
Waktu cepat berlalu, kini Alex bersama dua orang temannya mendatangi tempat berkumpulnya Zikri dan juga teman-temannya dengan penuh emosi. Alex hendak memberi pelajaran kepada Zikri atas apa yang pria itu lakukan kepada adiknya, ya ia tak terima karena Zikri telah merenggut kesucian Lana dan bahkan menghamilinya. Alex sungguh emosi, ia berjanji akan membalas semua perbuatan Zikri.
Alex beserta Rizky dan Tio turun dari motor mereka kali ini, tampak sekali wajah Alex dipenuhi dengan emosi dan ingin segera membalas dendam pada Zikri tanpa rasa kasihan sedikitpun. Ketiganya kini masuk ke dalam markas itu, lalu berteriak mencari sosok Zikri di dalam sana. Mereka mengacak-acak setiap isi di markas tersebut, mencoba memancing Zikri agar keluar menemui mereka saat ini.
"WOI KELUAR LO ZIKRI! HADAPI GUE, JANGAN JADI PENGECUT!" teriak Alex.
Mereka bertiga benar-benar menggila, hampir seluruh barang yang ada di markas itu mereka acak-acak sampai tak berbentuk. Alex begitu emosi, ia tak perduli lagi pada setiap barang mewah disana karena baginya yang terpenting adalah menemukan Zikri dan memberi pelajaran kepada pria itu setelah apa yang dialami adiknya saat ini.
Akhirnya tak lama kemudian, muncullah beberapa orang pria dari dalam sana menghampiri mereka dengan tampang bingung. Tanpa basa-basi lagi, Alex pun bergerak mendekat ke arah orang-orang itu dan bertanya dimana Zikri. Tujuan utama Alex datang kesana hanyalah Zikri, ia tidak ada niatan lain selain itu.
"Heh kalian! Dimana si Zikri biadab itu? Kasih tahu ke gue sekarang, atau gue ratain tempat kalian ini!" sentak Alex.
Orang-orang itu tampak saling pandang, mereka sepertinya ketakutan karena yang saat ini mereka hadapi adalah Alex alias mantan ketua geng motor paling disegani di kota. Sebagai pemula, tentunya mereka tidak sebanding dengan Alex. Bahkan, walau Alex hanya datang sendiri kesana mereka juga tak akan berani melawannya.
"WOI JAWAB, MALAH DIEM AJA! BISU LU SEMUA?" Rizky yang ikut emosi kini spontan berteriak.
"I-i-iya bang, ini kita mau jawab kok. Kita juga gak tahu si Zikri kemana, setahu kita dia udah jarang kumpul disini. Pokoknya semenjak dia naik kelas deh, katanya sih mau fokus belajar," jawab salah satu dari mereka yang merupakan teman Zikri.
"Jangan bohong lu! Gue minta lu kasih tahu gue dimana Zikri, karena gue ada urusan sama dia!" ucap Alex tampak tak mempercayainya.
"Gu-gue gak bohong bang, beneran kok Zikri emang gak ada disini sekarang," ucap orang itu lagi.
Alex mengumpat kesal dan melampiaskan emosinya dengan memukul benda yang ada di dekatnya, ia benar-benar emosi karena gagal menemukan Zikri kali ini. Namun ia tak menyerah sampai disitu, sebab masih banyak cara baginya untuk bisa menemui Zikri dan membalas dendam atas perlakuan pria itu terhadap adiknya.
"Kalo gitu lu semua sekarang telpon dia, bilang ke dia supaya datang kesini! Tapi, jangan bilang kalau lu disuruh gue!" titah Alex.
"I-i-iya bang..."
Mau tidak mau, orang itu pun menuruti perintah Alex karena tak ada pilihan lain. Kini ia mulai mengambil ponsel miliknya dan coba menghubungi nomor Zikri, tentu saja Alex masih setia disana mengawasi pria itu dengan tatapan tajamnya. Alex tak ingin dibohongi, maka dari itu ia meminta si pria teman Zikri untuk mendengarkan obrolannya di telpon.
📞"Halo! Ada apa sih lu telpon gue, ha? Gue lagi sibuk nih, mending nanti aja deh lu telpon gue!" ucap Zikri di dalam telpon.
