Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 153. Pemuda desa


__ADS_3

Setelah sempat berselisih paham dan berdebat dalam waktu yang lumayan lama, pada akhirnya Alex pun berhasil mengajak Cherry serta Lana pergi dengannya saat ini untuk mencari Keisha. Ya Lana terpaksa melakukan itu, sebab ia tak ingin apabila Alex terus berduaan dengan Cherry nantinya. Biar bagaimanapun, Lana tetap tak setuju jika Alex dekat dengan wanita lain disaat Keisha pergi entah kemana dan belum bisa ditemukan hingga kini.


Di dalam perjalanan, ketiganya lebih banyak diam tanpa ada yang berani memulai obrolan. Mata Lana bahkan sesekali menatap tajam ke arah gadis yang duduk seorang diri di belakang sana, ya rasa tak suka itu terus saja tumbuh di dalam diri Lana saat ia melihat wajah Cherry. Apalagi, dahulu memang ia dan Cherry sempat bersaing untuk bisa mendapatkan sosok Zikri alias pria biadab itu.


"Lana, lu ngapain sih lirik-lirik ke belakang terus kayak gitu? Kasihan tau si Cherry, dia jadi kurang nyaman tuh gara-gara dilihatin sama kamu terus!" ucap Alex menegur adiknya.


"Ck, suka-suka aku lah! Ini kan mata aku sendiri, kenapa jadi kakak yang sewot? Lagian emang salah ya kalau aku ngeliatin Cherry terus?" ujar Lana.


"Lo kok makin ngeselin banget sih Lana? Tau gitu gue tinggalin aja lu tadi di rumah, lu ngikut sama kita bukan bantu malah bikin gue tambah pusing!" ucap Alex dengan kasar.


Lana terdiam dan memalingkan wajahnya, ia tak mau berdebat dengan kakaknya itu karena pasti hanya akan membuat suasana makin panas. Lagipula, masalah bagi Lana saat ini adalah sosok Cherry yang mencoba mendekati Alex dikala Keisha sedang tidak ada di rumah.


"Kak Alex, udah ya jangan dimarahin terus Lana nya! Kasihan tuh dia nanti sedih loh," ucap Cherry menyela.


Alex tersenyum lebar, "Iya Cherry, aku kesal aja sama si Lana yang gak tau diri ini!" ucapnya.


"Kok jadi aku yang salah sih kak? Jelas-jelas disini itu salahnya kakak sama si Cherry, kalian kan yang ada main di belakang kak Keisha! Harusnya kalian itu sadar diri dong!" ucap Lana membela diri.


"Diam lu Lana! Gue lagi gak mau debat, gue itu udah pusing jadi lu jangan bikin gue tambah pusing!" sentak Alex.


"Itu semua kan ulah kakak sendiri, kalau aja kakak setia sama kak Keisha pasti semua gak bakal jadi kayak gini. Makanya kak, jadi orang itu jangan maruk! Kakak kan udah dikasih istri yang cantik kayak kak Keisha, masih kurang aja!" ujar Lana.


"Tau apa sih lu Lana? Gue gak pernah berkhianat dari Keisha, lu jangan ngaco deh!" elak Alex.


Lana menggeleng pelan, "Masih aja gak mau ngaku, udah jelas-jelas aku lihat sendiri dengan mata kepala aku sekarang," ucapnya mencibir.


"Heh! Lo kok makin lama makin kurang ajar sih sama gue?" geram Alex.


Alex menghentikan mobilnya, menatap tajam ke arah Lana disertai rahang yang mengeras pertanda bahwa ia sangat emosi. Sedangkan Lana hanya terdiam saat ini, Alex pun mendekati adiknya itu dan mencengkram rahangnya dengan kuat sembari menarik rambutnya dengan satu tangan.


"Lo udah bikin nama baik keluarga kita jelek, terus sekarang lu nuduh gue selingkuh sama Cherry. Mau lu itu sebenarnya apa sih? Gue capek tau ladenin sikap anak-anak lu ini," ucap Alex kesal.


"Kak, kenapa kakak marah sih? Kalau emang kakak gak selingkuh sama Cherry, harusnya kakak gak perlu deketan sama dia. Kakak kan tau sendiri, kakak itu udah nikah dan punya anak. Gimana sih kak?" ucap Lana dengan tegas.


Alex terdiam dan terus mencengkram rahang adiknya itu sambil memberikan tatapan tajam ke arahnya, sampai Lana ketakutan.




