Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 37. Dipermalukan


__ADS_3

Malam harinya, Keisha terlihat sudah siap dan cantik dengan gaun yang dikenakannya. Wanita itu keluar dari kamar, lalu menemui Alex yang sedang menonton tv di ruang depan sembari meminum kopi yang sebelumnya telah dibuatkan oleh Keisha. Kini Keisha terduduk di sebelah Alex, menatap wajah pria itu dari samping seraya menggenggam satu tangannya sambil tersenyum lebar. Keisha memang ingin merayu suaminya, agar ia bisa pergi bersama Hani menuju pesta yang sudah ia nantikan.


"Lex, aku boleh kan pergi ke pesta sama Hani?" ucap Keisha dengan nada yang dibuat-buat.


Alex menoleh dengan dingin, tatapannya itu seolah menunjukkan kekesalan tetapi tidak bisa juga meluapkannya saat ini. Sebenarnya Alex sangat melarang Keisha pergi, tapi apa daya dirinya tak mampu berbuat apa-apa selain mengiyakan permintaan wanita itu. Meski hingga kini, Alex masih saja khawatir pada istrinya nanti.


Akhirnya Alex memberi izin pada Keisha dan membiarkan wanita itu pergi, kebetulan juga di luar sana mobil Hani telah sampai karena memang jam telah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Keisha pun langsung bergegas keluar dari rumah, ditemani oleh Alex yang ingin memastikan semua akan baik-baik saja dan tidak ada yang terluka.


Saat di luar, Hani turun dari mobilnya lalu mendekat ke arah Keisha serta Alex yang sudah menunggu di depan rumahnya. Hani tampak menyapa Keisha dengan lembut sembari melambaikan tangan, yang tentunya dibalas oleh Keisha. Barulah Hani mengajak Keisha untuk segera pergi, dengan alasan pesta sebentar lagi akan dimulai.


"Eh yaudah, ayo Hani kita pergi sekarang aja! Kalau terlambat, nanti malah gak asyik kan. Lagian gue juga udah siap kok," ucap Keisha.


"Iya bener tuh Kei, lu naik ke mobil gue aja biar gampang!" ucap Hani.


Keisha mengangguk setuju, tak lupa ia pamit pada suaminya sebelum berjalan pergi ke dekat mobil bersama Hani. Setelahnya, Keisha serta Hani langsung pergi menggunakan mobil itu menuju tempat pesta. Namun, Alex juga tampak tak berdiam diri begitu saja. Ya Alex pun turut mengejar mobil mereka, karena dia sangat penasaran dan khawatir dengan kondisi istrinya.


Sementara itu, di dalam mobil kini Hani mengatakan pada Keisha untuk pergi ke butik favoritnya lebih dulu. Hani juga bilang kalau pakaian yang dikenakan Keisha saat ini tidak cocok dengan tema pesta, maka dari itu Hani ingin memberikan baju yang sesuai padanya. Keisha menurut saja, tanpa merasa curiga sedikitpun Hani.


"Eh ya, gue masih bingung deh. Lu sama Alex itu statusnya pacaran kan, kok kalian udah tinggal serumah sih? Bukannya itu gak boleh ya di negara kita?" tanya Hani dengan heran.


"Ngomong apa sih lu? Gue sama Alex kan udah nikah, emangnya Reno gak ngasih tau ke lu?" jawab Keisha disertai kekehan kecilnya.


"Hah masa sih? Serius lu udah nikah sama Alex? Gila gue baru tahu sekarang loh, Reno gak ada cerita apa-apa tuh! Emangnya kapan kalian berdua nikah?" ucap Hani terkejut bukan main.


"Ahaha, udah lumayan lama kok. Sejak gue sama Alex diskors dari sekolah, nah itu tuh gue langsung dinikahin sama dia," ucap Keisha.


"Ohh begitu..."


Hani kini tahu kalau ternyata Keisha sudah sah menikah dengan Alex, meski awalnya ia sempat tak percaya karena belum melihat bukti secara langsung pernikahan mereka itu. Tentu saja Hani cukup kaget mendengarnya, ia juga kasihan pada Shella karena cintanya ke Alex harus pupus karena ternyata Alex sudah sah menjadi milik wanita itu.


