Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 52. Sekolah tanpa Alex


__ADS_3

Keisha dan Tasya datang ke rumah Bruce dalam rangka mencari keberadaan Alex. Jujur Keisha sangat cemas dengan kondisi suaminya saat ini, apalagi setelah tadi ia menerima telpon dari Tarra yang menggunakan ponsel milik suaminya. Keisha pun berharap, kakeknya dapat tahu dimana Alex saat ini berada.


Sesampainya disana, Keisha langsung mengetuk pintu berharap kakeknya bisa segera keluar membuka pintu. Setelah pintu terbuka, Bruce kini muncul dan menemui cucunya disana. Bruce tampak heran melihat Keisha datang kesana, apalagi dengan wajah cemas.


"Loh Keisha, kamu ada apa kesini? Terus kok kamu cemas kayak gini, kenapa sayang?" tanya Bruce sangat penasaran.


"Eee begini kek, aku kesini mau cari mas Alex. Dia tadi ada kesini gak, kek?" jelas Keisha.


"Hah? Kamu ngapain cari suami kamu disini, sayang? Memangnya kalian sedang berantem, ha?" tanya Bruce keheranan.


"Bu-bukan begitu, kek. Aku sama mas Alex baik-baik aja kok, tapi tuh aku gak tahu dia pergi kemana. Tadi dia bilang mau keluar sebentar, tapi pas aku telpon barusan malah hp nya diambil sama orang lain," ucap Keisha menjelaskan.


"Kok bisa sih? Kalian ini suami-istri loh, harusnya saling berkabar dong!" heran Bruce.


"Kakek, udah deh kakek jawab aja pertanyaan aku ya! Aku mau tahu, kira-kira Alex ada kesini apa enggak?" pinta Keisha.


"Gak sayang, suami kamu gak kesini kok. Daritadi kakek kan di rumah aja," jawab Bruce.


Keisha terlihat makin panik, ia menepuk jidatnya dan bingung harus mencari Alex kemana lagi untuk saat ini. Ia benar-benar cemas, dimana sekiranya Alex dan apakah pria itu baik-baik saja atau tidak? Keisha pun terus berpikir keras, berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Alex saat ini.


"Sebenarnya ini ada apa sayang? Kenapa kamu cari Alex sampai kayak gini, kalian pasti ada masalah kan?" tanya Bruce kembali.


Keisha terkejut bukan main, ia bingung haruskah menjawab jujur pada kakeknya atau tidak. Ia khawatir jika sang kakek tahu bahwa ia sempat kecewa pada Alex tadi karena pria itu lebih membela Shella, maka nantinya Bruce pasti akan ikut marah pada Alex juga. Keisha tak mau itu terjadi, karena Alex bisa saja dalam bahaya.


Namun, Keisha juga tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada kakeknya jika harus berbohong. Ia sedang panik saat ini, sulit tentunya bagi Keisha untuk bisa mengarang cerita. Terlebih Bruce juga terus menatap tajam ke arahnya, seolah menunjukkan rasa penasarannya yang amat sangat dan meminta cucunya bercerita.


"Keisha, kamu jawab sekarang dan jangan bohongi kakek terus!" pinta Bruce.


Wanita itu memalingkan wajahnya, melirik sejenak ke arah Tasya seolah meminta bantuannya untuk menjawab pertanyaan sang kakek. Akan tetapi, Tasya juga tidak tahu harus apa dan malah menyarankan Keisha untuk jujur saja pada kakeknya mengenai permasalahan mereka.


"Umm, yaudah deh kek gapapa kalo kakek gak tahu mas Alex ada dimana. Sekarang aku sama Tasya mau cari mas Alex dulu ya, kek?" ucap Keisha berusaha mengalihkan topik.


Tanpa basa-basi lagi, Keisha langsung berbalik dan memutuskan pergi dari rumah kakeknya itu. Namun Bruce tak semudah itu diperdaya, kini ia malah mencekal lengan cucunya seolah tak mengizinkan wanita itu untuk pergi.


"Tunggu dulu Keisha! Kakek mau kamu jawab jujur, jadi sebelum itu kamu tidak boleh pergi!" ujar Bruce.