📞"Bentar dulu Zikri, ada yang penting nih! Lo bisa dateng ke markas sekarang gak? Gue mohon banget sama lu, soalnya ini keadaan darurat banget dan kita butuh lu disini!" ucap temannya.
📞"Hah? Emang ada apa?" tanya Zikri tampak penasaran.
📞"Udah lu datang aja dulu kesini, nanti pasti bakal gue ceritain ke lu! Lu juga bakal tau sendiri kok, ayo cepat ya Zikri!" pinta temannya itu.
📞"Ah oke oke deh, gue berangkat kesana sekarang!" ucap Zikri pasrah.
Telpon pun terputus, Alex tampak bahagia mendengar Zikri mau datang kesana sehingga ia dapat memberi pelajaran kepada pria itu karena sudah menodai adiknya.
•
•
Singkat cerita, orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba. Ya Zikri muncul dengan motor yang dikenakannya, ia turun dari motor lalu berjalan menuju markas untuk menemui teman-temannya. Namun, langkah Zikri terhenti ketika ia melihat Alex bersama kedua temannya berdiri di hadapannya dan tersenyum ke arahnya penuh kecurigaan.
Zikri tak mengerti ada apa ini, ia juga heran mengapa Alex sampai harus datang kesana untuk menemuinya. Jantung Zikri berdetak begitu cepat kali ini, apalagi ia sadar kalau tatapan Alex sangat tajam dan menjurus ke arahnya. Mungkin saja Alex memang sedang diselimuti emosi, sehingga Zikri harus waspada agar tidak terjadi keributan disana.
"Akhirnya datang juga lu pengecut, dasar sialan!" Alex menyapanya dan berdiri tepat di hadapan Zikri dengan tatapan tajam yang ia berikan.
Zikri mengernyitkan dahinya, "Maksudnya apa ya bang? Gue gak ngerti, kenapa lu sebut gue pengecut? Emangnya gue ngelakuin kesalahan apa sih sama lu?" tanyanya kebingungan.
"Ohh, lu gak ada salah sama gue. Tapi asal lu tau, lu itu udah menyakiti perasaan gue!" tegas Alex.
__ADS_1
"Hah?" Zikri melongok tak mengerti.
Alex menggeleng dan semakin dibuat emosi dengan tingkah Zikri saat ini, ia bergerak maju lalu mencengkram kuat kerah baju Zikri disana. Emosinya meluap dan hendak meledek, rasanya ingin Alex langsung memukul dan menghajar Zikri disana sampai babak belur.
"Lo itu pacarnya Lana kan? Ngaku lu sialan!" ucap Alex dengan tegas.
Glekk
Zikri kesulitan menelan salivanya, pertanyaan Alex memang tak sulit untuk ia jawab, tetapi ia merasa cemas jika sampai Alex ternyata mengetahui bahwa ia sudah menodai Lana kala itu. Kini Zikri pun dibuat bingung, amarah Alex seolah menunjukkan kalau memang pria itu sudah mengetahui semua dan mungkin saja Lana lah yang menceritakannya.
"I-i-iya bang, gue emang pacarnya Lana. Gue kan udah beberapa kali juga datang ke rumahnya, ketemu sama ortunya," ucap Zikri gugup.
"Bagus ya, kalo gitu lu harus gue kasih pelajaran sekarang!" ucap Alex.
Sontak Zikri melongok dibuatnya, tanpa ampun kini Alex menghajar Zikri secara membabi buta dan brutal. Alex benar-benar emosi, ia lampiaskan semua kekesalannya itu kepada Zikri karena sudah merenggut kesucian adiknya. Sebagai seorang kakak, tentu saja Alex tak terima dengan itu karena ia sangat menyayangi Lana.
Bugghhh
"Ini untuk Lana yang kehilangan kesuciannya!" ucap Alex sesudah melayangkan pukulannya ke arah wajah Zikri yang kini tergeletak di jalan.
Bugghhh
"Dan ini karena lu udah hamilin dia!" sambungnya seraya memukul cukup keras.
Deg
Jantung Zikri seolah berhenti berdetak mendengar kata-kata Alex barusan, ia baru tahu kalau saat ini Lana tengah hamil dan mengandung anaknya. Zikri pun tampak ketar-ketir, ia tidak tahu harus melakukan apa nantinya.
