
Disaat Bruce pergi dari tempat makan bakso yang mana ada Alex serta Cherry juga, tentu saja dengan cekatan Alex pun mengikuti kemana arah mobil Bruce itu bergerak dari jarak yang cukup jauh. Alex ingin memastikan sendiri kali ini, apakah istrinya ada bersama sang kakek atau tidak. Pasalnya, dari sikap Bruce tadi memang seolah menunjukkan kalau pria itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
Insting Alex mengatakan kalau memang istri dan anaknya ada di rumah sang kakek, sebab Keisha tak memiliki siapa-siapa lagi disana selain dirinya dan juga kakeknya itu. Jika Keisha pergi dari rumahnya, maka tujuan satu-satunya bagi wanita itu hanyalah rumah sang kakek. Meski Alex belum terlalu yakin, namun tak ada salahnya apabila ia mencoba dengan cara mengikuti kemana Bruce pergi saat ini.
"Kak, kamu yakin mau ngikutin dia? Tadi aja dia udah marahin kamu, bahkan dorong kamu loh. Apa kamu gak takut gitu?" tanya Cherry terlihat ragu.
Alex menggeleng, "Gapapa Cherry, aku akan terus berusaha demi bisa menemukan istri dan anak aku. Aku yakin banget, pasti kakek Bruce yang sembunyiin Keisha dari aku!" jawabnya tegas.
"Tapi, kalau istri kamu gak ada disana juga gimana?" tanya Cherry lagi.
Alex berdecak kesal sembari menatap wajah gadis di sebelahnya, ia tak menyukai kalimat pertanyaan dari Cherry yang seolah ingin sekali kalau usaha mereka kali ini gagal. Alex pun juga memberikan tatapan tajam kepada gadis itu dengan tangan terkepal kuat, seketika Cherry pun berpaling dan merasa gugup karena Alex terlihat begitu kesal.
"Ka-kamu marah ya kak? Ma-maaf deh, aku gak bermaksud bikin kamu marah!" ucap Cherry gugup.
"It's okay, tapi aku minta lain kali kamu jaga bicara kamu! Harusnya kamu itu dukung aku dong, bikin aku yakin sama keputusan aku!" ucap Alex.
"I-i-i-iya kak, aku minta maaf ya?" ucap Cherry.
"Yaudah gapapa, sekarang kamu masih mau temenin aku apa enggak nih buat cari istri sama anak aku?" tanya Alex.
"Mau kok kak, kan aku udah janji buat terus temenin kamu sampai mereka ketemu," jawab Cherry.
Alex pun merasa senang dengan keputusan Cherry, setidaknya ia dapat meredakan rasa emosi di dalam dirinya kali ini. Melihat senyuman manis di wajah Cherry saat ini, membuat Alex merasa tenang dan tidak terbawa emosi lagi. Namun, pria itu dibuat kaget saat tiba-tiba sebuah mobil muncul menyalipnya dan berhenti begitu saja di depannya.
Ciiittt
Sontak Alex menginjak rem secara mendadak untuk menghindari tabrakan, ia terlihat panik dan detak jantungnya terus bergerak kencang karena terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Begitu juga dengan Cherry, gadis itu bahkan terus memegangi dadanya dan merasa begitu ketakutan.
__ADS_1
"Haaaahh haaaahh, kamu gimana sih kak? Hampir aja kita tabrakan loh, bikin jantung aku kaget aja deh!" ucap Cherry terengah-engah.
"Aku juga gak tahu Cherry, mobil itu tiba-tiba datang terus berhenti di depan aku kok!" ucap Alex.
"Terus kita ini gimana? Orang itu mau apa sih kak? Dia kayak sengaja banget halangi jalan kita," ucap Cherry tampak bingung.
Alex menggeleng, "Gak tahu, tapi biar aku cek dulu ke luar. Kamu disini aja!" ucapnya.
Cherry mengangguk setuju dan membiarkan Alex turun dari mobilnya menemui seseorang disana, Cherry pun tampak khawatir karena ia belum tahu siapa orang yang tadi mencegat mobil mereka itu. Bahkan, mereka sampai nyaris bertabrakan karena mobil itu tiba-tiba berhenti di depan mereka dan membuat Alex sulit mengendalikan mobilnya.
