
Alex tampak kebingungan mencari-cari dimana keberadaan istrinya saat ini, ia terus bergerak cepat mengelilingi kota dengan motor miliknya demi bisa menemukan Keisha di sekitar sana. Alex khawatir jika Keisha sampai pergi untuk selamanya, karena tak biasa Keisha bersikap seperti itu. Alex sendiri masih tak tahu apa yang terjadi, sebab ia tak merasa pernah berbuat salah atau apalah itu.
Pria itu tak tahu lagi harus mencari kemana istrinya saat ini, ia bingung karena hatinya serasa kacau setelah mendengar kabar bahwa Keisha pergi bersama lelaki lain. Ada rasa kecewa sekaligus tak percaya di dalam hatinya, entah kenapa ia amat sakit ketika mendengar hal itu. Alex tak mengerti mengapa Keisha seperti itu, padahal selama ini ia tahu kalau Keisha juga amat mencintainya.
"Keisha, kamu kemana sayang? Kenapa kamu bisa pergi tinggalin aku kayak gini dengan laki-laki lain, apa maksudnya coba?" batin Alex.
Sesaat kemudian, Alex menghentikan motornya sejenak ke pinggir untuk beristirahat sembari berpikir kemana lagi kiranya ia akan pergi. Sudah hampir setengah kota ia kelilingi, tetapi ia tak dapat menemukan istrinya itu. Alex sungguh bingung, apalagi ia juga tidak memiliki petunjuk apapun mengenai keberadaan Keisha saat ini.
"Saya harus cari kamu kemana lagi ya sayang? Bingung banget saya rasanya kalau kayak gini, mana gak ada petunjuk sama sekali. Huft, apa yang harus saya lakuin sekarang?" gumamnya lirih.
Tanpa diduga, ia justru kembali bertemu dengan Cherry yang entah kebetulan atau disengaja juga berada di tempat itu. Cherry pun mendekati Alex, menyapa pria itu dan membuat Alex sangat terkejut saat ini. Rasa cemasnya hilang seketika, karena kini berganti dengan senyum lebar begitu ia melihat sosok Cherry di depan matanya.
"Kak Alex, kita ketemu lagi deh. Kamu ngapain ada disini?" ucap Cherry menegurnya.
"Eh Cherry, waduh jadi seneng nih aku! Eh maksudnya aku itu lagi cari seseorang, tapi belum ketemu juga. Malah sekarang aku ketemu sama bidadari, jadi bingung deh aku harus tetap nyari orang itu atau enggak," ucap Alex terkekeh.
Cherry menggeleng pelan, "Hadeh, kak Alex nih gombal terus ya! Emang kak Alex lagi cari siapa, hm?" ucapnya tampak penasaran.
"Umm, ada deh. Udah kamu gausah tau, mending kita bahas yang lain aja! Misalnya, kamu sendiri lagi ngapain disini hayo?" ucap Alex sembari mencubit pipi gadis itu dengan gemas.
"Ih main cubit-cubit aja, gak boleh tau kayak gitu! Aku ini kesini kebetulan lewat aja," ucap Cherry.
"Masa sih? Perasaan daritadi kebetulan mulu, jangan-jangan kamu emang ngikutin aku ya? Hayo ngaku deh kamu!" goda Alex.
__ADS_1
"Hah? Apa sih?" Cherry malu-malu dibuatnya.
Alex tampak melupakan begitu saja perihal istrinya yang sekarang entah ada dimana, ia malah begitu asyik menggoda gadis di hadapannya itu. Alex merasa jika Cherry lebih menarik dibanding dengan Keisha saat ini, sepertinya Alex memang sudah merasa bosan pada istrinya itu. Secara kebetulan, muncul sosok Cherry yang memang masih terlihat lebih segar dan muda daripada Keisha.
"Cherry, kita jalan-jalan aja yuk! Aku mau traktir kamu makan deh, kamu mau kan?" ajak Alex.
"Umm gimana ya??" Cherry tampak kebingungan.
