
Setelah puas menikmati makan malam berdua, Alex dan Keisha kini kembali ke apartemen untuk beristirahat karena hari sudah semakin malam. Tentu saja Keisha amat senang saat ini, meski sikap Alex masih terasa dingin padanya. Untuk itu, Keisha berusaha membujuk suaminya agar sikap dari pria itu dapat kembali seperti dulu dimana dia sering memberi perhatian pada istri cantiknya itu.
Disaat Alex tengah duduk bersandar di sofa sambil menatap layar ponsel, Keisha terus berdiri di dekatnya memikirkan cara untuk dapat membuat Alex tidak dingin lagi padanya. Ya Keisha pun memiliki ide cemerlang saat ini, tanpa berpikir panjang wanita itu pergi ke dapur dan membuatkan secangkir kopi hangat untuk suaminya disana berharap semoga Alex bisa kembali seperti semula.
Kini Keisha kembali ke tempat suaminya berada dengan membawa secangkir kopi buatannya, ia tersenyum lebar seraya mendekati Alex disana dan meletakkan cangkir kopinya di atas meja. Namun, sepertinya Alex cuek saja saat ini dan lebih fokus pada layar handphonenya. Keisha menghela nafas singkat, merasa jengkel ketika Alex benar-benar cuek seolah tidak perduli padanya.
"Ehem ehem, mas ini aku buatin kopi loh buat kamu! Hp nya ditaruh dulu kek gitu, hargai lah pemberian istri kamu ini!" ucap Keisha menegurnya.
Akhirnya Alex melirik ke arah Keisha dan menaruh sejenak ponselnya di meja, ia mengangguk kecil sembari menatap cangkir kopi tersebut. Entah kenapa Alex masih belum ingin bersikap seperti biasanya, mungkin karena pria itu khawatir jika nanti Keisha akan kembali menanyakan mengenai Anya dan ada hubungan apa antara dirinya dengan wanita tersebut kala mereka berada di luar negeri.
"Oh ya, makasih. Harusnya kamu gak perlu repot-repot segala buatin kopi kayak gini, aku kan gak minta! Gimana kalau nanti gak habis kopinya?" ucap Alex dengan dingin.
"Ya gapapa mas, lagian kopinya gak terlalu banyak kok," ucap Keisha lirih.
Tak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut Alex, pria itu kembali mengambil ponselnya dan fokus menatap layar ponsel. Keisha yang melihat itu tersenyum saja, ia pun beralih duduk di sebelah suaminya dengan terus menatap wajahnya. Keisha tak menyerah begitu saja saat ini, karena ia harus bisa membujuk lelaki itu agar mau berubah.
"Mas, jadi semalam itu kamu pergi kesini? Kamu tidur di apartemen ini ya?" tanya Keisha hendak memastikan.
Alex melirik sekilas wajah sang istri, ia bingung harus menjawab jujur atau tidak kepada Keisha saat ini mengenai keberadaannya semalam. Bisa saja Alex berbohong pada wanita itu, karena memang Keisha tidak tahu apa-apa. Namun, rasanya Alex cukup sulit untuk membohongi Keisha dan ia merasa tidak tega dibuatnya.
"Enggak Keisha, aku nginep di rumah Tio semalam. Aku kesini haru tadi siang," jawab Alex ketus.
__ADS_1
"Ohh, yaudah kamu minum dong kopinya mas! Apa mau sekalian aku buatin cemilan buat kamu, kayak pisang goreng atau yang lain gitu?" ucap Keisha menawarkan cemilan.
Alex menggeleng pelan, "Gausah, mending kamu istirahat aja di kamar sana!" ucapnya.
"Umm, enggak ah mas. Aku mau disini aja temenin kamu sampai kamu selesai minum kopi, abis itu baru deh kita istirahat bareng," ucap Keisha.
"Terserah kamu," ketus Alex.
