
Disaat semua orang tengah fokus mencari sosok Keisha dan juga Kenzie ke seluruh penjuru kota, kini Alex justru tampak asyik menikmati waktu berdua bersama Cherry, sang gadis idamannya. Mereka saat ini tengah berada di sebuah warung bakso pinggir jalan, karena Alex berkata bahwa dirinya amat lapar. Tentu saja semua itu hanya karangannya saja, sebab ia sangat ingin berdekatan dengan Cherry saat ini.
Cherry pun tak menolak ketika diajak makan bakso bersama Alex disana, bahkan ia dengan antusias menyetujui ajakan Alex itu dan malah tampak begitu bahagia ketika Alex mengajaknya makan bersama. Seperti yang diketahui, Cherry memang memendam rasa suka kepada pria itu. Hanya saja, hingga kini Cherry tidak berani mengungkapkan itu karena ia tahu Alex sudah memiliki istri dan juga satu anak.
"Kak, abis ini kita mau terusin pencarian lagi? Kemana ya kira-kira?" tanya Cherry sambil menatap wajah Alex dan tersenyum tipis.
Alex terlihat santai saat hendak menjawab pertanyaan itu, malah ia menyempatkan diri untuk meminum air miliknya dan tidak panik sama sekali meski istri serta anaknya belum ditemukan. Sikap Alex saat ini jauh berbeda dibanding ketika ia masih berada di rumah sakit, padahal tadinya pria itu sangat mencemaskan keluarganya.
"Kita lihat aja nanti, kalau memang masih ada waktu ya kita lanjutin pencarian. Tapi, kayaknya sih lebih baik aku antar kamu pulang dulu. Ini udah mau sore, gak enak aku kalau kamu ikut sama aku terus buat cari keluarga aku," ucap Alex.
"Loh gapapa kok kak, aku malah senang bisa bantu kamu buat cari istri sama anak kamu. Ya anggap aja aku bisa jadi penghibur buat kamu," ucap Cherry.
Alex tersenyum dibuatnya, "Kamu benar juga sih, dengan ada kamu di sebelah aku bikin aku ngerasa lebih tenang dari sebelumnya. Makasih ya Cherry, kamu emang baik banget!" ucapnya.
"Iya kak, ini kan sebagai balas budi karena kamu udah tolongin aku waktu itu," ucap Cherry.
Tentu saja Alex sangat senang dengan semua itu, karena ia masih bisa berdekatan dengan Cherry dan tidak perlu sedih lagi memikirkan istrinya. Meski begitu, Alex tak menampik kalau di dalam pikirannya ia masih sedikit mengkhawatirkan kondisi istri serta anaknya yang kabur entah kemana dan belum ada informasi apapun mengenai mereka.
"Kamu mau nambah lagi baksonya?" tanya Alex yang melihat mangkuk Cherry sudah kosong.
"Ah enggak kak, ini aja udah kenyang kok. Lagian kalo kebanyakan nanti bisa buncit perut aku," ucap Cherry menolak.
"Haha, iya deh abisin aja minumnya tuh!" ucap Alex.
Cherry mengangguk pelan dan meminum habis minuman miliknya sampai tak bersisa, lalu barulah Alex beranjak dari kursi dan membayar semua yang mereka pesan. Cherry diam-diam memandangi tubuh pria itu dari belakang, ia tersenyum seolah menandakan kalau ia menyukai pria itu.
"Kak Alex emang ganteng banget, beruntung deh yang bisa jadi istri dia! Tapi, kenapa ya istrinya itu malah kabur ninggalin kak Alex gitu aja? Gak bersyukur banget!" batin Cherry.
__ADS_1
Setelah membayar semuanya dan memastikan tidak ada yang tertinggal, Alex pun mengajak Cherry untuk pergi dari sana dan kembali ke mobil. Tentu saja Cherry menurut, sebab gadis itu juga sangat ingin berduaan dengan Alex. Apalagi, Cherry akui kalau ketampanan Alex sungguh luar biasa dan selalu membuatnya merasa terpesona.
Tanpa diduga, Cherry bahkan melingkarkan tangannya di sela-sela jari Alex dan menggandengnya dengan lembut. Alex tersenyum sembari menatap ke arahnya, ekspresi yang ditunjukkan pria itu justru seolah senang dengan tindakan agresif Cherry saat ini.
