
Alex pun membawa Keisha ke kamar mereka dan mendorong tubuh istrinya itu begitu saja ke atas ranjang, Alex langsung menutup serta mengunci pintu rapat-rapat agar Keisha tak bisa kabur. Alex ingin semuanya selesai saat ini juga, itulah alasan mengapa Alex memaksa Keisha ikut dengannya. Ya Alex sungguh penasaran, ia masih belum tahu apa penyebab Keisha pergi tadi dan marah padanya.
Keisha sendiri terlihat begitu pasrah, ia hanya bisa menunduk lesu sambil menahan emosi yang sudah ingin meluap dari dalam tubuhnya. Keisha pun perlahan bangkit dan terduduk di atas ranjang, ia tatap wajah suaminya itu yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya. Rasanya Keisha sangat malas berdekatan dengan Alex saat ini, namun ia juga tak memiliki pilihan karena Alex terus memaksanya.
"Sekarang kita cuma berdua disini, kamu gak bisa alasan lagi untuk gak jawab pertanyaan aku. Aku minta sama kamu buat jujur, apa sih masalah yang bikin kamu semarah ini?" ucap Alex.
Keisha berpaling ke arah lain, ia hembuskan nafas kasarnya dan melipat kedua tangannya di atas perut sambil berpikir keras. Tampaknya Keisha masih belum ingin mengatakan yang sejujurnya kali ini, sebab ia telah menyusun rencana bersama Revan demi bisa berpisah dari suaminya yang sering sekali menggoda wanita di luaran sana.
"Kamu pikir aja sendiri, mas! Kamu punya otak kan? Harusnya kamu tahu dong, apa yang udah kamu lakuin sampai bikin aku marah sama kamu! Masa iya itu juga harus aku jelasin ke kamu? Kan kamu yang ngelakuin semua itu," ucap Keisha.
"Maksudnya apa sih Keisha? Tolong jelasin ke aku, jangan bikin aku bingung kayak gini dong sayang!" ucap Alex kebingungan.
"Oh, kamu minta aku jelasin semuanya ke kamu? Okay mas, aku bakal turutin kemauan kamu kali ini. Aku minta kamu jangan kaget ya, karena aku aja syok banget tadi lihatnya!" ucap Keisha.
"Hah??" Alex mengernyitkan dahinya, ia bingung dengan apa yang dimaksud oleh istrinya itu.
Tapi kemudian, Keisha mengambil ponselnya dan menunjukkan sebuah foto disana kepada Alex dengan ekspresi jahatnya. Seketika Alex terkejut, matanya terbuka lebar dan menatap tak percaya ke arah Keisha. Alex sungguh heran dan terus bertanya-tanya, darimana kiranya Keisha bisa mendapatkan foto dirinya saat bersama Cherry.
"Ini apaan sih sayang? Darimana kamu dapat foto ini, ha?" tanya Alex.
Keisha menyeringai, "Haha, kenapa mas? Kamu syok ya lihatnya? Kan udah aku bilang tadi, kamu sih ngeyel minta dikasih tau!" ucapnya sambil terkekeh.
__ADS_1
Alex menggelengkan kepalanya, ia berniat mengambil alih ponsel itu dari tangan istrinya. Namun, Keisha lebih dulu mengelak dan berhasil memasukkan ponselnya ke dalam saku. Keisha kini bangkit dari posisinya, menatap tajam wajah Alex seolah menandakan bahwa dia tidak takut sama sekali dengan pria itu.
"Kamu mau apa, mas? Mau ambil hp aku terus hilangin barang buktinya ya? Oh gak bisa mas, aku akan kasih ini ke pengadilan nanti. Supaya proses perceraian kita bisa lebih cepat terlaksana, kamu tunggu aja panggilan sidangnya ya!" ucap Keisha.
Alex tak mampu berkata-kata kali ini, mulutnya terkunci dan tubuhnya juga seolah membeku ketika mendengar perkataan Keisha tadi. Apalagi, Keisha ternyata telah mengetahui apa yang ia lakukan di belakang wanita itu. Alex sungguh menyesal, air mata menetes di wajahnya dan mulai merasakan kecemasan yang amat sangat kali ini.
