Menikah Karena Skandal

Menikah Karena Skandal
Bab 100. Membingungkan


__ADS_3

Keesokan harinya, Anya datang ke halaman depan rumah Alex berniat untuk menemui Alex dan mencari tahu apakah pria itu ada di rumahnya atau tidak. Anya memang hendak memantau kegiatan yang dilakukan Alex dan istrinya, bagaimanapun Anya tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu hubungan rumah tangga antara Alex dan Keisha karena wanita itu amat menyukai sosok Alex.


Bagi Anya, tak akan ada kata menyerah dalam kamusnya. Selagi wanita itu belum mendapatkan apa yang ia inginkan, maka ia akan terus berusaha walau ia tahu itu sangat amat sulit untuk dilakukan olehnya. Cinta Alex dan Keisha begitu besar, tidak mungkin tentunya Anya bisa bisa mewujudkan impiannya untuk hidup bersama Anya dan menjalin kehidupan yang bahagia.


Kini Anya terus memantau rumah itu dari jarak jauh, ia penasaran mengapa Alex tak kunjung muncul dan menemuinya. Padahal, sudah cukup lama Anya berdiri disana demi bisa melihat Alex dan menyapa pria itu. Anya pun tampak sangat jengkel, ia menduga kalau Alex saat ini tidak ada di rumahnya dan entah sedang pergi kemana.


Tak lama kemudian, justru Anya melihat Lana yang baru keluar dari rumahnya bersiap untuk pergi ke sekolahnya. Anya tersenyum lebar melihatnya, meski bukan Alex yang ia temui tetapi setidaknya Lana masih memiliki hubungan dengan pria itu. Anya pun berniat mendekat ke arah gadis itu, lalu memberi ancaman kalau sebentar lagi ia akan merebut Alex dari Keisha dan menikah dengannya.


"Halo cantik!" ia menyapa Lana disertai senyum lebar dan berhenti tepat di hadapannya.


Sontak Lana terkejut dengan kemunculan sosok wanita yang entah siapa itu, gadis itu tak mengerti mengapa bisa ada sosok wanita disana. Padahal, Lana sama sekali tak mengenal siapa wanita itu dan mau apa dia di rumahnya. Lana pun mengernyitkan dahinya, menatap bingung ke arah Anya seolah bertanya-tanya ada apa.


"I-i-iya, kamu siapa ya? Terus mau apa kamu ke rumah aku?" tanya Lana kebingungan.


"Eee kenalin, nama aku Anya! Aku ini sahabatnya kakak kamu, Alex. Dia ada di dalam gak ya? Aku mau ketemu dong sama dia," jawab Anya tanpa ragu.


"Ohh, kak Alex lagi gak ada di rumah. Dia sama kak Keisha nginep di apartemen," ucap Lana.


"Apartemen? Kalau boleh tahu, alamatnya dimana ya? Kamu pasti tahu kan dimana apartemen itu," tanya Anya lagi.


Lana menggeleng perlahan, "Gak tahu, kak Alex gak pernah kasih tahu ke aku," ucapnya.


"Hah masa sih? Ayolah, kamu gausah bohong gitu sama aku!" ucap Anya tak percaya.


Lana benar-benar heran dengan tingkah Anya yang memaksa untuk diberitahu alamat apartemen Alex, sungguh Lana tak mengerti mengapa Anya bersikap seperti itu dan seolah-olah ingin sekali menemui Alex di apartemennya. Lana pun tidak ingin mudah terpedaya, ia tak mau jika Anya mengganggu hubungan rumah tangga Alex dan Keisha.


"Maaf ya kak, tapi aku emang beneran gak tahu. Kalau kamu cari tahu dimana apartemen kak Alex, tanya aja dong ke dia langsung! Katanya kalian sahabatan kan?" ucap Lana.


"Ya itu dia Lana, Alex sampai sekarang susah buat dihubungi. Makanya aku mau coba tanya ke kamu sekarang," ucap Anya berbohong.


"Kalo gitu aku gak tahu menahu ya kak, aku harus buru-buru ke sekolah nih. Kamu tunggu aja disini, barangkali kak Alex sama kak Keisha bisa pulang nanti!" ucap Lana sambil tersenyum.