Namun, tiba-tiba saja Alex meraih tangannya dan menarik tubuh gadis itu agar mendekat ke arahnya. Kini Cherry sudah berada dalam dekapan Alex, keduanya saling bertatapan dari jarak dekat dan membuat jantung Cherry berdetak kencang. Alex juga sangat menikmati momen ini, karena wajah cantik Cherry itu dapat ia lihat dengan jelas.
•
•
Hari sudah malam, namun Keisha tak juga ingin diajak pulang ke rumah. Keisha merasa malas sekali untuk bertemu dengan suaminya kali ini, apalagi setelah foto yang ia lihat dari ponsel milik Revan sebelumnya. Keisha sangat kesal kepada Alex, jika ia bertemu dengannya kembali maka bisa saja Keisha tidak akan bisa menahan emosinya.
"Kei, mau sampai kapan kamu disini? Apa kamu gak ngantuk, hm?" tanya Revan sambil menguap.
Keisha menoleh ke arahnya dengan malas, ia sebenarnya sudah berulang kali meminta Revan untuk pergi dan meninggalkannya disana. Akan tetapi, Revan tetap kekeuh ingin menemani Keisha dan tak mau mengikuti perintahnya. Tidak mungkin Revan melakukan itu, karena Keisha adalah wanita yang paling ia cintai sepanjang hidupnya.
"Aku udah bilang sama kamu berulang kali, kalau kamu ngantuk ya kamu pulang aja Revan! Aku gak perlu kehadiran kamu disini," ucap Keisha dengan tegas.
"Gak mungkin aku ninggalin kamu Keisha, apalagi di tempat seperti ini. Bisa aja kamu digangguin sama orang kan?" ucap Revan.
__ADS_1
"Itu gak penting Van, mau aku digangguin siapapun juga aku gak perduli. Hidup aku serasa hancur sekarang, aku malas banget menjalani hidup ini lagi!" ucap Keisha.
"Hus, kamu gak boleh bicara begitu Keisha! Ingat loh, disini kamu gak sendirian! Masih ada aku dan juga anak kamu, Kenzie. Kita berdua akan selalu ada buat kamu," ucap Revan.
"Bicara apa sih kamu? Kalau Kenzie mungkin iya, karena dia anak aku. Tapi kamu, siapa kamu?" ucap Keisha tanpa berpikir lebih dulu.
Jlebb
Apa yang dikatakan Keisha sungguh menusuk ke jantung hatinya, Revan benar-benar syok dan ada rasa tak percaya ketika mendengar itu. Namun, Revan berusaha tenang dan menghela nafasnya agar tidak terlalu memikirkan itu. Ia mewajarkan mengapa Keisha berkata seperti itu, karena ia memang bukan siapa-siapa wanita itu.
"Ya aku ini teman kamu, Keisha. Aku juga bisa jadi pengganti Alex di hidup kamu," ucap Revan.
Keisha menggeleng pelan, lalu tiba-tiba ia bangkit dari tempat duduknya dan membuat Revan ikut beranjak. Keisha yang hendak pergi, ditahan oleh Revan dengan cara mencekal lengannya karena tak ingin wanita itu pergi mendadak. Revan tampak penasaran, sebab Keisha belum berkata apa-apa dan malah ingin langsung pergi dari sana.
"Kamu mau kemana sih, Keisha? Ayolah, kamu jangan kayak gini terus! Aku antar aja kamu pulang ya? Kasihan juga anak kamu itu, dia masih butuh kamu!" ucap Revan.
"Ish, lepasin!" Keisha menghentak tangannya, ia pun berhasil lepas dari genggaman pria itu.
"Aku mau kemana itu terserah aku, bukan urusan kamu juga. Jadi, sebaiknya kamu pulang sana dan jangan pernah deketin aku!" sambungnya.
"Tunggu Keisha!" Revan kembali menahannya.
Revan tentu tak akan membiarkan Keisha pergi begitu saja, sebab ia sangat mencintai wanita itu dan ingin terus berada di dekatnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...