Keisha pun melangkah keluar dari kamar itu, lalu kembali menuju kamar Kenzie dan tertidur disana bersama putranya itu. Ya Keisha tentu tak akan mau tidur satu ranjang lagi bersama Alex, meski mereka masih berstatus suami-istri. Hatinya sudah terlanjur terasa sakit, apalagi ini bukan kali pertama Alex melakukan itu di belakangnya.
•
•
Keesokan paginya, Alex terbangun dan buru-buru bangkit dari tempat tidurnya lalu keluar kamar untuk mengecek posisi istrinya. Alex sangat cemas kali ini, ia khawatir jika Keisha kembali pergi dari sana seperti yang dia lakukan kemarin. Dengan cepat Alex bergerak menuju kamar putranya, lalu masuk kesana untuk memastikan semuanya.
Tanpa banyak berpikir lagi, Alex segera keluar untuk mencari kemana perginya Keisha serta Kenzie. Alex tak mau kehilangan mereka berdua, apalagi mereka adalah harta paling berharga di hidupnya. Namun, langkahnya terhenti saat tiba-tiba Lana sang adik muncul dan nyaris menabraknya. Alex sontak terkejut dan memegangi dadanya, ia merasa kesal karena Lana justru menghalanginya kali ini.
"Duh Lana! Lu itu ngapain sih jalan gak lihat-lihat? Gue lagi buru-buru nih, lu minggir deh gue mau lewat!" ucap Alex tampak tergesa-gesa.
"Hah? Kakak kenapa sih buru-buru begitu?" tanya Lana kebingungan.
"Hadeh, pake nanya lagi lu! Gue mau cari Keisha sama Kenzie, mereka gak ada di kamarnya. Lo kira-kira tahu gak mereka kemana, hm?" jelas Alex.
__ADS_1
"Ohh, iya tau kok. Tadi mbak Keisha emang pergi sama dedek Kenzie berduaan pagi-pagi, pas aku tanya mau kemana, katanya cuma pengen bawa Kenzie jalan-jalan kok. Yaudah, abis itu aku biarin aja mereka pergi," ucap Lana.
"Aduh Lana, adik gue yang polos cantik dan gemesin! Lo kenapa malah biarin mereka pergi sih? Ah nyusahin gue aja lu!" geram Alex.
"Ish, kakak kenapa jadi nyalahin aku sih? Emang kenapa coba kalo mereka pergi? Nanti juga balik lagi, kan kak Keisha bilangnya cuma mau jalan-jalan pagi sebentar," ucap Lana keheranan.
"Heh Lana! Iya kalo mereka balik, kalo enggak gimana? Lo mau tanggung jawab?" ujar Alex.
Lana menggeleng seraya menggaruk kepalanya, ia masih tak mengerti mengapa kakaknya sampai semarah itu saat ini. Padahal menurutnya, hal wajar apabila Keisha membawa pergi putranya sendiri untuk sekedar berjalan-jalan. Hanya saja, ada beberapa hal yang memang belum diketahui oleh gadis polos seperti Lana itu.
"Emang kakak ini kenapa sih? Lagi ada masalah ya sama kak Keisha?" tanya Lana penasaran.
Alex terdiam, bingung rasanya ia harus menjawab apa kepada adiknya itu. Tak mungkin jika ia berkata jujur bahwa Keisha akan menggugat cerai dirinya di pengadilan, pastinya mulut ember Lana itu akan menceritakan kemana-mana nantinya. Alex tidak mau ada yang tahu mengenai hal ini, terutama kedua orangtuanya.
"Enggak ada kok, udah ya lu siap-siap aja buat sekolah! Hari ini gue gak bisa anterin lu, gue harus cari Keisha dan Kenzie. Sorry ya?" ucap Alex.
Lana mengangguk, "Gapapa kak, aku ngerti kok. Aku juga udah biasa pergi ke sekolah sendiri kan," ucapnya.
"Bagus deh, gue duluan ya?" ucap Alex.
Lana pun mencium tangan kakaknya, lalu tanpa berlama-lama Alex segera pergi ke luar rumah dan masuk ke mobilnya. Tanpa ia sadari, saat ini ia hanya mengenakan baju tidur dan rambut yang berantakan karena belum cuci muka. Bahkan, bekas air liur serta belek di matanya masih tersimpan jelas dan akan membuat orang-orang yang melihatnya tertawa nanti, termasuk Lana saat ini.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...