
Sebulan kemudian, Lana merasa mual pada bagian perutnya dan sudah hampir lima kali ia bolak-balik masuk keluar dari kamar mandi di rumahnya. Lana tak mengerti apa yang terjadi pada dirinya, tapi entah mengapa pikirannya dibuat semakin kacau. Lana menduga kalau ini adalah gejala dari awal kehamilan, seperti apa yang ia duga beberapa Minggu yang lalu itu ketika bersama sang kekasih.
Lana langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan menghapus semua pikiran tidak benar itu dari kepalanya, Lana tentunya tak ingin apa yang ia pikirkan terjadi padanya. Jika ia harus hamil pada usia yang masih muda seperti ini dan tanpa sosok suami di dekatnya, maka itu pasti akan mengundang banyak cemoohan dari orang-orang di sekitarnya, termasuk para teman sekolahnya yang keji itu.
Kini Lana keluar dari kamar mandi untuk yang kesekian kalinya, ia disambut oleh Alex dengan tampang penuh khawatir. Alex tak mengerti apa yang terjadi pada adiknya itu, apalagi tidak biasanya Lana mual-mual seperti itu. Ya Alex memang diminta untuk tinggal di rumah itu sementara waktu, selagi kedua orang tua mereka pergi ke luar negeri untuk mengurus bisnis yang penting katanya.
"Lana, lu kenapa mual-mual begini? Lu sakit ya? Kita periksa ke dokter yuk, gue takut lu kenapa-napa!" ucap Alex sembari memegang dua bahu adiknya.
Lana hanya terdiam seraya menggelengkan kepalanya, ia tak mau Alex mengetahui apa yang tengah ia cemaskan saat ini. Lana sebenarnya sulit untuk percaya, tetapi pikirannya terus saja berkata kalau ia sedang hamil. Jika memang itu benar terjadi, maka Lana pasti akan sangat bersedih dan ia tidak mungkin bisa hidup seperti biasa.
"Badan lu lemas banget begini loh, pucet juga. Gue yakin lu sakit, jadi mending kita ke rumah sakit aja sekarang! Gue gak mau lu kenapa-napa Lana, ayo ikut gue yuk!" ucap Alex memaksa.
"Kak, aku gapapa. Kakak gak perlu khawatir sama aku, tenang aja ya!" ucap Lana menolak.
Alex menggeleng tak percaya ketika Lana menolak ajakannya, gadis itu malah berniat pergi dari sana meninggalkan Alex begitu saja. Namun, Alex tak membiarkan itu terjadi dan menghadang Lana dengan cara mencekal lengannya. Sontak Lana terpaksa mengurungkan niatnya, ia menunduk dan tak tahu harus berbicara apa pada kakaknya.
"Lu ini sebenarnya kenapa sih? Jangan bikin gue cemas deh, ayo kita ke rumah sakit biar lu diperiksa sama dokter!" paksa Alex.
"Gak kak, gausah ke rumah sakit! Aku istirahat aja di rumah juga baik-baik aja kok, kakak gak perlu khawatir sama aku! Paling juga nanti aku udah gak pucet lagi," ucap Lana sambil tersenyum.
Ya tentu Lana tak mau Alex membawanya ke rumah sakit saat ini, ia begitu cemas dengan hasil yang akan ia dapatkan nanti. Apalagi, jika ia dinyatakan hamil dan pastinya Alex bisa sangat terkejut mendengar hal tersebut. Lana masih ingin menjalani hidup seperti biasa, ia belum siap jika harus mengandung anak dari kekasihnya.
"Yaudah, ayo gue antar lu ke kamar!" ucap Alex yang akhirnya menurut saja pada kemauan adiknya.
__ADS_1
Lana pun tersenyum lebar mendengarnya, setidaknya saat ini ia tak perlu khawatir kalau Alex akan mengetahui rahasia terbesarnya. Meski begitu, lambat laun pastinya semua itu akan terbongkar juga dan Lana belum tahu harus memberi alasan apa nantinya pada Alex ataupun orangtuanya jika mereka bertanya mengapa dirinya bisa hamil.
"Aku harus beli testpack, itu kan alat yang bisa ngetes kehamilan kayak di film-film. Tapi, kak Alex gak boleh tau soal itu!" batin Lana.