Sementara itu, Shella dan Zayn datang ke rumah Bruce untuk menemui Keisha yang diketahui ada disana. Ya sebelumnya Shella telah diberitahu oleh sahabatnya itu kalau memang saat ini Keisha tengah bersembunyi di tempat itu, namun Keisha lupa memberitahu kalau dia sudah pindah ke rumah kakeknya yang ada di desa.

__ADS_1


Sesampainya mereka di depan rumah, keduanya langsung bertemu dengan Bruce yang kebetulan juga hendak pergi menyusul Keisha. Tentu saja Bruce tampak heran, sebab mereka belum pernah bertemu dan tak saling mengenal, kecuali dengan Zayn. Namun, Shella serta Zayn mendekat ke arah Bruce lalu mengenalkan diri mereka masing-masing saat ini.


"Halo kakek! Kenalin, saya Shella temannya Keisha dulu waktu di sekolah! Terus ini pacar saya, namanya Zayn! Dia juga teman Keisha kok," ucap Shella sembari mencium tangan pria itu.


Bruce tersenyum dibuatnya, "Ah iya, halo juga! Salam kenal ya Shella, Zayn!" ucapnya lirih.


"Iya kek." Shella mengangguk kecil.


"Eee terus kalian ada apa ya datang kesini? Kalian juga tau darimana rumah saya?" tanya Bruce tampak terheran-heran.


"Kita tau dari Keisha, kek. Kemarin dia bilang ke kita kalau dia lagi sembunyi di rumah kakeknya, karena dia gak mau tinggal bareng sama suaminya itu," jelas Shella.


"Oh iya, kamu memang betul. Tapi sekarang Keisha udah gak ada disini, saya sengaja suruh dia pergi supaya Alex gak bisa melacak keberadaannya, karena disini terlalu berbahaya," ucap Bruce.


"Oh gitu ya kek, terus kalau boleh tau Keisha ada dimana sekarang kek?" tanya Shella.


"Dia ada di rumah saya yang lain, kalau kalian mau tau yasudah ayo ikut saja sama saya! Kebetulan saya mau kesana sekarang," ucap Bruce.


"Ah boleh kek boleh," ucap Shella setuju.


Bruce pun tersenyum dan lalu membuka pintu mobilnya, ia masuk ke dalam bersiap untuk segera melaju pergi. Sedangkan Shella serta Zayn tentunya bergerak menuju mobil mereka disana, mereka juga memasuki mobil dan akan mengikuti Bruce dalam perjalanan menuju kediaman Keisha saat ini.


"Sayang, ini kita mau ngikutin kakek Bruce? Apa gak bahaya tuh? Kalau ada yang lihat kita nanti gimana sayang?" tanya Zayn tampak ragu.


"Iya sih, yaudah deh aku ngikut kamu aja. Kebetulan aku juga pengen ketemu Keisha sih," ucap Zayn.


Sontak Shella menoleh ke arah kekasihnya itu dengan tatapan tajam, saat itu juga Zayn langsung menutup mulutnya dan terlihat panik.


"Ups, ini bukan apa-apa loh sayang. Aku mau ketemu Keisha karena aku kasihan aja sama dia, kan dia dikhianati tuh sama si Alex. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu ya sayang, aku ini kan sekarang cintanya cuma sama kamu!" ucap Zayn.


"Yeh gombal dasar! Kalau kamu mau balikan lagi sama Keisha juga gapapa kok, ini kan kesempatan kamu tuh buat kejar dia lagi. Soalnya dia bakal pisah sama si Alex," ucap Shella.


"Loh kok kamu ngomongnya gitu sih sayang? Gak mungkin lah aku begitu, aku kan udah cinta mati sama kamu. Apa jangan-jangan kamu ya yang pengen kejar-kejar si Alex lagi?" ucap Zayn.


"Dih ogah banget, males aku kejar-kejar cowok labil dan tukang selingkuh kayak dia! Nanti malah aku jadi korban dia yang berikutnya," elak Shella.


Zayn terkekeh mendengarnya, lalu tanpa menunggu lama lagi ia pun mulai menancap gas dan pergi mengikuti kemana arah mobil Bruce bergerak. Ya kali ini mereka akan segera menemui Keisha serta Kenzie di rumah Bruce yang lain, tampak Shella sudah tidak sabar untuk itu.