Anya tampak jengkel dengan sikap gadis itu yang seolah meremehkannya, jika saja Lana bukan adik dari Alex maka pasti Anya sudah menghajarnya.




Disisi lain, Alex baru kembali dari membeli sarapan untuknya dan juga sang istri. Namun, tiba-tiba saja seseorang memanggilnya dari belakang dan membuat Alex sedikit terkejut. Alex menoleh ke asal suara, dilihatnya sosok Shella yang ternyata ada disana dan tengah tersenyum ke arahnya sambil berhenti tepat di hadapannya.


Tentu saja Alex tak mengerti mengapa Shella bisa mengetahui alamat apartemennya, padahal selama ini ia tidak pernah memberitahu alamatnya pada siapapun apalagi Shella. Dua bola matanya pun membulat lebar, seolah tak percaya dengan kehadiran Shella disana yang ia sendiri tak tahu bagaimana bisa Shella mengetahui alamatnya.


"Hai Lex! Kebetulan kita ketemu disini, Keisha mana? Aku bawain sesuatu nih buat dia," ucap Shella.


Alex mengernyitkan dahinya, "Kamu ngapain sih kesini? Terus tahu darimana coba kamu alamat apartemen aku? Perasaan aku gak pernah kasih tahu ke siapa-siapa deh," ucapnya keheranan.


"Hehe, makanya kamu tanya aja gih ke istri kamu!" ucap Shella.


"Maksud kamu?" tanya Alex tak mengerti.


Shella senyum-senyum saja dibuatnya, sedangkan Alex masih tampak bingung dan heran mengapa Shella bisa berada disana. Lalu tak berapa lama kemudian, Keisha muncul dari dalam unit apartemennya dan terlihat tersenyum bahagia ketika melihat Shella telah datang.

__ADS_1


"Shella, akhirnya kamu datang juga! Gimana, jauh gak jalannya kesini?" ucap Keisha yang langsung memeluk Shella dan tampak begitu bahagia.


"Ahaha, ya lumayan lah Keisha. Tapi ini gak terlalu jauh kok, pas aja lah!" ucap Shella tersenyum lebar.


Alex yang mendengar itu terlihat semakin heran, ia bingung mengapa Shella dan istrinya tampak akrab seperti itu dan seolah saling bersahabat. Padahal, sebelumnya kedua wanita itu bermusuhan dan pernah saling bertengkar. Alex pun menatap wajah Keisha dengan bingung, ia penasaran apa yang terjadi sebenarnya diantara mereka berdua.


"Sayang, ini apaan sih maksudnya? Kamu yang kasih tahu ke Shella alamat apartemen kita ini? Kenapa kamu ngelakuin itu sih sayang?" tanya Alex.


"Eee ya emang kenapa mas? Shella bilang katanya mau main kesini, jadi yaudah aku kasih tahu aja alamat apartemen kita. Emangnya salah ya mas?" ucap Keisha terheran-heran.


"Ya jelas salah lah sayang, kalau begini kan jadinya Shella bisa bebas gangguin hubungan kita! Kamu lupa ya sama kejahatan dia dulu?" ujar Alex.


Keisha tersenyum dibuatnya, "Tenang aja mas, Shella sekarang bukan Shella yang dulu lagi kok! Dia udah jadi orang baik, bahkan kita berdua juga temenan kok," ucapnya.


"Hah? Kamu ini gimana sih sayang, kamu mau kejebak lagi sama siasat buruk dia?" ucap Alex.


Keisha menggeleng dan mengatakan jika saat ini Shella telah benar-benar berubah, Shella pun juga menyampaikan hal yang sama. Ya Shella berkata jika dirinya sudah taubat dan tidak ingin menjadi orang jahat lagi, karena menurutnya itu sama sekali tidak menguntungkan. Namun, Alex tampaknya masih belum percaya pada ucapan gadis itu.


"Aku beneran udah berubah kok Lex, aku bukan lagi Shella yang dulu suka jahatin kalian," ucap Shella.


"Iya mas, udah ya kamu tenang aja! Lagian semua orang kan berhak untuk berubah jadi lebih baik, termasuk Shella!" sahut Keisha.