Setelahnya, Alex terus saja fokus menatap layar ponselnya yang padahal tidak ada apa-apa itu. Ya Alex hanya berpura-pura sibuk saat ini, agar Keisha bisa berhenti mendekatinya dan merasa jengkel lalu meninggalkannya. Tapi yang terjadi sungguh berbeda, Keisha malah semakin menempel padanya dan memeluknya erat dari samping.
•
•
Keisha menelan saliva dengan susah payah, sikap yang ditunjukkan Alex saat ini sangat mirip dengan ketika mereka baru menikah dulu. Bedanya, sekarang mungkin Alex masih lebih memiliki hati dibandingkan sebelumnya. Ya walau Keisha tetap saja merasa sedih dibuatnya, karena tindakan Alex yang begitu dingin dan cuek padanya.
"Mas, kok kamu malah duduk di sofa sih? Ayo kita tidur mas di kasur, ini udah malam loh!" ucap Keisha terheran-heran.
"Kamu aja yang tidur di kasur, aku lebih nyaman disini. Lagian aku belum ngantuk, paling nanti beberapa menit lagi baru aku mau tidur. Sana gih kamu tidur duluan aja!" ucap Alex ketus.
"Ih kok gitu sih mas? Kamu masih marah ya sama aku? Ayolah, kita tidur bareng-bareng aja di kasur kayak biasa!" bujuk Keisha.
__ADS_1
"Gak mau, kamu aja tidur duluan!" ujar Alex.
Keisha terlihat merengut kecewa mendengar ucapan Alex barusan, wanita itu pun beralih mendekati Alex disana dan ikut terduduk di sebelahnya. Sontak Alex menatap heran ke wajah istrinya, ia tak mengerti mengapa Keisha justru menghampirinya. Padahal, Alex sudah berulang kali meminta Keisha untuk tertidur lebih dulu.
"Ngapain kamu ikut duduk disini sih? Ini udah malam loh, kamu tidur sana! Ingat ya Keisha, kamu itu lagi hamil loh!" ucap Alex.
"Kamu sendiri aja belum mau tidur, kenapa kamu malah nyuruh aku tidur? Kalau emang kamu perduli sama aku dan anak kita, harusnya kamu ikut tidur juga dong sekarang!" ucap Keisha tegas.
"Keisha, kamu ngerti gak sih sama kondisi aku? Aku lagi capek banget sekarang!" sentak Alex.
Keisha amat terkejut ketika Alex membentaknya, ia reflek memegangi perutnya dan mengusapnya lembut untuk menenangkan dirinya. Sungguh Keisha tak percaya jika Alex bisa sampai melakukan itu, padahal niatnya sudah baik saat ini. Keisha pun menangis, ia meneteskan air mata sembari menunduk dan menyesali perbuatannya.
"Hiks hiks.."
Isak tangis Keisha itu terdengar di telinga Alex, seketika Alex menoleh ke arahnya dan syok karena melihat Keisha tengah menangis deras. Alex sadar akan kesalahannya, tindakannya terlalu kasar sampai membuat Keisha menangis seperti itu. Seharusnya, Alex tidak boleh melakukan itu karena pasti akan melukai hati istrinya.
"Sa-sayang, maafin aku ya! Aku gak bermaksud bikin kamu sedih kayak gini, tadi aku beneran lagi pusing aja sama semua masalah ini!" Alex mendekat dan coba membujuk Keisha saat ini.
"Kamu jahat mas, kamu tega sama aku! Aku kan udah minta maaf sama kamu, tapi kenapa kamu masih kayak gini coba?" kesal Keisha.
Alex benar-benar menyesal telah terbawa emosi, pria itu pun merangkul Keisha dan mengusapnya lembut sembari berusaha menenangkannya. Alex tak bisa melihat Keisha terus menangis seperti itu, meski ia sendiri lah yang telah membuat Keisha menangis karena bentakannya tadi.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...