"Ta-tapi kek, aku udah jujur kok. Kakek emangnya mau aku jujur apa lagi?" ucap Keisha gugup.


"Tidak usah bohong Keisha, ayo beritahu kakek supaya kakek bisa bantu menyelesaikan masalah kamu!" sentak Bruce.


Keisha menundukkan wajahnya karena bingung, ia berpikir keras sebelum kembali menatap sang kakek. Kini Keisha berniat untuk menceritakan semua kepada Bruce, bahwa ia dan Alex memang sedang memiliki masalah. Namun, saat ini ia sendiri malah kebingungan harus mencari suaminya kemana dan tidak tahu apa yang terjadi padanya.


•


•


Singkat cerita, Keisha dan Tasya kembali pergi untuk mencari keberadaan Alex. Tetapi, kali ini mereka juga ditemani oleh Bruce yang berniat mengantar kedua wanita itu dengan mobilnya. Ya Bruce tak ingin cucunya bersedih, maka dari itu ia pun ingin menemaninya mencari dimana Alex sampai berhasil menemukan pria itu.


Sepanjang perjalanan Keisha terus saja menangis, Tasya pun berusaha menenangkan sohibnya itu meski sulit sekali. Keisha benar-benar khawatir, ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya setelah tadi ponsel milik lelaki itu berhasil dikuasai oleh Tarra. Tentunya ia berpikir, mungkin saja Alex saat ini sedang ditawan atau dihajar oleh Tarra.


"Kei, udah Kei tenang! Semua dugaan lu itu kan belum tentu benar, kita doain aja semoga Alex gak kenapa-napa!" ucap Tasya.

__ADS_1


Keisha menoleh ke arah Tasya dan menatapnya dengan wajah penuh air mata, kesedihannya tak bisa dihindarkan lagi karena saat ini ia sangat khawatir pada suaminya. Keisha bahkan menyesal telah pergi dari rumah pagi tadi, jika itu tak ia lakukan maka mungkin kini ia tidak perlu mencemaskan kondisi suaminya yang entah ada dimana.


"Ini semua salah gue, Sya. Andai aja gue gak egois dan gak tinggalin rumah tadi pas ribut sama Alex, pasti sekarang gue masih bisa lihat dia dan gue gak perlu khawatir kayak gini!" ucap Keisha.


"Hey, lu gak boleh nyalahin diri lu sendiri! Alex bakal baik-baik aja kok, percaya sama gue!" bujuk Tasya.


"Gimana gue bisa tenang, Sya? Emang ini semua gara-gara gue, gue ini perempuan paling egois di dunia dan gue udah bikin suami gue sekarang sengsara! Gue takut Sya, gue gak mau Alex sampai ditangkap sama Tarra!" ucap Keisha.


"Sssttt, lu tenang sekarang! Jangan mikir yang enggak-enggak dulu Keisha! Semua itu belum pasti, lu gausah terlalu mikirin itu!" ucap Tasya.


"Benar kata Tasya, kamu sebaiknya tenang Keisha dan jangan salahin diri kamu sendiri! Ini semua bukan salah kamu, mungkin ini sudah takdir dari yang maha kuasa!" sahut Bruce.


"Tapi kek, aku ini istri gak baik loh. Aku harusnya nurut kata suami, bukan malah kabur dari rumah kayak tadi!" ucap Keisha.


"Iya kakek tahu, tapi itu kan sudah berlalu. Kita harus fokus mencari Alex, jangan dulu berpikir tentang hal-hal yang belum pasti! Kamu tenang ya sayang, Alex pasti ketemu kok!" ucap Bruce.


"I-i-iya kek...."


Perlahan Keisha mulai menghapus air matanya, ia berusaha mengikuti arahan sang kakek dan juga sahabatnya untuk tetap tenang. Meski sulit, namun Keisha terus berusaha melakukan itu karena ini semua demi mencari keberadaan Alex. Jika ia terus menangis, maka akan sulit baginya untuk bisa berpikir jernih dimana Alex saat ini.