Alex menghela nafasnya, "Terserah kamu deh sayang, yang penting aku udah ingetin kamu ya!" ucapnya ketus.


Keisha sampai terkejut mendengar ucapan suaminya yang tampak begitu kesal, tetapi ia memahami semua itu karena pastinya Alex masih belum bisa menerima Shella di hidupnya.




Keisha tahu betul kalau Revan sempat menjadi penyebab utama dirinya bertengkar dengan Alex beberapa waktu lalu, untuk itu Keisha berusaha menjauh dari Revan karena tidak ingin adanya salah paham diantara ia dan juga Alex. Meski begitu, Keisha tidak bisa menghindar dari Revan yang memang sengaja berdiri menghalanginya.


"Revan, kamu ngapain datang kesini coba? Apa kamu pengen aku sama suami aku ribut lagi, ha?" tanya Keisha dengan ketus.


"Kei, tolong jangan pergi dulu ya! Dengerin aku, aku tuh cuma pengen bicara berdua sama kamu! Kamu ikut aku sebentar ya, kita bicara di cafe dekat sini biar kamu gak capek!" bujuk Revan.


Keisha menggeleng perlahan, "Maksud kamu apa sih? Aku gak mau ya ada salah paham lagi nantinya, aku bosen ribut terus sama suami aku!" ucapnya.


"Tapi Kei, ini—"


"Cukup ya Revan, kamu itu kan tahu aku udah punya suami! Harusnya kamu jangan coba-coba buat deketin aku dong!" sela Keisha.


Keisha yang kesal pun memilih pergi dari sana meninggalkan pria itu, akan tetapi rupanya Revan tak membiarkan Keisha pergi begitu saja. Ya Revan kini mencekal lengan Keisha dengan kuat dan menghadang Keisha yang hendak pergi, sehingga Keisha merasa semakin jengkel dan berusaha berontak dari genggaman pria itu.


"Lepasin aku, kamu jangan kurang ajar ya Revan! Kalau kamu begini terus, aku bisa teriak loh supaya kamu dihajar massa!" ucap Keisha.


"Aku mohon Keisha, biarin aku bicara sebentar sama kamu! Ini semua penting loh," bujuk Revan.


"Penting apanya? Emang kamu mau bicara soal apa coba? Kalau kamu cuma pengen bilang tentang perasaan kamu ke aku, sorry ya Revan aku gak bisa balas itu!" ucap Keisha tegas.


"Bukan Keisha, justru aku mau bicara tentang suami kamu. Asal kamu tahu ya Keisha, ternyata suami kamu itu bukan orang yang baik! Dia gak sebaik yang kamu kira, kamu harus percaya sama aku Keisha!" ucap Revan.

__ADS_1


Keisha mengernyitkan dahinya, "Kamu bicara apa sih Revan? Kenapa kamu jadi ngata-ngatain suami aku coba? Apa salah dia ke kamu?" ujarnya keheranan.


"Aku bisa jelasin semuanya ke kamu, tapi gak disini. Kamu harus ikut sama aku sebentar, aku yakin kamu pasti mau tahu kan kejahatan apa yang sudah dilakukan suami kamu itu," ucap Revan.


Keisha terdiam selama beberapa saat, ia ragu serta penasaran apa sebenarnya yang hendak dibicarakan Revan padanya saat ini. Keisha juga tak mengerti apa maksud Revan tadi, kejahatan apa memangnya yang sudah dilakukan Alex padanya. Apalagi, selama ini yang Keisha tahu suaminya itu selalu bersikap baik padanya dan tidak pernah berbuat jahat.


"Aku cuma gak mau kamu terus-terusan disakitin sama suami kamu yang gak tahu diri itu, kamu ikut sama aku ya sekarang!" ucap Revan memaksa.


"Baiklah, aku mau ikut sama kamu. Tapi, kamu harus janji jangan terlalu lama!" ucap Keisha.


Revan mengangguk setuju, lalu mereka berdua pun sama-sama melangkah menuju ke mobil milik si pria yang terparkir di dekat sana dan langsung melaju menuju cafe terdekat disana.