•
•
Singkat cerita, Alex tak sengaja melihat sosok Bruce di depannya yang membuatnya seketika berpikir kalau mungkin saja Keisha ada bersama pria itu saat ini. Tanpa berpikir panjang, Alex pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke mobil dan memilih maju mendekat ke arah Bruce disana. Tentu saja Alex berharap jika Bruce dapat membantunya, paling tadi dia tahu Keisha ada dimana sekarang.
"Kek, kakek!" Alex memanggilnya, sehingga Bruce menoleh ke asal suara dan tampak terkejut.
"Alex, lagi apa kamu disini?" tanya Bruce dengan ramah disertai senyum tipis, seolah tidak ada masalah yang terjadi.
"Kek, aku lagi cari Keisha sama Kenzie. Mereka udah beberapa hari gak pulang ke rumah, apa kakek tahu mereka ada dimana? Atau justru kakek yang sembunyiin mereka dari aku?" ucap Alex tampak sangat cemas.
"Kek, tolong jujur sama aku! Kakek kan yang sembunyiin Keisha dan Kenzie?" pinta Alex.
Bruce menggeleng dibuatnya, ia tak akan pernah memberitahu pada Alex kalau saat ini Keisha ada bersamanya. Bagaimanapun, ia tidak ingin cucu tersayangnya itu terluka atau meras sakit hati dengan Alex yang selalu saja menyakitinya dan pergi bersama wanita lain di belakangnya.
"Kakek gak ngerti sama ucapan kamu, kakek aja baru tau loh kalau Keisha pergi dari rumah kamu. Emangnya kenapa dia pergi, ha? Kalian ribut lagi?" ucap Bruce.
"Ayolah kek, gausah pura-pura kayak gitu! Aku tahu kok Keisha pasti ada di rumah kakek, karena cuma kakek yang dia punya," ucap Alex.
Entah mengapa Alex yakin sekali kalau Keisha saat ini ada bersama kakeknya itu, apalagi selama ini ia juga belum datang ke rumah sang kakek untuk memastikan semuanya. Namun, Bruce tetap kekeuh tidak ingin memberitahu pada Alex kalau Keisha memang berada di tempatnya.
"Sudahlah, kakek ada urusan penting! Kamu pergi sekarang, jangan ganggu atau menghalangi jalan kakek!" sentak Bruce.
__ADS_1
"Sebentar kek, aku mau ikut ke rumah kakek sekarang! Aku harus pastiin sendiri kalau memang Keisha ada disana atau enggak, jadi kita pergi sama-sama ya kek!" ucap Alex.
"Ah cukup Alex! Kamu itu udah gak waras apa gimana sih? Kakek gak pernah sembunyiin Keisha, jadi stop ganggu kakek!" kesal Bruce.
"Tapi kek, aku cuma—"
Belum sempat Alex menyelesaikan ucapannya, Bruce yang emosi malah mendorong keras tubuh Alex sampai terjatuh ke jalan. Alex tidak bisa berbuat apa-apa kali ini, ia pun tak mungkin melawan kakeknya sendiri karena tidak ingin dianggap kurang ajar nantinya.
"Hah kak Alex??" sontak Cherry yang melihat Alex terjatuh langsung merasa panik, ia mendekat dan berniat menolong pria itu.
"Kak, kamu gapapa kan?" tanya Cherry dengan wajah cemas mendekati Alex saat ini.
Bruce dengan jelas melihat kejadian itu, ia pun menggeleng tak percaya dan semakin kecewa dengan kelakuan suami dari cucunya itu. Kini Bruce sangat yakin kalau Alex memang berkhianat dari Keisha, keputusannya untuk membantu Keisha pun tak ia sesali setelah melihat semua itu.
"Hahaha, begini ya kelakuan kamu di belakang Keisha, Alex? Pantas saja dia pergi dari rumah kamu, ternyata kamu memang tidak bisa menjaga perasaan dia!" ucap Bruce mencibir.
Alex pun bangkit dari posisinya, ia menatap wajah kakeknya sambil memegangi bagian pinggul yang membentur jalan tadi. Sedangkan Cherry juga sengaja memegang tubuh Alex di sampingnya, seolah ingin membuat Bruce semakin geram.
"Enggak kek, ini gak seperti yang kakek pikir. Cherry ini cuma teman aku," ucap Alex membela diri.
"Teman? Lelaki model apa yang berteman dengan wanita lain disaat dia sudah memiliki seorang istri dan anak?" tanya Bruce.
Deg
Alex terdiam, tak mampu menjawab perkataan Bruce dan hanya bisa memalingkan wajahnya kali ini.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...