•
•
Saat Alex keluar dari mobilnya, sosok pengemudi mobil di depannya itu pun juga menampakkan diri dan menatap ke arahnya. Alex sontak terkejut, karena yang ia lihat saat ini adalah Revan. Tentu saja emosinya langsung meluap dan hendak memukul wajah pria itu sekarang juga, mengingat Revan adalah orang yang sudah mengganggu rumah tangganya bersama Keisha belakangan ini.
"Heh sialan! Mau apa lu cegat mobil gue, ha? Lo pengen gue bunuh sekarang, iya?" sentak Alex.
"Kalem Lex, santai! Kalau lu terus kebawa emosi kayak gini, gimana bisa lu milikin Keisha lagi? Lu harus bisa tahan emosi lu itu, sama juga hasrat di dalam diri lu!" ucap Revan santai.
"Cih, gausah sok nasehatin gue! Lo pikir lu udah bener gitu? Gue gak terima apapun nasihat dari lu, jadi sebaiknya lu diem!" geram Alex.
Revan menggeleng pelan, ia tak berkata apapun lagi saat ini karena Alex menyuruhnya diam. Akan tetapi, Alex justru kesal lantaran merasa jika Revan telah mempermainkannya. Akhirnya Alex menggerakkan tangannya dan bersiap memukul wajah Revan, hanya saja sebuah teriakan mengurungkan niatnya.
"Kak Alex jangan!!" ya suara itu berasal dari Cherry, sosok gadis yang memilih turun dari mobil dan menghampiri Alex disana.
Seketika Alex dan Revan menatap ke arah yang sama, mereka terkejut lantaran Cherry tiba-tiba muncul dan berteriak kali ini. Alex juga menurunkan tangannya tidak jadi memukul wajah pria di depannya, tapi ia masih saja mencengkram kuat kerah baju Revan dan menahannya.
__ADS_1
"Kak, ayo kita pergi aja! Kakek kamu udah makin jauh tuh, yang ada kita bisa kehilangan jejak," ucap Cherry.
Alex terdiam sembari menatap wajah gadis itu, ia bingung mana yang harus ia lakukan untuk saat ini antara mengejar Bruce atau tetap disana dan menghajar Revan. Namun, pada akhirnya Alex memutuskan untuk melepaskan Revan dan beralih mengejar Bruce yang memang ia curiga membantu Keisha dalam melarikan diri darinya.
"Lo beruntung kali ini, gue masih ada urusan lain yang lebih penting daripada ngeladenin lu. Mending lu cabut sana, jangan pernah lu muncul lagi di depan muka gue!" ucap Alex pada Revan.
Revan tersenyum saja kali ini, ia merapihkan semula pakaian serta rambutnya yang berantakan karena ulah Alex itu. Sedangkan Alex sendiri sudah berbalik dan melangkah mendekati Cherry untuk kembali ke mobilnya, tapi kemudian tanpa diduga Revan justru menghentikan langkah mereka.
"Hahaha, Alex Alex. Kayak gini kelakuan lu di belakang Keisha ya? Bahkan disaat Keisha lagi marah sama lu, masih sempat-sempatnya lu berduaan sama cewek begitu," cibir Revan.
Sontak Alex terkejut dan mengurungkan niatnya untuk kembali ke mobil, ia menoleh ke arah Revan dengan tampang kesal dan mendekatinya. Ya Alex tak terima dengan perkataan Revan tadi, sebab ia merasa Revan tak pantas berbicara seperti itu. Apalagi, Revan adalah lelaki yang paling dibenci oleh Alex dan sampai kapanpun akan terus begitu.
"Lo bilang apa tadi, ha? Dengar ya Revan, jangan pernah cari masalah sama gue atau lu bakal habis di tangan gue!" sentak Alex.
"Lex, gue kesini itu niatnya buat sadarin lu. Gue tahu banget penyebab Keisha marah sama lu dan pergi dari rumah lu bawa Kenzie, makanya gue minta sama lu buat berubah kalau emang lu masih cinta sama Keisha!" ucap Revan.
"Gausah sok paling tau tentang urusan gue, lu itu bukan siapa-siapa disini!" ujar Alex.
"Emang gue bukan siapa-siapa sekarang, tapi gue bakal jadi pengganti lu di hidup Keisha dan nikahin dia setelah kalian berdua pisah nanti. Itu tujuan utama gue Lex," Ical Revan tegas.
Deg
Alex terkejut bukan main, emosinya makin tersulut dan tak bisa tertahankan lagi ketika Revan dengan jelas mengatakan semua itu di depannya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1