Saat ia sedang melamun, tiba-tiba ponselnya berdering dan membuatnya agak terkejut. Keisha mengecek ponselnya berharap ada telpon dari Alex yang masuk, tapi ternyata telpon itu malah berasal dari Rizky yang merupakan salah satu sahabat karib Alex di sekolah. Keisha pun tampak senang, ia langsung mengangkat telpon itu karena mengira Rizky tahu dimana Alex sekarang.


📞"Ha-halo Rizky! Ada apa lu telpon gue?" tanya Keisha terlihat menggebu-gebu.


📞"Halo Keisha! Ini Kei, sekarang gue sama yang lainnya lagi di rumah sakit. Kita baru aja temuin Alex dalam keadaan pingsan di jalan tadi dan penuh luka, lu harus kesini deh Kei!" jelas Rizky.


Deg


•


•


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit tempat Alex dirawat. Keisha yang panik langsung saja bergerak cepat mencari ruangan dimana Alex berada, ia diikuti oleh Bruce serta Tasya dari sebelahnya yang juga sama-sama mengkhawatirkan kondisi Alex saat ini karena pria itu dikabarkan terluka parah.


Keisha pun menemukan keberadaan Rizky serta Tio di depan sebuah ruangan, tanpa basa-basi Keisha langsung berlari menghampiri mereka karena ia yakin sekali disana lah Alex dirawat. Keisha ingin segera menemui Alex, berbicara padanya dan meminta maaf atas kesalahannya. Ia menyesal, sebab tadi ia malah pergi meninggalkan pria itu.


"Rizky, dimana Alex? Gue pengen ketemu sama dia, gue cemas banget sama kondisi Alex sekarang!" ucap Keisha terengah-engah.


Rizky terkejut dibuatnya, "Eh Keisha, i-i-iya Kei itu Alex ada di dalam kok. Lo bisa masuk buat temuin dia, tadi kata dokter juga Alex udah sadar dan bisa dijenguk," jawabnya.


"Syukurlah, yaudah gue masuk dulu ya? Kakek sama Tasya tunggu disini aja, nanti aku keluar lagi!" ucap Keisha sangat panik.


Bruce dan Tasya kompak mengangguk, keduanya pun setuju untuk menunggu di depan kali ini. Sedangkan Keisha tampak sudah memasuki ruang rawat itu dan menemui Alex, wanita itu langsung tergerak mendekati suaminya dengan wajah berair yang menandakan kesedihannya.


"Lex, kamu gapapa kan sayang? A-aku minta maaf, aku benar-benar nyesel udah pergi dari rumah tadi dan bikin kamu jadi begini!" ucap Keisha terisak.


Alex menoleh dan tersenyum ke arahnya, "Sayang, udah kamu jangan sedih begitu ya! Aku ini gapapa kok, aku juga cuma luka sedikit. Ini semua bukan salah kamu sayang," ucapnya lirih.


"Enggak, tetap aja ini semua salah aku. Andai aku gak pergi dari rumah tadi, pasti kamu gak akan kayak gini sayang!" ucap Keisha histeris.


"Sssttt, bukan sayang ini bukan salah kamu. Aku yang kepengen cari kamu tadi, eh malah aku gak sengaja ketemu sama Tarra di jalan. Lagipula, kan kamu pergi juga gara-gara aku yang terlalu lembek sayang," ucap Alex tersenyum lebar.

__ADS_1


Keisha menggeleng dan meraih satu tangan Alex untuk digenggamnya, ia menempelkan telapak tangan itu ke wajahnya lalu menangis merasakan kesedihan yang amat sangat.


"Iya gapapa, kamu gak perlu mikirin soal itu lagi. Aku udah maafin kamu kok," ucap Keisha.


"Makasih ya sayang, sekali lagi aku ucapin minta maaf sama kamu karena tadi pagi aku malah biarin Shella masuk ke rumah kita!" ucap Alex gugup.


"Udah udah, kamu harus fokus sama kesembuhan kamu dan jangan mikirin yang lain-lain dulu! Aku gak mau kamu kenapa-kenapa sayang," ucap Keisha.


"Iya sayang," singkat Alex.