Singkat cerita, Keisha dan Revan telah tiba di sebuah cafe sesuai ajakan pria itu sebelumnya untuk Keisha agar mereka bisa berbincang mengenai Alex. Ya Keisha tampak sangat penasaran, wanita itu terus saja berpikir keras apa sebenarnya yang hendak dikatakan Revan padanya saat ini dan apa kejahatan yang sudah dilakukan Alex kepadanya.


Kini keduanya pun terduduk di tempat yang tersedia, Keisha tampak tidak sabar dan ingin Revan segera menyampaikan apa yang ingin dia katakan. Keisha tentu amat penasaran, apalagi Revan tadi mengatakan secara langsung padanya kalau dia mengetahui perbuatan buruk yang sudah dilakukan Alex padanya selama ini.


"Sekarang kamu cepat bicara Revan, jangan terlalu lama dan bikin aku kesal! Apa yang mau kamu sampaikan ke aku?" ucap Keisha.


Revan mengangguk kecil, "Iya Keisha, tapi sebelum itu aku mau kamu lihat dulu foto-foto yang aku dapatkan ini. Aku yakin kamu pasti kesal banget begitu melihat ini semua," ucapnya seraya menyerahkan foto-foto dari galeri ponselnya.


Betapa terkejutnya Keisha ketika melihat foto yang ditunjukkan oleh Revan barusan, terdapat sosok Alex bersama seorang wanita yang berada di dalam bar. Tentu saja Keisha seolah tidak percaya melihatnya, apalagi dari sisi yang dilihatnya wanita itu mirip sekali dengan Anya yang sebelumnya sudah pernah ia temui ketika tengah bersama sang suami.


"Ini apa Revan? Darimana kamu dapat foto-foto ini? Lalu apa maksudnya coba?" tanya Keisha kebingungan.


"Seperti yang kamu lihat Keisha, itu kelakuan jahat suami kamu di belakang kamu. Apa kamu masih berpikir kalau dia itu orang sekaligus suami yang baik untuk kamu?" jawab Revan tegas.


"Kamu jangan coba-coba buat fitnah mas Alex di depan aku ya Revan! Gak mungkin mas Alex seperti ini, pasti kamu cuma mau bohongin aku kan! Ini semua editan kan?" ucap Keisha tak percaya.


"Bukan Keisha, itu bukan editan. Semuanya memang terjadi seperti itu, kamu percaya deh sama aku Keisha! Suami kamu itu bukan orang yang baik, dia udah main api di belakang kamu!" ucap Revan.


"Gak mungkin, pasti ini semua gak benar! Kamu yang jahat Revan, bukan suami aku!" sentak Keisha.


Wanita itu benar-benar syok dan tak mempercayai foto yang ditunjukkan Revan barusan, ia yakin sekali kalau Alex tidak mungkin melakukan itu. Apalagi, yang ia tahu suaminya itu sangat menyayanginya dan menghargai rumah tangga mereka. Namun dari semua bukti yang ada, rasanya cukup sulit bagi Keisha untuk tidak mempercayai hal itu.


"Keisha, mau sampai kapan kamu terus-terusan dibodohi oleh suami kamu itu? Aku udah tunjukin buktinya ke kamu sekarang, aku harap kamu bisa percaya sama aku dan lebih waspada lagi dengan suami kamu itu!" ucap Revan.


Keisha menggeleng dibuatnya, "Enggak Revan, aku gak percaya sama kamu. Aku yakin mas Alex gak mungkin ngelakuin ini, kamu pasti bohong!" ucapnya dengan kekeuh.


"Tapi Kei, buktinya udah ada loh ini. Foto itu aku ambil sendiri waktu aku lagi di bar," ucap Revan.


Keisha benar-benar bingung saat ini, ia tak tahu apakah ia harus mempercayai ucapan Revan atau tidak saat ini. Pasalnya, foto-foto yang ditunjukkan Revan itu seolah benar terjadi dan tidak ada unsur editan disana. Namun, Keisha juga sulit percaya karena yang ia tahu diantara Alex dan Anya tidak terjalin hubungan apapun.


"Waktu itu aku gak sengaja ngeliat Alex lagi duduk bareng perempuan, dan aku sadar kalau itu bukan kamu. Makanya aku foto mereka disana, supaya aku bisa tunjukkan semuanya ke kamu," jelas Revan.


Deg


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2