•
•
Disaat Alex membawa Lana menuju kamarnya, tiba-tiba saja Keisha muncul bersama Kenzie yang berada dalam gendongannya. Keisha terlihat heran melihat Lana dipapah oleh Alex saat ini, terlebih kondisi Lana yang cukup mengkhawatirkan. Keisha pun mengira jika Lana sakit, namun ia heran mengapa Alex tak membawanya ke rumah sakit.
Melihat keberadaan istri dan anaknya, Alex sontak menghentikan langkahnya sejenak karena tampak sekali kalau Keisha begitu penasaran. Sedangkan Lana masih tetap diam disana, ia berusaha menahan rasa pusing dan mual yang ada di tubuhnya. Lana tak mau membuat kedua kakaknya itu cemas, meski rasanya ia benar-benar sulit menahan itu.
"Mas, apa yang terjadi sama Lana? Kamu apain dia ih?" tanya Keisha dengan wajah cemasnya.
"Apa? Kamu sakit Lana? Kalo gitu kenapa gak dibawa ke rumah sakit aja, mas?" ujar Keisha.
"Lana nya gak mau sayang, dia bilang pengen istirahat di kamar aja. Aku juga kan gak bisa maksa kalo gitu," ucap Alex.
"Duh, tapi iya loh kamu pucat banget Lana! Kenapa gak mau diperiksa dokter sih Lana?" ucap Keisha.
Lana menggeleng dengan cepat ketika Keisha berkata seperti itu, Keisha memang terlihat begitu khawatir padanya. Bahkan, Keisha sampai menyentuh wajahnya untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja atau tidak. Lana senang dengan kekhawatiran dari orang-orang di sekitarnya, hanya saja ia merasa malu jika mereka mengetahui apa yang sedang dialami olehnya saat ini.
"Aku baik-baik aja kok, kak. Kalau aku ke rumah sakit, nanti malah jadi dibilang sakit sama dokternya. Padahal, aku mah aslinya gak kenapa-napa kok," ucap Lana lirih.
__ADS_1
"Gapapa gimana? Kamu lemas banget begini loh, muka kamu aja pucat gitu. Itu tuh pertanda kamu lagi sakit Lana," ucap Keisha.
"Enggak kak, ini mah biasa kok." Lana terus saja mengelak dan mengatakan dirinya baik-baik saja.
Keisha pun kehabisan kata-kata, ia melirik ke arah suaminya sembari menghela nafas dan menggeleng perlahan. Sikap keras kepala yang ditunjukkan Lana membuat Keisha tidak tahu lagi harus bagaimana, kini Keisha pun pasrah saja membiarkan Lana beristirahat di kamar bersama Alex. Meski, Keisha agak khawatir dengan kondisi Lana saat ini.
"Yaudah ya kak, aku mau ke kamar dulu. Dadah Kenzie imut lucu gemoy!" ucap Lana yang masih bisa menggoda keponakannya itu.
Keisha tersenyum dibuatnya, ia pun memberi jalan bagi Lana dan Alex untuk lewat disana. Ia terus memandangi mereka, sampai kemudian tanpa diduga Lana tidak sadarkan diri di dalam pelukan Alex. Sontak Keisha merasa terkejut, dengan cepat ia hampiri suaminya di depan sana yang juga sangat panik karena adiknya tiba-tiba pingsan.
"Lana, Lana bangun sayang! Kamu kenapa Lana? Lana!" ucap Alex begitu cemas.
"Mas, kita bawa Lana ke rumah sakit! Ini pasti dia pingsan karena sakit yang diderita dia, kita harus cepat-cepat bawa Lana biar diperiksa dokter!" ucap Keisha tak kalah panik.
"Kamu benar sayang, kalo gitu aku antar Lana ke rumah sakit ya? Kamu disini aja jagain Kenzie!" ucap Alex langsung menggendong tubuh Lana.
"Iya mas, kabarin aku ya!" pinta Keisha.
Setelahnya, Alex pun bergegas membawa Lana menuju rumah sakit dengan mobilnya. Sedangkan Keisha ditinggal begitu saja di rumah, meski sebenarnya Keisha juga begitu khawatir pada Lana dan ingin ikut bersama suaminya itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1