Keisha tersenyum lebar kali ini, memberikan kecupan singkat di kening pria itu dan mengusapnya lembut. Wanita itu benar-benar sedih melihat kondisi Alex saat ini, meski sedari tadi Alex selalu saja berkata bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak mengalami luka parah. Namun, sebagai istri tentunya Keisha sangat cemas pada suaminya.


Akhirnya tangan Alex turut bergerak mengusap lembut rambut panjang milik istrinya, ia berusaha bangkit karena ingin mengecupnya tetapi tak berhasil lantaran kondisinya yang masih belum pulih benar. Keisha pun melarang suaminya itu, lalu ia yang kini mendekatkan wajahnya memberi akses lebih mudah pada Alex untuk menciumnya.


"Aku sayang sama kamu Keisha, aku janji gak akan mengulangi kejadian tadi lagi! Aku sudah temui tante Lala alias ibu Shella, aku juga bicara ke dia tadi supaya Shella gak lagi deketin aku," ucap Alex.


Keisha mengangguk sambil tersenyum, "Iya Lex, makasih ya udah mau nurutin aku!" ucapnya.


•


•


Hari berganti, Keisha kini datang ke sekolah seorang diri karena Alex masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Keisha pun menggunakan jasa ojek online untuk mengantarnya ke sekolah, lalu kini ia turun dan membayar ojek tersebut sebelum lanjut berjalan ke dalam sana. Sungguh Keisha sebenarnya tak ingin pergi sekolah, namun Alex serta kakeknya memaksanya agar tetap berangkat sekolah kali ini.


Wanita itu melangkah perlahan menyusuri lorong sekolah dengan perasaan sedihnya, ia terus saja memikirkan Alex yang saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Jujur Keisha ingin sekali berada di samping pria itu dan merawatnya secara langsung, tetapi ia juga tidak bisa menolak permintaan Alex maupun sang kakek yang memaksa agar ia berangkat ke sekolah pagi ini.


Tak lama kemudian, Zayn datang secara tiba-tiba dan mengejutkan Keisha. Entah darimana asalnya, pria itu malah sudah berada di depannya dan berhenti seolah menghalangi jalannya. Keisha pun terpaksa menghentikan langkahnya, menatap bingung ke arah Zayn seraya mengernyitkan dahinya karena tak mengerti mengapa pria itu ada disana.


"Zayn, lu ngapain sih berdiri disitu? Gue mau lewat, minggir deh!" ketus Keisha.


Zayn tersenyum dibuatnya, "Sebentar Kei, aku mau bicara dulu sama kamu. Aku juga ada sesuatu loh, ini spesial banget buat kamu. Kita ke taman dulu yuk!" ucapnya mengajak wanita itu.


Keisha menggeleng, "Gak mau Zayn, gue pengen ke kelas sekarang. Lain kali aja deh kita bicaranya, permisi ya?" ucapnya menolak.


"Ta-tapi Kei, aku—"


Ucapan Zayn terpotong lantaran Keisha lebih dulu mengangkat tangannya, sepertinya Keisha sedang tidak ingin diganggu oleh Zayn karena saat ini pikirannya benar-benar kacau. Ya Keisha terus saja memikirkan suaminya, ia khawatir akan terjadi sesuatu pada Alex di rumah sakit sana.


"Gak ada perdebatan lagi ya, gue lagi gak pengen diganggu sekarang. Lu mending cari orang lain aja deh yang bisa lu ajak bicara!" ucap Keisha ketus.


"It's okay, aku paham kok. Aku minta maaf kalau udah maksa kamu," ucap Zayn mengalah.


Keisha mengangguk saja, lalu perlahan mulai melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pria itu menuju kelasnya. Namun, baru saja ia hendak menaiki tangga tanpa diduga ia malah kembali bertemu dengan sosok wanita yang sangat ia benci. Ya orang itu adalah Shella, alias perempuan yang mengaku secara langsung bahwa dia sangat mencintai Alex dan ingin memilikinya.


"Wah wah wah, kita ketemu lagi disini ya Keisha! Gue heran deh sama lu, kenapa lu sampai segitunya gak mau kehilangan Alex? Padahal, kita kan bisa berbagi tanpa harus ada yang merasa kehilangan!" ucap Shella sambil tersenyum.


Deg


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2