Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 147. Zikri?


__ADS_3

Lana tengah berada di dalam mobil bersama Arfan yang kini menyetir, gadis itu terlihat bingung dan terus menatap ke sekitar sambil berharap agar ia bisa menemukan Keisha serta Kenzie. Ya tentu Lana juga masih berusaha melakukan pencarian terhadap kedua keluarganya itu, apalagi ia tahu kalau Alex sampai harus masuk rumah sakit karena ditusuk oleh kelompok orang tidak dikenal waktu itu.


Sebagai seorang adik, tentunya Lana ingin membantu kakaknya untuk menemukan istri dan juga anak tercintanya. Lana tahu seperti apa perasaan Alex saat ini, ia tidak mau Alex terus saja terluka dan bersedih karena tak tahu dimana keberadaan keluarganya sekarang. Itulah alasan mengapa Lana mengajak Arfan kali ini untuk mencari Keisha serta Kenzie, meski ia juga belum tahu harus mencari mereka kemana lagi saat ini.


"Fan, kira-kira kita cari kemana lagi ya? Aku bingung banget nih mau cari kak Keisha kemana, soalnya aku kan gak banyak tahu soal tempat yang bisa dia datangi," ucap Lana.


"Eee ya kalau kamu aja gak tahu, apalagi aku Lana. Aku sama kakak ipar kamu itu kan gak terlalu dekat selama ini," ucap Arfan tersenyum lebar.


"Hm, ya kamu benar juga sih. Terus kita gimana ya sekarang? Aku gak tahu ini mau cari kemana lagi, buntu banget gak ada info apa-apa. Kak Alex juga masih di rumah sakit, aku gak tega kalau harus nanya ke dia," ucap Lana.


"Iya Lana, emang sebaiknya jangan deh! Kita usaha aja dulu cari kakak ipar kamu itu," ucap Arfan.


"Ya tapi kemana Arfan?" tanya Lana.


Arfan hanya bisa menggeleng kali ini, dirinya pun tak tahu harus mencari kemana untuk saat ini karena memang tidak ada petunjuk apapun itu untuknya. Mencari dua orang sekaligus adalah suatu hal yang sulit, apalagi mereka juga tidak tahu tempat apa saja yang menjadi favorit bagi Keisha.


"Duh, semoga kak Keisha sama Kenzie baik-baik aja deh! Walau mereka udah gak pulang lama banget, tapi aku berharap kalau mereka gak kenapa-napa!" ucap Lana cemas.


"Aamiin." Arfan mengamini doa gadis itu.


Lalu, Lana yang sedang melihat ke kanan dan kirinya dibuat terkejut saat tiba-tiba tanpa sengaja ia justru menemukan sosok Zikri yang tengah berdiri di pinggir jalan seperti orang yang kebingungan. Sontak Lana meminta Arfan untuk menghentikan sejenak mobilnya, ya karena ia ingin sekali menemui Zikri dan bicara banyak padanya.


"Fan, berhenti dulu Fan sebentar! Ayo cepetan Arfan!" pinta Lana sambil memukul-mukul lengan Arfan.


"I-i-i-iya Lana iya..."

__ADS_1


Arfan yang bingung hanya bisa menurut dengan ucapan wanita itu, ia pun menginjak rem dan menghentikan mobilnya tepat ke pinggir. Setelah itu, tanpa bicara apapun Lana bergegas turun dari mobil dan pergi menghampiri Zikri di seberang sana dengan meninggalkan Arfan sendirian.


Tentu saja Arfan merasa heran dengan kelakuan Lana saat ini, ia yang panik pun memutuskan ikut turun untuk memastikan apakah yang hendak wanita itu lakukan di luar sana. Namun, ia terlambat menghentikan Lana karena wanita itu sudah lebih dulu melangkah ke seberang jalan sembari meneriakkan nama kekasihnya.


Akhirnya Arfan tahu apa alasan Lana buru-buru turun dari mobil dan memintanya berhenti, seketika ia merasa jengkel lantaran Lana ternyata berniat menemui Zikri yang merupakan kekasihnya itu. Arfan juga tampak kecewa, ia sungguh tidak suka melihat Lana yang masih saja perduli dengan lelaki yang telah melukai hatinya itu.




"Zikri!"


Ketika mendengar suara seorang wanita memanggil namanya, Zikri spontan menoleh untuk mencari tahu siapa yang ada di dekatnya. Betapa syoknya ia ketika menyadari Lana lah yang kali ini tengah berdiri menatap ke arahnya, ia tak menyangka dapat bertemu dengan gadis itu kembali disana.