Sesampainya di butik yang dikatakan oleh Hani sebelumnya, mereka langsung turun dari mobil dan memasuki butik tersebut untuk menemui orang yang akan membantu Keisha dalam urusan berpakaian. Begitu tiba di dalam, Hani langsung mengenalkan Keisha ke sang pemilik butik dan juga memberikan gaun yang sudah Hani siapkan sebelumnya.


Sontak Hani meminta Keisha untuk segera berganti pakaian disana dengan gaun tersebut, Keisha menurut saja dan bergegas pergi ke ruang ganti sembari membawa gaun itu di tangannya. Sedangkan Hani menunggu di luar kali ini, gadis itu tersenyum lebar berharap rencana yang sudah ia siapkan itu dapat berjalan lancar.


Tak lama kemudian, seorang wanita pemilik butik yang tak lain juga merupakan sahabat Hani itu mendekat ke arahnya. Tampak mereka saling bersalaman dan tersenyum lebar, lalu wanita itu terlihat memberikan sebuah serbuk aneh kepada Hani yang langsung saja disimpan oleh Hani ke dalam tasnya tanpa banyak basa-basi.


"Ini sudah sesuai request saya kan? Kamu gak kasih obat yang ecek-ecek?" tanya Hani.


"Tenang saja Hani, aku yakin obat ini yang terbaik dan siapapun itu pasti akan langsung tertidur setelah menkonsumsi obat ini!" jawab wanita itu.


"Baiklah, aku percaya sama kamu. Kalo gitu terimakasih, uangnya nanti dibayar sekalian sama gaun yang aku minta itu," ucap Hani.


"Siap Hani, kamu gak perlu khawatir!" ucap wanita itu dengan senyuman lebarnya.


Disaat mereka sedang asyik berbincang, tiba-tiba Keisha muncul dengan gaun baru yang ia kenakan itu dan langsung menyapa Hani disana. Sontak Hani tampak kaget mendengarnya, tetapi gadis itu coba tenang dan bersikap biasa-biasa saja agar tidak membuat Hani curiga padanya.

__ADS_1




Di luar butik, Alex terlihat begitu heran mengapa mobil Hani berhenti disana. Pria itu turun dari mobilnya, menatap ke arah butik dengan wajah penasaran dan ingin tahu apa sebenarnya yang dilakukan Hani serta Keisha di dalam sana. Jujur saja Alex masih ragu, ya pria itu curiga dengan sikap baik Hani yang menurutnya tidak wajar itu.


Dikala ia tengah menatap sekitar dan berpikir cukup keras, tampak sebuah mobil berhenti di dekatnya dan Tasya alias sahabat dari Keisha turun dari mobil tersebut. Sontak Alex berbalik menatap ke arah Tasya, ia tersenyum menyambut kehadiran Tasya yang kini sudah berjalan ke arahnya setelah membayar taksi yang ia tumpangi tadi.


"Lex, sebenarnya lu kenapa nyuruh gue kesini? Gue tuh lagi enak-enak nonton drama favorit gue tahu, eh lu malah maksa gue buat kesini. Emangnya ada apaan sih, ha?" tanya Tasya terheran-heran.


"Sssttt, lu diam dulu Tasya! Gue sengaja minta lu kesini buat bantu gue mantau Keisha," ucap Alex.


"Hah? Emangnya Keisha kenapa? Dia disini juga? Oh atau dia lagi mau beli baju baru di butik ini, ya?" tanya Tasya amat penasaran.


"Tasya, kamu bisa gak diem dulu biar gue jelasin semuanya ke lu!" pinta Alex.


Tasya langsung mengunci mulutnya dan mengangguk perlahan mengikuti arahan dari Alex, karena jujur gadis itu masih tak mengerti apa yang sebenarnya tengah dilakukan Alex disana dan mengapa pria itu memintanya datang ke butik itu. Apalagi tadi Alex juga mengatakan jika dirinya tengah memantau Keisha, dan tentunya Tasya amat penasaran mengapa Alex sampai melakukan itu.