•
•
Keisha pun terkejut dengan kehadiran Shella secara tiba-tiba itu, namun ia tersenyum dan mempersilahkan Shella untuk masuk ke dalam karena kebetulan sedang tidak ada Alex disana. Ya Keisha merasa kesepian, sebab belakangan ini Alex terus saja pergi meninggalkannya tanpa alasan yang jelas dan membuatnya curiga tentu.
"Eh Shella, sini masuk yuk! Kebetulan banget lu dateng, gue juga lagi kesepian nih!" ajak Keisha.
"Lah kenapa? Emang suami lu itu kemana, Kei? Kok bisa lu kesepian gini?" tanya Shella tampak penasaran.
"Gak tahu tuh, dia pergi-pergi mulu. Tiap ditanya mau kemana, katanya ada urusan. Tapi, dia gak pernah bilang sama gue urusannya apa," jawab Keisha.
"Ohh, sabar ya Keisha! Terus kenapa lu balik lagi ke rumah ini, bukannya kemarin lu pada tinggal di rumah ortunya Alex ya?" ujar Shella.
"Iya Shella, nanti gue jelasin di dalam deh. Lu masuk dulu sini ayo!" ucap Keisha.
Shella menurut dan melangkah masuk ke dalam bersama Keisha, keduanya pun terduduk di sofa sambil saling tersenyum satu sama lain. Tak lupa Keisha menawarkan minuman pada Shella, lalu pergi membuatkannya di dapur. Barulah setelah itu, Keisha kembali kesana dan mulai mengobrol bersama Shella dengan serius.
"Nah jadi gini Shella, gue sama mas Alex dan Kenzie emang sempat tinggal disana buat temenin Lana. Ya tapi setelah itu, gue mutusin buat balik kesini karena kasihan aja rumah ini jadi kosong," jelas Keisha.
"Hah? Apa banget sih alasan lu Keisha, gak jelas banget deh! Gue yakin, pasti ada alasan yang lain kan kenapa lu pergi dari rumah mertua lu? Apa karena si Alex jadi jarang perhatian sama lu, hm?" ucap Shella tak percaya begitu saja.
"Hehe, lu mah selalu susah buat dikibulin ya Shella?" kekeh Keisha.
Mereka berdua sama-sama tertawa kali ini, lalu Keisha tiba-tiba saja menundukkan wajahnya dan terlihat begitu sedih. Tentu saja sebagai seorang sahabat, Shella merasa heran dan penasaran apa yang membuat Keisha seperti itu. Padahal, tadinya Keisha tampak baik-baik saja dan seperti tidak sedang memiliki masalah.
Shella pun bergerak mendekat, merangkul sohibnya itu untuk coba menenangkannya. Meski Shella tak tahu apa masalah Keisha saat ini, tetapi ia akan tetap membantu Keisha dengan cara menguatkan wanita itu agar tidak terus bersedih. Apalagi, selama ini Keisha juga sangat baik padanya dan selalu ada setiap kali ia membutuhkan bantuan.
__ADS_1
"Kei, lu kenapa sih? Kok tiba-tiba lu sedih kayak gini? Emangnya ada apa? Cerita yuk sama gue!" tanya Shella penuh penasaran.
Keisha menghela nafas singkat, "Huft, gue juga bingung Shella. Belakangan tuh mas Alex sibuk banget dan gak pernah ada waktu buat gue sama Kenzie, bahkan dia lebih sering kasih perhatiannya ke Lana. Sampai minum segala dia ambilin loh, padahal Lana kan udah gede," jelasnya.
"Hm, jadi lu keluar dari rumah itu karena cemburu sama Lana gitu?" Shella tampak terkejut mendengar penjelasan dari Keisha yang merasa tidak suka karena sikap Alex pada Lana.
Keisha hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kali ini.
•
•
Keesokan harinya, Lana pergi ke sekolah seperti biasa setelah dirasa kondisinya cukup kuat dan ia tak mengalami pusing lagi. Ia diantar langsung oleh kakaknya kali ini, karena Alex ingin memastikan sendiri adiknya baik-baik saja sampai ke sekolah. Alex juga tak mau Lana menemui Zikri lagi, itu sebabnya ia memperingatkan Lana.
