekati cewek gue lagi! Atau gue bakal bikin lu babak belur!" ucap Alex mengancam.


Cherry semakin gugup dibuatnya, ia khawatir akan terjadi perkelahian diantara kedua lelaki itu yang bisa menyebabkan dirinya terkena masalah besar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2