"Oke, jadi gue itu lagi ngikutin Keisha sama Hani kesini. Gue curiga, kayaknya Hani punya rencana buruk deh sama Keisha. Soalnya gak biasanya dia ngajak Keisha ke pesta," ucap Alex menjelaskan.


Tasya terkejut mendengarnya, "Hah? Hani ngajak Keisha ke pesta? Wah parah, bisa-bisanya Keisha gak bilang sama gue dan ajak gue!" ucapnya.


"Haish, kenapa lu jadi bahas hal lain sih? Gue serius ini Sya, lu bisa kan bantu gue buat gagalin rencana busuknya si Hani itu?" ucap Alex.


Tiba-tiba saja, Hani serta Keisha keluar dari butik tersebut setelah semuanya selesai. Sontak Alex bergegas menarik tubuh Tasya dan membawanya bersembunyi dibalik badan mobil agar tidak ketahuan oleh mereka, tak lupa Alex juga menutup mulut Tasya menggunakan telapak tangannya dengan maksud mencegah gadis itu berteriak.


Mereka terus memantau keadaan kedua wanita itu, sampai ketika Hani dan Keisha masuk ke dalam mobil lalu pergi dari tempat itu. Alex pun mengajak Tasya menaiki mobilnya, Tasya hanya bisa menurut meski dia masih bingung harus melakukan apa. Tanpa banyak basa-basi lagi, Alex langsung melaju dengan cepat mengejar mobil yang ditumpangi oleh Hani serta Keisha di depan sana itu.


Alex sengaja memelankan mobilnya ketika dirasa ia terlalu dekat, tentu Alex tak mau Hani ataupun Keisha curiga dan menyadari keberadaannya. Pria itu terus mengikuti mobil Hani, hingga mereka tiba di lokasi pesta yang sudah terlihat sangat ramai oleh para peserta yang datang. Alex menghentikan mobilnya agak jauh dari tempat itu, namun ia masih dapat memantau keadaan dari sana.


"Lex, pestanya kayak biasa-biasa aja deh. Ini mah pesta pada umumnya tahu, udah deh lu gausah terlalu cemas begitu sama si Keisha!" ucap Tasya.


Alex menggeleng dan menatap tajam wajah Tasya, "Gak Tasya, gue yakin banget ini cuma jebakan si Hani buat Keisha. Gue ini suaminya Keisha, dan feeling seorang suami ke istrinya itu kuat banget!" ucapnya tegas.


"Ya ya ya, tapi waktu Keisha sedih gara-gara kelakuan lu, kok feeling lu gak kuat sih Lex?" cibir Tasya.


Alex langsung merubah ekspresinya, meminta Tasya untuk tidak membahas hal-hal yang telah lalu karena ia ingin fokus untuk melindungi Keisha kali ini dari rencana jahat Hani. Tentu saja Tasya menurut, gadis itu sedikit terkekeh sebelum kembali fokus bersama Alex memantau ke arah Hani serta Keisha yang baru turun dari mobil dan terlihat memasuki area pesta.


"Lex, mereka turun tuh. Kita kayaknya harus mendekat deh, gak mungkin kan kita bisa pantau Keisha dari sini?" usul Tasya.




Keisha bersama Hani kini melangkah memasuki ruang pesta yang besar dan luas itu, terlihat sudah cukup ramai orang yang hadir dengan mengenakan dress nan cantik dan seirama. Tentu saja Keisha merasa sangat senang, setelah sekian lama akhirnya ia bisa bergabung ke dalam pesta yang megah dan mewah seperti sekarang ini.

__ADS_1


Kedatangan mereka itu langsung disambut oleh Shella serta Novia, yang tentu membuat Keisha terkejut bukan main. Setelah diberitahu oleh Hani, kini Keisha mengangguk paham karena ternyata Shella lah tuan rumah yang mengadakan pesta sebesar dan semeriah ini. Keisha pun merasa kagum dan salut pada Shella, sebab gadis itu mau membuat pesta untuk para murid di sekolahnya.