Tapi tentu Lana tak mungkin bisa diberitahu, ya karena cintanya pada Zikri sudah terlalu besar dan membuatnya hilang diri. Bahkan, ia sampai rela menyerahkan kesuciannya pada pria yang sebenarnya baru hadir di hidupnya itu. Penyesalan memang selalu datang terlambat, disaat ia sudah hamil saat ini barulah ia menyesal dengan itu.
"Kak, makasih ya udah anterin aku! Sekarang kakak langsung pulang aja ya, kasihan tuh kak Keisha sama Kenzie ditinggal terus!" ucap Lana.
Alex mengangguk pelan, "Okay, gue balik kok. Tapi ingat ya Lana, lu harus menjauh dari Zikri dan jangan pernah lagi deket sama dia! Gue gak mau lihat lu masih ada hubungan sama cowok itu," ucapnya.
"Emang kenapa sih, kak? Bukannya kemarin kakak bilang, dia harus tanggung jawab ya?" tanya Lana.
"Gapapa, udah lu nurut aja sama gue! Kalo gue minta lu jauhin dia, ya jauhi aja gausah banyak tanya! Ngerti kan lu?" ucap Alex dengan tegas.
"Iya iya, yaudah aku turun ya?" ucap Lana.
Alex kembali menganggukkan kepalanya, membiarkan sang adik pergi setelah mencium tangannya tadi. Kini Lana pun turun dari mobil secara perlahan, ia berusaha bersikap seperti biasa agar tak menimbulkan kecurigaan. Tentu sangat sulit bagi Lana untuk menutupi kehamilannya, karena pasti akan ada sesuatu yang berbeda darinya.
"Hadeh, ayo semangat Lana! Kamu pasti bisa!" ucapnya coba meyakinkan dirinya sendiri.
Setelah itu, Lana bergegas melangkah memasuki area sekolah sambil tersenyum lebar dan menyapa setiap siswa yang ia lewati. Lana berniat menemui Zikri kali ini, sebab sudah lama mereka tidak saling bertemu sebelumnya. Lana pun mencari Zikri di sekeliling sekolah, namun tak berhasil menemukan pria itu dimanapun.
"Zikri kemana ya?" gumamnya merasa bingung, ia cemas jika terjadi sesuatu pada kekasihnya itu.
Lalu, Lana melihat sosok pria yang ia kenali sebagai sahabat dari kekasihnya dan ia berharap pria itu dapat membantunya kali ini dalam menemukan Zikri. Tanpa basa-basi lagi, Lana segera mendekati pria itu dan bertanya padanya. Rasa penasaran Lana sudah memuncak, apalagi nomor Zikri juga tidak bisa dihubungi dan membuatnya cemas.
"Umm Dio, tunggu!" Lana memanggilnya, membuat langkah pria itu terhenti lalu menoleh ke arahnya.
"Eh Lana, ada apa?" tanya pria bernama Dio itu.
"Kamu lihat Zikri gak? Aku cariin daritadi gak ketemu-ketemu, apa dia ada di tempat kalian biasa ngumpul ya?" ucap Lana.
"Loh, emangnya lu belum tahu ya Lana? Si Zikri kan semalam berangkat ke Bali, dia pindah sekolah disana sekarang. Katanya sih gara-gara harus ikut orangtuanya," ucap Dio.
"Apa??" Lana tersentak mendengarnya.
Perasaan Lana hancur seketika setelah mengetahui semua itu, bahwa ternyata Zikri dengan tega meninggalkan dirinya. Lana tak bisa membendung lagi air matanya, ia menangis dan bersedih karena kekasih yang ia cintai justru pergi darinya saat ini. Lana sama sekali tak menyangka ini akan terjadi, ia pun meratapi nasibnya dan juga calon anaknya.
"Lah Lana, lu jangan nangis disini kali! Nanti dikira gue yang bikin lu nangis, lagian udah lah lu gak perlu nangisin si Zikri yang biadab itu! Asal lu tahu, dia jadiin lu pacar cuma karena penasaran sama body lu yang semok itu!" ucap Dio.
Deg
Lagi Lana tersentak, hatinya bertambah hancur ketika mendengar ucapan dari Dio barusan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...