
Bruuukkk
Dengan kasarnya Bruce mendorong tubuh Alex sampai terjatuh ke jalan, ia sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan Alex yang terus saja memaksa Keisha untuk mau kembali padanya. Ya jelas jika Bruce lebih membela Keisha tentu, karena Keisha adalah cucu yang paling ia sayangi. Ia tak mau jika Keisha kembali merasa tersakiti, apabila Keisha memilih kembali dan tinggal dengan Alex nanti.
Alex pun menatap ke arah Bruce serta Keisha di depan sana, ia kini terduduk di aspal dan berusaha menahan sakit akibat terjatuh tadi. Alex sampai kapanpun tak akan menyerah, tentu pria itu akan terus berusaha demi bisa membawa kembali Keisha beserta putranya dari sana. Apalagi, Alex juga masih amat mencintai Keisha dan tak mungkin bisa berpisah dari wanita cantik tersebut.
Keisha sendiri terlihat tidak tega ketika kakeknya mendorong kasar tubuh Alex sampai terjatuh tepat di depannya, rasanya ia tak percaya jika sang kakek sampai tega melakukan itu pada suaminya. Akan tetapi, Keisha juga tidak berani untuk berbicara banyak atau melawan sang kakek. Selain itu, rasa benci di dalam hatinya terhadap Alex juga lebih banyak dibanding rasa tidak kasihannya itu.
"Kamu pergi sekarang! Jangan pernah kamu datang lagi kesini, kalau kamu masih pengen bisa melihat indahnya dunia!" sentak Bruce.
Alex terbelalak mendengar ancaman dari Bruce saat ini, namun ia sama sekali tidak takut dengan kata-kata Bruce dan malah bangkit untuk kembali membujuk Keisha. Bagaimanapun, Alex merasa dirinya masih memiliki hak atas Keisha dan juga Kenzie yang merupakan istri serta anaknya.
"Aku gak takut kek, aku akan terus berusaha meminta maaf dari Keisha dan mengajak Keisha kembali ke rumah. Aku ini masih suaminya kek," ucap Alex kekeuh.
__ADS_1
Tak ada yang bisa dilakukan Keisha saat ini, ia merasa bingung karena tak menyangka bahwa Alex bisa sampai senekat itu. Bahkan, Alex juga dengan berani menantang kakeknya hanya demi bisa membawa kembali Keisha dan juga Kenzie. Tentu saja Keisha semakin dibuat bingung, sebab ucapan Alex seolah sulit untuk dipercayai oleh Keisha.
"Keisha, kamu mau ya pulang sama aku? Jujur aku rindu banget tinggal bareng kamu, kumpul sama kamu dan juga Kenzie di rumah! Aku mohon sama kamu Keisha, kita pulang sama-sama yuk!" ucap Alex tampak memelas.
"Mas, aku—"
"Keisha!!" tiba-tiba saja, Shella menyela dan memanggil sahabatnya itu setelah turun dari mobil. Ia mendekat ke arah Keisha serta yang lainnya disana, lalu menatap tajam pada Alex.
"Shella, lu kok bisa ada disini?" tanya Keisha.
"Iya Keisha, gue sengaja kesini buat cek kondisi lu. Tapi gue gak nyangka kalau Alex juga bakal datang kesini," jawab Shella.
"Itu dia Shella, gue aja heran kenapa mas Alex bisa sampai kesini. Padahal, gue gak ngerasa kasih tau ke dia soal alamat rumah ini. Makanya daritadi gue kebingungan," ucap Keisha.
__ADS_1
Baik itu Alex maupun Zayn kompak terdiam kali ini, mereka tak berani berbicara apapun di depan kedua wanita itu. Seolah-olah ada yang sedang mereka sembunyikan kepada Keisha serta Shella, pasalnya sikap mereka memang cukup mencurigakan dan wajar apabila Shella curiga pada kedua pria itu.
"Gue jadi curiga deh, jangan-jangan kamu ya Zayn yang kasih tau alamat rumah ini ke Alex? Benar gak?" ucap Shella penuh pertanyaan kepada sang kekasih.
Deg
Saat itu juga Zayn tertunduk dan tidak bisa menjawab apapun, sontak rasa curiga semakin menghantui Shella setelah melihat reaksi dari kekasihnya itu. Entah mengapa Shella begitu yakin jika Zayn adalah orang yang berkhianat disana, karena hanya dirinya dan pria itu saja yang mengetahui alamat rumah persembunyian Keisha.
"Perasaan gue kok kayak yakin banget ya Zayn yang kasih tau alamat ini ke Alex? Tapi, kira-kira apa coba alasan Zayn ngelakuin itu?" batin Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1