__ADS_1


Di kediaman Keisha, kini bik Esih selaku pekerja di rumah itu tampak berdiri tepat di depan gerbang menyambut seorang pria yang datang dan membawa sejumlah barang. Bik Esih pun tersenyum ke arah pria itu, lalu menerima pemberian si pria yang berupa karung beras hasil panennya di sawah beberapa hari lalu.


"Wah makasih ya nak Aldy! Kamu baik banget ya sama warga disini, setiap panen pasti kamu selalu bagi-bagi ke orang-orang di kampung ini. Saya salut sama kamu, Aldy!" puji bik Esih.


"Ah gak perlu berlebihan begitu, bik. Saya begini kan untuk beramal, katanya kalau kita punya kelebihan harta itu wajib diamalkan. Nah supaya rezeki saya berkah dan lancar terus, makanya saya bagi-bagi ke para tetangga," ucap pemuda bernama Aldy itu.


"Aamiin aamiin, saya doain deh supaya kamu makin banyak rezekinya! Terus bisa cepat ketemu sama jodoh kamu!" ucap bik Esih.


"Hahaha, aamiin bik. Masalah jodoh mah sesuai garis takdir aja," kekeh Aldy.


Tak lama kemudian, Keisha yang penasaran pun berjalan ke dekat gerbang untuk memastikan apa yang terjadi. Ia tampak heran ketika melihat bik Esih berbicara dengan seorang pemuda di depan sana, apalagi ada sebuah karung beras disana yang juga sangat membingungkan Keisha.


"Bik!" Keisha pun menegurnya, membuat bik Esih serta Aldy sama-sama menoleh ke arahnya.


"Eh non Keisha, iya ada apa non? Maaf ya bibik lagi ngobrol sebentar sama tetangga kita, jadi bibik belum beres-beres!" ucap bik Esih.


Keisha menggeleng pelan, "Gapapa bik, aku penasaran aja tadi tuh. Bibik lagi ngobrol sama siapa? Kok kayaknya asyik banget ya, terus kenapa karung beras disini?" ujarnya terheran-heran.


"Eee...." bik Esih ikut bingung kali ini.


Pada akhirnya bik Esih memutuskan untuk mengenalkan Keisha dengan Aldy disana, lagipula tak ada salahnya apabila ia melakukan itu. Aldy memang masih muda, hanya saja tampilannya amat berbeda dengan pria-pria kota yang biasa Keisha temui. Sehingga, Keisha sedikit kagum dengan ketampanan Aldy yang jarang sekali dilihatnya.


"Ah ini non, kenalin dia ini namanya Aldy! Dia tuh masih muda, tapi rajin kerjanya. Nih beras ini hasil panen dia di sawah, terus dikasih ke kita. Walaupun masih muda dan jomblo, tapi dia baik banget kan non!" ucap bik Esih.


"Waduh bik, bagian jomblonya gak perlu dikasih tau juga kali!" ujar Aldy.


Sontak bik Esih tertawa dibuatnya, begitu juga dengan Keisha yang merasa lucu karena tingkah kedua orang itu. Tapi kemudian, Keisha menjulurkan tangannya ke arah Aldy sembari mengenalkan diri. Hal itu menimbulkan pertanyaan di benak Aldy, ya pria itu tampak ragu untuk bersentuhan dengannya.


"Hai Aldy! Salam kenal ya, nama saya Keisha!" ucap Keisha dengan senyum manisnya.


Aldy benar-benar gugup saat ini, ia tatap terus telapak tangan Keisha yang terlihat sangat mulus dan putih bersih. Jauh berbeda dengan telapak tangan miliknya tentu, apalagi ia baru saja selesai bekerja di sawah yang membuatnya amat kotor. Meski ia yakin telah mencuci bersih seluruh tubuhnya, tapi tetap saja ia khawatir jika Keisha akan merasa jengkel apabila ia menyentuhnya.


"Punten teh, ini beneran ngajak saya salaman? Tangan saya kotor loh teh, gak semulus tangan teteh ini. Saya takut nanti teteh malah gatal-gatal lagi sentuh tangan saya," ucap Aldy.


"Gapapa lah Aldy, gak perlu terlalu formal gitu ah!" tanpa diduga, Keisha langsung meraih telapak tangan pria itu dan bersalaman dengannya.


Deg


Aldy terkejut bukan main, rasanya halus dan begitu nikmat saat tangannya menyentuh langsung telapak wanita itu. Belum pernah Aldy merasakan ini sebelumnya, apalagi jarang sekali ia berkenalan dengan wanita apalagi bersentuhan tangan dengan seorang wanita di desanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2