Lana sendiri benar-benar tak percaya akan dapat bertemu dengan Zikri kali ini, setelah pria itu memilih untuk meninggalkan dirinya dalam keadaan hamil. Lana perlahan melangkah semakin dekat ke arah Zikri, tatapan matanya menjurus tajam seolah menandakan bahwa ia sangat emosi kepada pria yang telah menghamilinya itu.


"Sa-sayang, kamu apa kabar? Aku minta maaf ya sama kamu sayang, karena aku pergi gak kasih kabar ke kamu dulu! Aku benar-benar harus pergi saat itu," ucap Zikri tergagap.


"Ck, kamu panggil aku apa tadi? Sayang? Apa pantas kamu masih panggil aku dengan sebutan itu, ha? Setelah kamu hamilin aku, lalu tinggalin aku begitu aja. Laki-laki bejat seperti kamu, gak pantas untuk dimaafkan!" sentak Lana.


Plaaakk


Satu tamparan keras mendarat di pipi bagian kanan pria itu, Lana melampiaskan emosinya yang selama ini ia tahan pada mantan kekasihnya itu. Tentu saja Lana tak terima dengan semua perlakuan yang dilakukan Zikri padanya, meski ia sadar semua ini terjadi karena ia begitu mudah percaya pada lelaki tampan bernama Zikri itu.


"Ka-kamu kok tampar aku sayang? Aku beneran gak ada maksud loh buat tinggalin kamu, tapi keadaan yang memaksa aku begini. Kamu ngertiin aku dong sayang!" ucap Zikri.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Buat apa aku harus ngertiin kamu? Lagian tamparan itu belum seberapa, dibanding rasa sakit yang aku rasakan!" ucap Lana.


Zikri menggeleng pelan, ia tak tahu lagi harus berbicara apa kepada wanita di hadapannya. Zikri juga terlihat sangat panik, pandangan matanya sesekali mengarah ke belakang dimana kumpulan orang berasa. Entah apa yang sedang dilakukan Zikri disana, bahkan Lana sampai merasa curiga dan menduga Zikri tengah merencanakan sesuatu.


Tiba-tiba saja, dua orang pria datang mendekat dan berbicara kepada Zikri. Mereka langsung mengatakan apa yang ingin mereka sampaikan kali ini, meski mereka sadar akan keberadaan Lana disana. Sontak Zikri tampak panik, seolah tak ingin Lana mengetahui pembicaraan mereka.


"Bos, mereka gak ada disini. Orang-orang itu juga gak ada yang tahu atau kenal sama mereka," ucap seseorang sambil menunjukkan sebuah foto.


Lana jelas melihat itu adalah foto seorang wanita, tapi ia belum bisa memastikan foto siapakah itu. Ada rasa penasaran di dalam dirinya, ia heran mengapa Zikri mencari wanita tersebut. Apalagi, gerak-gerik Zikri sungguh mencurigakan dan membuat Lana semakin curiga.


"Zikri, kamu lagi cari siapa? Foto wanitanya kok kayak aku kenal ya?" celetuk Lana.


Zikri terkejut dibuatnya, "Eee bukan siapa-siapa kok, kamu gak mungkin juga kenal sama dia. Sebentar ya sayang, biar aku bicara sama anak buah aku dulu?" ucapnya tampak gugup.


Karena tidak ingin Lana mengetahui apa misinya saat ini, Zikri langsung menarik kedua anak buahnya itu menjauh dari sana. Ya mereka tampak berbisik di depan sana dan membuat Lana makin penasaran, ia pun reflek melangkah secara perlahan untuk mendekati mereka. Akan tetapi, tiba-tiba saja seseorang mencekal lengannya dari belakang.


"Hah??" Lana terkejut, tapi untungnya orang itu adalah Arfan yang menyusulnya kesana karena merasa khawatir.


"Sssttt, kamu ngapain disini? Udah ayo kita pergi, jangan berurusan sama dia lagi!" ucap Arfan.


"Tapi Fan, aku pengen tahu apa yang Zikri lakuin disini. Dia itu kayak lagi cari orang Fan, dan aku sepertinya gak asing sama foto itu," ucap Lana.


"Gak mungkin Lana, itu cuma dugaan kamu. Ayo kamu ikut aku sekarang!" paksa Arfan.


Lana pun tidak bisa berbuat banyak kali ini, ia terpaksa mengikuti kemauan Arfan dan pergi bersamanya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2