Setelah itu, mereka berempat sama-sama melangkah menikmati pesta. Alunan musik telah menggema di seluruh ruangan, bahkan banyak juga para wanita yang berjoget ria disana bersama teman mereka. Keisha diajak untuk duduk di kursi yang telah disediakan oleh Shella, tampak disana juga sudah ada minuman khas yang memang sengaja disiapkan dalam rangka menyambut pesta.


"Nah Keisha, lu pasti haus kan? Kita minum dulu yuk, kebetulan acara inti pesta juga baru dimulai beberapa menit lagi kok!" ajak Shella.


"Iya Shella, makasih ya?" singkat Keisha sebelum akhirnya mengambil gelas berisi minuman itu.


Tanpa berpikir panjang, Keisha langsung menenggak habis minuman tersebut sampai tak bersisa. Begitu juga yang dilakukan oleh Shella maupun Hani dan Novia, mereka lalu saling tertawa dan bercanda disana sembari menikmati minuman itu. Keisha sungguh tak menyangka, rupanya Shella adalah orang yang baik dan juga asyik.


"Gimana Keisha, lu suka gak sama minumannya?" tanya Shella tiba-tiba.


Keisha mengangguk sambil tersenyum, "Suka kok, banget malah. Minuman ini enak banget, tapi tambah enak kalau ada makanannya juga sih," ucapnya disertai kekehan kecil.


"Hahaha, boleh boleh. Gue juga udah siapin makanan buat kalian semua kok, sebentar ya gue suruh pelayan dulu buat bawa kesini?" ucap Shella.


"Oke Sel."


Singkatnya, Shella telah kembali bersama dua orang pelayan wanita yang ditugaskan membawa makanan untuk mereka semua. Namun, betapa terkejutnya Keisha ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh dua pelayan tersebut amat mirip dengan pakaian miliknya. Ya tentu saja Keisha tak menyangka jika ini bisa terjadi, bahkan Shella sendiri juga sampai menganga melihatnya.


"Loh Sel, ini maksudnya apa ya? Kenapa lu bawa pelayan yang bajunya mirip kayak gue? Lu sengaja mau mempermalukan gue disini?" tanya Keisha.


"Hah? Lu kok ngomongnya gitu sih Kei? Gue gak tahu apa-apa loh disini, kan lu sendiri yang pakai baju itu sebelum kesini. Kenapa sekarang lu jadi nyalahin gue?" ujar Shella.


"Iya Kei, lu gak bisa dong nyalahin Shella kayak gitu!" sahut Novia.


Keisha yang terbawa emosi kini tampak melihat ke arah Hani, namun gadis itu spontan memalingkan wajahnya dan terlihat panik. Keisha pun beranjak dari tempat duduknya, ia menggebrak meja dengan penuh emosi seraya menunjuk wajah Hani dan mengumpat kasar kepadanya. Ia tak terima dengan semua ini, ia tahu betul kalau ini adalah bagian dari rencana Hani yang ingin mempermalukannya.


"Kei, lu tenang dulu! Lu jangan langsung kebawa emosi, siapa tahu ini cuma kebetulan! Bisa aja kan Hani juga gak tahu kalau seragam pelayan di pesta ini kayak yang lu pakai," bujuk Shella.


"Gak mungkin, gue tahu banget dia pasti sengaja ngelakuin ini buat bikin gue malu. Ngaku aja deh lu, jangan diem aja!" bentak Keisha.


"Kei, udah!" pinta Shella.


Keisha mencoba meredakan emosinya, sebab ia juga tak ingin membuat pesta itu menjadi kacau. Akan tetapi, tiba-tiba tiga orang wanita lewat di dekat mereka dan malah dengan sengaja meledek Keisha yang berpakaian mirip seperti pelayan di tempat tersebut. Ya mereka menghinanya, tertawa puas dan membuat Keisha makin tersulut.


"Hahaha, eh Shella lu ngapain ngundang pelayan ini buat duduk di meja pesta?"


"Ternyata Keisha ini benar-benar rendahan banget, ya? Bukan cuma sekolah yang dibikin malu, tapi dirinya sendiri juga. Udah lah buat skandal, terus sekarang jadi pelayan disini."


"Hahaha.... hahaha..."


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2